Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 69


__ADS_3

"Mau ke lantai berapa?" Tanya seorang karyawati yang berdiri didekat tombol lift.


"Ke lantai tiga puluh."


"Itu kan ruangan Presdir. Siapa perempuan ini,apa dia wanita simpanan Presdir?" Karyawati itu bertanya-tanya dalam hati sambil memberi tatapan sinis pada Nia.


Ternyata si karyawati itu juga sama ingin ke lantai tiga puluh.


Mereka pun sampai di lantai tiga puluh.


Lantai tiga puluh hanya memiliki dua ruangan. Ruangan pertama,ruang Presdir dan ruangan yang ke dua ruang Asisten Presdir.


Karyawati itu berbelok ke arah ruangan asisten papa Niko.


Sedangkan Nia terus melangkahkan kakinya ke ruangan papa Niko.


Karyawati itu masih saja memperhatikan Nia.


"Tuh bener kan pasti simpanannya Presdir tuh cewek. Cih gak tau malu,cantik-cantik murahan" gumam karyawati itu pelan.


Baru mau mengetuk pintu ruangan asisten papa Niko,karyawati itu melihat sekretaris papa Niko yang baru keluar dari ruangan papa Niko.


"Buk..itu yang baru masuk siapa?" Tanya si karyawati kepo.


"Oh itu,itu nona Niana."


"Wah..bahkan sekretarisnya aja tau siapa perempuan itu." Si karyawati berkata dalam hati.


Melihat wajah si karyawati yang sepertinya memikirkan hal buruk tentang Niana,sekretaris papa Niko pun langsung membuka identitas Nia.


"Niana itu anaknya pak Niko. Pewaris tunggal Dirgantara Grup."


Mata si karyawati membelalak seketika mendengar penuturan sekretaris pak Niko.


"Oh.." tanpa permisi karyawati itu meninggalkan sekretaris papa Niko dan berlanjut ke ruangan asisten papa Niko.


"Tadi muka gue biasa aja kan? Atau jangan-jangan anak pak Niko sadar kalau gue mikir yang gak-gak tentang dia." Gumam si karyawati sepanjang langkahnya menuju ruangan asisten papa Niko,dia berulang kali mengetuk-ngetuk kepalanya merutuki kebodohannya.


Sedangkan di ruang papa Niko. Nia yang melihat mama nya sedang tidur di kamar yang berada di ruangan papa Niko,langsung ikut naik ke pembaringan. Memeluk sang mama dari belakang.

__ADS_1


Mama Dena yang setengah tidur langsung bisa merasakan ada pelukan dari belakang. Merasa sangat mengenal aroma tubuh yang sedang memeluknya,mama Dena pun langsung berbalik dan melihat Nia yang sedang nyengir.


Mata mama Dena terbelalak.


"Nia......" teriak mama Dena kaget.


"Kok bisa ada disini?" Tanya mama Dena


"Ish si mama,kok nanya nya gitu sih,gak seneng apa lihat anaknya pulang." Nia memasang wajah cemberut.


"Bukannya gak seneng,tapi papa bilang minggu depan atau dua minggu lagi kamu baru pulang."


"Sengaja aku cepetin,aku udah kangen banget sama mama papa." Nia memeluk mamanya.


"Maafin mama sama papa yah,karena waktu wisuda mu kami gak bisa dateng." Mama Dena membalas pelukan Nia dan mengusap-usap punggung anaknya.


Mama Dena dan Papa Niko tak bisa datang ke wisuda Nia karena kondisi kesehatan papa Niko yang menurun. Papa Niko baru keluar dari rumah sakit tiga hari sebelum wisuda Nia.


"Gak pa-pa mah.."


"Gak pa-pa gimana,mama sama papa kan pengen banget lihat kamu wisuda sayang."


Mama Dena mencubit hidung anaknya.


"Kamu tuh yah suka banget menggampangkan sesuatu. Tetap aja kan rasanya beda."


"Yang penting kan hasil akhirnya mama."


Tak mau meneruskan perdebatan,mama Dena mengakhiri pembicaraan tentang wisuda Nia.


Mama Dena menatap lekat wajah anaknya.


