Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Lamaran Aryan


__ADS_3

Sebulan lebih Gebi tidak bertemu dengan Aryan . Perasaannya kian resah . Ada rindu yang menyesakkan dada .


Setiap hari dia menyibukkan diri ditengah keterbatasannya. Meskipun kadang-kadang masih harus merepotkan sang perawat .


Malam makin larut . Namun matanya enggan terpejam . Sepertinya rindunya sudah tidak bisa ia bendung lagi .


Gebi berulang kali mengecek ponselnya. Tidak ada satupun panggilan dari Aryan selama kepergiannya. Aryan seolah hilang ditelan bumi .


Padahal dia sudah menebak kemana perginya lelaki itu . Kemana lagi jika bukan pulang kerumahnya.


Setelah menimbang beberapa hal , akhirnya Gebi memutuskan untuk menelpon Aryan . Pada panggilan pertama tidak diangkat. Namun pada panggilan kedua , dia bisa mendengar suara lelaki pujaannya.


" Halo ... assalamualaikum."


" ..."


" Ehm ... bagaimana kabar mas Aryan ?" tanya Gebi dengan gugup . Bahkan tangan satunya memelintir ujung gaunnya.


" ...'


" Baik ."


" ..."


" Mas kemana ?"


Gebi sampai kaget dengan pertanyaan yang ia ucapkan. Wajahnya memerah . Tidak tahu lagi bagaimana tanggapan Aryan selanjutnya.


" ..."


" Mas baik-baik saja kan ?"


" ..."


" Ehm .... akan Gebi pikirkan lagi ."


" ..."


" Iya.. . maaf sudah menggangu waktu mas Aryan .


" ..."


" Wa alaikum salam warahmatulloh."


Sambungan terputus . Gebi merasa malu dengan tingkah lakunya . Namun dapat terlihat jika wajahnya sedang bahagia .


Begitupun dengan Aryan . Dia berkali-kali mencium ponselnya . Tidak menyangka jika sang pujaan hati berkenan menghubunginya.


" Dih ... kakak kenapa ?" tanya Sandra kepo . Kebetulan saat ini Aryan berada di ruang kerjanya bersama Sandra .


" Apanya yang kenapa ?"


" Cium-cium ponsel udah kayak orang gila ," ucap Sandra sambil bergidik .


" Idih ... situ nggak nyadar . Kamu juga sering kok begitu ."


" Kapan ?"


" Pikir saja sendiri !"


" Kak Aryan ma gitu."


" Biarin memangnya kakak pikirin . Sudahlah kakak mau ke kamar dulu . Kalau nanti kamu sudah selesai jangan lupa tutup pintunya."

__ADS_1


" Kakak mau ngapain ?"


" Tidur lah ."


" Tumben . Biasanya kalau belum jam satu belum masuk kamar ," sindir Sandra .


Tanpa menjawab sindiran sang adik , Aryan keluar dari ruangan itu . Dia berjalan ke lantai dua tempat dimana kamarnya berada .


Sebulan ini Aryan sibuk menyelesaikan masalah yang dibuat oleh karyawannya. Sebenarnya setelah berbicara dengan ayah Gebi dia berniat untuk kembali ke kota malang .


Namun rencana tinggal rencana saat ada salah satu karyawan Aryan yang berkhianat. Akibatnya perusahaan mengalami kerugian yang tidak sedikit .


Untuk itulah setiap hari Aryan harus bekerja keras untuk memulihkan kondisi perusahaan. Setelah kerja kerasnya yang tidak mengenal waktu akhirnya Aryan bisa bernafas lega lagi .


Aryan juga sudah bisa kembali ke kota malang . Namun sebelum itu ia meminta restu kepada kedua orangtuanya.


Ternyata tidak sulit mendapatkan restu dari orang tuanya. Keduanya mendukung Aryan yang ingin kembali mempersunting Gebi untuk menjadi istrinya.


Dari bandara Aryan langsung pergi ke ruko . Setibanya di ruko dia langsung mencari keberadaan Gebi .


" Gebi mana ?" tanya Aryan pada Arini yang berjaga di kasir.


" Eh ... mas Aryan . Sepertinya tadi mbak gebi ada di taman belakang."


" Sama siapa ?"


" Sendiri ."


" Perawatannya kemana ?"


