
"Ekheeem" Irlan berdehem agar dua orang yang ada di hadapannya itu menyadari kehadiran Irlan.
Nia dan laki-laki itu menoleh ke arah Irlan.
Irlan menganga melihat sosok laki-laki yang sedang mengobrol dengan Nia,sedangkan laki-laki itu terlihat biasa saja. Bahkan ia melemparkan senyumnya pada Irlan.
Malah yang terkejut dengan kehadiran Irlan disana adalah Nia. Pasalnya Irlan sudah berani masuk kedalam rumah orangtuanya. Padahal sebelum-sebelumnya Irlan tak pernah mau masuk kedalam rumah orangtuanya.
"Kak Irlan.." kata Nia terkejut melihat Irlan.
"Papi???.." kata Irlan terkejut melihat sosok papi Tian di rumah calon mertuanya.
Iya sosok laki-laki itu adalah papi Tian.
"Papi ngapain disini?" Tanya Irlan pada papi Tian.
"Kakak ngapain di sini?" Tanya Nia pada Irlan.
Papi Tian geleng-geleng kepala melihat wajah terkejut Nia dan Irlan.
"Emang papi gak boleh kesini? Kamu lupa,sebelum kamu lahir papi ini kakak ipar dari papanya Nia!!!"
Setelah papi Tian menjawab pertanyaan Irlan kini Nia yang kembali bertanya pada Irlan.
"Kakak ngapain kesini?"
Irlan pun menoleh ke Nia.
"Ah...itu.." Irlan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Dia dateng mau kasih nyawanya untuk ditukar dengan kamu." Malah papa Niko yang menjawab pertanyaan Nia dari arah belakang Irlan.
Sontak papi Tian,Irlan dan Nia pun menoleh ke arah papa Niko.
"Maksudnya pah?" Tanya Nia tak mengerti.
Papi Tian berdiri dari duduknya.
"Kita bicarain di dalam." Ajak papi Tian pada Nia dan Irlan.
Kemudian papa Niko dan papi Tian pun jalan terlebih dahulu menuju ruang keluarga. Di susul Nia dan Irlan.
Setelah sampai ruang keluarga,mereka pun duduk di sofa. Nia duduk dengan papa Niko di sofa yang sama,dan papi Tian dan Irlan duduk di sofa yanh sama yang berhadapan dengan papa Niko dan Nia.
"Langsung saja." Kata papa Niko membuka pembicaraan.
Papi Tian pun mengangguk.
"Jadi kamu serius dengan Nia?" Papa Niko bertanya pada Irlan dengan sorot mata tajam.
Irlan mengangguk pasti.
"Iya om,sangat serius." Jawab Irlan mantap.
__ADS_1
"Jadi kamu siap kan saya kasih tubuh mu itu ke buaya di penangkaran kalau kamu berani macam-macam lagi sama Nia?" Tanya papa Niko sekali lagi.
Nia membelalak kaget mendengar kata-kata papa Niko,dia belum tau tentang perjanjian antara Irlan dan papa Niko.
"Papah..!!" Kata Nia tak terima.
Papa Niko menoleh ke arah Nia.
"Kamu diem saja!!" Tegas papa Niko pada Nia.
Nia pun diam seketika.
Papa Niko kembali menatap tajam pada Irlan.
"Kamu ikhlas kan memberikan semua aset kamu untuk Nia?" Tanya papa Niko lagi.
Nia kembali kaget tidak percaya. Ia mengusap wajahnya. Ingin menyela pembicaraan papa nya,tapi ia takut kena marah papanya lagi.
"Sangat sangat sangat ikhlas om." Jawab Irlan pasti.
Papa Niko mengambil hp dari dalam sakunya. Ia melakukan panggilan ke nomor pengacaranya. Ia menyuruh pengacaranya untuk segera mengurus balik nama semua aset yang beratas namakan Irlan menjadi atas nama Nia. Papa Niko mengakhiri panggilannya setelah menyampaikan niatnya.
Papi Tian yang sejak tadi melihat kegugupan anaknya,tertawa puas dalam hati.
"Baiklah kalau begitu,setelah pengacara saya mengurus balik nama semua aset kamu,baru kita bicarakan tentang pernikahan kalian."
Mata Nia dan Irlan membelalak tidak percaya dengan apa yang barusan papa Niko katakan.
Papa Niko mengangguk.
"Daripada anak itu mencuci otak mu untuk kawin lari,lebih baik secepatnya kalian kami nikahkan." Jawab papa Niko.
