MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Mantan Rival


__ADS_3

" Bu, jangan lupa hari ini ada jadwal ketemu sama Mr. Sean jam dua, ya!" ucap Sinta setelah dia memberikan beberapa lembar bilyet giro yang mesti di tanda tangani Natasha.


" Lho, memang hari ini? Aku pikir besok." Natasha mengerutkan keningnya.


" Perjanjian awalnya memang besok, tapi kan Ibu minta dimajukan hari ini, karena Ibu bilang tanggal besok nggak mau diganggu, karena Pak Yoga ulang tahun." Sinta mencoba menerangkan.


" Oh iya, ya ..." Natasha menepuk keningnya karena lupa akan jadwal yang dia buat sendiri. " Oh ya, kamu sudah catat siapa-siapa saja pelanggan Alexa Butique yang akan diundang di resepsi pernikahan aku, Sin?"


" Sudah, Bu. Tinggal nanti Ibu pilih-pilih lagi saja siapa yang perlu diundang."


" Oke, Sin. Makasih."


" Saya permisi, Bu." Sinta pamit setelah dia menyelesaikan tugas-tugasnya dan mendapatkan anggukan kepala dari Natasha.


For all those times you stood by me..


For all the truth that you made me see..


For all the joy you brought to my life..


Natasha tersenyum saat nada dering teleponnya berbunyi. Dengan segera Natasha meraih ponselnya.


" Assalamualaikum, Mas ...."


" Waalaikumsalam, Nyonya Prayoga Atmajaya."


Natasha tersenyum mendengar sapaan suaminya itu. " Kamu jadi jemput aku makan siang ke sini, kan? Jangan terlalu siang, Mas. Soalnya jam dua aku ada ketemu klien."


" Pria atau wanita, klien yang akan kamu temui itu?"


" Mr. Sean, klien yang akan aku temui."


" Laki-laki? Kamu hanya berdua saja bertemu dengan dia?"


" Sepertinya begitu."


" Kalau begitu aku akan ikut menemani."


" Untuk apa kamu ikut, sih? Kamu nggak akan mengerti apa yang akan kami bicarakan, Mas."


" Aku nggak kasih ijin kamu berduaan dengan pria lain."


" Aku justru nggak ingin kamu ketemu dia."


" Kenapa? Biar kamu bebas tebar pesona sama dia? Biar kamu bebas menikmati, jika pria itu menggoda kamu, gitu?!" Nada bicara Yoga sudah terdengar mulai kesal.

__ADS_1


" Mas, dia itu tidak akan mungkin menggodaku." Natasha mencoba untuk meyakinkan suaminya agar tidak khawatir.


" Mana ada pria yang tidak tergoda dengan istriku." Walaupun tak nampak tapi Natasha yakin jika suaminya pasti sedang mencebik.


" Percaya sama aku deh, Mas. Walaupun cantikku ini sudah mengalahkan Cleopatra, dia tetap nggak akan 'berdiri' lihat aku." Natasha berkelakar.


" Apanya yang 'berdiri'?"


Natasha terkekeh saat nada suara suaminya sudah mulai meninggi. " Mas, dia itu lebih bernapsu lihat pria berotot seperti kamu ketimbang lihat tubuh seksi aku ini."


" Maksud kamu?"


" Jeruk makan jeruk." Natasha tergelak. " Paham kan, maksud aku? Kamu mau ketemu dia terus tiba-tiba dia flirting ke kamu? Hiiii ... aku sih nggak sudi suamiku diselingkuhi sesama jenis." Natasha mengedikkan bahunya.


" Aku juga nggak mau selingkuh sama sesama jenis."


" Ow ... jadi kalau sama lawan jenis mau, gitu?"


" Ya nggak gitu juga sih, Yank."


" Sudahlah, bicara sama kamu ujung-ujungnya selalu membuat aku kesal. Assalamualaikum ...' Natasha langsung mematikan sepihak panggilan teleponnya.


***


Natasha dan Yoga baru saja turun dari mobil yang diparkir di sebuah restoran ayam bakar, ketika pandangan Natasha menangkap sosok dua orang yang juga turun dari mobil yang terparkir di depannya. Natasha membulatkan matanya saat mendapati wanita yang belakangan ini membuatnya tidak nyaman, dan kali ini harus berjumpa kembali.


" Hai, Kirania ..." sapa Natasha, karena dia merasa tidak mungkin mengacuhkannya atau pura-pura tidak melihat karena mereka sama-sama akan memasuki restoran, pasti akan saling melihat satu sama lain.


Kirania yang merasa disapa langsung menoleh ke arah suara Natasha begitu juga sosok pria yang bersamanya dan tentu saja Yoga yang agak terkesiap kembali bertemu dengan wanita yang dulu sempat singgah di hatinya itu. Yoga juga sedikit terkesiap melihat pria yang sedang bersama Kirania saat ini.


