
Bersabar menunggu bukan berarti setia. Begitu lah Alex,saat Clara yang sudah mabuk tidak sengaja menumpahkan minumannya hingga membasahi pakaian Alex. Alex pun langsung tergoda melihat ke molekan tubuh Clara.
Buah dada yang sintal,bokong yang montok serta kulit kuning langsat yang terlihat jelas karena Clara menggunakan mini dress tanpa lengan yang sangat ketat. Mampu membuat jiwa kelaki-lakian Alex yang sudah sangat haus akan sex meronta-ronta.
Tanpa berkenalan atau sekedar basa-basi,Alex langsung membawa Clara keluar dari club menuju hotel.
Setelah mendapatkan kamar,Alex langsung menerkam Clara layaknya seekor singa yang kelaparan. Clara yang memang seorang pemain pun menyambut baik terkaman Alex. Bahkan terkadang Clara lah yang memimpin permainan. Bukan hanya sekali mereka bergulat mencari kenikmatan,melainkan hingga menjelang subuh mereka saling memberi kenikmatan.
Mulai dari situ lah hubungan mutualisme Alex dan Clara. Alex selalu menyuruh Clara untuk menggoda para klien yang akan bekerjasama dengan perusahaannya agar mau menandatangani kontrak kerjasama. Setelah kontrak ditanda tangani,otomatis Clara juga mendapatkan keuntungan dua kali. Yang satu tentunya dari Alex dan yang satunya dari klien yang menandatangani kontrak dengan Alex. Baik itu keuntungan dari segi financial maupun dari segi kepuasan ranjang.
Kali ini Alex meminta Clara untuk menggoda Irlan. Sekalipun Irlan tidak tergoda untuk mencicipi tubuh Clara,paling tidak Clara harus bisa mempunyai sesuatu yang bisa Alex gunakan untuk membuat Nia semakin membenci Irlan.
Flashback Off.
Alex melangkahkan kakinya menuju ruangan Nia.
"Siang Vera.." sapa Alex pada sekretaris Nia.
Vera yang sedang sibuk dengan laptopnya tidak menyadari kedatangan Alex,sehingga saat Alex menyapanya ia pun terkejut.
"Eh iya pak..selamat siang juga."
"Bu Nia ada didalam?"
"Bu Nia sedang ada meeting pak,mungkin setengah jam lagi selesai."
"Oh..ya udah saya tunggu disini saja."
Alex menunggu Nia yang selesai meeting di di sofa ruang tunggu di depan ruangan Nia.
Vera pun datang membawakan minuman dan cemilan untuk Alex agar tidak bosan menunggu.
Empat puluh lima menit Alex menunggu Nia,bahkan minuman yang ada digelasnya pun sudah habis.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga.
"Kak Alex udah dari tadi disini?" Tanya Nia pada Alex.
"Iya..kamu lama banget sih. Aku sampe lumutan tau gak." Alex memasang mode ngambek.
"Salah sendiri,kenapa gak pulang aja." Protes Nia yang tidak ingin disalahkan.
"Enak aja,masa udah nyampe sini terus pulang gak bawa apa-apa."
__ADS_1
"Emang dari sini mau pulang bawa apa?"
"Bawa hati kamu lah...hehehe" cengir Alex.
"Cih..ngobrol di dalem aja yuk." Nia mengajak Alex masuk ke ruangannya.
Mereka pun duduk berhadapan di sofa di dalam ruangan Nia.
"Lagian tumben banget kesini gak bilang-bilang dulu." Tanya Nia lagi.
"Gimana mau bilang,orang nomor kamu aja gak bisa di hubungin. Kamu sengaja yah blokir nomor aku?"
"Sembarangan kalo ngomong. Masa sih gak bisa dihubungin?" Lalu Nia berdiri ke arah meja kerjanya,mengambil hp yang berada dalam tasnya.
Lalu mengecek hp nya. Dan ternyata benar,nomor Alex terblokir.
"Kok bisa terblokir,perasaan aku gak ada blokir nomor kak Alex.." tanya Nia dalam hatinya.
Nia langsung tersadar siapa dalang dibalik kejadian ini.
"Kak Irlan.." kata Nia lagi dalam hatinya.
"Bener kan kamu blokir?" Tanya Alex membuyarkan lamunan Nia.
