MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Season 2 -- Sikap Acuh Alden


__ADS_3

Natasha memperhatikan Yoga yang baru saja keluar dari kamar mandi. Pria itu langsung merebahkan tubuhnya dan mengacuhkan keberadaan Natasha yang duduk di tepi tempat tidur. Tak biasanya Yoga seperti ini. Sesuntuk apapun dia mengurus pekerjaan tak pernah sampai mengabaikan begitu saja, apalagi sebelumnya, saat Natasha mengantarkan minuman ke ruang kerja, Yoga masih bersikap hangat seperti biasa terhadapnya.


" Apa apa, Mas?" tanya Natasha mencoba mencari tahu perubahan sikap suaminya itu.


Yoga tetap bergeming, dia malah melipat tangan kanannya di atas kepala hingga menutupi matanya.


" Iisshh ... ketempel setan apa suamiku jadi cuek gini sama bini." Natasha menggerutu seraya ikut merebahkan tubuhnya menghadap suaminya.


" Papa kenapa, sih? Kok Mama dicuekin gini? Nanti Mama sedih lho, kalau Papa acuhin Mama kaya gini." Natasha berucap manja seraya mengguncang tangan Yoga agar suaminya itu tidak terus-terusan mengacuhkannya.


" Papanya Alden, Papanya Azkia, Papanya Abhi, Papanya Aulia, Anaknya Papih Prasetya, kasepnya Mamih Ellena, menantunya Mama Nabilla, couple mesumnya Tata ... kamu kenapa, sih?" Natasha mulai kesal karena Yoga masih bergeming.


" Paaaa ..." Jari-jari Natasha memainkan bulu tipis di bawah dagu sang suami, perlahan jemari lentik itu turun menyusuri leher sang suami hingga Natasha bisa merasakan gerakan Yoga saat menelan salivanya. Natasha tersenyum karena sepertinya sikap dingin Yoga pasti akan runtuh jika digoda seperti itu. Jemarinya kini memainkan kancing piyama dan membuka satu persatu hingga kini piyama itu terlepas dan memperlihatkan dada bidang yang ditumbuhi bulu halus sang suami.


Perlahan Natasha memberikan kecupan juga gigitan-gigigan kecil di dada sang suami. Sementara tangannya aktif memberikan sentuhan ke bagian alat tempur sang suami yang sudah terasa mengeras. Tapi Yoga tetap saja diam tak membalas apa yang dilakukan Natasha kepadanya. Akhirnya Natasha memilih menuntaskan misinya dengan memuaskan Yoga dengan permainan mulutnya di bagian inti sang suami.


Yoga yang sedari tadi menahan serbuan gairah saat Natasha memainkan rambut di dagunya akhirnya tak tertahankan untuk tidak mengerang, saat permainan yang dilakukan Natasha di intinya itu benar-benar membuatnya merasakan kenikmatan. Yoga akhirnya bangkit dari posisi tidurnya lalu menarik tubuh Natasha dan menghempaskan tubuh wanita itu hingga terlentang, tak lama dia pun sudah berada di atas tubuh sang istri.


" Kan, berhasil juga buat kamu nggak acuhin aku lagi." Kini tangan Natasha meliuk-liuk memutari wajah sang suami.


" Sekarang bilang sama aku kenapa kamu bersikap seperti itu tadi?" Natasha menatap mata Yoga yang juga menatap lekat dirinya.


" Aku nggak suka ada pria lain yang menyentuhmu," tegas Yoga.


" Pria lain? Siapa?"


" Pelatih karate Alden."


" Oh, astaga, Mas ... jadi kamu marah karena hal itu?" Natasha tergelak.


" Aku nggak main-main, Natasha!" seru Yoga dengan nada serius.


" Ck, kamu ini ada-ada saja deh, Mas. Tadi itu aku lari terburu-buru karena aku lihat tempat itu sudah sepi. Terus aku nabrak orang, aku hampir jatuh tapi orang itu langsung menangkap tubuhku biar nggak jatuh."


" Itu sama saja kamu disentuh sama dia."

__ADS_1


" Itu 'kan nggak disengaja, Mas."


" Tetap saja aku nggak suka."


Natasha terdiam sesaat seraya mengeryitkan keningnya.


" Kamu tahu dari mana soal itu? Alden yang kasih tahu kamu?" Karena seingat Natasha Alden ada di dalam dan tak melihat insiden tadi. Tapi mengingat sikap Alden saat dia jemput tadi terus penolakan Alden jika menjemputnya kembali ke sana, Natasha rasa Alden tidak menyukai dirinya terlihat akrab dengan pelatihnya itu.


" Alden yang bilang itu?" tanya Natasha kembali.


" Dia nggak suka Mamanya didekati pria lain." Kini mata Yoga menatap penuh hasrat bibir Natasha.


