
Di kafe Irlan, Haris yang sedang datang untuk membawa berkas-berkas perceraian Irlan dengan Nia,sehingga membuat dia tidak mendengar ada pesan masuk di hp nya yang ia letakkan di meja kerjanya.
Setelah Haris keluar dari ruangannya,Irlan mengambil hp nya dari meja kerjanya.Awalnya dia ingin menghubungi Melda,karena dari pagi sampai sebelum Haris datang Melda tidak mengangkat telponnya.
Tapi melihat ada pesan masuk,dia pun membuka pesan itu dulu mana tau itu dari Melda.
Dan alangkah terkejutnya Irlan saat membuka pesan itu,pesan yang dikirimkan Nia.Beberapa foto Melda dengan om-om di butik.
Irlan mengeraskan rahangnya,ia mengepalkan tangannya.
Antara percaya dan tidak percaya dengan foto-foto yang dikirimkan Nia.
Tapi ternyata hatinya menolak percaya,bisa jadi itu rekayasa seorang Nia agar dirinya tidak jadi bercerai dengan Irlan.
Irlan langsung menghubungi no Nia.
Beberapa kali Irlan melakukan panggilan namun Nia tak kunjung mengangkatnya.
"Bre**sek." Irlan meninju udara di depannya.
Dia kembali melakukan panggilan kepada Nia. Panggilan itu pun diangkat.
"Halo.." sapa Nia dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Maksud loe ngirim foto-foto ini apa hah?" Irlan langsung membentak Nia dari seberang sana.
"Gak ada maksud apa-apa,aku cuma mau kasih tau aja kelakuan perempuan yang kamu puja-puja itu." Nia menjawab sinis.
Nia tau pasti Irlan akan berburuk sangka padanya.
"Apa kamu pikir dengan kamu mengirimkan foto-foto ini terus aku percaya dan aku ninggalin Melda dan gak jadi ceraikan kamu,gitu?"
Nia tergelak.
"Ya ampun kak..ya gak lah,sekalipun kakak ninggalin Melda dan gak jadi ceraikan aku. Aku akan tetap ceraikan kakak. Jadi kakak gak usah berpikir aku ngirim foto ini supaya bisa terus sama kakak. Aku ngirim foto ini ke kakak supaya kakak periksa dulu kelakuan perempuan yang kakak paling cintai itu. Kan aku udah bilang,aku gak rela kalau pengganti aku orang yang etitudenya jauh dibawah standart." Nia menjeda kata-katanya.
"Masa iya kakak mau gantiin aku sama perempuan simpanan om-om sih,mau taro dimana nanti muka papi Tian sama Mama Nita." Lanjut Nia dengan nada sinisnya.
Membuat Irlan menggeram. Tak mau membalas perkataan Nia,Irlan pun langsung memutuskan panggilannya.
"Shiiiiit".Irlan memcengkram hp nya. Wajahnya sudah.sangat merah menahan emosi.
"Awas loe Melda kalau sampai ketahuan loe macem-macem,habis loe ditangan gue!!!" Irlan mengeraskan rahangnya.
Ia kembali melakukan panggilan ke no Melda,tapi no nya sekarang tidak aktif.
Ia mengeraskan rahangnya,emosinya kini sudah di ubun-ubun.
Ia menjatuhkan tubuhnya diatas sofa,tengkuknya terasa berat,kepalanya sakit. Mungkin tensinya sudah naik karena menahan emosi.
Dia mengambil air minum untuk meredakan emosinya. Dia membaringkan tubuhnya,memejamkan matanya membuat dirinya untuk lebih tenang.
Waktu menunjukkan pukul tujuh malam.
__ADS_1
Alex sudah datang kerumah orangtua Nia untuk menjemput Nia ke acara reuni.
"Malam tante.." sapa Alex saat memasuki rumah orangtua Nia.
"Malam juga..mau jemput Nia yah?" Tanya mama Dena yang memang sudah tau kalau Nia akan pergi ke acara reunian.
"Iya tante..oh iya kenalin tante saya Alex,kakak kelas Nia waktu SMP" Alex memperkanalkan dirinya.
Mama Dena menyambut tangan Alex.
"Duduk dulu,biar tante panggilin Nia dulu."
"Iya tante." Alex pun duduk setelah mama Dena meninggalkan ruang tamu.
