
Sandra duduk sambil menikmati dekorasi toko yang cukup nyaman . Entah apa yang ada di pikiran Sandra hingga mengikuti Gebi sampai ke tokonya. Yang jelas kini dia menikmatinya.
" Silahkan... selera mu masih sama kan ?"tanya Gebi sambil membawa cheese cake kesukaan Sandra.
" Wah ... ternyata kamu masih ingat dengan kue kesukaan ku ," ucap Sandra dengan mata berbinar.
Liurnya hampir menetes melihat penampilan cheese yang dibawa oleh Gebi . Dia dari dulu memang suka dengan cheese cake.
" Kebetulan disini juga tersedia cheese cake. Tadi waktu melihatnya kok aku jadi ingat kalau itu kue kesukaan mu ," jawab Gebi dengan jujur.
Gebi duduk di depan Sandra . Meskipun Sandra selalu berkata pedas padanya tetapi dia sudah memaafkannya. Bagaimana pun dia sadar semua akibat kesalahannya.
" Terimakasih masih mau menerimaku dengan baik . padahal aku selalu berkata kasar padamu . Maaf atas semua perlakuanku yang tidak pernah menerimamu," ucap Sandra dengan tulus .
Matanya sudah berkaca-kaca jika mengingat perlakuan kasarnya pada Gebi .
" Tidak masalah ... aku pun juga banyak salah padamu . Jadi kita pun sama ."
" Akhirnya perasaan ku plong . Sudah lama aku mencari keberadaan mu . Tetapi setelah sekian lama baru kali ini kita bertemu."
" ..."
__ADS_1
Gebi bingung mau menjawab apa . Sebab dia tahu betul seberapa bencinya Sandra padanya. Dia pun masih terkejut ketika Sandra berbicara santai dan meminta maaf padanya.
" Kok diam aja sih ... nggak nyangka ya , kalau aku bisa minta maaf padamu ?"
Mendengar hal itu membuat Sandra hanya bisa menganggukkan kepalanya. Sandra pun terkekeh. Dia tidak menyangka jika mantan kakak iparnya masih tetap seperti dulu.
Padahal dia tahu Gebi tulus cinta dengan kakaknya. Gebi pun selalu baik padanya meskipun dia selalu menjahatinya . Entah apa yang membuatnya benci waktu itu .
" Kamu sudah bertemu kak Aryan belum?"
Gebi menggelengkan kepalanya. Tatapannya berubah menjadi sendu . Tidak ia pungkiri Aryan masih menduduki posisi dihatinya.
" Bagaimana kabarnya sekarang... pasti anaknya sudah besar kan ?" tanya Gebi sambil tersenyum lembut . Meskipun hatinya masih belum bisa menerima. Sakit rasanya.
" Kamu tahu Gebi ... sepertinya kak Aryan mendapatkan karma karena menyakiti mu," ucap Sandra menjelekkan kakaknya.
" Ha ?"
Gebi terkejut dengan ucapan Sandra . Apa maksud perkataannya?
" Pasti kamu kaget ya ?" tanya Sandra melihat reaksi Gebi .
__ADS_1
" Maksudnya?"
" Hubungan kak Aryan sudah putus sejak lama . Nia ketahuan berselingkuh dengan produsernya. Kak Aryan langsung memutuskan hubungan mereka saat itu juga ."
" ..."
Gebi diam , dia tidak tahu harus bersikap seperti apa. Dia kira Aryan akan hidup bahagia bersama Nia setelah kepergiannya. Tetapi ternyata ... malah sebaliknya.
Manusia memang hanya bisa berencana, tetapi semua sudah sudah ada ketentuannya.
" Bagaimana keadaan Tante sama om ?" tanya Gebi mengalihkan pembicaraan mereka tentang Aryan . Bagaimana pun yang lalu biarlah berlalu . Dia tidak ingin berharap lagi
" Alhamdulillah mama sama papa baik . Sepertinya usaha kamu berjalan lancar ."
" Ya ... beginilah. Cukup untuk makan sehari-hari," jawab Gebi merendah .
" Kok kamu bisa sampai pindah jauh kesini . Memangnya kamu punya saudara atau kenalan yang tinggal disini ?" tanya Sandra penasaran.
" Tidak juga . Entahlah kenapa aku bisa sampai kesini . Tetapi alhamdulilah... ternyata disini nyaman juga . Selain itu mungkin sudah rejeki aku tinggal disini ."
" Kamu tidak berniat kembali ke Jakarta?"
__ADS_1
" Entahlah... yang pasti aku sudah nyaman tinggal disini ."
Sandra asyik berbincang dengan Gebi yang menurutnya nyaman . Dia sampai melupakan tentang Aryan yang mungkin saja kebingungan mencari keberadaannya.