MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Karena Dia Itu Suamiku


__ADS_3

Sementara itu, sekitar sepuluh menit setelah Natasha keluar dari butiknya menuju rumah orang tua Andra, Yoga menjalankan motornya menuju arah Alexa Butique, rencananya dia ingin mengajak makan istrinya itu sebagai ganti rencana makan siang mereka yang beberapa kali tertunda. Yoga berinisiatif untuk segera menyelesaikan salah paham itu.


Yoga yang merasa sudah terbiasa dengan kehadiran wanita itu dalam kehidupannya sehari-hari, merasa ada yang beda ketika harus berjauhan apalagi tak bertegur sapa seperti ini.


Yoga yakin Natasha pun sudah tak sepenuhnya marah terhadap dirinya, mengingat yang dikatakan Bi Surti di telepon tadi, yang mengatakan jika Natasha langsung sedih waktu dengar dirinya pergi dari apartemen milik wanita itu.


Yoga membayangkan dua malam yang terlewatkan tidak bersama dengan istrinya itu, mestinya dua malam itu bisa mereka lewatkan dengan kehangatan dan penuh gairah. Yoga tersenyum sembari menggelengkan kepala membayangkan hal itu,


Dengan semangat empat lima Yoga menuju butik milik Natasha, tapi semangatnya itu sedikit mengendur saat memasuki halaman butik, mobil istrinya itu tak terparkir di sana.


" Siang, Pak. Ibu Natasha ada, Pak?" tanya Yoga kepada Pak Joko tanpa turun dari motornya.


" Ibu baru saja keluar, Mas ..." jawab Pak Joko.


Yoga tercenung sesaat mendapatkan jawaban yang mengecewakan dari satpam itu.


" Eh, ada Mas Yoga, Mau ketemu Bu Nat, ya?" Tiba-tiba Sinta muncul di pintu masuk.


" Iya." Yoga menyunggingkan senyuman di bibirnya, membuat Sinta mengerjapkan matanya kagum atas keindahan yang dilihatnya.


" Kamu tahu dia pergi ke mana?" tanya Yoga segera membuyarkan keterpesonaan Sinta kepadanya.


" Tadi sih Ibu dapat telepon dari Mamanya Pak Andra, terus Ibu keluar deh bilangnya mau ke sana." ujar Sinta jujur.


Yoga mendengus kesal mendengar Natasha saat ini pergi menemui Andra, air mukanya seketika berubah, ada rasa kesal mendengar istrinya itu kembali menemui Andra.


" Ya sudah, saya permisi kalau begitu." Yoga langsung meninggalkan Alexa Butique meninggalkan suara deru mesin motor yang memekakkan telinga, menandakan jika dia itu dalam posisi marah.


" Astaga, aku salah ngomong." Sinta langsung memukul mulutnya sendiri, dia meruntuki dirinya karena merasa sudah keceplosan mengatakan hal yang memang sebenarnya terjadi itu, bisa memicu kesalah pahaman antara Yoga dan Natasha.


***


Sekitar jam dua Natasha kembali ke butiknya, setelah dia membujuk dan memohon kepada Tante Melly, akhirnya Mamanya Andra itu bersedia membatalkan rencananya melaporkan Yoga ke Polisi atas kekerasan yang dilakukan suaminya terhadap mantan calon tunangannya itu.


" Bu, Bu ..." Panggil Sinta saat melihat kedatangan Natasha.


" Ada apa, Sin?" Natasha menoleh ke arah Sinta.


" Tadi Mas Yoga ke sini, Bu."


Mata Natasha langsung berbinar saat mendengar informasi yang diberikan sekretarisnya itu.

__ADS_1


" Tapi maaf ya, Bu. Sepertinya saya salah bicara, soalnya saya lihat Mas Yoga langsung pergi begitu saya bilang Ibu ke rumah Pak Andra." Nada penyesalan terdengar dari kalimat yang dilontarkan Sinta.


