MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Kamu Ada Di mana?


__ADS_3

Sementara itu di kamar sebuah apartemen, Andra terlihat memijit keningnya dengan posisi tubuh terlentang di atas spring bed. Setelah meninggalkan Natasha, dia tidak pulang ke rumah orang tuanya. Dia memilih pulang ke apartemen nya yang sering dia kunjungi ketika ingin menyendiri.


Andra menyisir rambut dengan jari-jari tangannya, sambil memejamkan matanya. Dia mencoba mengingat kembali potongan-potongan kejadian beberapa menit lalu. Dia menghela nafas berat saat bayangan wajah Natasha ketakutan, menangis dan memohon melintas di pikirannya.


" Aarrggghhh ...!!" Andra mengerang." Kenapa aku ini?? Kenapa aku bisa berbuat sebejat itu??" Andra kembali menarik rambutnya ke belakang. Dia menyadari dan menyesali apa yang tadi dia lakukan adalah suatu kesalahan. Dia pun tak habis pikir kenapa dia sampai terpancing amarah sampai seperti itu. Selama ini dia tidak pernah berbuat hal yang melecehkan seorang wanita. Tapi apa yang telah dia lakukan tadi, benar-benar membuat dirinya sangat jijik pada dirinya sendiri.


Andra bangkit dan meraih kunci mobilnya kembali, dia menuju basement untuk meninggalkan apartemennya, dan mengarahkan laju mobilnya menuju perusahaannya. Dia merasa bersalah karena meninggalkan Natasha dengan keadaan syok.


Sesampainya di gedung perkantoran, Andra bergegas menuju ruang kerjanya. Dia sedikit terkejut saat melihat pintu ruangannya terbuka. Dia berlari masuk menuju kamar tempat beristirahat yang dia pakai untuk melakukan tindakan pelece*han terhadap Natasha tadi. Tak dijumpainya siapa pun di sana.


Andra kembali ke mobilnya dan menemui dua orang satpam yang berjaga di depan.


" Selamat malam, Pak." Dua orang Satpam itu menyapa Andra saat Andra menurunkan kaca kaca jendela mobilnya.


" Apa kalian melihat ada seseorang yang keluar dari kantor ini?" tanyanya dengan suara berat.


" I-Iya, Pak. Tadi sekitar sejam lalu, ada seorang wanita yang keluar, Pak." Pak Zaenal menjawab dengan nada-nada hati-hati.


" Benar, Pak. Tadi wanita itu keluar sambil menangis ketakutan begitu kelihatannya." Pak Samsul menimpali yang langsung mendapatkan sikutan dari Pak Zaenal.


Andra menghela nafas sejenak. " Kalian lihat wanita itu perginya kemana?" tanyanya kemudian.


" Kami tidak tahu dia kemana, Pak. Dia cuma berjalan ke arah timur, Pak," sahut Pa Zaenal.


Andra menatap penuh intimidasi kepada dua orang penjaga keamanan itu. " Kalian dengar! Apa yang kalian yang lihat hari ini, cukup kalian saja yang tahu. Kalian paham?!" tegas Andra.


" Paham, Pak!" Pak Zaenal dan Pak Samsul menjawab serempak.


" Ya sudah, lanjutkan kerja kalian!" perintahnya kemudian melajukan mobilnya ke arah yang ditunjuk Satpam tadi.

__ADS_1


Andra mengendarai mobil sportnya itu perlahan, Mata elangnya mengedar ke setiap sudut jalan, mencari-cari di sepanjang trotoar. Dia sempat menelan salivanya saat matanya melihat beberapa pria berkelompok di beberapa sudut trotoar. Apalagi beberapa yang bertampang seram, yang dia perkirakan para preman. Apa yang akan terjadi jika Natasha bertemu dengan mereka. Hatinya seketika cemas. Dia segera melajukan mobilnya menuju apartemen Natasha. Andra berharap akan menemukan Natasha di sana.


Andra menekan bel apartemen Natasha berulang-ulang dengan tidak sabar. Lima menit kemudian pintu apartemen terbuka, Andra berharap sosok Natasha lah yang muncul dari balik pintu.


" Den, Andra ...??"


Andra terlihat kecewa saat mendapati Bi Surti lah membukakan pintu apartemen Natasha. " Natasha ada, Bi?"


" Si Non belum pulang sejak pagi, Den. Bibi pikir Si Non menginap di butik. Memangnya ada apa, tengah malam gini, Den??"


" Tidak ada apa-apa, Bi. Ya sudah, saya permisi. Kalau Natasha pulang tolong kabari saya ya, Bi." perintah Andra kemudian melangkah meninggalkan Bi Surti.


