Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 79


__ADS_3

Namun sebelum Nia turun,pak satpam sudah lebih dulu keluar untuk menghentikan aksi Irlan.


"Pak Irlan?" Pak satpam kaget,karena orang yang membuat keributan didepan rumah majikannya adalah mantan suami anak majikannya.


"Pak Irlan ngapain pagi-pagi udah bikin ribut didepan rumah orang?"


"Saya mau jemput Nia,suruh Nia keluar sebelum saya bikin hal lebih gila dari ini."


Satpam pun masuk kembali ke dalam. Baru saja satpam menapaki kakinya diteras rumah,Nia sudah muncul.


"Maaf non,itu pak Irlan di luar.."


"Iya saya tau pak." Sela Nia.


Dengan langkah tergesa-gesa karena Irlan terus meneriaki namanya dengan pengeras suara. Bukannya ia takut Irlan akan melakukan hal yang memalukan didepan rumahnya,tapi Nia hanya menjaga nama baik keluarganya dari omongan para tetangga. Apalagi sekarang orangtua Nia sedang tidak ada dirumah.


"Kamu apa-apaan sih,malu-malu in banget!!" Nia mengambil pengeras suara itu dari tangan Irlan.


Irlan tersenyum penuh kemenangan.


"Aku mau jemput kamu."


"Kan udah aku bilang aku mau berangkat sendiri."


"No..big no no!! Mulai sekarang biar aku yang jemput kamu. Kan kamu udah janji sama aku untuk gak menghindar dari aku. Kalau kamu nolak permintaan aku,itu sama aja kamu lagi hindarin aku."


Nia menarik nafasnya panjang,dan menghembuskannya kasar.


Sungguh sifat Irlan yang keras kepala dan teguh pada pendiriannya tidak pernah berubah sama sekali.


Malas berdebat lama-lama dengan Irlan Nia pun menyetujui tawaran Irlan.


"Tunggu aku sarapan dulu."


"Gak usah,kita sarapan nasi uduk dipinggir jalan aja nanti."


Nia mengernyitkan keningnya. Sejak kapan Irlan menyukai makanan pinggir jalan pikirnya.


"Kok bengong,ayo cepetan. Udah mau jam tujuh ini. Ntar keburu habis lagi."


"Aku ambil tas dulu kalau gitu." Nia pun bergegas masuk kembali ke dalam rumah. Dan mengambil tasnya di dalam kamar.


Lalu berlari kecil keluar rumah. Sebelum keluar dari pintu gerbang Nia berpamitan pada satpam dan supirnya.


"Pak,Nia pergi dulu yah. Oh iya jangan kasih tau papa sama mama yah tentang kejadian hari ini." Pinta Nia.


"Iya non. Kita pinter jaga rahasia kok."


Satpam dan supir keluarga Nia adalah saksi bagaimana kegigihan Irlan mencari Nia saat Nia di London. Mereka pun menaruh rasa iba pada Irlan karena papa Niko terlalu keras menghukum Irlan sampai-sampai Irlan tak diberi kesempatan untuk membuktikan cintanya pada Nia.


Nia pun keluar dari gerbangnya,dan langsung masuk dalam mobil Irlan.

__ADS_1


Mobil Irlan pun berlalu dari depan rumah Nia.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari dalam mobil yang terparkir tidak jauh dari mobil Irlan.


"Brengsek!!! Berani-beraninya loe deketin Nia lagi!!!" Alex memukul setir mobilnya menyalurkan emosinya.


"Gue akan dapetin Nia gimana pun caranya,Nia harus jadi milik gue!!!" Teriak Alex dari dalam mobilnya.


🍀🍀🍀🍀🍀


Kini Nia sudah sampai di kantornya.


"Nanti sore aku jemput. Jangan kemana-mana sebelum aku datang oke.!"


"Kalau aku bilang gak mau pun kamu juga pasti maksa kan?" Nia melengoskan wajahnya malas.


Irlan terkekeh melihat wajah tak terima Nia,tapi dimata Irlan wajah Nia makin menggemaskan.


Nia pun turun dari dalam mobil Irlan.


Irlan memperhatikan Nia sampai tubuh Nia tak terlihat lagi dari pandangan matanya.


