MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Mertua vs Mantan Calon Mertua


__ADS_3

Natasha terlihat tidak nyaman dengan kedatangan Tante Melly ke butiknya, bukan dia tidak suka, tapi situasi yang kurang tepat karena saat ini ibu mertuanya juga ada di sana. Apalagi seperti biasa Mama Andra selalu memperlakukannya dengan penuh kasih sayang layaknya anak sendiri, begitu kontras dengan wanita yang menjadi mertuanya itu.


Dan seperti yang dia duga, apa yang dibicarakan Tante Melly itu tak jauh-jauh soal hubungannya dengan Andra.


" Sayang, apa kamu masih marah sama Andra, sampai belum juga memberi keputusan tentang rencana pernikahan kalian?"


Deg ...


Benar seperti dugaannya jika Mama dari Andra ini akan membicarakan hal itu. Tapi, bukankah Andra sudah tahu jika dirinya telah menikah, atau Andra tidak mengatakan hal itu kepada orang tuanya?


" Tante tahu apa yang telah dilakukan anak Tante kepada kamu itu salah, karena itu Tante mohon sama kamu, menikahlah dengan Andra, biar Tante dan Om merasa tenang, tidak terbebani dengan rasa bersalah atas sikap Andra terhadap kamu, Sayang ..." ucap Tante Melly seraya mengelus kepala Natasha. Tapi rasa tentram dan damai yang biasanya dia dapatkan saat Mama Andra saat membelai kepalanya, kali ini tidak dia rasakan saat ini, karena ketegangan lah yang dia rasa sekarang. Apalagi saat mendapati sorot mata tak suka dari orang tua Yoga melihat keakraban dia dengan mantan calon mertuanya itu.


" Apa Anda bilang? Anda ingin menikahkan anak Anda dengan menantu saya?!" Suara tegas Mama Yoga sontak membuat Natasha sedikit menegang, sambil menggigit bibirnya. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi.


Begitu juga dengan Tante Melly, Mama Andra itu terlihat terkesiap dengan kehadiran seorang wanita seusia nya di ruangan itu dengan tangan dilipat di dada.


" Apa yang Anda katakan tadi? Anda ingin menikahkan anak Anda dengan menantu saya?" tanya Mama Yoga kembali dengan sorot mata seakan menebar genderang perang, Natasha sendiri sampai menelan salivanya.


" Natasha, Sayang ... siapa wanita ini? Dan apa tadi dia bilang? Menantu? Siapa yang dia sebut menantu?" Tante Melly terlihat kebingungan.


" Ah, iya ... Tante, kenalkan ini Mamih Ellena, Mamih ... kenalkan ini Tante Melly." Natasha memperkenalkan kedua paruh baya itu.


" Kamu tidak mau menjelaskan posisi saya itu siapa? Dan wanita ini siapa?" ketus Mama Yoga.


" Memang nya Anda ini siapa? Kalau saya jelas, saya ini calon mertuanya Natasha," tegas Tante Melly melingkarkan lengannya di pundak Natasha.


" Calon mertua? Cuma calon mertua?" Mama Yoga tergelak dengan nada mengejek, kemudian menatap Natasha. " Kamu tidak ingin mengatakan posisi saya buat kamu itu apa??"


" Memang nya dia siapa?" tanya Tante Melly..


" Emmm ... Mamih Ellena ini, Mamih mertua aku, Tante."


" Apa?? Mertua?" Mama Andra membulatkan matanya. " Lelucon apa ini? Sayang ... Tante mengerti jika kamu masih marah pada Andra, tapi kamu nggak perlu membayar orang untuk mengaku-ngaku jadi mertua hanya karena ingin menghindari rencana menikah dengan Andra."


" Hei, apa Anda bilang tadi? Membayar untuk mengaku jadi mertua? Anda pikir saya kekurangan materi sampai harus melakukan itu?!" geram Mama Yoga. " Dia ini menantu saya, istri dari anak saya, Anda yang mestinya jangan mengakui istri orang sebagai menantu kamu ya." Mama Yoga langsung menarik tangan Natasha, hingga menjauh dari Mama Andra.


