MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Extra Part 1 - Papa Kapan Pulang?


__ADS_3

" Kak Alden jangan lari-lari, sayang. Nanti jatuh." Natasha sibuk menasehati Alden, anak pertamanya yang kini berumur dua tahun setengah itu. kini sedang berlari menaiki anak tangga menuju ruang kerja di Alexa Butique.


" Ma-ma, aka ..." Sementara Azkia yang sedang dalam gendongannya menunjuk ke arah Alden, meminta turun, ingin mengejar kakaknya itu.


" Kia nggak boleh ikut Kakak Alden. Nanti jatuh, sakit. Kia gendong Mama saja, ya?" Natasha mencium pipi bulat anak keduanya itu.


" Pagi, Bu ..." sapa Adelia saat Natasha sampai di depan ruangannya.


Sejak Natasha hamil anak kedua, Yoga tidak mengijinkan Natasha terlalu lelah dalam bekerja. Dia menyuruh Natasha untuk mencari pegawai yang lain yang bisa membantu pekerjaannya. Dan atas rekomendasi dari Yoga akhirnya Natasha menyetujui Adelia lah yang dipekerjakan untuk menemani Sinta mengerjakan pekerjaannya. Walaupun awalnya sempat canggung, tapi lama-lama hubungan Natasha dan Adelia semakin akrab.


" Pagi, Del. Sinta mana?"


" Sinta ada di ruangan ibu, taruh giro yang harus ditandatangani Ibu." Adelia menerangkan.


" Eh, ada si ganteng Kak Alden." Sinta yang baru keluar dari ruangan Natasha langsung berhambur memeluk Alden dan menciumi bocah tampan itu.


" Modus tuh, Bu. Berasa cium papanya itu," sindir Adelia saat melihat Sinta yang terlihat tak henti-henti menciumi anak dari Natasha dan Yoga itu.


" Nggak apa-apa 'kan, Bu? Kalau cium papanya pasti aku kena cakar sama Ibu, mending cium anaknya saja." Sinta terkekeh.


Ucapan Sinta sontak membuat Natasha dan Adelia saling pandang.


" Ingat sesuatu, Bu?" Adelia meledek Bosnya itu


Natasha tergelak. " Iya, sesuatu yang memalukan." Natasha dan Adelia pun terbahak bersamaan membuat Sinta memandang heran.


" Ada apa, sih? Kok pada ketawa begitu? Ada sesuatu yang saya lewatkan?" tanya Sinta penasaran.


" Kamu ingat nggak beberapa tahun lalu, waktu aku datang dengan keadaan agak semrawut dengan luka cakar?" tanya Natasha kepada sekretarisnya itu, tentang kejadian beberapa tahun silam dimana dia habis bertengkar dengan sahabat dari Adelia.


" Oh, iya ya-ya ... yang akhirnya Ibu dan Pak Yoga ke-gap berbuat mesum itu, kan? Untung waktu itu cuma bagian atasnya saja yang terbuka. Kalau bagian bawahnya kebuka juga. Bisa-bisa saya mesti mandi pakai kembang tujuh rupa biar nggak ketiban sial liat siaran langsung adegan mesum." Sinta terkikik membekap mulutnya sendiri.


Natasha sendiri malah terkekeh mengingat kejadian tak terlupakan saat itu di butiknya.


" Lagian kamu, main masuk-masuk saja. Kan sudah diperingatkan sama suami aku. Jangan masuk sebelum dipanggil." Natasha menyahuti dengan santai.


" Ya lagian Ibu, mau wik-wik di tempat kerja, nggak pakai dikunci lagi pintunya." Sinta seolah tak mau disalahkan.


" Ada kejadian apa memang dulu?" Adelia yang tak tahu kejadian saat itu kini jadi penasaran.


" Biasa, Del. Pengantin baru, suka nggak ingat tempat," sindir Sinta melirik ke arah Natasha yang sedang memberikan ASI kepada Azkia.

__ADS_1


" Kamu belum merasakan saja, Sin. Nanti kalau sudah pengalaman, sekali merasakan nggak kenal tempat, nggak kenal waktu juga, lho. Hahaha ... Aawww ... kok digigit sih, ne nen-nya?" Natasha langsung meringis saat Azkia menggigit pu ting-nya, dia langsung menghujani pipi bulat Azkia dengan ciuman hingga membuat bayi berusia setahun lebih itu tertawa geli.


" Makanya kamu buruan nikah sana." Natasha melanjutkan obrolannya, kemudian melepas Azkia yang bergerak-gerak minta turun dari gendongannya.


" Mau nikah sama siapa ya, Bu? Pria idamanku sudah ada yang punya semua. Kesemsem sama Pak Yoga ternyata suami Bos sendiri. Jatuh hati sama Tuan Gavin ternyata memilih Teh Rara. Mau suka sama Pak Andra, aku takut dia kelihatan galak," ungkapan Sinta spontan membuat Natasha melirik ke arah Adelia.


