MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Tentang Perasaan


__ADS_3

" Kak Yoga ..."


Yoga menghentikan langkahnya menuju parkiran saat terdengar suara seseorang yang dia kenal memanggilnya.


" Adel ...? Ada apa?" tanya Yoga memutar tubuhnya saat wanita cantik itu berjalan ke arahnya.


" Selamat, ya ..." Adelia mengulurkan tangannya ke arah Yoga.


" Selamat untuk apa?" Yoga memicingkan matanya tapi dia tetap menerima uluran tangan dan menjabat tangan Adelia.


" Untuk pernikahan Kak Yoga," ucap Adelia kemudian melepas tautan tangan mereka.


" Oh, itu ..." Yoga tersenyum tipis. " Terima kasih, Del." Yoga mencari seseorang yang selalu bersama Adelia. " Teman kamu yang bar-bar kemarin itu mana?"


" Fira??"


" Iya, Fira ..."


" Dia nggak berangkat hari ini, Kak."


" Kenapa? Apa luka bekas bertarung kemarin parah?" Yoga terkekeh menahan geli mengingat kelakuan sahabat Adelia dan istrinya itu berkelahi layaknya laki-laki.


" Dia patah hati mungkin, Kak, karena tahu Kak Yoga sudah menikah."


" Ada-ada saja itu anak. "


" Aku nggak tahu kalau Kak Yoga dengan Kak Natasha punya hubungan spesial sebelumnya, karena setahu aku, Kak Natasha itu calon tunangannya Mas Andra. Sejak kapan Kak Yoga kenal Kak Natasha? Dan kalian kenal di mana? Maaf jika aku kesannya ingin tahu, tapi ..." Adelia menjeda beberapa pertanyaan yang seolah menuntut akan beberapa penjelasan. " Aku nggak menyangka saja kalau ternyata kalian dekat bahkan sampai menikah."


" Rahasia Tuhan siapa yang tahu, Del." Yoga menyahuti.


" Apa Kak Yoga mencintainya?"


Yoga hanya mengulas sebuah senyuman hingga lesung pipi pria itu terlihat jelas menjawab pertanyaan Adelia.


" Kak Yoga terlihat bahagia sekali, dari senyuman Kak Yoga aku sudah bisa mendapatkan jawabannya kalau Kak Yoga mencintai Kak Natasha."


Yoga tergelak. " Sejak kapan kamu jadi peramal?" Yoga kemudian meraih ponselnya di saku celananya saat mendengar ponselnya berdering.


Singa Betinaku


Yoga tersenyum melihat nama yang muncul di ponselnya itu, segera dia menjawab panggilan telepon dari istrinya itu.


" Assalamu'alaikum, Bunda," sapa nya sedikit usil.


" Ga, kamu pulang kuliah jam berapa? Aku nanti ada janji makan siang sama rekan bisnis aku."


" Kamu nggak jawab salam aku?" protes Yoga.


" Iya, waalaikumsalam," jawab Natasha dengan mada ketus.

__ADS_1


" Kok jawabnya nggak ikhlas gitu, sih?' Kalau ada orang memberi salam itu wajib dijawab, aku kasih salamnya ikhlas masa kamu balasnya seperti terpaksa begitu?"


Terdengar dengusan kecil dari seberang sana. " Waalaikumsalam suamiku yang mesum," Natasha berucap dengan nada sehalus mungkin.


Yoga terkekeh mendengar Natasha mengatakan suami yang mesum. " Kenapa sebut aku seperti itu? Kangen dibuat mesum aku, ya?" Yoga seakan tak perduli ada Adelia yang tertegun mendengar ucapan-ucapan Yoga dengan istrinya lewat telepon.


" Cih, pede kamu itu terlalu besar," cibir Natasha.


" Yang besar bukan cuma pede saja, kok. Kamu juga tahu, kan?!" Yoga kembali tergelak. Yoga seolah tidak perduli jika saat ini bukan hanya Adelia yang ada di situ yang mendengar kalimat yang diucapkan Yoga, tetapi beberapa mahasiswa yang melintas di situ juga. " Oh iya, tadi kamu bilang ada janji makan siang dengan rekan bisnis? Cowok atau cewek rekan bisnismu itu?"


" Dia Nyonya Agatha, istrinya Tuan Gavin."


" Istrinya si Gabin?! Mau apa dia ketemu denganmu? Apa dia ingin melamar kamu untuk suaminya?" sindir Yoga.


" Ngaco, deh. Kan aku sudah pernah bilang kalau istrinya itu yang kasih modal aku."


" Apa Si Gabin juga ikut?"


" Mana aku tahu ..."


" Ya sudah, kalau pergi nanti nggak usah pakai scraf, biar tanda-tanda kepemilikannya terlihat oleh  Gabin itu."