" Natasha, tolong jelaskan kepada Tante, bagaimana mungkin kamu menikahi pria lain? Kapan kamu menikah? Kenapa? Bukankah kamu sangat mencintai Andra?" Tante Melly melontarkan beberapa pertanyaan, dia masih belum bisa menerima kenyataan jika calon menantu idamannya sudah menjadi milik orang lain, karena dia sangat tahu jika Natasha sangat memuja Andra, lantas bagaimana mungkin secepat itu hati Natasha berpaling.


" I-iya, aku sudah menikah lebih dari sebulan ini, aku menikah waktu aku pulang ke Bandung saat Papa aku meninggal." Natasha menjelaskan.


" Sayang apakah wanita ini yang memaksa kamu menikah dengan anaknya?" tuding Tante Melly membuat Mama Yoga melotot.


" Hei, Anda jangan sembarangan menuduh, mana ada saya memaksa, yang ada anak saya yang dipaksa menikahi dia."

__ADS_1


Natasha menelan salivanya seraya memejamkan mata mendengar mertuanya itu menjelaskan secara gamblang soal pernikahannya dengan Yoga.


" Sayang, maksudnya apa ini? Apa maksud anaknya dipaksa untuk menikahi kamu?"


" Ya Tuhan, kenapa aku mesti terjebak dengan dua orang paruh baya ini?" gumam Natasha.


" Sayang, apa kamu memaksa anak wanita ini karena ingin menghindari menikah dengan Andra? Apa itu alasan kamu menolak rencana Om dan Tante?" Tak henti-henti Tante Melly menuntut jawaban. " Kenapa kamu menyiksa dirimu sendiri, Sayang? Kenapa kamu harus menikah dengan pria yang tidak kamu cintai?"


" Siapa bilang dia tidak mencintai anak saya? Dia itu sangat mencintai putra saya, begitu juga sebaliknya," sergah Mama Yoga.


" Tidak mungkin Natasha mencintai anak Anda, dia ini sangat mencintai anak saya." bantah Tante Melly..


" Tidak mungkin apanya? Kalau dia mencintai anak Anda, kenapa bukan anak Anda yang dia bawa pulang menemui orang tuanya?" tanya Mama Yoga dengan lantang.


Tante Melly terdiam, dia sangat paham alasan Natasha tidak membawa Andra, karena Natasha masih trauma didekati Andra.


" Kenapa Anda tidak bisa menjelaskan kenapa bukan anak Anda yang menemani dia menemui keluarganya?" Mama Yoga mengulang pertanyaannya.


" I- itu karena ... karena ...."


" Karena anak Anda telah berusaha melecehkan menantu saya saat itu, sehingga membuat menantu saya tidak menerima anak Anda untuk menjadi suaminya."


Deg


Tante Melly pun sama terkejutnya, sungguh peristiwa yang sangat memalukan yang dilakukan anaknya itu mencoreng nama baik keluarga. Tante Melly menatap ke arah Natasha membuat Natasha menunduk, dia takut Mama Andra jadi membencinya karena mungkin menyangka dialah yang menceritakan kepada orang banyak tentang peristiwa malam itu, padahal dia sendiri sama sekali tidak pernah menceritakan kejadian itu, sekalipun kepada Yoga.


" Apa Anda tidak bisa mendidik anak Anda dengan baik? Sampai tega melakukan pelecehan terhadap perempuan?" serang Mama Yoga kembali


" Mih ..." lirih Natasha, karena sebenarnya dia tidak nyaman jika harus diungkit tentang kejadian yang memalukan itu.


" Kenapa? Biar wanita ini tahu diri, seenaknya saja mengaku istri orang menjadi calon menantunya." Mama Yoga mencibir. " Anda dengar ya, jangan pernah coba-coba merebut istri anak saya ini. Dia sudah menjadi menantu saya, sebesar apapun cinta dia untuk anak Anda, kenyataannya anak saya lah yang memilikinya."