Natasha terdiam, menghela nafas sesaat. " Ya sudahlah, Sin ..." ucapnya lalu melangkah menuju ruang kerjanya.


Natasha merebahkan tubuhnya di atas sofa, lalu meraih ponselnya, dia tak melihat ada pesan masuk atau panggilan dari suaminya itu. Natasha lalu mengklik foto profil Yoga di kontak WhatsApp nya, dipandanginya wajah tampan pria yang belum genap sebulan menikahinya. Natasha mengusap lembut foto wajah Yoga, jarinya kini terarah ke bagian bibir Yoga, dia memejamkan matanya, seakan masih terasa olehnya setiap kecupan dari bibir itu yang menyalurkan rasa yang tak bisa diungkapkan oleh kata-kata.


Natasha merasa jika dia mulai merindukan sentuhan demi sentuhan dari suaminya itu, dia merasa jika dia mulai membutuhkan kemesraan dan cumbuan yang sering Yoga berikan terhadapnya.


" Ah, gila ... kenapa aku ikutan jadi mesum gini, sih?" gumam Natasha, tapi senyuman tetap mengembang di bibirnya.


" Yang aku rasakan ini apa? Kenapa aku merasa aku mulai ketergantungan terhadap kehadirannya? Kenapa aku mulai merasa tidak betah jika harus berjauhan dengannya? Kenapa aku merasa sakit jika melihat dia bersikap mesra kepada wanita lain? Kenapa aku marah saat dia lebih mementingkan wanita lain daripada aku? Apa aku sudah jatuh hati terhadapnya? Apa secepat itu hatiku berubah haluan?" Batin Natasha mencoba mencari jawaban apa yang sebenarnya telah terjadi dengan hatinya belakangan ini.


***


Keesokan harinya Natasha berniat menemui Yoga di kampusnya, dia menunggu di dalam mobilnya di depan kampus Yoga, dia sengaja tidak memberikan kabar kepada suaminya itu jika ingin menemui pria itu. Mata Natasha sibuk mencari-cari sosok pria yang itu keluar dari gerbang kampus di antara beberapa mahasiswa yang keluar dari sana, tapi dia tak juga menjumpai Yoga, justru kini matanya menemukan sosok wanita yang dia kenal sedang bersama temannya kini berjalan ke arah mobilnya terparkir. Dengan bergegas Natasha turun dari mobilnya itu.


" Adelia ...!"


Adelia yang saat itu berjalan bersama Fira langsung menoleh ke asal suara yang memanggilnya. Adelia terkesiap mendapati Natasha yang memanggil dan berjalan mendekatinya


" Kak Natasha??"


" Masih ingat aku rupanya." ucap Natasha dingin.


" Siapa dia, Del?" tanya Fira berbisik.


" Dia calon tunangan Mas Andra ..." bisik Adel membalas Fira.


" Oh ... jadi ini pelakornya!!" seru Fira dengan nada tinggi membuat Natasha dan Adelia tersentak, bahkan beberapa orang yang lewat di sekitar situ langsung menoleh ke arah mereka bertiga. " Dia yang sudah membuat Mas Andra ninggalin lo?"


" Fira ...!" Adelia langsung menarik tangan Fira yang hendak mendekat ke arah Natasha.


" Apa maksud ucapanmu tadi?!" Natasha yang dituding Fira mendadak emosi.


" Lo itu pelakor di antara Andra dan Adel ...!" tunjuk Fira tak kalah emosi


" Fira ...!!"


" Aku??" Tunjuk Natasha ke dirinya sendiri. " Apa kamu nggak salah ngomong?? Yang ada itu dia yang sudah merusak hubungan aku dengan Andra!"


" Lo yang nggak tahu malu, sudah ditolak-tolak masih ngejar-ngejar terus. Sekarang cara licik apa yang lo pakai, sampai bikin Mas Andra mutusin Adel?! Nggak ada harga diri, ngemis-ngemis cinta, nggak laku lo, ya?!" sindir Fira pedas.