Sedangkan Alex di kantornya sedang memikirkan rencana yang akan ia lakukan untuk mendapatkan Nia.


Ia mengambil hp nya dan menelpon seseorang yang akan melancarkan aksinya.


Setelah panggilan selesai,Alex mengakhiri panggilannya.


🍀🍀🍀🍀🍀


Sampai di kantornya Irlan langsung masuk ke ruangannya,duduk di kursi kebesaran yang biasa papi Tian duduki dan sekarang Irlan bisa menduduki kursi itu setelah sekian lama. Mau tidak mau papi Tian memberikan kepercayaan itu pada Irlan,karena sekarang fokus papi Tian hanya pada pengobatan mami Nita.


Bunyi notifikasi pesan masuk ke hp Irlan. Ternyata yang mengirim pesan adalah kurir dari toko bunga. Menyampaikan bahwa bunga dan boneka sudah berada ditangan Nia.


Saat ingin melajukan mobil ke kantornya setelah mengantar Nia,Irlan singgah terlebih dulu ke toko bunga. Dia membeli sebuket bunga untuk dikirim pada Nia,karena dalam toko bunga itu menjual boneka,Irlan juga membeli boneka untuk dikirimkan kepada Nia.


🍀🍀🍀🍀🍀


Nia yang baru menerima kiriman dari Irlan,langsung menaruh bunga dan boneka itu di sofa. Dia membuka note yang terselip di antara bunga.


"Seandainya engkau memberi aku kesempatan sekali lagi,akan ku buat kisah kita lebih berarti dan tak akan ada lagi kata untuk mengakhiri" ~Irlan~


Setelah membaca note dari Irlan,Nia tak henti-hentinya memandang boneka dan bunga yang Irlan kirimkan.




"Cih...kayak anak abege aja." Mulut Nia merutuki kelakuan Irlan yang seperti anak remaja sedang puber.


Tapi jauh di lubuk hatinya,ia begitu bahagia dengan perlakuan Irlan. Baru beberapa saat memikirkan Irlan,yang dipikirkan sudah menelpon.

__ADS_1


Nia kaget begitu nada dering di hp Nia berbunyi dengan kerasnya.


"Astaga..." Nia sedikit terlonjak dari duduknya dan memegang dada nya.


"Emmm" jawab Nia setelah menggeser tombol hijau di hp nya.


"Pasti sekarang lagi senyum-senyum sendiri yah abis nerima bunga sama bonekanya?" Tebakan Irlan tepat.


"Sok tau!!!" Jawab Nia ketus.


Irlan terkekeh kecil mendengar jawaban Nia.


"Gimana,suka?"


"Biasa aja."


"Kok biasa? Boneka nya kurang gede yah atau bunganya yang kurang gede?"


"Dua-dua nya."


"Kalau gitu setengah jam lagi aku suruh orang antar boneka dan bunganya yang lebih gede."


Nia membelalakan matanya,ia tahu Irlan tak pernah main-main dengan ucapannya.


"Eh...jangan-jangan. Kamu mau bikin aku jadi bahan gosip di kantor aku sendiri hah?"


Irlan makin tergelak mendengar penuturan Nia.


"Jadi gak mau nih boneka yang gede? Atau jangan-jangan kamu maunya sama aku lagi?" Goda Irlan lagi.


"Ish apaan sih..udah akh aku banyak kerjaan. Ntar lagi aku juga mau meeting."


"Ya udah,,semangat kerjanya yah sayang."


"Gak usah panggil-panggil sayang,ntar orang salah paham!!"


"Biar aja..biar semua orang tau kalau aku memang sayang sama kamu."


"Cih...JIJIK" Nia menekankan pada kata Jijik.


Tak ingin mendengar jawaban Irlan,Nia langsung mematikan hp nya.


Ia kembali berkutat pada kerjaannya dan file-file yang harus ia pelajari sebelum meeting di mulai.


Irlan pun sama dengan Nia,harus kembali bergelut dengan laporan-laporan yang harus ia periksa. Bukan hanya laporan perusahaan laporan kafenya pun ia periksa.


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE ...


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN..........


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE.......

__ADS_1


__ADS_2