Alex memanyunkan bibirnya dan membuang wajahnya dari Nia pura-pura ngambek.
"Ish jangan ngambek dong..sebagai permintaan maaf,gimana kalau kita makan siang bareng.." Nia menoel dagu Alex.
Alex langsung menoleh ke arah Nia.
"Oke..permintaan maaf diterima kalau gitu."
"Nah gitu dong,tapi kakak yang bayar yah...hehehehe" Nia terkekeh di akhir kalimatnya.
"Hadeeeh,,sama juga boong ini mah.." Alex memutar bola matanya malas.
"Hahaha...jadi gak mau nih? Ya udah aku makan siang sendiri aja kalau gitu." Gantian kini Nia yang pura-pura ngambek.
Merasa posisi sekarang berbalik arah,Alex pun mengalah.
"Pinter yah balikin keadaan,harusnya aku yang ngambek,eh malah sekarang jadi kamu yang ngambek." Gantian Alex yang menoel dagu Nia sekarang.
"Ya udah ayo.." Alex langsung menarik tangan Nia agar berdiri dari duduknya.
__ADS_1
Mereka pun berjalan beriringan menuju mobil. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan tatapan penuh kecemburuan.
Siapa lagi kalau bukan Irlan. Sehabis dari kafenya,Irlan langsung melajukan mobilnya ke kantor Nia,karena ingin mengajak wanitanya makan siang bareng.
Baru saja Irlan memarkirkan mobilnya,ia langsung melihat pemandangan yang sangat menyakitkan mata dan hatinya.
Bagaimana tidak sakit,karena Alex merangkul pundak Nia dan Nia juga selalu tersenyum pada Alex.
Senyum yang tidak pernah Nia tunjukkan lagi padanya,tapi Nia dengan mudahnya tersenyum pada Alex.
Irlan memukul setir mobilnya,dia sangat emosi melihat pemandangan itu. Begitu mobil Alex bergerak meninggalkan parkiran,Irlan pun melajukan mobilnya juga mengikuti mobil Alex.
Mobil Alex sudah sampai di restoran cepat saji.
Alex dan Nia turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran.
"Kamu duduk,biar aku yang pesen."
Sesuai dengan perkataan Alex,Nia pun mencari tempat duduk.
Tak lama,Alex pun datang dengan membawa nampan yang berisi makan siang mereka.
"Nih makanannya my queen.." Alex menaruh makanan pesanan Nia.
"Cih my queeen. LEBAY!!!" tiba-tiba saja Irlan datang dan langsung menyerobot tempat duduk yang akan diduduki Alex disamping Nia.
Sontak saja Nia dan Alex membulatkan matanya akan kehadiran Irlan yang tiba-tiba.
"Apaan sih,gue yang duduk disini. Sana loe,meja lain masih kosong!!!" Usir Alex sambil mendorong tubuh Irlan.
"Loe aja sana yang pergi," dengan tak tau malunya Irlan malah mengusir Alex.
Nia yang melihat pertengkaran dua laki-laki itu geleng-geleng tidak percaya,karena dua laki-laki itu bertengkar tidak tahu tampat. Bahkan sekarang mereka berdua menjadi pusat perhatian pengunjung yang lain.
"STOOOOOP!!!" Nia berteriak untuk menghentikan pertengkaran Alex dan Irlan.
"Kalian apa gak malu yah. Gara-gara ulah kalian sekarang kita jadi pusat perhatian!! Mau viral kalian berdua?!!" Bentak Nia pada Alex dan Irlan dengan nafas yang memburu.
"Kita duduk disini bertiga. Aku duduk disitu,kalian berdua duduk disini. Kalau gak terima,kita makan pisah meja aja kalau gitu!"
Lalu Nia memutar tubuhnya untuk duduk di kursi di depan kursi yang akan ditempati Alex dan Irlan. Sekarang posisi Alex dan Irlan duduk bersampingan,sedangkan Nia duduk dihadapan mereka berdua.
Selama makan tidak ada satu pun yang membuka suara. Hanya sesekali Irlan atau Alex melirik ke arah Nia. Jika Alex yang melirik ke arah Nia,Irlan langsung melototkan matanya ke Alex,begitu pun sebaliknya.
__ADS_1
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