" Oh, hai ..." Kirania membalas sapaan Natasha. " Kita berjumpa lagi." Kemudian mengulurkan tangan berjabat dengan Natasha yang dibalas cepat oleh Natasha tanpa melepas tangan kirinya yang masih melingkar di pinggang suaminya. " Hai, Ga ..." Kini giliran Yoga yang disapa Kirania.


" Hai ..." sahut Yoga tapi pandangannya tertuju pada pria di samping Kirania yang juga sedang mengarahkan pandangan kepadanya. " Bang Dirga, apa kabar?"


Pria yang disapa Yoga memicingkan matanya. " Kau ...."


" Masih ingat saya, Bang? Saya Prayoga." Yoga menjabat tangan Dirga.


Dirga kemudian menoleh ke arah Kirania. " Kalian pernah bertemu sebelum ini?" selidik Dirga masih tak melepas pandangannya pada Kirania.


" Emmm, i-iya beberapa hari lalu." Jawaban Kirania terdengar gugup.


" Kapan? Kalian bertemu berdua?" Masih dengan nada selidik Dirga bertanya pada Kirania yang terlihat semakin gugup.


" Kami bertemu tanpa sengaja, Bang. Aku dan istriku ketemu dia dan ...."

__ADS_1


" Iya, aku bertemu hanya bertiga dengan Yoga dan Natasha." Kirania dengan cepat memotong ucapan Yoga.


" Apa kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Dirga kembali.


Kirania mendengus. " Tidak ada! Tidak ada yang saya sembunyikan dari Anda, Pak Dirga!" Kirania berucap sedikit tegas.


" Hmmm, kalian pasti mau makan, kan? Bagaimana jika kita satu meja saja" Natasha memberikan ide saat melihat ada sedikit ketegangan antara Kirania dan Dirga.


" Yank, kita jangan mengganggu privacy mereka." Yoga berusaha menolak.


" Lho, mereka kan teman lama kamu, Mas Apa salahnya kita kita makan bersama. Kamu dan Pak Dirga kan bisa mengobrol tentang masa lalu kalian," ujar Natasha. " Bagaimana, Kirania? Mau kan kalian gabung dengan kita?"


" Hmmm, aku terserah atasan aku saja." Kirania melirik ke arah Dirga yang masih tak mengalihkan pandangan darinya.


" Bagaimana Pak Dirga?" Natasha bertanya kepada Dirga.


Dirga menoleh ke arah wanita cantik yang terlihat sangat posesif memeluk Yoga. Sejenak dia bergantian menatap Yoga dan istrinya sebelum akhirnya seringai tipis tercetak di sudut bibirnya. " Baiklah kalau begitu."


Mereka berempat pun akhirnya masuk ke dalam restoran ayam panggang itu.


" Kalian sudah lama menikah? Kalian terlihat sangat romantis?" tanya Dirga saat mereka sudah memesan makanan.


" Baru sebulan lebih, Bang." Yoga membalas.


" Istrimu cantik, pintar kamu cari istri, Ga. Ah, tentu saja bukan perkara sulit untuk mendekati seorang wanita cantik untukmu, kan? Asal bukan pacar teman saja yang didekati." Pujian dan juga sindiran terlontar dari bibir Dirga.


Yoga menelan salivanya mendengar perkataan sindiran yang ditujukan Dirga kepadanya karena dia tahu arahnya ke mana. Sedang Kirania hanya menghela nafas dalam-dalam.


Dan Natasha yang tiba-tiba saja otaknya encer langsung mencerna perkataan Dirga. Karena dia teringat cerita Yoga yang mengatakan mengalah karena temannya juga ternyata menyukai wanita yang sama, yang dia duga teman pria yang Yoga maksud adalah Dirga.


" Tentu saja, Pak Dirga. Untuk pria sebaik suamiku ini pantaslah mendapatkan istri secantik aku." Natasha berkelakar. " Dan suamiku yang super tampan ini bukan tipe pria pecundang yang ingin merebut milik orang lain. Benar, kan, Sayang?"


Tentu saja ucapan Natasha mendapat reaksi berbeda dari tiga orang yang sedang bersamanya. Yoga yang langsung memijat pelipisnya karena sikap narsis istrinya tiba-tiba muncul. Dirga yang mengeryitkan keningnya, sedikit terkesiap mendapati istri dari pria yang sempat menjadi rivalnya dulu ternyata berbeda dengan tipe Kirania yang pendiam. Dan Kirania yang terlihat menahan senyumnya mendengar perkataan Natasha yang terdengar lucu olehnya.


*


*


*


Bersambung ...


like & komen kalian bikin semangat untuk selalu rutin update, terima kasih yang selalu setia menunggu kelanjutan kisah Yoga❤️Tata🙏


Selamat Berpuasa ...

__ADS_1


Happy Reading ❤️


__ADS_2