" Dasar pria aneh ...!!"


" Aneh juga kamu kangenin kalau aku nggak ada."


" Sudahlah, malas bicara lama-lama sama kamu."


" Terserah, deh."


Yoga terkekeh mendapati istrinya yang frustasi jika diajak berdebat dengannya. " Oh ya, aku lagi sama Adel, nih." Yoga baru menyadari keberadaan Adelia yang sedari tadi tertegun di sampingnya,


" Adel?? Ngapain kamu dekat-dekat dia?!" Nada bicara Natasha baik satu oktaf.


" Cuma ngobrol saja, kenapa? Cemburu, ya?" ledek Yoga


" Cih, pede banget!"


" Ya sudah, tapi nanti jangan kabur lagi ya!" Yoga terkekeh, rasanya bahagia sekali jika bisa menggoda istrinya itu.


" Ngapain kamu sama dia?" selidik Natasha.


" Adel cuma kasih selamat atas pernikahan kita dia bilang nggak menyangka kalau kamu istri aku, soalnya setahu dia, kamu itu kan, cinta mati sama Andra, dulu kamu bahkan selalu bersikap buruk kepadanya selalu memusuhinya karena mengganggap dia itu saingan kamu mengapai obsesi kamu sebagai Nyonya Andra."


Adelia membulatkan matanya mendengar Yoga mendramatisir kata-kata yang diucapkannya.


" Dia bilang seperti itu?!" tanya Natasha kesal.


Yoga melirik ke arah Adelia. " Iyalah, maka dari itu sekarang aku minta maaf ke dia, atas perlakuan buruk kamu ke dia dulu,"

__ADS_1


" Terserah kamu sajalah."


" Ya sudah, kalau kamu sudah selesai kabari aku ya, aku mau mampir ke kontrakan dulu, setelah itu kita pulang ke Bogor."


" Iya ..."


" Ada lagi yang mau disampaikan?"


" Nggak ...!"


" Nggak mau bilang, Makasih suamiku tersayang ditambah kecup basah gitu?!"


" Astaga, mimpi apa aku punya suami gendeng seperti ini?!"


" Tapi kamu suka, kan?!"


" Terserah, deh! Sudah ah, Assalamu'alaikum.."


" Waallaikumsalam." Yoga langsung mematikan panggilan telepon dengan seulas senyum yang masih menghiasi wajahnya.


" Kak Yoga kenapa bicara seperti itu? Aku jadi nggak enak sama Kak Natasha, aku takut nanti dia marah lagi sama aku, Kak," ucap Adelia khawatir.


" Kamu tenang saja, aku bisa handle dia."


" Kak Natasha beruntung banget dapat suami seperti Kak Yoga."


" Kenapa kamu bisa bilang begitu?"


" Kak Yoga orangnya baik dan perhatian, sudah pasti wanita yang menjadi istri Kak Yoga pasti sangat beruntung memiliki Kak Yoga."


" Benarkah?? Tapi kenapa dia nggak seperti kamu ini, ya? Yang ada dia itu marah-marah, ngomel-ngomel, nggak ada sama sekali kata pujian yang keluar dari mulutnya." Bukan ekpresi sedih atau kecewa yang terlihat di wajah Yoga, tapi seulas senyum yang muncul di bibirnya, menandakan dia tidak merasa terganggu atas semua kelakuan istrinya itu.


" Tapi Kak Yoga bisa menerima sikap dia yang seperti itu, kan?"


" Iya mau gimana lagi?" Yoga mengedikkan bahunya.


" Itu karena Kak Yoga mencintai Kak Natasha."


Yoga tertegun mendengar kalimat Adelia. Dia sendiri belum berani menyimpulkan tentang perasaannya pada Natasha. Apakah dia mencintai wanita itu? Apakah sikap dia yang bisa mentolelir semua kelakuan Natasha adalah karena dia sudah mencintai Natasha? Yoga belum berani meyakini semua itu, tapi satu yang pasti, dia akan memenuhi janji yang diucapkan kepada Almarhum Papa Farhan untuk menjaga Natasha seumur hidupnya, dan yang dia rasakan adalah rasa khawatir dan takut saat dia kehilangan kabar soal Natasha. Dia juga merasa sakit saat melihat Natasha bersedih. Apakah itu sudah masuk kategori jika dia sudah mulai mencintai Natasha?


*


*


*


Author POV : Entahlah, Ga Author juga bingung. Mari sama² kita tanyakan pada mak-emak pengagummu apakah Kang Ojol kesayangan kita ini sudah mulai mencintai Neng Tata?


Bersambung..

__ADS_1


Happy Reading😘


'


__ADS_2