"Ia betul. Apalagi anak kurang ajar ini sudah empat tahun menjomblo demi menunggu kamu,takutnya juniornya gak sabaran karena sudah bersemedi sangat lama." Timpal papi Tian diiringi tawa yang sangat keras.
Irlan tertunduk malu mendengar perkataan papinya. Nia pun sama wajahnya juga sudah memerah mendengar calon mertuanya berbicara sangat frontal.
"Kamu cuma mau duduk disitu?" Tanya papa Niko pada Irlan yang masih tertunduk malu.
Irlan mengangkat kepalanya melihat papa Niko.
"Maksudnya om?"
Pletak... Papi Tian menempeleng anaknya.
"Bodoh!! Yah lamar Nia dong!!" Kata papi Tian kesal dengan kebodohan anaknya.
Mata Irlan membulat lagi.
"Sekarang?"
Papi Tian mengangguk.
"Tapi Irlan gak ada persiapan apa-apa pi..!" Lirih Irlan.
__ADS_1
"Jadi buat apa kamu datang kesini??" Kata papa Niko dengan tatapan mengintimidasi.
"Ah...itu..." Irlan gugup sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Hufftt...sudah..sudah kita pulang aja!! Papi kira kamu udah siapkan semuanya!!" Kata papi Tian sambil berdiri dari duduknya.
"Tapi Irlan belum puas ketemu Nia pi.." kata Irlan dengan wajah memelas.
"Ketemuannya sampe disini aja. Kamu boleh ketemu sama Nia kalau sudah ada persiapan melamar Nia.!!" Kata papa Niko tegas.
Wajah Irlan berubah lemas mendengar kata-kata papa Niko. Padahal ia sudah membayangkan bermesra-mesraan dengan Nia. Tapi apalah daya,calon papa mertua sudah berkata,Irlan pun tidak bisa berbuat apa-apa.
Melihat wajah kecewa Irlan,Nia tertawa dalam hati. Ia tahu apa yang membuat Irlan sangat kecewa.
Irlan pun berdiri,dia dan papi Tian pun pamitan pada Nia dan papa Niko.
Papa Niko dan papi Tian jalan lebih dulu menuju parkiran. Sedangkan Nia dan Irlan jalan dibelakangnya. Irlan menggandeng tangan Nia.
Nia melototkan matanya memberi kode pada Irlan agar Irlan melepaskan gandengan tangannya. Tapi Irlan malah makin mengeratkan gandengan tangannya.
Setelah sampai di parkiran pun Irlan masih belum melepas gandengan tangannya. Papi Tian yang melihat anaknya menggandeng tangan Nia,langsung menarik tangan Irlan dari tangan Nia.
"Makanya kalau memang udah gak tahan,kenapa dateng dengan tangan kosong!!!" Kata papi Tian.
Papa Niko menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan Irlan.
"Udah ayo pulang!!!" Kata papi Tian lagi pada Irlan.
Papi Tian pulang dengan mobil mobil Irlan,sedangkan mobil papi Tian dibawa pulang oleh supir pribadi papi Tian.
Setelah kedua mobil keluar dari rumah papa Niko dan sudah tak terlihat lagi,papa Niko dan Nia kembali masuk ke dalam rumah.
🍀🍀🍀🍀🍀
Sesampainya di rumah papi Tian,Irlan langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya di lantai atas. Namun langkahnya terhenti ketika papi nya memanggilnya.
"Irlan,ikut papi ke ruang kerja papi. Ada yang mau papi bicarain." Lalu papi Tian melangkahkan kakiny menuju ruang kerjanya. Diikuti Irlan dari belakang.
Irlan dan papi Tian langsung duduk di sofa ruang kerja papi Tian.
"Sekarang rencana kamu apa?" Tanya papi Tian to the point.
"Yah segera nikahin Nia lah pi.." kata Irlan.
"Kamu udah tau konsekuensinya kan kalau sampai kamu kembali mengkhianati Nia?"
Irlan mengangguk.
"Irlan gak akan melakukan hal bodoh untuk ke dua kalinya pi..percaya sama Irlan."
"Oke,papi pegang ucapan mu!! Sekarang kamu pikirin bagaimana cara melamar Nia. Bikin lamaran yang berkesan untuk Nia. Waktu dulu kalian menikah karena kami jodohkan,semua urusan kami yang urus. Tapi dipernikahan kalian yang kedua ini,kamu harus berpikir keras bagaimana membuat lamaran dan pernikahan yang berkesan buat Nia,karena kali ini kamu dan Nia menikah karena sudah saling cinta. Jadi kami para orangtua tinggal terima beres saja."
Irlan pun mengangguk menyetujui kata-kata papinya.
__ADS_1