Mengejar Cinta Mantan Istri

Mengejar Cinta Mantan Istri
Bab 53


__ADS_3

Sore ini adalah keberangkatan Nia ke Inggris. Nia tidak diantar oleh kedua orangtuanya. Karena tidak ingin sampai Irlan atau orangtua Irlan mengetahui keberadaan Nia.


Untuk.saat ini orangtua Nia ingin menyembunyikan Nia terlebih dahulu. Biarlah Nia fokus dengan kuliahnya disana


Mama Dena dan Papa Niko akan menyusul dua hari setelah keberangkatan Nia.


Setelah perjalanan kurang lebih tujuh belas jam akhirnya Nia tiba di London ibukota Inggris.


Papa Niko telah menyewa apartemen untuk Nia disana selama empat tahun,karena Nia sudah berjanji akan menyelesaikan studi nya selama tiga setengah tahun.


Apartemen yang disewa papa Niko berdekatan dengan kampus Nia di Imperial College London.


Imperial College London merupakan salah satu institusi yang juga secara konsisten menempati peringkat terbaik di dunia dalam sains, teknologi, teknik, kedokteran dan bisnis. Institusi yang berdiri di awal abad 20 ini dikenal dengan keberagaman siswanya yang berasal dari 125 kewarganegaraan. Hingga saat ini, Imperial College London telah memiliki sekitar 16 ribu siswa dengan jumlah staf yang mencapai 8000. Alumni terkenal dari Imperial College salah satunya adalah Sir Alexander Fleming, seorang biologis dan farmakologis.


Di sini Nia akan mengambil jurusan bisnis. Karena Nia adalah pewaris tunggal Dirgantara grup,mau tidak mau dia harus mengambil jurusan bisnis.


Berbeda dengan Irlan yang ada di negaranya yang sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.


Dia mengerjapkan matanya. Efek mabuk semalam masih terasa di pagi hari ini. Kepalanya masih pusing dan berat. Ingin melanjutkan tidur tapi perut serasa di aduk-aduk.


Irlan langsung melompat dari tempat tidur ke kamar mandi.


"Uweeeek...Uweeeeek..Uweeek" Ia memuntahkan kan isi perutnya di closet.


Hampir lima belas menit ia berjongkok disis closet memuntahkan isi perutnya. Disaat sudah merasa lega,dia pun berkumur dan membersihkan closet yang sudah penuh muntahannya.


Kepalanya masih pusing dan berat. Dia masih belum sadar kalau sekarang dia sudah berada di rumahnya.


Dia keluar dari kamar mandi,menghempaskan dirinya di atas ranjang,matanya melihat ke langit-langit di kamar itu.


Dia memejamkan matanya,memutar kembali ingatannya pada kejadian kemarin disaat Nia memintanya untuk menyudahi semuanya.


Kenapa semuanya harus berakhir seperti ini. Begitulah pikirnya.


Irlan bangun dari tempat tidurnya,mencari hp yang entah ada dimana. Setelah dapat dia melakukan panggilan ke pengacaranya.


Berkali-kali Irlan melakukan panggilan tapi si pengacara tak kunjung mengangkatnya. Dia pun mengirimkan pesan.


Irlan : loe dimana?


Lama Irlan menanti jawaban tapi tak kunjung mendapat balasan. Kemana sang pengacara?


"Apa dia khianatin gue dan berpihak ke papa Niko?" Pikir Irlan.

__ADS_1


Padahal Irlan tidak ingat atau mungkin tidak tahu,kalau hari ini adalah sidang pertama perceraiannya dengan Nia.


"Mending gue langsung datengin aja ke kantornya" begitunlah pikir Irlan.


Dia pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Di kantor Haris pengacara Irlan.


"Pak Haris ada?" Tanya Irlan kepada seorang wanita yang sepertinya asisten sang pengacara.


"Pak Haris lagi keluar pak,lagi ada sidang." Jawab perempuan itu.


"Masih lama gak kira-kira?" Tanya Irlan lagi.


"Kayaknya sih sebentar,karena si penggugat dan tergugat sama-sama gak hadir dan gak mau di mediasi."


Irlan mengernyitkan keningnya,dia tidak paham apa yang perempuan itu katakan.