" Tuh ," tunjuk Arini pada perawat Gebi yang sedang duduk di pojok ruangan. Sepertinya gadis itu sedang sibuk dengan ponselnya.


Aryan melihat kearah yang ditunjuk Arini . Rahangnya mengeras . Dia mempekerjakan perawat itu untuk menemani serta membantu Gebi bukan untuk bermain ponsel seperti itu .


Tanah yang dulunya gersang kini menjadi taman yang sangat indah . Tempat itu merupakan salah satu tempat favoritnya.


Gebi sedang melamun saat Aryan tiba-tiba menghampirinya.


" Sedang apa ?" tanya Aryan sambil jongkok di depan kursi roda Gebi .


" Mas Aryan ?"


Gebi sangat kaget . Apalagi posisi Aryan yang sangat dekat dengannya.


" Iya , ini mas . Apa yang sedang kamu lakukan disini ?"


" Mas kapan datang ?" bukannya menjawab pertanyaan Aryan , Gebi malah menanyakan hal lainya .


" Kebiasaan deh . Mas tanyanya apa jawabannya apa ."


" Maaf ."


" Nggak masalah sih . Sekarang yang mas tanyakan ngapain kamu disini ?"


" Cari angin ," jawab Gebi asal .


" Ngapain cari angin ? nggak takut nanti masuk angin ?" ucap Aryan dengan lembut.


" Gebi udah kebal sama anginnya."


" Benarkah?"


" Hem ."

__ADS_1


" Nggak kangen sama mas ?" tanya Aryan dengan sendu . Dia menatap manik hitam pekat didepannya.


" ... "


" Wah ... ternyata kehadiran mas tidak diharapkan nih . Baiklah kalau begitu , mas _"


" Mas jangan pergi lagi !"


deg !


Aryan hendak berdiri namun urung saat Gebi memegang tangannya dengan lembut . Gebi menatap Aryan penuh cinta. Tatapan yang dulu pernah hilang kini kembali lagi.


Aryan tidak bisa meluapkan rasa bahagianya. Air matanya malah menetes tanpa ia pinta . Dia kembali jongkok dihadapan gebi.


Kedua tangan Gebi kini berada digenggaman Aryan . Keduanya merasakan kebahagiaan dalam hati mereka


" Tolong ucapkan sekali lagi ?" pinta Aryan sambil menatap Gebi penuh cinta.


" Mas Aryan jangan pergi lagi ."


" Jika kamu tidak ingin mas pergi ... apakah kamu berkenan menjadi istri mas dan menerima hari-hari mas dimasa depan ?"


" ..."


" Gabriella Anastasia maukah kamu menikah denganku?"


tes !


" Tolong ucapkan sekali lagi ?" pinta Gebi dengan air mata yang mulai menetes .


" Gabriella Anastasia maukah kamu menikah denganku?"


Gebi langsung mengangguk. Tidak ada lagi ketahuan dalam hatinya.Dia sudah memikirkannya hingga berulang kali .


Selain itu dia juga mencari petunjuk lewat istikharah dan dengan mantap dia ingin memulai kembali hubungannya dengan Aryan .


" Terimakasih sayang ."


Aryan mengeluarkan sesuatu dari sakunya . Sebuah cincin yang suda ia persiapkan jauh-jauh hari .


Dengan lembut Aryan memasukkan cincin itu ke jari Gebi . Aksi mereka ternyata di ketahui beberapa karyawan yang mengintip .


Plok plok plok plok


Mereka mendekati Aryan dan juga Gebi yang nampak malu karena diketahui oleh karyawannya.


" Selamat ya mbak Gebi . Semoga lanjut hingga pernikahan. Cepat diresmikan pak !"


" Doa kan saja semoga pernikahan kami lancar ."


" Kapan pak ?"


" Eh ... tuan Aryan datang . Sudah dari tadi tuan ?" sapa perawat Gebi sok akrab . Dia baru datang jadi tidak tahu proses lamaran itu .


" Hem ..."


Mendengar tanggapan datar dari Aryan membuat perawat itu agak malu .


" Nona mau saya dorong ?"


" Tidak perlu ... aku masih sanggup mendorongnya," jawab Aryan ketus . Tanpa aba-aba Aryan langsung menggendong Gebi . Bukan mendorong kursi roda seperti yang ia ucapkan.


" Mas !!!"

__ADS_1


__ADS_2