MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Honeymoon


__ADS_3

Natasha menghempaskan tubuhnya yang lelah di atas ranjang di sebuah kamar hotel milik Om David. Hanya beberapa jam saja meladeni tamu yang hadir di acara wedding party tadi, membuat kakinya terasa pegal.


" Mas, tolong pijat kaki aku." Natasha langsung meletakan betisnya di atas paha suaminya.


" Nggak gratis ini, loh, ya!" Yoga menyeringai.


" Beres ..." Natasha mengacungkan jempolnya, seakan mengerti apa imbalan apa yang diinginkan oleh suaminya itu.


" Kamu makin pintar sekarang, ya." Bukannya memijat, Yoga langsung mengalihkan betis Natasha dari pangkuannya. Dia malah langsung mengungkung Natasha dengan tubuh kekarnya.


" Eh, apa-apaan ini? Kerja belum sudah nagih komisi." Natasha mencebik. " Curang!"


Yoga langsung menyergap bibir Natasha yang sedang memberengut. " Memangnya kamu nggak suka, hemm?" Yoga kini menciumi leher jenjang istrinya.


" Suka, aku suka banget, kok. Tapi kakiku pegal, Mas. Kalau kamu pijat kaki aku dulu, aku kasih porsi double, deh." Natasha memberikan penawaran. Seketika Yoga menghentikan aktivitasnya dan menatap wajah Natasha.


" Bener, nih?" Yoga mengeryitkan keningnya.


Natasha merangkum wajah suaminya. " Serius, Sayangku ..." Kemudian dia mengecup singkat bibir suaminya. " Ayo cepat pijat dulu, biar aku nanti mainnya maksimal, loh."


Yoga pun akhirnya melepas kungkungan nya dan kembali terduduk. Natasha yang melihat suaminya telah membebaskannya langsung mengganti posisi tidurnya jadi tengkurap.


" Cepat, Mas. Betis aku pegal banget."


" Sabar, cerewet!" Umpatan Yoga membuat Natasha terkekeh.


" Mas, benar kamu pernah ketemu sama Lidya?" tanya Natasha saat suaminya itu mulai memijatnya.


" Perasaan aku, sih. Nggak pernah ketemu. Katamu dia tinggal di luar negeri, kan?"


" Iya, mungkin dulu sebelum dia ke LA pernah ketemu, gitu?"


" Nggak, deh. Aku nggak pernah lihat dia. Mungkin


saja ada orang yang mirip sama aku gitu, terus ketemu sama dia."

__ADS_1


Natasha memutar kepalanya, menoleh ke arah Yoga. " Suami aku ini mukanya nggak pasaran. Aku nggak mau ada orang yang mirip sama kamu. Aku takut nanti tergoda," kelakar Natasha terkekeh.


" Apa kamu bilang?" Yoga langsung menggelitik paha Natasha hingga Natasha kegelian.


" Aku takut tahu, Mas. Kalau ada orang bilang tiba-tiba pernah lihat kamu, di mana, ya? Eh, kamu 'kan suaminya itu, eh, kamu 'kan sudah punya anak dan istri, kok bisa nikah lagi sama Natasha." celoteh Natasha.


" Jangan ngaco, deh, Yank! Kamu tahu sendiri aku masih sendiri sebelum menikah dengan kamu. Jangankan anak istri, pacar saja aku nggak ada waktu itu. Kamu juga 'kan sudah tahu keluarga besar aku. Kita juga bahkan sampai mengadakan pesta mewah ini. Ini menandakan kalau aku itu cuma suami kamu. Nggak ada wanita lain yang memiliki aku selain kamu. Jangan suka berpikir yang aneh-aneh, deh," ungkap Yoga menenangkan hati istrinya.


Tak ada reaksi apa-apa dari Natasha atas perkataan yang diucapkan oleh Yoga. Juga tak ada kalimat lain yang terucap dari bibir Natasha membuat Yoga menoleh ke arah wajah istrinya, yang saat ini telah memejamkan matanya.


" Yaaa, malah tidur ... curang banget kamu, Yank," gerutu Yoga, tapi dia tetap memberikan kecupan di pipi Natasha lalu dia menyelimuti tubuh istrinya itu. Tak lama dia pun merebahkan tubuhnya yang juga sama-sama penat.