Tok tok tok.
Kini mama Dena sudah berada didepan kamar putrinya.
Ceklek. Mama Dena membuka kamar Nia.
Mama Dena terperangan melihat kecantikan anaknya,walaupun Nia hanya memakai make-up tipis.
"Cantik banget sih kamu.." cubit mama Dena gemas di pipi Nia.
"Ikh mama sakit tau.." Nia mengusap pipinya,dia kembali melihat ke cermin dan memakaikan lipgloss di bibir mungilnya.
"Coba di depan Irlan kamu dandan begini,pasti dia bakalan nyesel udah selingkuhin kamu." Kata mama Dena melihat pantulan putrinya di cermin.
"Iya deh maaf. Temen kamu udah dateng tuh."
Nia segera keluar dari kamarnya tapi sampai didepan pintu Nia berbalik menghadap sang mama.
"Nia udah cantik kan? Make-up Nia gak belepotan kan mah?"
"Gak sayang..kamu udah cantik pakek banget."
"Heleh..si mama bisa aja." Nia menoel dagu mamanya dan memutar kembali tubuhnya untuk keluar dari kamar.
"Sori kak,kelamaan nunggu yah.." tegur Nia saat dirinya sampai diruang tamu dan mendapati Alex sedang bermain game dinhp nya.
Alex menoleh ke arah suara. Matanya membulat seketika melihat Nia yang begitu cantik malam ini.
Niana.
"Kamu beneran manusia?" Tanya Alex pada Nia ketika Nia sudah tepat dihadapannya.
"Yah beneran lah.." Nia heran dengan maksud Alex.
"Kok aku gak yakin yah..!" Kata Alex lagi,matanya tetap menatap Nia.
"Maksudnya?"
__ADS_1
"Aku gak yakin ada manusia secantik kamu,setau aku yang cantiknya kayak kamu itu yah Bidadari..."
Eya..Eya..Eya.. Alex mulai mengeluarkan gombalan recehnya.
"Ck...gombal..Gak usah sok-sok an kayak Deni Cagur lah kak. Deni cagur ngegombal jatuhnya keren,kalau kakak ngegombal jatuhnya jijik.."
"Orang serius dibilang gombal."
"Udah akh..jadi berangkat gak nih,kalau gak jadi biar aku tinggal tidur."
"Iya my queen,gitu aja cemberut."
Mereka berpamitan ke mama Dena sebelum berangkat. Acara reunian di adakan disalah satu kafe yang sudah di booking Aldy si empunya acara.
Tanpa mereka sadari kafe tempat mereka mengadakan reunian adalah salah satu kafe milik Irlan.
Irlan yang tadi siang berada di kafenya di jl xxx sekarang sudah ada di kafenya di jl yyy,tempat diadakan reunian.
Irlan datang kesana karena ingin langsung memantau acara reunian tersebut,karena Dimas harus pergi ke luar kota memantau salah satu kafenya.
Irlan harus memantaunya langsung,karena ini acara reunian dan dibooking satu tempat,ia ingin memastikan kenyamanan dan keamanan pelanggannya.
Mobil yang dikendarai Alex tiba di parkiran kafe. Mereka turun dari dalam mobil.
"Kak Aldy booking satu kafe?" Tanya Nia setelah masuk ke pelataran kafe.
"Iya.." jawab Alex singkat.
"Banyak donk yang dateng?" Tanya Nia lagi.
"Iya.."
"Ish tau begitu aku gak mau ikut."
"Loh kenapa?" Alex menghentikan langkahnya.
"Pasti nanti banyak yang cengin,apalagi aku datengnya bareng kakak." Nia mengerucutkan bibirnya.
Alex gemas melihat Nia yang seperti ini. Ingin rasanya Alex mencium bibir mungil itu.
"Biarin aja sih,,lagian harusnya kamu bersyukur di cenginnya sama orang ganteng.." Alex mencolek dagu Nia.
Ish...ganteng doank tapi hobinya php in anak orang..!" Sindir Nia.
Alex tergelak mendengar kata-kata Nia.
"Percaya deh kali ini gak bakalan di php in lagi.." Alex menggandeng tangan Nia untuk masuk ke dalam kafe..
Begitu pintu kaca itu dibuka semua mata tertuju pada Nia dan Alex.
Alex.
__ADS_1