Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 57


__ADS_3

Dirumah papi Tian.


"Kamu udah sadar?" Tanya mami Nita saat Irlan mengerjapkan matanya.


"Makan dulu." Mami Nita membantu Irlan untuk duduk bersandar.


"Buka mulutnya.." pinta mami Nita.


"Irlan gak mau makan mah.." tolak Irlan.


"Jangan yang aneh-aneh kamu,kalau memang kamu mau nungguin Nia paling enggak kamu harus isi perut mu biar punya tenaga. Sekarang cepet buka mulut mu." Pinta mami Nita lagi.


Irlan pun membuka mulutnya.


Mami Nita terus menatap Irlan. Terlihat jelas penyesalan dari sorot mata anaknya.


"Lan,kamu kenapa sampai nekat gini sih? Apa kamu mau bikin mami jantungan?" Tanya mami Nita.


"Irlan cuma mau ketemu Nia mi. Irlan mau minta maaf sama Nia,Irlan mau Nia kasih kesempatan buat Irlan mi.." tangis Irlan pun pecah


"Kamu minta balikkan sama Nia bukan karena takut papi nyoret kamu dari ahli waris keluarga kan?"


"Kenapa sih gak mami,gak Nia,gak papa Niko mikir gitu.? Oke,emang Irlan pernah keceplosan ngomong gitu sama Nia,tapi Irlan nyesel udah ngomong gitu mi. Sekarang Irlan sadar,Irlan butuh Nia untuk jadi pendamping hidup Irlan."


"Terus kemana rasa cinta kamu sama perempuan jalang yang kamu bangga-banggakan itu...?!" Suara papi Tian terdengar menggema.


Papi Tian yang sedari tadi mengintip di balik pintu,tak tahan untuk menghakimi anaknya.


Irlan tak bisa menjawab. Dia sadar disini kesalahan memang ada padanya.


"Maaf pi..Irlan terlambat menyadarinya." Jawab Irlan menunduk tak ingin melihat wajah papinya. Ia terlalu malu.


"Ikhlaskan Nia,seperti Nia mengikhlaskan kamu sama perempuan lain." Hentak papi Tian yang membuat Irlan melongo.


"Irlan gak bisa pi,Irlan akan memperjuangkan Nia." Tolak Irlan tegas.


"Cih...saat dia jadi istri mu kenapa kamu gak memperjuangkan untuk mencintainya,kenapa sekarang disaat semua sudah berakhir kamu baru mau memperjuangkannya?" Papi Tian memandang sinis anaknya.


"Ini belum berakhir pi,Irlan akan terus mencari Nia dan bicara sama dia supaya Nia mau balik sama Irlan."

__ADS_1


"Kamu pikir hati yang sudah hancur kamu bikin akan bisa kembali seperti semula bentuknya? Pasti masih ada bekas retak-retaknya sekalipun sudah kamu lem dengan lem super mahal.sekalipun."


"Sudah pi...biar Irlan berpikir tenang dulu. Papi gak inget yang dibilang dokter tadi,Irlan punya masalah di lever dan lambungnya. Bisa jadi penyakitnya itu karena dia terlalu stres mikirin masalahnya." Mami Nita mencoba menengahi perdebatan anak dan ayah itu.


Tak ingin berdebat dengan istrinya papi Tian memilih untuk meninggalkan kamar anaknya itu.


Pagi hari di rumah papa Niko, mama Dena yang tengah sibuk menyiapkan keperluan mereka selama di Inggris.


"Gak usah bawa banyak pakaian mah. Nanti juga kamu shopping disana." Tegur papa Niko yang melihat mama Dena yang sedang menyusun pakaian ke koper.


"Eh iya yah....hehehe..mama lupa pah,habisnya kalau kita keluar negri kan mama cuma nemenin papa kerja,gak pernah jalan-jalan." Kata-kata mama Dena seperti sedang menyindir.


