Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Ungkapan Aryan


__ADS_3

Selama perjalanan suasana mobil begitu hening . Tidak ada yang berbicara sama sekali .


Gebi fokus dengan jalanan yang ia lihat dari kaca mobil . Sedangkan Aryan sibuk dengan pekerjaannya.


" Loh ... ini mau kemana mas ?"


" Kenapa ?"


" Kok sepertinya bukan ke arah rumahku ?"


" Memangnya kamu sudah hafal jalan kerumah mu ?"


" Ya hafal lah . Kan aku juga tinggal disini juga sudah lima tahun . "


" Kirain nggak hafal . Ada yang mau aku omongin. Kamu ikut aku sebentar."


" Kemana?"


" Entah ... kan aku nggak kenal daerah sini ."


" Terus ini ?"


" Dimas yang sudah hafal ."


" Oh ..."


Gebi pun diam . Meskipun ada sedikit was-was namun Gebi yakin kalau Aryan tidak akan melakukan hal-hal yang buruk padanya .


Tak lama kemudian mereka Samapi ke tempat yang dituju . Sebuah rumah makan yang cukup populer di daerah situ.


" Jadi mas lapar ?"


" Menurut mu ?"


" Ya mana Gebi tahu . Kan Gebi nggak tahu mas sudah makan apa belom ."


" Kalau kamu sudah makan belum ?"


" Sudah sih ... tadi pagi ," jawab Gebi jujur .


" Lapar tidak ?"


" Nggak ... perut aku masih kenyang ."


" Ya udah deh kita turun dulu ."


" Gebi nggak usah ikut ya ?"

__ADS_1


" Kenapa?"


" Ya .. bingung aja gitu ."


" Nggak usah bingung. Kan tinggal makan ."


" Terus Gebi gimana masuknya?"


" Aku gendong ," jawab Aryan santai .


" Nggak ah ... dari tadi di gendong mulu , malu tahu ."


" Ya nggak papa dong . "


" Pokoknya gebi nggak mau . Kalau mas mau makan ya makan sendiri aja . Gebi ma nanti aja di rumah . Disana kan banyak makanan. Ngapain beli di restoran segala ."


" Ha ... ya udah deh . Kalau gitu mas bicara di mobil aja . Nggak papa kan ?"


" Ya nggak papa lah . Kan dari tadi kita juga udah bicara ."


" Saya serius Gebi . Dim ... tolong kamu keluar dulu !"


" Siap pak bos ."


Dimas meninggalkan Gebi dan Aryan berdua di mobil . Gebi merasa dag dig dug ... entah apa yang ingin di omongin Aryan sampai mengusir supirnya segala .


" Mas mau ngomong apa sih sebenarnya? kok dari tadi cuman diam aja ?"


" What ! mas nggak lagi salah obat kan ?"


" Kok jawabanmu gitu sih ?"


" Ya iya lah ... mas ngomongnya ngawur ."


" Lah kok ngawur ?" tanya Aryan bingung .


" Ngapain coba mas ngajakin Gebi nikah ?"


" Memangnya salah ?"


" ..."


" Jawab pertanyaan ku Gebi . Apa mas salah ngajakin kamu nikah lagi ?"


" Nggak ada yang salah sih . Tapi aneh aja gitu . "


" Kok aneh ?"

__ADS_1


" Gimana nggak aneh . Kita udah pernah nikah selama tiga tahu lebih loh . Tapi selama itu mas nggak berusaha untuk menerimanya. Terus sekarang mas mau ngajakin nikah lagi ? Menurut mas itu nggak aneh ?"


" Maaf ..."


" Nggak ada yang perlu di maafin kali mas . Kan yang salah Gebi ."


" Terus kenapa kamu nggak mau nikah lagi sama mas ?"


" Memangnya mas cinta sama Gebi ?"


" ..."


" Nggak bisa jawabkan . Nggak usah aneh-aneh deh .Gebi udah kapok loh mas ."


" Kapok kenapa?"


" Situ nanya ?" tanya Gebi mulai geram . Karena Aryan seolah tidak menyadari kesalahannya.


" Iya ."


" Coba mas bayangin jadi aku . Aku udah buang rasa malu aku agar bisa nikah sama mas . Sampai keluarga aku nggak mau lagi ngakuin aku sebagai anak . Terus nih ya ... mas ninggalin aku begitu saja tanpa tahu apa yang aku rasain dan aku lakuin ..."


" Maaf ."


" Nggak usah minta maaf lagi mas . Mas nggak salah . Aku loh yang bodoh ."


" ..."


" ..."


" ..."


" Jadi kamu nggak mau menikah lagi denganku ?"


" Maaf ... lebih baik mas cari aja wanita yang lebih sempurna Daan lebih baik dari aku ."


" Tapi aku maunya kamu ."


" Akunya nggak mau ."


" ..."


" ..."


" Dim !" teriak Aryan memanggil sopir pribadinya.


" Siap pak bos . Udah selesai kan pembicaraannya."

__ADS_1


" Nggak usah banyak ngomong. Cepat jalankan mobilnya."


Gebi terdiam . Dia tahu Aryan pasti marah dengannya . Tapi dia memang belum bisa untuk memulai hidup baru lagi dengannya. Meskipun Aryan masih tetap ada dihatinya. Biarlah waktu yang menjawab . Kalau jodoh ma nggak akan kemana .


__ADS_2