MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Kecewa


__ADS_3

Sejak semalam meninggalkan Natasha di kamar, Yoga memang tidak banyak mengajak bicara istrinya. Terus terang dia merasa kecewa dengan sikap Natasha yang tidak mau terbuka tentang masalah yang terjadi dengan butiknya, terlebih lagi dia malah lebih mempercayai pria lain untuk membantu menyelesaikan masalahnya.


Siang ini, sepulang kuliah seperti biasa dia hendak menjemput Natasha untuk makan siang, sejujurnya dia juga tidak tahan harus berlama-lama marah terhadap Natasha. Dia rindu mencandai dan menggoda istri cantiknya itu, dan sudah pasti dia juga rindu menyentuhnya. Tapi saat motor matic-nya memasuki halaman Alexa Butique, hatinya dibuat kacau saat dia melihat mobil mewah yang terparkir di sana. Dia tahu mobil itu milik siapa. Setelah memarkirkan motornya, dengan langkah lebar dia bergegas masuk ke dalam butik.


Yoga bahkan melewati Sinta yang menyapanya, hingga dia kini berada di pintu ruang kerja Natasha. Sorot matanya tajam melihat istrinya sedang berbincang akrab dengan seorang pria yang dia khawatirkan bisa mengganggu hubungannya dengan Natasha, walaupun dia tahu jika pria itu adalah kakak sepupu Natasha.


Mata Yoga dibuat melebar melihat Natasha mengelus lengan Gavin, lalu Gavin menggenggam tangan bahkan menarik hidung Natasha. Belum lagi saat jari mereka saling bertautan dan yang membuat dadanya bergolak adalah saat Natasha dengan sendirinya menyodorkan tubuhnya untuk disentuh Gavin. Aura wajah Yoga terlihat kelam, sorot matanya sudah penuh emosi, kedua telapak tangannya mengepal, apalagi saat dia mengetahui jika Gavin-lah yang membayar semua uang Agatha untuk membantu Natasha. Seketika dia merasa tidak berarti apa-apa untuk istrinya itu.


" Jadi kamu lebih nyaman menerima bantuan orang lain dari pada bantuan suami kamu sendiri?" suara Yoga terdengar dingin.


Natasha dan Gavin yang saat itu sedang berpelukan terkesiap, mereka langsung mengurai pelukan mereka, bahkan Natasha langsung bangkit menghampiri suaminya.


" Yo-Yoga ...?" Natasha terlihat salah tingkah, dia terlihat seperti seorang istri yang kepergok suaminya selingkuh.


" Kamu lebih mempercayai dia untuk menyelesaikan masalahmu dari pada aku, kan?!" Natasha sudah bisa melihat kemarahan dari sorot mata dan wajah Yoga.


" Bu-bukan begitu Yoga, a-aku nggak bermaksud seperti itu, Ga." Natasha mencoba mengelus tangan Yoga untuk meredakan emosi suaminya, tapi dengan cepat Yoga menepisnya.


" Kamu bahkan rela tubuhmu disentuh pria lain, karena apa? Sebagai imbalan dia membantu kamu?! Kata-kata tudingan.Yoga sungguh sangat membuat hati Natasha sakit.


" Astaga, Yoga ... kamu kok mikirnya begitu, sih? Kak Gavin itu Kakak sepupuku," sanggah Natasha tak terima tudingan Yoga tadi.


" Maaf, sepertinya kamu salah paham, apa yang kamu lihat tadi tidak seperti yang kamu pikirkan," Gavin mencoba menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi.


" Kau, jangan sekali lagi berani cari muka di depan istri saya!!" Geram Yoga menunjuk ke arah muka Gavin.


" Yoga, kamu jangan begini, Kak Gavin itu tulus nolong aku ..." Natasha terus berusaha meluruskan salah paham Yoga.

__ADS_1


" Tulus katamu? Apa kamu nggak sadar dia berani menyentuhmu? Apa kamu lupa jika pria inilah penyebab permasalahan ini?! Apa kamu lupa karena rasa cinta dia ke kamu, sampai dia mengkhianati istrinya?!" bentak Yoga.


" Saya tidak pernah mengkhianati Agatha, karena sebenarnya aku memang tidak punya cinta untuk dia," ungkap Gavin sejujurnya.


" Tak punya cinta? apa kau hanya mengejar hartanya saja?!" sindir Yoga tersenyum sinis.


" Yoga hentikan!! Kamu jangan sembarang bicara tentang Kak Gavin, dia tidak seperti yang kamu tuduhkan." Natasha dibuat geram melihat sikap Yoga.


