Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Aryan galau


__ADS_3

Aryan bingung harus melakukan apa . Seandainya itu dulu , dia tidak perlu bingung seperti ini . Dia pasti memilih pulang dari pada pusing memikirkan hal yang tidak perlu.


Tetapi sekarang entah kenapa dia merasa galau . Satu sisi ingin kembali ke Jakarta saat ini juga . Sisi lain dia ingin menemani gadis yang sudah lama tidak ia temui itu .


Entah kemana rasa benci yang dulu ia miliki . Sekarang Aryan bisa menatap Gebi tanpa adanya kebencian sedikitpun. Apa mungkin rasa benci itu bisa terkikis oleh waktu ?


Kring kring kring


Dering ponsel miliknya mengganggu lamunan Aryan . Dengan malas Aryan bangun dan mengambil ponselnya yang ada di atas meja rias .


" Mom is calling"


Ternyata mamanya sedang melakukan panggilan . Tanpa banyak pikir lagi Aryan mengangkat panggilan itu . Dia meloadspicer ponselnya.


" Assalamualaikum..." sapa Aryan dengan lembut .


" Wa alaikum salam warahmatulloh... lagi ngapain sayang ?" tanya mama Aryan dari seberang telepon.


" Lagi rebahan di kamar nih ," jawab Aryan sambil memperlihatkan isi kamarnya.


" Oh ... jadi balik kapan ?"


" Entahlah."


" Kok entahlah ."


" Aryan bingung ," ucapnya jujur .


" Bingung kenapa? oh iya adikmu baik-baik saja kan ?"


" Alhamdulillah kami baik-baik saja ."


" Syukurlah kalau begitu . Apa kalian jadi liburan ?"


" Kemarin kami liburan seharian di pantai ."


" Mama tahu kok ... adikmu kemarin vidio call mama . Bagus banget pantainya."

__ADS_1


" Kok masih tanya jadi liburan apa tidak ?" tanya Aryan heran .


" Ya ... mama kan cuma iseng ."


" Mama ma kebiasaan, " cebik Aryan kesal .


" Ha ha ha ha ha jangan marah sayang . Sekarang katakan pada mama , apa yang membuat putra mama jadi galau. Jangan-jangan _"


" Jangan-jangan apa ?"


" Entah _"


" Aryan ketemu sama Gebi ma ."


" ...."


" Mama denger suara Aryan kan ?"


" Denger . Bagaimana kabarnya sekarang ?" tanya mama dengan lembut .


" Buruk ."


" Semalam dia mengalami kecelakaan."


" What ... kok bisa ?"


" Ya bisa lah ."


" Maksud mama ... kalian kok bisa bertemu saat kecelakaan. Gitu loh maksud mama ."


" Oh ... sebenarnya ... kemarin Sandra ikut liburan bersama Gebi ."


" Kok bisa ?" teriak mama dari seberang telepon.


" Ya mana Aryan tahu ... kemarin tiba-tiba Arya bertemu Gebi saat menyusul Sandra ke pantai ."


" Oh ... jadi begitu . Sekarang bagaimana keadaannya?"

__ADS_1


" Untuk sementara ini dia hanya bisa menggunakan kursi roda . Kalau untuk kepalanya sih menunggu hasil CT scan."


" Separah itu ?"


" Ya begitulah ... jadi hal inikah yang membuat putra mama ini galau . Kok bisa ?" tanya mama sambil terkekeh.


" Dari tadi kok bisa mulu ."


" Kan nggak ada kata lain yang bisa mama ucapkan . Mau bagaimana lagi ."


" Terserah mama deh . Oh iya ma , apa mama masih menyimpan kontak orang tua Gebi ?"


" Sejak kapan mama menyimpan kotak mereka?"


" Ya mungkin saja , mama menyimpannya. Aryan kan nggak tahu ."


" Mama tidak pernah berkomunikasi sama sekali dengan mereka. Mereka menyerahkan Gebi begitu saja pada kita dan memutuskan hubungan."


" Huh ...."


" Memangnya kenapa kamu membutuhkan nomer telpon mereka?"


" Dokter yang memintanya. Mama tahu kan Gebi sekarang dimana . Dia sendiri disini ma . Mungkin ada sahabatnya tetapi .... bagaimanapun dia butuh keluarga disaat seperti ini ."


" ..."


" ..."


" ... "


" Kami yang akan kesana . Kirim saja alamatnya."


" Mama serius?"


" Dua rius malah .... sudah dulu , mama mau bilang papamu dulu . jangan lupa kirim alamatnya. Assalamualaikum..."


" Wa alaikum salam warahmatulloh."

__ADS_1


Aryan masih diam dalam posisinya. Tak menyangka jika sang mama akan bereaksi seperti itu .


__ADS_2