MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Ti Amo..


__ADS_3

Wajah Yoga dibuat memerah oleh papihnya sendiri. Bagaimana mungkin papihnya itu meragukannya sebagai lelaki sejati. Sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan senyum terpaksa dia membalas pertanyaan absurd papihnya itu.


" Kenapa Papih berpikiran seperti itu?"


Papa Yoga terkekeh. " Istri kamu itu secara fisik sangat menarik, cantik, bagaimana sampai kamu tidak tergoda untuk menyentuhnya?"


" Kalau Papih menanyakan hal itu kepada Natasha, dia pasti langsung protes, karena selama ini dia selalu bilang aku ini laki-laki mesum." Yoga ikut terkekeh, " Dibilang nggak sentuh dia, nggak juga sih, Pih. Cuma belum sempat masukin rudal ke sarangnya aja, selebihnya sih sudah pasti pernahlah, Pih ..." Yoga tergelak yang disambut tawa papihnya. Dan akhirnya canda tawalah yang mengisi setiap sudut ruang kerja Papa Yoga malam itu.


***


Sementara di dalam kamar Yoga, Natasha terlihat gelisah, dia sampai berjalan mondar-mandir dengan jemari saling bertautan, terkadang dia memijat pelipisnya untuk mengurangi kegelisahan yang dia rasakan saat ini.


" Gimana, Ga?" Natasha langsung menodong suaminya itu pertanyaan saat terlihat Yoga muncul dari balik pintu.


Yoga memasuki kamarnya dengan langkah gontai dan ekspresi wajah sulit untuk dijelaskan. Natasha yang melihat raut wajah murung suaminya itu seketika membuat keringat dingin mulai membasahi telapak tangannya.


" Ga, gimana?"


Yoga tak menjawab, dia malah melangkah menuju tempat tidur kemudian duduk di tepinya dengan kepala tertunduk. Natasha langsung duduk bersimpuh di depan Yoga, dia mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya yang sekalipun tidak memandangnya.


Tangan dingin Natasha menggenggam tangan Yoga.  "Ga, orang tua kamu nggak merestui pernikahan kita, ya?" Natasha mengajukan pertanyaan dengan suara yang tercekat di tenggorokan.


Yoga menatap wajah Natasha dengan tatapan mata sendu membuat mata Natasha seketika diserang hawa panas. dan sudah mulai dipenuhi genangan cairan yang siap tumpah kapan saja. Tangan Yoga menyentuh puncak kepala Natasha hingga membuat buliran air mata akhirnya luruh membasahi pipi mulus Natasha. Natasha menggigit bibir bawahnya merasakan sentuhan lembut tangan Yoga di puncak kepala Natasha,


Yoga membelai wajah cantik Natasha dan menyeka air mata istrinya itu. " Ngapain sih nangis? Cengeng banget."


Seketika Natasha mendongakkan kembali wajahnya ke arah suaminya itu. Dia mendengus kesal saat didapatinya senyum nakal di bibir Yoga.


" Yoga ...!! Kamu ngerjain aku, ya?!" Natasha bangkit langsung menyerang Yoga dengan pukulan-pukulan, sementara Yoga tergelak merasakan kemenangan. " Kamu jahat banget, sih!" isak tangis Natasha pun akhirnya pecah. Dia benar-benar merasa kesal, karena dia sedang mengalami kegelisahan yang teramat sangat, berharap cemas menunggu kabar tentang kelanjutan nasib pernikahannya, suaminya itu ternyata iseng mengerjainya.

__ADS_1


" Dih, malah nangis beneran." Yoga langsung merengkuh tubuh Natasha.


" Lepaskan ...!! Nggak usah sentuh-sentuh aku ...!!" Natasha meronta sambil memukuli dada bidang suaminya itu sambil terus terisak.


" Sudah jangan nangis, aku minta maaf, Oke?!" Yoga memeluk erat tubuh Natasha dan mencium puncak kepala istrinya itu.


" Lepaskan ...!! Aku mau tidur ...!" Natasha terus berusaha melepaskan diri dari rengkuhan tangan Yoga sambil menyeka air matanya sendiri, kemudian dia beranjak naik ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya membelakangi Yoga.


" Masih sore kok sudah mau tidur, baru jam sembilan lewat." Yoga menarik selimut yang menutupi tubuh Natasha.


" Kemarikan selimutnya ...!" Natasha mencoba mempertahankan selimut yang ditarik suaminya itu.


" Ini kamarku, dan ini selimutku ..."


Natasha yang kesal mendengar ucapan Yoga langsung menyerang Yoga dengan selimut berbahan lembut ke arah wajahnya Yoga. " Nih, makan nih makan selimutnya!!" Natasha membekap wajah Yoga dengan selimut.


Natasha kemudian turun dari tempat tidur lalu mengambil bantal dan melangkah ke arah sofa dan merebahkan tubuhnya di sana.


" Mau ngulang lagi yang di butik kemarin, ya?" bisik Yoga di telinga istrinya yang membelakanginya.


Natasha langsung membalikkan tubuhnya hingga kini berhadapan dengan suaminya itu. " Ngapain kamu di sini?"