" Kamu sendiri gimana, Del? Nggak mencoba memperbaiki hubungan dengan Andra?" tanya Natasha kemudian.


" Saya mau berpikir yang realistis sajalah, Bu. Saya ingin mencari calon suami yang sewajarnya saja, Nggak terlalu berlebihan." terang Adelia.


" Maksud kamu, Pak Andra nggak wajar, Del? Sinta menimpali.


Adel hanya melirik sebentar ke arah Sinta, tak lama kemudian memandang Natasha. " Saat Mas Andra memutuskan hubungan secara tiba-tiba. Saya sudah memutuskan untuk nggak mengharapkannya lagi. Rasanya sakit diputuskan tanpa ada kesalahan yang kita perbuat. Saya sendiri sampai sekarang nggak mengerti alasan dia memutuskan aku."


Natasha menelan salivanya me dengar penjelasan Adelia. Karena Natasha alasan Andra memutuskan Adelia.


" Apalagi kalau harus berhadapan dengan orang tuanya yang belum tentu setuju dengan hubungan kami nantinya. Saya nggak ingin menjalankan kisah cinta yang rumit," sambung Adelia kembali.


" Aku doakan yang terbaik buat kamu, Del." Natasha menepuk punggung tangan Adelia, menyemangati wanita yang dulu menjadi saingannya dalam memperebutkan cinta Andra.


Thank you for loving me, for being my eyes ...


When I couldn't see, for parting my lips...


Natasha langsung meraih ponselnya saat mendengar nada panggil yang dia setting untuk nomer kontak suaminya tercinta.


" Assalamualaikum, Mas ..." Natasha menjawab panggilan video dari Yoga.


" Waallaikumsalam, Macan ..." Yoga menjawab sapaan Natasha.


" Macan? Mama cantik?"


" Bukan, macan itu 'kan supupuan sama singa. Kamu itu 'kan singa betinaku." Yoga terkekeh memperlihatkan lesung pipinya. Sedang Natasha hanya mencebik.


" Alden sama Kia mana, Yank?" tanya Yoga kemudian.


Natasha kemudian mengarahkan kamera ke kedua anaknya.


" Kak Alden, Adik Kia ... ini Papa, nih."


Alden yang mendengar panggilan mamanya langsung mendekat dan meraih ponsel mamanya. " Papa, Papa tapan puyang? (kapan pulang?)" tanya bocah tampan yang memiliki wajah mirip dengan papanya itu.

__ADS_1


" Apa-pa-pa ..." Azkia pun tak ingin ketinggalan menyapa papanya.


" Hallo Kakak, hallo adik Kia ... secepatnya Papa pulang, ya. Kak Alden nakal, nggak?" tanya Yoga kepada Yoga junior.


" Ndak nakal, Pa." Alden menjawab pertanyaan papanya. " Papa nanti puyangnya beyi mobiy-mobiyan yang besal ya, Pa." (pulangnya beli mobil-mobilan yang besar)


" Mobil-mobilan yang besar?"


" Iya, Pa."


" Iya, sudah nanti Papa belikan. ya. Adik mana? Papa mau lihat adik Kia."


Alden lalu mengarahkan ponsel mamanya ke arah adiknya.


" A-papapa ..."


" Adik Kia kangen Papa, nggak?" tanya Yoga kepada Azkia.


" Pa-papa emmmuuahh ..." Azkia langsung menciumi layar ponsel Natasha yang menampilkan wajah Yoga.


" Wah, pipinya Papa basah semua kena Kia, nih." Yoga terkekeh melihat tingkah anaknya.


" Kia, nggak boleh dicium-cium gitu, sayang. Ini 'kan kotor." Natasha langsung mengambil ponsel menjauhkan dari anaknya.


" Gadis kecilmu itu persis seperti mamanya. Kalau lihat Papa inginnya cium-cium saja," kelakar Yoga.


Natasha memutar bola matanya mendengar ucapan suaminya itu. " Nggak terbalik? Bukannya kamu yang inginnya cium-cium aku terus, Mas?" Yoga terkekeh mendengar ucapan Natasha.


" Kamu kapan pulang, Mas?"


" Besok juga kemungkinan kembali ke Jakarta. Kenapa? Kangen?"


" Iyalah, nggak ada yang nemenin tidur. Kamu memang nggak kangen, Mas?"


" Kangen juga, dong. Kangen sentuh kamu. Kalau sehari nggak sentuh kamu serasa nggak kena nasi. Ini sudah dua hari nggak sentuh kamu, makanya lemas banget seperti nggak makan dua hari."


" Lebay kamu, Mas."


Natasha dan Yoga pun akhirnya tertawa bersamaan.


*

__ADS_1


*


Happy Reading❤️


__ADS_2