__ADS_1


" Kamu jangan asal bicara, ya!" Tangan Natasha mengepal, rasanya ingin meremas-remas mulut Fira dengan tangannya.


" Dasar pelakor nggak tahu diri!" sindir Fira lagi.


" Yang pantas disebut pelakor itu dia!" tunjuk Natasha ke arah Adelia, sontak membuat wajah Adelia memucat, menjadi tontonan orang-orang saja sudah membuatnya malu, apalagi dituduh sebagai pelakor.


" Lo jangan sembarangan fitnah teman gue!" Fira siap menyerang Natasha tapi Adelia mencegahnya.


" Fira sudah hentikan! Malu ditonton orang-orang," cegah Adelia mencengkram lengan Fira.


" Aku nggak fitnah, aku bilang yang sebenarnya. Dulu dia menggoda Andra, sekarang teman kamu itu mencoba menggoda Yoga. Apa namanya kalau bukan pelakor?!" Natasha membalas sindiran Fira.


" Yoga?? Maksud lo, Kak Yoga?? Tunggu-tunggu, kalau yang lo maksud itu Kak Yoga, berarti Lo harus hadapi gue juga!" Seru Fira.


" Memangnya kamu siapa, mesti aku hadapi segala?!"


" Gue calon pacarnya Kak Yoga!"


Natasha membulatkan matanya, sejurus kemudian tawa yang keluar dari mulutnya. " Aku nggak salah dengar?! Berarti kamu juga pelakor dong, calon pelakor tepatnya, karena belum dianggap pacar sama Yoga, kan?? Cocoklah pelakor temenannya sama pelakor."


" Kurang ajar, lo!!" Fira mendorong bahu Natasha dengan kedua tangannya hingga membuat Natasha terhuyung ke belakang. " Berani banget ngatain kita pelakor." Fira lalu menyerang Natasha dengan menarik rambut panjang Natasha hingga membuat Natasha meringis, tapi kemudian Natasha pun balas menarik rambut Fira, dan akhirnya terjadilah aksi saling tarik dan cakar antara Natasha dan Fira yang membuat tubuh mereka akhirnya terjatuh tanpa melepas serangan masing-masing.


Kejadian itu makin menarik perhatian mahasiswa lain di sekitar situ, mereka bukannya melerai tapi malah bersorak, mereka menyoraki dua wanita yang sedang bertarung layaknya arena sambung ayam.


Sementara Adelia yang terlihat kerepotan mencoba melerai, berteriak-teriak histeris menyuruh mereka berhenti, akhirnya aksi Adelia itu berhasil menghentikan aksi bar-bar Natasha dan Fira.


" Kalian ini apa-apaan, sih? Kalian nggak malu jadi tontonan banyak orang?!" geram Adelia.


" Gue cuma mau kasih pelajaran nih cewek, biar pinter dikit omongannya, nggak asal nuduh ngatain kita pelakor!" ketus Fira masih dengan nafas tersengal-sengal. " Dan apa maksud lo sebut-sebut nama Kak Yoga? Gue peringati lo, jangan coba-coba rebut Kak Yoga dari gue. Gue nggak selemah Adelia!" ancam Fira.


Natasha kembali tergelak mendengar ancaman Fira. " Nggak ngaca kamu, ya! Yang mestinya jangan dekat-dekat Yoga itu kamu, bukan aku! Aku berhak larang kamu dekat-dekat dia, karena dia itu suamiku!!" tegas Natasha mantap penuh percaya diri.


*


*


*


Author POV : Duh Neng Tata, kalo tau gitu, mau Mak Author pinjemin toa biar pengumumannya kedengeran se erte😂😂


Bersambung...

__ADS_1


Happy Reading😘


__ADS_2