***


.Reethi Beach, Maldives


" Masya Allah, indah banget sunset nya, Mas." ucap Natasha merasa takjub akan keindahan yang dilukiskan Sang Penguasa Alam semesta, saat mereka berdua sedang menikmati sunset di pantai itu.


Yoga melingkarkan tangannya di pinggang Natasha, dia memeluk tubuh istrinya itu dari belakang." Iya indah banget, seperti mahluk yang ada di depan aku ini." Yoga mencium ceruk leher Natasha sembari meninggalkan gigitan kecil di sana. " Terima kasih, Sayang. Terima kasih telah hadir di dalam kehidupan aku." Tak henti dia memberikan ciuman bertubi-tubi kepada istrinya.


" Rasanya ingin menelan*jangi kamu lalu bercinta di pinggir pantai ini," bisik Yoga saat mereka menjeda pagutannya.


" Coba saja kalau berani." tantang Natasha menggoda.


" Tentu saja aku berani." Yoga menyeringai.


" Gila kamu, Mas." Natasha mencubit pinggang Yoga.


" Tapi aku tak rela apa yang sudah menjadi milikku dilihat orang lain." Yoga kembali melu mat bibir manis istrinya itu, seraya mengangkat tubuh Natasha kemudian berjalan menjauhi bibir pantai tanpa menjeda pagutan mereka.


***


" Mas kamu ingin kita punya anak berapa?" tanya Natasha saat mereka kini berada dalam satu bathtub dengan posisi Natasha membelakangi mereka saat mereka melakukan pergumulan setelah mereka sampai dari pantai.


" Aku ingin punya banyak anak, Yank. Biar suasana rumah kita jadi ramai." Tangan Yoga melakukan gerakan menyabuni punggung mulus Natasha.

__ADS_1


" Banyak nya berapa? Aku nggak mau kaya kucing, dikit-dikit melahirkan," protes Natasha.


" lebih dari satu," Kini tangan Yoga sudah berpindah ke bagian depan, memainkan dua bongkohan favoritnya dan bermain di puncaknya.


" Uuugggghh, Mas ...." Natasha sampai menengadahkan kepala, menyadarkan ke bahu suaminya.


" Kenapa, hemm? Enak, kan?" Yoga menjelajahi leher Natasha dengan tangan tak henti aktivitas. Bahkan satu tangannya sudah bergerilya di inti Natasha.


" Mas ... Akkhhh ..." Natasha sampai menarik rambut Yoga saat dia merasakan gelenyar akibat permainan Yoga.


" Kenapa, Sayang?" bisik Yoga kemudian menggigit cuping telinga Natasha.


" Aku mau lagi," desis Natasha menahan gairah yang menbali muncul.


" Mau apa?"


" Yang tadi?"


" Yang tadi itu apa, sih? Jelasin, dong." goda Yoga menyindir.


," Make love."


" Make love itu apa, sih?' kembali Yoga menggoda.


" Kamu itu mesum, nggak mungkin nggak tahu." Natasha mencebik. membuat hasratnya yang tadi membuncah, menguap seketika.


" Sudah, ah. Awas ... aku mau berbilas." Natasha bangkit dan berjalan ke arah shower untuk membersihkan sabun yang menempel di tubuhnya.


Natasha membuka shower dan membiarkan air dari shower itu meluruhkan busa sabun dari tubuhnya.


Namun tiba-tiba Yoga memeluknya dari belakang. Hingga tubuh mereka sama-sama terguyur air dari shower. Tak lama kemudian Yoga merapatkan tubuh istrinya ke dinding kamar mandi. Dan dengan sedikit membuka paha dari istrinya, segera dia hujamkan senjata mematikan andalannya untuk menyerbu daerah jajahan milik Natasha. Hingga saat ini tidak hanya suara kucuran air. Tapi juga suara lenguhan, desahan dan erangan dari mulut Yoga dan Natasha. Hingga akhirnya mereka kembali mendapatkan pelepasan.


" Semoga ini bisa cepat menjadi janin di perut kamu." Yoga kembali menyergap bibir Natasha masih penuh gairah yang seakan tak pernah padam.


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2