Merasa bangga? IYA JELAS. Anak yang tidak pernah jauh dari orangtua,harus mengalami begitu banyak cobaan di hidupnya. Bercerai,hamil,kehilangan anak,melewati segala macam kesusahan dalam studi,tapi dia selalu bisa bangkit kembali melangkah maju meski tertatih-tatih. Segala cobaan yang Nia alami benar-benar sudah menempahnya menjadi wanita dewasa yang kuat dan tangguh namun tetap rendah hati.


"Semoga kamu bisa tersenyum seperti ini sayang.." lirih mama Dena dalam hati melihat senyum yang mengembang dipipi anaknya.


"Nia,lusa kamu ikut papa yah. Anaknya rekan bisnis papa menikah. Jadi papa mau sekalian kenalin kamu sama semua rekan bisnis papa kalau kamu yang akan menggantikan papa di perusahaan." Kata papa Niko sambil meletakkan sendok.


Sekarang mereka sudah berada di rumah. Dan sedang menikmati makan malam bertiga. Hal sederhana namun sangat mereka rindukan selama kurang lebih tiga setengah tahun belakangan ini.

__ADS_1


"Apa gak kecepetan papa ngenalin Nia sebagai pengganti papa.?"


"Gak. Papa rasa kamu memang berkualitas untuk menggantikan posisi papa di perusahaan."


"Tapi pah,ini pengalaman pertama Nia. Nia belum tau gimana dunia kerja yang sesungguhnya,masa papa udah langsung mau ngelepas Nia mimpin perusahaan sih."


"Yah gak dilepas sendiri juga. Papa akan tetap pantau dan tetap bantu kamu."


Nia mengerucutkan bibirnya.


Jujur dia masih ragu dengan kualitas dirinya. Okelah kalau di akademik Nia memang tidak bisa diragukan. Ini di dunia kerja,apalagi perusahaan yang dipimpinnya adalah perusahaan raksasa. Sungguh nyali Nia sangat cetek,takut tidak bisa mempertahankan perusahaan yang selama ini sudah kakek dan papa nya bangun.


"Percaya sama kemampuan kamu Nia." Satu kalimat singkat dari sang papa yang mampu membangun kepercayaan diri anaknya.


Nia pun mengangguk,menyetujui permintaan papanya.


"Kalau gitu mulai besok kamu ikut papa ke kantor. Papa akan ajarin kamu bagaimana dunia kerja yang sebenarnya."


Nia kembali mengangguk.


Pagi ini sesuai keinginan papa Niko,Nia ikut ke perusahaan Dirgantara Group.


Papa Niko akan memperkenalkan Nia kepada semua karyawan Dirgantara Group sebagai penerus perusahaan.


"Gimana,kamu udah siap?" Tanya papa Niko.


Kini mereka sedang berada di ruang pertemuan. Papa Niko meminta seluruh karyawan berkumpul di ruangan itu untuk mengumumkan status Nia.


Walau deg-degan,Nia tetap mengangguk. Ini terlalu cepat pikirnya. Tapi mau tidak mau dia harus menjalani ini karena memang ini lah tujuan dia sekolah jauh-jauh di negri orang.


"Ayo" papa Niko menggandeng tangan putrinya.


Mereka pun memasuki ruang pertemuan itu.


"Selamat pagi seluruh karyawan/karyawati yang saya kasihi. Mungkin kalian semua bertanya-tanya untuk apa kalian semua saya kumpulkan di tempat ini." Papa Niko menjeda sebentar kalimatnya sesaat untuk mengambil nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan kalimatnya.


"Saya selaku Presdir dari Dirgantara Group ingin memperkenalkan sekaligus mengumumkan,kalau wanita cantik yang berdiri disamping saya ini adalah putri tunggal saya. Mungkin bagi karyawan/karyawati yang sudah lama bekerja disini sudah mengenal putri saya ini. Namanya Niana Lestari Dirgantara,dan secara resmi mulai hari ini dia akan menggantikan posisi saya sebagai Presdir diperusahaan ini.Terimakasih" papa Niko mengakhiri pidatonya.


Semua para karyawan/karyawati terkejut. Bukan hanya mereka Niana lebih-lebih terkejut,pasalnya tadi malam papa Niko menyuruhnya datang hanya untuk melihat cara papa Niko menjalankan perusahaan.

__ADS_1


__ADS_2