" Ngapain aku di sini? Ini kamar aku, kok! Aku yang mestinya tanya kenapa kamu di sini? Ngapain kamu di kamar aku, hemm?!" Yoga balik bertanya sambil memainkan alisnya naik turun, mendekatkan wajahnya ke wajah Natasha. " Hari ini aku dua kali kesal gara-gara kamu, dan aku belum tuntas menghukum kamu tadi." sambung Yoga.


" Ma-maksud kamu apa?"


" Pertama kamu bilang kamu masih suci, kedua gara-gara kata itu papih menuduh aku nggak normal, papih meragukan kejantananku karena belum bisa membobol kamu. Jadi untuk membuktikan kalau aku masih laki-laki normal, aku mesti membuktikan sekarang juga kalau tuduhan papih itu nggak benar." Yoga langsung mengendong tubuh Natasha ala bridal style.


" Yoga kamu mau apa?!" pekik Natasha terkesiap

__ADS_1


" Mau membuktikan bahwa kejantananku mampu mengoyak kesucianmu," Seringai tipis terbentuk di sudut bibir Yoga.


" Yoga aku nggak mau ...!!" Natasha meronta-ronta ingin melepaskan diri tapi Yoga tak menghiraukan. Dia langsung menghempaskan tubuh Natasha ke atas tempat tidur empuk miliknya dan langsung mengungkung tubuh Natasha dengan tubuh tegapnya.


" Aku ingin mendapatkan hakku sebagai suamimu malam ini, Ta." Yoga langsung menyergap bibir Natasha, memberi kecupan, luma*tan dan deca*pan, mengeksplor sampai ke dalam rongga dalam mulut Natasha, lidah dan bibir mereka bertautan, saling berpagutan, saling bertukar saliva, saling berbagi gairah dan saling berbagi kenikmatan


Tangan Yoga pun tak ketinggalan langsung memainkan bongkahan di dada Natasha, dia menjelajahi bagian favoritnya dengan meninggalkan jejak-jejak di sana lewat bibirnya hingga membuat Natasha berkali-kali melenguh, walau tadi bibirnya sempat berucap tak mau, tapi sialnya tubuhnya seakan menginginkan dan menikmatinya.


Setelah puas di bagian dada kini tangan Yoga mulai turun ke bagian bawah hingga kini tepat berada di bagian inti Natasha. Yoga mengulang lagi apa yang pernah dilakukannya saat mereka bercumbu di butik milik Natasha dan membiarkan istrinya itu mendapatkan pelepasannya.


Saat Yoga melihat pandangan mata istrinya sudah berkabut gairah, dia mulai membuka kaos dan celana juga C-D nya. Dia siap menunaikan kewajibannya memberi nafkah batin kepada sang istri. Yoga mengecup kening Natasha sebelum melanjutkan aksinya. " Aku menginginkanmu sekarang, Ta. Bismillahi Allahumma jannibna as-syaithana wa jannibi as-syathana maa razaqtana," (Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami)


Yoga langsung mengarahkan kepemilikannya ke inti Natasha, memaksa memasukkannya walau agak kesulitan karena daerahnya masih sempit karena belum pernah terjajah, dan setelah beberapa saat mencoba akhirnya dia berhasil menerobos inti Natasha dibarengi suara tangis Natasha karena merasakan kesakitan di bagian intinya. Namun Yoga langsung meredam suara tangisan Natasha dengan bibirnya, setelah Natasha mulai tenang, Yoga mulai menggerakkan miliknya di dalam inti Natasha dengan perlahan, makin lama dia menaikan ritme gerakannya hingga membuat Natashan mendesah melenguh dan mengerang.


Yoga tak ingin cepat-cepat menyudahi aksinya, dia ingin benar-benar memuaskan istrinya, memberikan kenikmatan yang belum pernah dia dan istrinya rasakan. Dia membiarkan tubuh Natasha menggelinjang merasakan kenikmatan.


Akhirnya setelah hampir satu jam berjalan Yoga memutuskan menuntaskan aksinya saat melihat tubuh Natasha sudah nampak kelelahan karena permainannya. Dan setelah beberapa hentakan pelepasan itu dia dapat, " Na-tasha ... aaakkhh ..." Bersamaan dengan erangan Yoga, miliknya mengalirkan cairan hangat ke dalam inti Natasha. setelah itu dia menjatuhkan tubuhnya di samping Natasha.


Yoga menoleh ke arah istrinya itu yang terlihat lemas dengan nafas tersengal-sengal. Dia langsung merengkuh tubuh polos istrinya ke dalam pelukannya, menyampirkan beberapa helai rambut yang menempel di pipi karena lembab, dia mengecup wajah Natasha yang sudah berpeluh karena kelelahan akan aksinya.


" Ti amo ..." bisiknya kemudian mengecup kening istrinya itu bersamaan dengan Natasha yang mulai kehilangan kesadarannya.


*


*


*


Akhirnya saudara² Prayoga Atmajaya berhasil menjebol gawang Natasha🙌🙌. Maafkeun kalo MP nya lebih bayak bermonolog, takut kena cekal lagi ky adegan part 2 yg pake body lotion itu loh 🤭

__ADS_1


Bersambung....


Happy Reading😘


__ADS_2