Natasha yang mendegar kegelisahan anaknya dan juga suami tercintanya kini melingkarkan tangannya di leher pria yang sudah sembilan tahun ini berumah tangga dengannya.


" Walau beribu pria yang akan mendekati aku, aku nggak akan berpaling darimu, Mas. Karena untukku kamu ini pria paling sempurna yang sanggup memberikan aku kebahagiaan." Natasha mencoba menenangkan hati sang suami.


" Memangnya ada sampai beribu pria yang dekati kamu? Pede banget kamu ini, Yank." Yoga terkekeh.


" Iisshh ... kamu ini, aku mau romantis malah diledekin." Natasha langsung memukul bahu Yoga.


" Kita lanjut yang tadi ya?"


" Yang kamu mulai tadi, kita akhiri ke tempat yang seharusnya dituju." Yoga menyeringai.


" Apa ya? Aku nggak ngerti tuh ..." Natasha menanggapi santai seolah tak paham apa yang dikatakan suaminya.


" Nggak ngerti atau pura-pura nggak ngerti, hemm?" Yoga langsung melu*mat bibir Natasha yang tak lama dibalas oleh sang istri. Hingga akhirnya sikap dingin yang tadi ditunjukkan Yoga berakhir panas karena pergumulan mereka setelah melakukan penyatuan yang semakin menguatkan perasaan mereka berdua.


***


" Ma, Abhi bawa rotinya lima ya, Ma ..." pinta Abhi saat Natasha sedang mengoles selai coklat di roti tawar yang ada di tangannya.


" Lima? Banyak sekali, Nak. Memang Abhi kuat makan roti sampai lima." Yoga yang baru saja sampai di meja makan menanggapi seraya menyematkan kecupan di pipi sang istri.


" Iya, memang Abhi nggak kenyang makan roti sampai lima?" Natasha ikut menimpali.

__ADS_1


" Bukan untuk Abhi semua kok, Ma Tapi buat Abhi kasih ke Elsa, Belinda, Falisha, Diana sama buat Abhi satu." Abhi menerangkan.


" Kok yang dikasih teman cewek semua, Nak?" Yoga mengambil posisi duduk dekat anak ketiganya itu.


" Iya, Pa. Biar mereka senang berteman dengan Abhi, soalnya mereka cantik-cantik, Pa." Abhi terkikik seraya menutup mulutnya.


" Ya ampun ... anakmu, Pa. Dapet nurun dari mana coba senangnya dikerubuti cewek-cewek, masih kecil juga." Natasha memutar bola matanya menanggapi sikap Abhi yang menampakan bakat-bakat senang dikelilingi para cewek.


" Anak Mama juga, kan?" Yoga mengerlingkan matanya membuat Natasha kembali memutar bola matanya.


" Abhi nanti jangan nakalin mereka, ya? Apalagi Falisha, Abhi mesti jagain dia." Natasha melirik ke arah Alden yang terlihat tak tertarik mengikuti topik pembicaraan saat ini.


" Kenapa Falisha saja, Ma? Abhi nggak nakal sama semua, kok. Makanya mereka senang main sama Abhi."


" Karena Falisha itu 'kan anak Tante Rania sama Om Dirga, Sayang. Om Dirga sama Tante Rania 'kan teman Papa sama Mama. Jadi kamu harus bisa jagain Falisha juga ya ..." Natasha menasehati.


" Siap, Ma. Nanti Abhi jagain Falisha, daripada nanti Abhi dipelotin sama Om Dirga, hiiiii ... serem," celoteh Abhi.


" Kalau Om Dirga pelototin Abhi, Abhi bilang dong sama Mama, ntar Mama pelototin balik Om Dirga." Natasha menanggapi aduan Abhi.


" Abhi suka godain Falisha mungkin, jadi Om Dirga pelototin Abhi." Yoga lebih bijak menanggapi.


" Nggak kok, Pa. Abhi cuma mau ajakin main Falisha, soalnya Falisha mau main dengan Kak Alden, Kak Aldennya nggak mau, jadi Falisha nya nangis. Terus Abhi mau menemani Falisha. Pas Om Dirga lihat, Om Dirga marah bilang Abhi nakalin Falisha, Pa."


Aduan Abhi tentang kelakuan sikap Alden yang acuh terhadap Falisha membuat pasangan suami istri itu langsung memusatkan pandangan ke arah Alden yang kini menatap bergantian ke arah mama papanya.


" Alden sudah selesai makannya, Ma, Pa ... Alden mau ambil tas sekolah dulu." Alden langsung bangkit dan beranjak meninggalkan ruang makan dan kedua orang tuanya yang keheranan.


*


*


*


Bersambung ..

__ADS_1


Kalo Kia plek ketiplek mamanya, lantas Alden yg besikap acuh nurun siapa, ya?🤔🤔🤔


Happy Reading❤️


__ADS_2