Bagaimana tidak,semenjak papa Niko memegang perusahaan,papa Niko tidak pernah punya waktu untuk quality time bareng keluarganya. Bahkan saat perjalanan keluar negri pun,papa Niko hanya.sibuk bekerja dan meninggalkan mama Dena di hotel sendirian. Mama Dena tidak berani jika harus keluar dari hotel tanpa papa Niko. Setelah kerjaan beres pun,mereka langsung pulang ke negaranya karena sudah banyak kerjaan menumpuk di kantor,tidak ada agenda untuk shopping atau sekedar jalan-jalan.


"Maaf yah mah..papa janji nanti kalau Nia sudah pegang perusahaan,papa akan bawa mama keliling dunia. Kita bisa bulan madu kedua lagi." Papa Niko menampilkan senyum terbaiknya.


"Bulan madu..udah tua!" Mama Dena mengerucutkan bibirnya.


Papa Niko hanya terkekeh melihat istrinya yang protes.


"Kamu udah kasih kabar ke Nia kalau malam ini kita berangkat kesana?" Tanya papa Niko.


"Biar saja.."jawab papa Niko singkat.


Cup


Papa Niko mengecup puncak kepala istrinya.


"Papa pergi dulu yah mah." Pamit papa Niko pada sang Istri.


Mama Dena mengangguk.


Sedangkan di rumah papi Tian,kehebohan terjadi di kamar Irlan.


Saat mami Nita membuka kamar Irlan untuk mengecek kamar anaknya mami Nita tidak mendapati anaknya disana.


"Pi...papi..." teriak mami Nita dari dalam kamar Irlan.


Papi Tian pun berlari menuju kamar Irlan,karena takut terjadi apa-apa pada anaknya.

__ADS_1


"Kenapa mi?" Tanya papi Tian dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Irlan gak ada pi...gimana ini pi..??? Dia kan lagi sakit.." mami Nita panik.


Papi Tian mengambil hp dari dalam sakunya,melakukan panggilan ke nomor Irlan. Tapi ternyata Irlan tak membawa hp nya,karena dering suara hp Irlan ada di dalam laci nakas.


Mami Nita histeris. Melihat istrinya histeris papi Tian membuka cctv rumah.


Terlihat jelas anaknya keluar dari rumah sesaat setelah mami Nita keluar dari kamar Irlan.


Papi Tian kembali mengambil hp nya dan melakukan panggilan ke asistennya untuk menyuruh orang mencari keberadaan Irlan.


Seandainya Irlan dalam keadaan sehat mungkin papi Tian dan mami Nita tak akan secemas ini.


Papi Tian juga menelpon Igo dan Yordan,tapi Irlan juga tak bersama mereka. Kini papi Tian melakukan panggilan ke nomor papa Niko,dan hasilnya pun sama Irlan tidak ada di rumah papa Niko.


"Kemana perginya anak itu" lirih papi Tian.


Papi Tian menghampiri istrinya yang masih terduduk lemas di sisi ranjang kamar anaknya.


"Gimana pi,ketemu?" Tanya mami Nita disela-sela tangisnya.


Papi Tian menggeleng.


"Mami tenang yah,Irlan pasti ketemu. Papi udah suruh orang untuk cari Irlan." Papi Tian memeluk istrinya mencoba memberi ketenangan.


Sedangkan yang di cari kini sudah berada di depan apartemen Haris sang pengacara yang mengurus perceraiannya dengan Nia.


Irlan memencet bel apartemen Haris.


Haris pun membuka pintu dan....


Bugh.....


Irlan memberikan bogeman pada Haris.


"Loe gila,dateng-dateng langsung maen tonjok aja!!!" Bentak Haris yang tak terima mendapat bogeman dari Irlan.


"Dasar pengacara abal-abal,bisa-bisanya loe nerusin gugatan gue,padahal udah jelas-jelas gue bilang batalin!!! Dan loe juga gak bilang kalau kemaren sidang pertama. Sengaja loe gak ngomong sama gue,biar bisa cepet-cepet gue cere,iya kan!!!" Irlan menarik kerah baju Haris meluapkan kekesalannya.

__ADS_1


"Cih..loe yang suami abal-abal. Kemaren waktu istri loe ada gak loe jaga baik-baik,giliran sekarang bini loe udah pergi baru loe mencak-mencak!!"


__ADS_2