" Anakmu yang sudah merebut apa yang seharusnya menjadi milik anakku." Tante Melly geram.


Mama Yoga terbahak mendengar ucapan Tante Melly. " Oh ... ayolah Melly, sampai kapanpun kau tidak akan pernah mengungguliku."


" Itu karena kau selalu curang, dari dulu kau selalu merebut apa yang menjadi milikku," sergah Tante Melly.


" Sorry, ada yang perlu dikoreksi dari kata-katamu tadi, aku tidak merebut, mereka sendiri yang mendekat ke arahku. Seperti menantuku ini, secara tidak terduga dia lebih memilih anakku untuk menjadi suaminya ketimbang anakmu. Begitu juga dulu, aku tidak pernah mendekati pria itu, tapi pria itulah yang mendekatiku, lagipula saat itu kalian tidak pacaran juga, kan?!" sindir Mama Yoga.


" Jadi Natasha itu sekarang menantu kamu dan Hasbi?" tanya Tante Melly.


Mama Yoga kembali tertawa. " Dia memang menantuku, tapi bukan menantu Hasbi."

__ADS_1


" Maksudmu? Kamu tidak menikah dengan Hasbi?"


" Tentu saja tidak, bukankah dulu aku pernah bilang ke kamu jika aku ini sudah dijodohkan orang tuaku? Kau saja yang terbakar cemburu sampai memutus pertemanan kita gara-gara cemburu aku dekat dengan pria itu," sahut Mama Yoga enteng.


Bagi Natasha sudah pasti percakapan dua orang di depannya membuatnya bingung, dari cara bicara mereka sekarang, sepertinya mereka itu saling kenal sebelumnya.


" Maaf, apa Mamih dan Tante Melly sudah saling kenal sebelumnya?" tanya Natasha memastikan.


" Iya, dia mantan teman Mamih," sindir Mama Yoga.


Natasha membelalakkan matanya. " Benarkah?" Ternyata dunia ini terasa sempit baginya.


" Iya, Sayang ..." sahut Tante Melly.


" Hei, dia itu menantuku, tidak usah panggil sayang-sayang ke dia," protes Mama Yoga.


" Aku mau panggil apapun ke dia itu hak aku, kamu tidak berhak melarang ku, Ellena," protes Tante Melly.


" Tapi ingat ya, dia itu menantuku bukan calon menantumu!" tegas Mama Yoga kembali.


" Kalau kamu dan anakmu tidak memperlakukan dia dengan baik, aku akan dengan senang hati mengambil menantumu ini," tantang Tante Melly.


Mama Yoga terdiam tak langsung menjawab ucapan Tante Melly


" Benar kan, Sayang? Wanita ini pasti tidak memperlakukan mu dengan baik, Tante sudah hafal karakter dia seperti apa." Giliran Tante Melly yang menyindir.


Dan akhirnya sisa waktu yang ada dihabiskan dengan perdebatan kecil dan obrolan kedua wanita paruh baya itu mengenang masa muda mereka dan kesalah pahaman yang membuat pertemanan mereka berakhir.


Dari meja kerjanya Natasha memandang mertuanya dan Mama Andra berbincang di sofa, kadang tertawa, kadang saling sindir, kadang saling berpelukan, sepertinya mereka memang sedang bernostalgia membuat hati Natasha merasa lega, ternyata ketakutannya tadi tidak sampai terjadi.


Natasha segera meraih ponselnya dan mengabadikan mereka dengan kamera ponselnya. Tak lama dia mengirimkan foto itu kepada suaminya dengan kata-kata ' Mertua vs Mantan Calon Mertua akur🤭'


*


*


*


Bersambung...


Semua aman terkendali ya, Mak😂😂


Iiihh kenapa Si Mamih dibuat kenal sama Tante Melly? Namanya juga dunia halu😂

__ADS_1


Happy Reading,😘


__ADS_2