Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 119


__ADS_3

"Terus loe kapan nyusul si Irlan,Dan?" Tanya Igo kini pada Yordan.


Yordan menggedikkan bahunya.


"Gak tau gue."


"Masih stuck di tahap pengampunan dosa loe sama si Ica?" Kini Irlan yang bertanya.


Mendengar pertanyaan Irlan,Yordan memutar bola matanya malas. Karena pertanyaan Irlan seperti sedang meremehkan dirinya karena hubungan dirinya dan Ica yang tak berkembang-berkembang.


"Ya elah Dan,loe kenapa jadi lambat banget sih bergerak,lamar aja udah langsung.." kata Irlan lagi.


"Tau loe,kalau perlu loe jebak aja dia biar jadi milik loe." Timpal Igo dengan entengnya.


Yordan dan Irlan langsung menatap tajam ke arah Igo. Mereka tidak suka dengan ide sahabatnya itu.


Walaupun mereka pria brengsek,tapi mereka tidak pernah mau bermain curang seperti yang Igo katakan. Buat Yordan dan Irlan cara seperti itu menunjukkan bahwa si laki-laki tidak gentleman.


Igo sadar saat ini Irlan dan Yordan tak suka dengan ide yang mereka berikan.


"Kok pada mlototin gue???! Gue kan cuma ngasih ide,kalau loe gak mau ya udah. Santai aja tuh mata. Tungguin aja tuh anak perawan sampe si Jeki jamuran."


"Haloooo cantiiik." Panggil mommy Sarah pada Nia dengan suara khas nya.


Sontak Irlan,Igo dan Yordan menoleh ke arah mommy Sarah yang mendekat ke table Nia dkk berada.


Mommy Sarah mengucapkan selamat pada Nia,dan berbincang-bincang sebentar bersama tiga bidadari. Kemudian pindah table ke table Irlan dkk.


"Selamat yah Lan." Mommy Sarah mengucapkan selamat pada Irlan sambil cepika-cepiki.


"Makasih yah mom." Lalu mommy Sarah ikut duduk di table Irlan.


"Nih,mommy punya hadiah untuk kamu." Mommy Sarah menyerahkan papper bag yang ia bawa kepada Irlan.


"Ini apa mom?" Tanya Irlan setelah mengintip isi papper bag itu.

__ADS_1


"Yang kotak hijau itu obat herbal,kan kamu selama ini mengkonsumsi obat antidepresi,jadi obat itu bagus untuk mengeluarkan zat-zat kimia yang ada di tubuh kamu,biar kamu subur dan cepat dapat keturunan." Mommy Sarah menjeda sesaat kata-katanya untuk mengambil nafas.


"Nah kalau kotak yang cokelat itu untuk istri kamu."


"Untuk Nia? Emang Nia kenapa?" Tanya Irlan penasaran.


Mommy Sarah mendekatkan mulutnya ke telinga Irlan dan berbisik.


"Obat encok,jadi mau kamu gempur Nia tiga hari tiga malem gak jadi masalah,karena selain ini obat encok,ini juga untuk obat kuat juga."


"Oooo" Irlan manggut-manggut setelah mommy Sarah berbisik.


"Emangnya mommy udah pernah nyoba?" Tanya Irlan yang masih sangsi dengan khasiat obat herbal yang mommy Sarah kasih untuk Nia.


"Pastilah. Asal kamu tau,daddy nya si bule kampret ini kalau udah dateng tenaga supernya,mommy bisa kalah telak. Tapi waktu mommy minum obat ini,mommy bisa mengimbangi permainan daddy nya si bule kampret ini." Kata mommy Sarah seperti tukang obat yang sedang menyakinkan calon pembelinya.


Igo dan Yordan yang sedang menyimak pembicaraan mommy Sarah dan Irlan,akhirnya paham kemana arah pembicaraan mommy Sarah dan Irlan.


"Igo juga mau dong madam mommy,buat...."


"Cari yang HALAL dulu,baru nanti mommy kasih kamu sebagai kado pernikahan.!!" Ketus mommy Sarah.


"Yordan aja dulu mom,suruh cepet-cepet halalin Ica." Irlan malah mengejek Yordan.


"Cih..kalau bule kampret ini jadi sama Ica,mommy gak perlu kasih obat ini. Orang si Jeki juga gak bisa bertarung kok,baru masuk ring langsung pingsan.!!" Jawab mommy Sarah sinis.


"Mommy...!!" Bentak Yordan pelan karena tak terima mommy nya menyepelekan sahabat kecilnya.


