Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Toko kue


__ADS_3

Setelah selesai proses pengecatan, Gebi mulai membeli barang-barang yang akan ia gunakan usahanya.


" Etalase yang ini berapa, pak ?"


" Satu juta lima ratus Bu ."


" Nggak boleh kurang , pak ?"


" Gimana ya Bu ... harganya memang segitu ."


" Satu juta tiga ratus deh , pak !"


" Waduh ... mana boleh la Bu , tekor saya nanti ."


" Ya udah ... satu juta empat ratus ."


" Ibu mau beli apa lagi , kalau boleh saya tahu . Bisa jadi nanti saya korting ."


" Oven, teflon, mixer sama blender pak ."


" Kalau begitu ibu pilih dulu barangnya. Nanti saya beri diskon ."


" Beneran loh pak ... nggak boleh sampai ingkar janji ."


" Saya janji bu ."


" Oke ."


Setelah itu Gebi mencari barang-barang yang ia sebutkan tadi .


" Sudah pak ... sekarang bapak boleh hitung ."


" Ovennya tiga ratus lima puluh ribu , mixer dua ratus dua puluh lima , blender empat ratus tiga puluh ribu, dan etalase satu juta lima ratus . Semuanya dua juta lima ratus lima puluh saya diskon menjadi dua juta tiga ratus lima puluh ribu ."


" Baiklah ... ini uangnya," ucap Gebi setuju dengan harga yang disebutkan oleh penjual .


" Terimakasih nona . Kemana kami harus mengantar ini semua ?"


" Bapak kirim saja ke **** .*


" Baik ... akan segera bapak kirim ."


" Terimakasih pak ."


" Sama-sama."


Setelah itu Gebi pulang . Dia akan menunggu barang-barang itu dirumah .


Keesokan harinya Gebi memulai usahanya. Untuk permulaan Gebi menjual risoles, pisang coklat , kue lapis , pastel basah dan lemper ayam .


Untuk hari pertama semua kue habis saat masih pagi . Ternyata makanan yang ia jual banyak peminatnya. Khususnya para mahasiswa yang ingin berangkat kuliah.


" Alhamdulillah... habis ," gumam Gebi melihat barang dagangannya tidak ada yang tersisa .Awal yang bagus .


" Kue nya masih ada mbak ?" tanya seorang mahasiswi.


" Maaf, sudah habis mbak ," jawab Gebi dengan ramah .


" Sayang sekali , kue buatan mbak enak banget loh . kalau bisa besok mbak buat lebih banyak lagi . Atau mbak bisa menyiapkan bahan , agar kalau habis mbak bisa buat lagi ," ucap mahasiswa itu memberi saran .


" Betul juga ... terimakasih sarannya."


" Sama-sama mbak . Kalau begitu saya pergi dulu !"


" Tunggu dulu . Mbak punya sesuatu . Tunggu sebentar."


Gebi meninggalkan mahasiswa itu ke belakang . Dia tadi membuat nasi kuning buat syukuran.


Rencananya nasi itu akan ia bagikan pada tetangga sekitar . Mumpung ada mahasiswa baik hati , tidak salahnya memberikan satu kotak untuknya .


" Mbak buat nasi kuning . Ya buat syukuran pembukaan toko ini . Apa kamu mau menerimanya?"


" Mbak yakin ?"

__ADS_1


" Tentu saja ."


" Terimakasih ya mbak ... semoga usahanya lancar ," kata mahasiswi itu dengan tulus .


" Amin ya rabbal Alamin ... Terimakasih doanya "


" Saya bawa ya mbak ."


" Silahkan."


" Assalamualaikum..."


" Wa alaikum salam warahmatulloh."


Setelah gadis itu pergi , Gebi segera menutup ruko . Kemudian pergi ke dapur untuk meletakkan nasi kuning yang selesai buat ke dalam kotak.



Tidak terlalu banyak . Hanya untuk tetangga sebelah rumah .Selain nasi kuning , Gebi juga memberi kue di kotak yang lain .



Setelah itu ia bersiap untuk membagikannya ke tetangga. Dia mandi terlebih dahulu sebelum Menganti pakaiannya dengan yang bersih .


Pertama Gebi memberikannya ke ruko yang ada disebelahnya. Ruko itu menjual berbagai onderdil sepeda motor . Pemiliknya sepasang suami istri yang memang asli penduduk sini .


" Assalamualaikum..."


" Wa alaikum salam... ada mbak Gebi . Ada apa ya mbak ?" tanya Dina .