" Den ...."


Andra menghentikan langkahnya dan menoleh saat suara Bi Surti memanggilnya. " Kenapa, Bi?"


" Saya tidak punya nomer Den Andra, gimana Bibi bisa menghubungi Den Andra?" ucap Bibi Surti santun.


***


Andra memperhatikan bangunan di depannya, tampak sangat sepi, hanya ada satpam yang berjaga. Setelah memutuskan untuk turun dan bertanya kepada Pak Joko, satpam yang berjaga, akhirnya dia kembali ke mobil saat tidak didapati jawaban memuaskan dari Pak Joko, yang mengatakan jika Natasha sudah keluar dari sana sejak siang.


Andra memukul stang mobilnya kesal. " Kamu di mana, Nat?" Andra mengusap kasar wajahnya. Andra melirik jam di tangannya yang sudah menunjukkan hampir jam dua belas malam. Hati dan pikirannya semakin tak tenang. Dia terus menyisir jalan berharap dia menemukan Natasha.


Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari, Akhirnya Andra memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Dia berharap Natasha akan kembali ke sana, karena mobilnya masih tertinggal di rumah orang tua Andra.


" Pak, apa Natasha ada di dalam?" tanya Andra kepada Pak Akbar, satpam di rumahnya yang membukakan pintu pagar.


" Ada, Den ..." Pak Akbar menyahuti.

__ADS_1


Andra menarik nafas lega. " Jam berapa dia sampai sini?" tanyanya kemudian.


" Sejak tadi siang, Den. Sejak siang tadi mobilnya masih ada di sini."


Jawaban Pak Akbar selanjutnya membuat ekspresi wajah senang Andra berubah masam. Dengan mendengus kasar dia memarkirkan mobilnya di garasi kemudian menuju kamar tamu, tak juga dia jumpai Natasha di sana. Akhirnya dia mencoba melangkah ke kamar Sheila karena dia ingat baju yang dipakai Natasha tadi adalah baju milik adik perempuannya,


Andra membuka pintu kamar Sheila perlahan, kamar itu terlihat kosong seperti biasa, karena pemiliknya memang sedang study di luar negeri. Manik mata Andra terarah ke pinggir tempat tidur Sheila, terlihat olehnya lipatan baju yang terlihat di atas spring bed, Andra meraih baju yang Natasha kenakan siang tadi saat datang ke kantornya.


Andra juga melihat sling bag milik Natasha di atas nakas. segera diraih dan dibukanya tas mungil itu, dia menemukan ponsel Natasha di sana. Dengan sedikit ragu dia, mengambil ponsel itu, dan menekan tombol power lalu mengusap layarnya hingga  menyala. Ternyata ponsel itu tidak terkunci. dan yang membuat Andra terkejut adalah gambar yang ada di layar ponsel itu adalah gambar candid dirinya, yang entah kapan Natasha ambil. Hati Andra tergelitik untuk melihat galeri di ponsel Natasha yang ternyata banyak foto-foto dirinya yang diambil secara candid ataupun capture dari story WhatsApp yang pernah share.


Andra iseng memasukkan nomer ponselnya di panggilan telpon ponsel Natasha, dan munculnya nama "My Everything❤️" di layar ponsel itu.


Andra kembali menghempas nafas berat. Hatinya terus bertanya-tanya, Apakah selama ini dia berbuat terlalu keras pada wanita itu? Apakah dia sudah berbuat tidak adil pada wanita itu? Bahkan dia hampir saja merenggut paksa kesucian wanita yang lebih dari lima tahun dikenalnya itu.


Natasha memang senang mengenakan pakaian yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang memang indah, tapi Andra yakin Natasha masih menjaga mahkotanya. Karena dia melihat sendiri bagaimana Natasha ketakutan dan menolak mencumbu dirinya, padahal jelas-jelas dia adalah pria yang diinginkan Natasha.


Andra merebahkan tubuhnya dengan kaki yang menggantung di atas lantai. " Kamu di mana, Nat? Aku takut terjadi sesuatu yang buruk menimpa kamu ..." gumamnya


*


*


*


Author POV :


Bab ini spesial POV nya Babang Andra ya, Sapa tau kalian masih kangen ama Andra😁


Kalian pasti nggak sangka Andra berbuat seperti itu, kan?? pasti mikirnya cuma Babang Gavin yang bakal sanggup berbuat seperti itu, iya kan??😂

__ADS_1


Bersambung....


Happy Reading😘


__ADS_2