
Selama perjalanan suasana mobil begitu hening . Tidak ada yang berbicara sama sekali .
Gebi fokus dengan jalanan yang ia lihat dari kaca mobil . Sedangkan Aryan sibuk dengan pekerjaannya.
" Loh ... ini mau kemana mas ?"
" Kenapa ?"
" Kok sepertinya bukan ke arah rumahku ?"
" Memangnya kamu sudah hafal jalan kerumah mu ?"
" Ya hafal lah . Kan aku juga tinggal disini juga sudah lima tahun . "
" Kirain nggak hafal . Ada yang mau aku omongin. Kamu ikut aku sebentar."
" Kemana?"
" Entah ... kan aku nggak kenal daerah sini ."
" Terus ini ?"
" Dimas yang sudah hafal ."
" Oh ..."
Gebi pun diam . Meskipun ada sedikit was-was namun Gebi yakin kalau Aryan tidak akan melakukan hal-hal yang buruk padanya .
Tak lama kemudian mereka Samapi ke tempat yang dituju . Sebuah rumah makan yang cukup populer di daerah situ.
" Jadi mas lapar ?"
" Menurut mu ?"
" Ya mana Gebi tahu . Kan Gebi nggak tahu mas sudah makan apa belom ."
" Kalau kamu sudah makan belum ?"
" Sudah sih ... tadi pagi ," jawab Gebi jujur .
" Lapar tidak ?"
" Nggak ... perut aku masih kenyang ."
" Ya udah deh kita turun dulu ."
" Gebi nggak usah ikut ya ?"
__ADS_1
" Kenapa?"
" Ya .. bingung aja gitu ."
" Nggak usah bingung. Kan tinggal makan ."
" Terus Gebi gimana masuknya?"
" Aku gendong ," jawab Aryan santai .
" Nggak ah ... dari tadi di gendong mulu , malu tahu ."
" Ya nggak papa dong . "
" Pokoknya gebi nggak mau . Kalau mas mau makan ya makan sendiri aja . Gebi ma nanti aja di rumah . Disana kan banyak makanan. Ngapain beli di restoran segala ."
" Ha ... ya udah deh . Kalau gitu mas bicara di mobil aja . Nggak papa kan ?"
" Ya nggak papa lah . Kan dari tadi kita juga udah bicara ."
" Saya serius Gebi . Dim ... tolong kamu keluar dulu !"
" Siap pak bos ."
Dimas meninggalkan Gebi dan Aryan berdua di mobil . Gebi merasa dag dig dug ... entah apa yang ingin di omongin Aryan sampai mengusir supirnya segala .
" Mas mau ngomong apa sih sebenarnya? kok dari tadi cuman diam aja ?"
" What ! mas nggak lagi salah obat kan ?"
" Kok jawabanmu gitu sih ?"
" Ya iya lah ... mas ngomongnya ngawur ."
" Lah kok ngawur ?" tanya Aryan bingung .
" Ngapain coba mas ngajakin Gebi nikah ?"
" Memangnya salah ?"
" ..."
" Jawab pertanyaan ku Gebi . Apa mas salah ngajakin kamu nikah lagi ?"
" Nggak ada yang salah sih . Tapi aneh aja gitu . "
" Kok aneh ?"
__ADS_1
" Gimana nggak aneh . Kita udah pernah nikah selama tiga tahu lebih loh . Tapi selama itu mas nggak berusaha untuk menerimanya. Terus sekarang mas mau ngajakin nikah lagi ? Menurut mas itu nggak aneh ?"
" Maaf ..."
" Nggak ada yang perlu di maafin kali mas . Kan yang salah Gebi ."
" Terus kenapa kamu nggak mau nikah lagi sama mas ?"
" Memangnya mas cinta sama Gebi ?"
" ..."
" Nggak bisa jawabkan . Nggak usah aneh-aneh deh .Gebi udah kapok loh mas ."
" Kapok kenapa?"
" Situ nanya ?" tanya Gebi mulai geram . Karena Aryan seolah tidak menyadari kesalahannya.
" Iya ."
" Coba mas bayangin jadi aku . Aku udah buang rasa malu aku agar bisa nikah sama mas . Sampai keluarga aku nggak mau lagi ngakuin aku sebagai anak . Terus nih ya ... mas ninggalin aku begitu saja tanpa tahu apa yang aku rasain dan aku lakuin ..."
" Maaf ."
" Nggak usah minta maaf lagi mas . Mas nggak salah . Aku loh yang bodoh ."
" ..."
" ..."
" ..."
" Jadi kamu nggak mau menikah lagi denganku ?"
" Maaf ... lebih baik mas cari aja wanita yang lebih sempurna Daan lebih baik dari aku ."
" Tapi aku maunya kamu ."
" Akunya nggak mau ."
" ..."
" ..."
" Dim !" teriak Aryan memanggil sopir pribadinya.
" Siap pak bos . Udah selesai kan pembicaraannya."
__ADS_1
" Nggak usah banyak ngomong. Cepat jalankan mobilnya."
Gebi terdiam . Dia tahu Aryan pasti marah dengannya . Tapi dia memang belum bisa untuk memulai hidup baru lagi dengannya. Meskipun Aryan masih tetap ada dihatinya. Biarlah waktu yang menjawab . Kalau jodoh ma nggak akan kemana .