" Ini sebagai syukuran ."


" Terimakasih mbak . Oh iya apa kuenya sudah habis ?"


" Alhamdulillah sudah habis mbak ."


" Wah ... belum juga beli ."


" Terimakasih loh mbak ."


" Sama-sama... kalau begitu aku ketempat lain dulu ya ."


" Iya mbak ."


Satu persatu nasi kotak itu ia bagi ke tetangganya. Kemudian dia istirahat sebelum berbelanja bahan yang ia pakai jualan besok .


Gebi bangun saat menunjukkan pukul dua siang . Untung dia sudah sholat dhuhur sebelum tidur.


" Mandi dulu deh ... baru kemudian jalan-jalan."


Gebi menuju kamar mandi . Dia mengisi bathtub itu dengan banyak air . Kemudian memberinya sedikit aroma terapi. Dia ingin me releks kan diri setelah seharian bekerja.


Setelah selesai dia memanggil kaos dan juga celana jeans panjang warna hitam. Rambutnya ia ikat ekor kuda. Dia sudah seperti remaja sekolah .


" Wah ... Mbak Gebi kalau seperti itu sudah seperti anak SMA ," puji Dina saat melihat Gebi keluar dari ruko.


" Aku kok jadi tersungging ya mbak ."


" Aku beneran loh mbak . Memangnya mbak Gebi mau kemana?"


" Mau beli bahan kue mbak . Mau ikutan mbak ?"


" Nggak bisa ... mas Angga lagi istirahat jadi aku yang jaga deh ."


" Apa mbak Dina mau pesen sesuatu?"


" Apa ya.... eskrim aja mbak kalau ada ."


" Sip lah kalau begitu . Aku berangkat dulu mbak !"


" Oke ?"


Dina kembali menyapu lantai yang sempat tertunda . sedangkan Gebi menuju mobil kesayangannya yang terparkir di garasi .

__ADS_1


Gebi membeli bahan kue yang cukup banyak . Bukan hanya itu dia juga membeli berbagai jenis sayur dan buah . Tidak lupa juga dengan daging ayam .


Setelah membeli bahan kue , Gebi memberhentikan mobilnya di taman . Suasana cukup sejuk , karena banyak pohon yang ditanam disekitar situ .


Gebi yang terbiasa tinggal diperkotaan besar , merasa betah tinggal berlama-lama ditempat yang segar .


" Boleh gabung ?" tanya seorang pemuda dengan berpakaian olahraga meminta izin untuk duduk disampingnya.


" Silahkan ," jawab Gebi sambil duduk agak menyingkir.


" Terimakasih."


" Baru olahraga mas ?" tanya Gebi berbasa-basi.


" Iya .... sekedar latihan bersama."


" Kok sendiri ?"


" Sudah pada pulang . Kebetulan aku masih males pulang . Kamu juga sendirian?"


" Ya begitulah . Disini tempatnya sejuk , aku suka ."


" Kamu benar ... untuk itulah kami selalu latihan disekitarnya sini . Oh iya namamu siapa ?"


" Gabriela.... terserah mau panggil apa ."


" Kalau Ela gimana ?"


" Boleh , tapi kebanyakan suka memanggil Gebi ."


" Ya biar istimewa gitu ."


" Mas ...."


" Rafael ... nama aku ."


" Kalau begitu masa Rafa ."


" Good girl . Kamu masih kuliah ?"


" Nggak sih ...aku cuman lulusan SMA."


" Kok nggak kuliah ?"


" Karena aku lebih suka nikah dari pada sekolah ."


" What!!! jadi kamu sudah nikah?"


" Ya begitulah , Kenapa?"


" Kaget aja gitu . Kamu nampak seperti anak SMA , beneran udah nikah ?"


" Terserah mas Rafa ... mau percaya atau tidak ."


" Baru juga mau pedekate ... nasib -nasib !"


" Ha ha ha ha memangnya wajah saya masih nampak muda ya mas ?" tanya Gebi sambil tertawa.


" Nggak usah ngeledek deh mbak ... nanti kalau suami mbak lihat bisa berabe saya ."


" Mas Rafa masih sekolah atau sudah kuliah ?"


" Masih kuliah mbak ."


" Oh ..."


" What ... cuma oh doang gitu ?"


" Terus gimana dong ?"


" Ya di puji dong . Mbak tahu nggak umur aku masih lima belas tahun tapi udah kuliah loh ."


" Lah .......?"

__ADS_1


__ADS_2