MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Sedang Sibuk


__ADS_3

Yoga yang mengendarai motornya baru saja keluar gerbang kampus saat terlihat olehnya orang bergerombol sambil bersorak layaknya orang yang sedang memberi dukungan pada aksi yang entah dia sendiri tidak mengetahuinya. Namun tiba-tiba pandangannya tertuju pada Alphard putih yang terparkir tak jauh dari kerumunan itu, seketika pikirannya langsung kacau, segera dia bergegas menghampiri kerumunan itu.


Dan seketika Yoga berperanjat, bola matanya membulat sempurna saat dilihat ada tiga orang wanita yang sangat dia kenal berdiri di tengah-tengah kerumunan dan salah satu wanita dari dua wanita yang terlihat kacau adalah Natasha, istrinya. Apa yang terjadi dengan mereka bertiga? Apa mereka telah terlibat baku hantam? Kenapa Natasha bisa ada di sini? Begitu banyak hal yang berkecamuk di pikirannya, sampai akhirnya terdengar kalimat bernada tegas namun terasa menyejukkan hati terdengar telinganya.


" Yang mestinya jangan dekat-dekat Yoga itu kamu, bukan aku! Aku berhak larang kamu dekat-dekat dia, karena dia itu suamiku!!"


Kalimat penegasan yang diucapkan Natasha membuat semua yang ada di sana terperanjat termasuk Yoga, hatinya serasa di tumbuhi bunga-bunga yang bermekaran, senyum tipis pun langsung terlukis di bibirnya. Dia tidak menyangka sama sekali jika tindakan bar-bar yang terlewatkan olehnya itu, akhirnya akan menjadi suatu pengakuan istrinya terhadap posisi dirinya.


" Eh, cewek halu, enak saja ngaku-ngaku kalau Kak Yoga itu suami lo! Kak Yoga itu masih single, masih perjaka, belum nikah! Sembarangan bilang suami! Lagipula kalaupun Kak Yoga sudah menikah, pasti bukan sama lo! Lo itu bukan tipe cewek idaman Kak Yoga, Kak Yoga itu sukanya tipe cewek kaya Adelia! Dasar cewek halu! Nggak tahu malu!" Fira masih saja melontarkan sindiran- sindiran tajam.


" Kamu yang nggak punya malu!" tuding Natasha


" Kamu ...!!


" Kamu ...!!


" Hentikan ...!!"


Seketika semua yang berkumpul langsung menoleh ke arah Yoga yang tadi berteriak.


" Yoga??


" Kak Yoga??


Ucap Natasha, Adelia dan Fira bersamaan.


" Apa yang kalian lakukan? Nggak malu kalian bertingkah seperti anak kecil, hahh?!" Yoga berjalan memutari Natasha dan Fira.


" Dia itu, Kak. Ngaku-ngaku kalau Kak Yoga suaminya." Fira mengadu.


" Kamu, Fira! Kamu itu Mahasiswa, masyarakat memandang Mahasiswa adalah kaum intelektual karena mengenyam pendidikan yang tinggi. Apa kamu pikir pantas ribut-ribut begini di depan umum?! Apa nggak bisa bersikap yang baik, yang menunjukkan kamu kaum terpelajar ?! " Fira langsung menunduk.


" Dan kamu!" Yoga lalu melangkah mendekati Natasha. " Sedang apa kamu di sini? Bikin keributan di tempat orang, Kamu ini pebisnis, kamu itu seorang Boss untuk karyawan kamu, apa pantas kelakuan memalukanmu ini? Apa jadinya jika relasi bisnis kamu melihat perbuatanmu tadi, hahh?!" Yoga menatap tajam ke arah Natasha yang juga sedang menatap dengan sorot mata yang tajam ke arahnya.


Tangan Natasha mengepal, dadanya terasa bergemuruh, emosinya masih belum turun, setelah tadi dia bersitegang dengan teman Adelia, sekarang suaminya sendiri terlihat sedang mengintimidasinya, bukannya malah membelanya.


Sejurus kemudian Natasha membalikkan badan dan berlari meninggalkan Yoga dan orang-orang, dengan disoraki layaknya seorang pecundang oleh orang-orang di sana yang masih setia menonton.


" Berhenti kalian menghinanya!" seru Yoga kemudian kepada mereka-mereka yang menyoraki dan tertawa mengejek kepada Natasha.


" Apa yang dikatakan wanita tadi itu benar, dia adalah istri saya ...!" tegas Yoga tak terbantahkan.