" Oh ... sekarang kamu mulai membelanya, karena dia sudah mengeluarkan dua puluh lima milyar, lantas kau pantas membelanya? Dan kamu percaya alasan dia menikah tanpa cinta? Kalau dia tidak mencintai istrinya kenapa dia menikahinya kalau bukan karena materi, hahh?!" suara Yoga terdengar sinis.


" Memang apa salahnya menikah tanpa cinta? Memangnya kita menikah juga karena ada cinta? Kalau bukan karena papa yang meminta, kita juga tidak akan menikah seperti sekarang ini!" geram Natasha merasa kesal.


Yoga dan Gavin terkesiap mendengar kejujuran Natasha tentang pernikahannya. Yoga tidak menyangka kalau istrinya akan membuka cerita tentang awal pernikahannya, sedang Gavin merasa heran, melihat interaksi mereka berdua selama ini saat bersama terasa aneh untuknya kalau adik dan adik iparnya itu menikah tanpa dilandasi dengan cinta.


" Oh ... jadi karena kamu menganggap kita menikah tanpa cinta lantas kamu bisa selingkuh, begitu?" bentak Yoga.


" Astaga, siapa yang selingkuh, Yoga?!" mata Natasha sudah mulai memanas, tuduhan-tuduhan yang dilontarkan Yoga membuatnya susah untuk menahan air matanya.


" Yoga, cukup!! Tega sekali kamu menuduh aku seperti itu ..." bulir air mata akhirnya luruh di pipi Natasha.


" Saya rasa sebaiknya saya pamit, saya harap kalian menyelesaikan masalah kalian dengan kepala dingin." Gavin melangkah ke arah Yoga. " Mungkin dulu aku salah, tapi percayalah, saat ini aku tulus menolong adikku," Gavin menepuk bahu Yoga tapi dengan cepat Yoga menyingkirkannya.


" Kakak pulang dulu, Alexa. Jangan sungkan-sungkan hubungi ...."


" Tidak perlu repot-repot kamu mengurusi istri saya," ketus Yoga dingin.


Akhirnya Gavin pun melangkah pergi meninggalkan pasangan suami istri yang saat ini sedang dikuasai emosi.

__ADS_1


" Kenapa kamu lebih memilih menerima bantuan dia daripada aku?! Apa karena aku nggak punya uang banyak seperti dia, hahh?! Aku bisa minta tolong ke papih kalau aku bilang untuk modal usaha kamu di Bogor, pasti papih akan bantu, tapi kamu menolak dengan alasan mamih."


Natasha hanya memejamkan mata sambil menelan salivanya menghadapi pertanyaan-pertanyaan Yoga sementara air matanya terus mengalir membasahi pipi mulusnya.


" Aku ini suami kamu, Natasha. Walaupun dia sedarah dengan kamu, tapi yang lebih berhak atas kamu itu aku, melebihi orang tua kamu sendiri!"


" Melihat kamu memilih orang lain untuk menceritakan masalah kamu, aku merasa seakan tidak dianggap sebagai suami. Melihat kamu memilih orang lain untuk membantu kamu, aku merasa aku nggak dihargai sebagai seorang suami. Dan saat orang lain itu berhasil membantu kamu, aku benar-benar merasa gagal dan tidak berfungsi sebagai suami kamu. Lantas kamu anggap aku selama ini apa, Natasha?! Apa fungsi aku hanya mampu untuk menerima kebutuhan biologis saja sehingga aku dianggap tidak mampu menjalankan kewajiban lahir ku dan tanggung jawabku sebagai seorang suami?!"


Natasha memandang wajah suaminya yang penuh rasa kecewa, sementara air matanya tak mau berhenti mengalir.


" Apa aku terlalu egois jika aku hanya ingin aku saja yang menjadi dewa penolong mu? Apa aku terlalu egois jika aku tidak ingin ada pria lain yang berani menyentuh istriku? Apa aku terlalu berlebihan menginginkan itu?"


" Jujur aku sangat kecewa sama kamu Natasha, dengan tidak keterbukaan kamu terhadap masalah kamu ke aku, lantas apa fungsinya kita menikah? Apa fungsi aku sebagai suami kamu??Apa kamu menganggap aku hanya mampu berbagi kesenangan di ranjang semata?!"


" Aku benar-benar sangat kecewa ..." ucap Yoga sebelum akhirnya meninggalkan Natasha yang semakin terisak mendengar semua ucapan dan kepergian Yoga dari hadapannya.


*


*


*


Bersambung....


Butuh tissue nggak Mak? 🧻😭😭 part ini bacanya mesti pelan-pelan biar dapet feel nya


And jangan lupa ikutin novel aku yang lain ya🙏

__ADS_1



Happy Reading😘


__ADS_2