Sepertinya asisten Haris paham kalau orang yang sedang ia ajak bicara tidak tahu maksud kata-katanya.


"Sidang perceraian pak,,kalau yang menggugat cerai dan yang tergugat sama-sama gak dateng dan gak mau di mediasi,biasanya prosesnya cepet. Gitu loh.." asisten Haris mencoba menjelaskan dengan bahasa yang mudah di mengerti.


Irlan pun mengangguk paham sekarang.


"Ah..iya makasih." Irlan pun berjalan ke arah sofa yang ditunjuk dan mendudukkan dirinya disitu.


"Mau minum apa pak?" Tanya asisten Haris pada Irlan.


"Kopi hitam aja,gulanya satu sendok." Jawab Irlan.


Irlan pun menunggu Haris sambil menikmati kopi dan memainkan hp nya.


Satu jam menunggu,Irlan sudah merasa bosan. Perutnya juga sudah tidak bisa di ajak kompromi. Karena dari semalam ia tidak makan,dan hanya diisi oleh minuman alkohol. Ditambah tadi pagi dia sudah memuntahkan isi perutnya yang lebih banyak air dan tidak juga sarapan sebelum ke kantor Haris. Ditambah saat ini dia meminum kopi.


Lapar iya perih juga iya. Dia benar-benar merasa tidak nyaman dengan perutnya.


Irlan pun beranjak dari sofa.


"Bilang aja sama pak Haris,tadi saya kesini." Kata Irlan.


"Baik pak. Oh iya..nama bapak siapa?" Tanya.asisten Haris yang memang tidak mengetahui nama tamu bosnya itu.


"Bilang aja Irlan nyariin,kalau sudah pulang suruh dia hubungi saya." Kata Irlan seraya berlalu meninggalkan kantor Irlan.

__ADS_1


Kini tujuan Irlan mencari makanan,mengisi perutnya sebelum pergi menemui Nia di rumah papa Niko.


Kasihan Irlan,dia tidak tau kalau Nia sudah tidak ada lagi di negara itu.


Setelah mengisi perut,Irlan melajukan mobilnya ke rumah papa Niko.


Tiiiin tiiiin tiiiin


Irlan mengklakson mobilnya agar satpam rumah membuka pintu pagar.


Pagar pun terbuka.


Tanpa ba bi bu be bo,Irlan langsung menancapkan gas agar mobilnya bisa masuk pekarangan rumah papa Niko.


Satpam yang membuka pintu pagar pun menyingkir melihat aksi Irlan yang nekat memasuki area rumah bos nya.


"Pak Irlan...Pak Irlan..bapak dilarang masuk" teriak si satpam sambil berlari mengejar mobil Irlan.


Tapi Irlan tak menghiraukan perkataan si satpam.


Setelah memakirkan mobilnya,Irlan bergegas turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah.


Kini bukan hanya satpam yang mengejar Irlan,supir pribadi keluarga Nia pun ikut mengejar Irlan agar Irlan tak menerobos masuk ke dalam rumah.


"Pak Irlan,maaf pak,pak Niko melarang bapak masuk kedalam rumah." Ujar si satpam setelah dapat menarik tangan Irlan yang sudah memasuki teras rumah papa Niko.


"Minggir...gue mau ketemu istri gue." Irlan menghempaskan tangan si satpam.


Tak tinggal diam,satpam dan supir keluarga papa Niko pun berkolaborasi menghadang tubuh Irlan agar tidak masuk ke dalam rumah.


"Minggir....biarkan saya masuk..!!!" Irlan memberontak ketika dua orang menahan tubuhnya.


Irlan terus meronta-ronta minta di lepaskan.


"Nia....Nia...Nia..." kini Irlan meneriaki nama Nia.


"Minggir kalian semua!!" Dengan sekuat tenaga Irlan menghempaskan dua orang yang sedang memeganginya.


Irlan segera berlari masuk ke dalam rumah saat berhasil melepaskan diri dari dua orang itu.


Irlan memasuki rumah papa Niko sambil meneriakkan nama Nia.


Mendengar ada keributan, Surti,Sukma dan Bik Imah keluar dari dapur.

__ADS_1


"Loh pak Irlan..ada apa teriak-teriak pak?" Tanya Bik Imah melihat mantan majikannya berteriak seperti orang kesetanan.


__ADS_2