Irlan dan Igo tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata mommy Sarah,ditambah muka Yordan yang memerah karena malu.


🍀🍀🍀🍀🍀


Akhirnya resepsi pernikahan Irlan dan Nia pun usai,Nia terlebih dulu kembali ke dalam kamar hotel karena tidak tahan dengan gaun pengantin yang berat serta heels yang ia pakai. Sedangkan Irlan,masih berbincang-bincang dengan para orangtua.


Begitu sampai di dalam kamar,Nia langsung melepas gaunnya dan seluruh pernak-pernik yang menempel di tubuhnya. Setelah melepas semuanya,Nia melangkah kan kakinya menuju kamar mandi dan mengguyur tubuhnya di bawah shower dengan menggunakan air hangat.

__ADS_1


Lima belas menit setelah Nia pergi ke kamar,Irlan pun menyusul Nia. Dengan langkah panjang ia melangkah menuju lift yang akan membawanya ke lantai paling atas hotel tersebut yang memiliki kamar bertipe suite room. Hanya ada tiga kamar suite room di lantai ini,karena di lantai ini di khususkan hanya untuk tiga pemilik hotel. Siapa lagi kalau bukan Irlan,Igo dan Yordan pemilik hotel tersebut.


Ceklek. Irlan membuka pintu kamarnya.


Begitu masuk ke dalam kamar tidur,Irlan mendengar bunyi air dari dalam kamar mandi,dan bisa di pastikan bahwa itu adalah Nia. Yah..mau siapa lagi,karena kamar suite room itu khusus untuk Irlan.


Irlan tersenyum licik saat pikiran liarnya merasuki otaknya. Tak ingin berbasa-basi Irlan langsung melepaskan semua pakaian yang menempel di tubuhnya dan hanya menyisakan boxer saja. Irlan membuka pintu kamar mandi yang tak terkunci itu sedikit,ia mengintip ke dalam hanya untuk memastikan orang yang sedang mandi di dalam. Dan setelah di pastikan orang yang mandi di dalam adalah istrinya,baru lah Irlan masuk ke dalam.


Irlan berjalan mendekat ke arah Nia dengan sangat pelan,melihat tubuh polos Nia membuat sang kobra siap mematuk mangsanya.


Nia yang belum menyadari kehadiran Irlan yang sudah siap menerkamnya dari belakang,malah asik menyabuni tubuhnya. Dan aksi Nia berhasil membuat gairah Irlan semakin tersulut.


Irlan pun memeluk Nia dari belakang,dan mencium tengkuk istrinya.


"Aaaaaa..." teriak Nia saat merasakan ada tangan yang memeluknya dari belakang.


Nia menutup area perbukitannya dengan tangan kirinya dan tangan kanannya menutup area lembahnya,kemudian membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang sudah berani berbuat kurang ajar padanya.


"Kakak ikh..bikin kaget aja,aku kirain siapa.!!" Bentak Nia saat melihat ternyata suaminya sendiri yang memeluknya.


"Mana ada orang yang bisa masuk kamar ini tanpa kartu pass sayang.." jawab Irlan dengan suara serak dan beratnya karena menahan hasrat. Apalagi sekarang ia melihat bagian tubuh polos Nia dari depan,walaupun Nia sudah berusaha menutupi dengan tangannya.


"Sana keluar dulu,ntar lagi aku selesai." Usir Nia yang risih harus sekamar mandi dengan suaminya.


"Mandi bareng aja sayang,biar menghemat waktu." Irlan langsung menuangkan sabun cair lagi ke tubuh Nia yang masih di selimuti busa.


Irlan membalikkan tubuh Nia lagi,karena tak mau Nia sampe melihat sang kobra sudah siap mematuk.


Dengan lincahnya tangan Irlan menyabuni tubuh Nia kembali.


"Ikh...geli kak.!! Udah akh,aku mandi sendiri aja!! Lagian aku udah sabunan tau.!!" Nia berusaha menolak sentuhan Irlan,karena sejujurnya sentuhan yang Irlan berikan malah membuat sensasi aneh pada tubuhnya.


Tapi Irlan memperdulikan kata-kata Nia,dia terus bermain dengan sabun-sabun di punggung mulus Nia. Tangan Irlan pun berpindah ke bagian perbukitan yang empat tahun lalu pernah Irlan nikmati keindahannya.


Nia melipat kedua bibirnya agar tak mengeluarkan suara,karena sentuhan Irlan pada kedua bukitnya sukses membuat tubuh Nia menegang,ditambah permainan lidah Irlan di ceruk leher Nia.

__ADS_1


__ADS_2