__ADS_1


Sontak semua orang yang ada di sana kembali dikejutkan dengan apa yang diucapkan Yoga. Sebagian para wanita-wanita pengagum Yoga seketika patah hati, begitu juga dengan Fira.


" I-istri?? Dia istri Kakak??" Serasa ada puluhan belati yang menghunus tepat di jantung Fira.


" Iya! Kami sudah menikah sekitar seminggu yang lalu!" tandas Yoga lagi.


Serasa tulang di dalam tubuh Fira terlepas, dia merasa lemas, ternyata dia kalah start untuk mendapatkan Yoga. Sedangkan Adelia dari tadi hanya terdiam, entah apa yang ada di dalam pikirannya saat ini, saat dia mengetahui pria yang selama ini selalu perhatian dan bersikap baik kepadanya itu kita telah menjadi milik wanita lain.


***


Natasha memilih kembali ke butiknya setelah pulang dari kampus Yoga, beberapa pegawainya agak heran saat melihat penampilan Natasha yang sedikit agak kacau dari biasanya. Natasha tidak memperdulikannya, dia langsung masuk ke ruangannya dan meminta bantuan Sinta untuk mengobati beberapa luka yang membekas di lengan dan wajahnya.


" Ibu habis ngapain, sih? Kok sampai babak belur begini?" tanya Sinta saat menempelkan Be-tadine di lengan Natasha.


" Abis berantem sama pelakor..!"


" Astaga ...!!" pekik Sinta. " Serius Ibu berantem?!"


" Iyalah, nggak lihat ini hasilnya."


" Cakar-cakaran? Tarik-tarikan rambut gitu??"


" He-eh ...."


Natasha menautkan alisnya. " Maksud kamu?!"


" Iya Ibu ini seorang Boss, masa berantem sama pelakor pake cakar-cakaran, nggak elit banget, deh!"


" Kadang seorang istri nggak akan bisa berpikiran logis kalau sudah menyangkut urusan orang ketiga."


" Memangnya Mas Yoga selingkuh, Bu?"


Natasha terdiam sejenak lalu mengedikkan bahunya. " Aku nggak tahu ..."


" Mas Yoga ganteng sih, Bu. Makanya Ibu harus hati-hati jagain Mas Yoga, Jangan galak-galak juga sama Mas Yoga, kalau Ibu galak terus, dia bisa kabur, cari cewek yang lain, kan Ibu yang repot."


" Silahkan saja kalau dia berani cari wanita lain, aku cincang rudalnya!" geram Natasha.


" Rudal apa, Bu?" tanya Sinta polos.


Natasha melirik ke arah Sinta. " Kamu benar nggak tahu rudal?"

__ADS_1


Sinta berpikir sejenak. " Senjata berbahaya ...."


" Iya, kamu benar, Sin. Senjata berbahaya." Seketika Natasha tersenyum geli mengingat aktivitas pengantar tidur beberapa hari yang lalu bersama Yoga.


***


Sejam berlalu, Yoga saat ini baru saja sampai di Alexa Butique, dia langsung bergegas ke lantai atas di mana ruang kerja Natasha berada.


" Eh, Mas Yoga ..." sapa Sinta kemudian berdiri.


" Boss kamu ada?"


" Ada, tapi sedang sibuk, Mas. Sebentar saya beri tahu dulu." Sinta kemudian masuk ke ruang Natasha, tak berapa lama kemudian keluar kembali.


" Mas, silahkan duduk dulu, Ibu bilang suruh tunggu," ujar Sinta kemudian.


" Baiklah ..." Yoga pun akhirnya memilih duduk di kursi sofa yang sengaja disediakan untuk menunggu tamu-tamu penting atau relasi bisnis Natasha.


Setengah jam kemudian ...


" Mbak, saya sudah menunggu setengah jam, sampai berapa lama saya mesti menunggu?" tanya Yoga sedikit kesal.


" Sebentar saya tanya lagi."


" Memang dia sedang ada tamu?"


" Ng-nggak ada, sih."


Yoga langsung melangkah menerobos masuk ke ruang kerja Natasha, dan didapatinya wanita itu sedang berbaring di sofa dengan tangan asyik bermain game di ponselnya.


" Jadi kamu suruh aku tunggu setengah jam itu karena kamu sedang sibuk, sibuk bermain game?!" umpat Yoga kesal, membuat Natasha terkesiap langsung bangkit dari posisi tidurnya. Dia langsung menatap tajam ke arah Sinta yang berdiri di samping Yoga.




*


Bersambung...


Dikasih satu bab lagi hari ini, mau tak??😁

__ADS_1


Happy Reading,🤔


__ADS_2