
Adelia memperhatikan seorang pria yang baru saja muncul dari arah tangga.
" Natasha ada?" Pria itu kemudian bertanya kepada Adelia.
" Oh, Hmmm ... maaf, bapak siapa, ya? Apa sudah ada janji dengan Ibu Natasha?" tanya Adelia pada pria di depannya itu.
" Saya sepupu suaminya Natasha. Tadi saya sudah telepon, kok." Pria itu menjawab pertanyaan Adelia.
" Oh, silahkan tunggu sebentar." Adelia mempersilahkan pria itu untuk duduk di sofa tunggu. " Ibu sedang ada tamu."
" Baik, terima kasih." Pria itu menyahuti.
Adelia melangkah mendekati ruang kerja Natasha, hari ini kebetulan Sinta ijin tidak masuk kerja.
Tok tok tok
Adelia membuka pintu ruangan Natasha.
" Permisi, Bu. Maaf mengganggu. Ada tamu katanya sepupu dari Pak Yoga di luar," ucap Adelia.
" Oh, suruh tunggu sebentar, Del." Natasha menyahuti. " Sebentar ya, Bu Yani," pamit Natasha setelah Adelia keluar ruangannya. Natasha langsung mengendong Azkia yang sedari tadi asyik bermain di matras playmat bersama Alden.
" Alden, ayo di depan ada Om Hesa." Natasha kemudian menggandeng tangan Alden menuntunnya agar mengikutinya ke luar ruangan.
" Hallo, Om Hesa ..." sapa Natasha kepada Mahesa, sepupu dari Yoga saat dia sampai di luar ruangannya.
" Hai, Kia ..." Mahesa kemudian bangkit saat melihat Natasha.
" Om Heca ..." teriak Alden seraya berlari menghambur ke arah Mahesa.
" Wow ... jagoan Om sudah besar, nih." Mahesa langsung menangkap tubuh Alden dan menggendong Alden di lengannya.
" Mas Yoga biasanya setengah jam lagi sampai kok, Hes," ujar Natasha.
" Nggak apa-apa, kan sudah ditemani Yoga junior di sini." Mahesa mencium gemas pipi Alden, membuat Azkia yang ada dalam gendongan Natasha menggeliat minta digendong Mahesa juga.
" Azkia minta digendong Om Hesa juga, nih." Natasha menyodorkan tubuh Azkia yang terlihat merentangkan tangannya ke arah Mahesa.
" Azkia mau gendong Om juga, ya? Sini gendong Om Hesa." Mahesa mengambil Azkia dengan tangan kanannya dan meletakkan di lengannya. Hingga saat ini kedua lengan Mahesa penuh dengan kedua anak Yoga.
" Kalau kamu punya anak lagi mesti taruh di pundak aku nih, Ta." sindir Mahesa.
" Kenapa aku? Mestinya kamu, dong, Hes. Kamu itu sudah pantas jadi Daddy tahu, nggak?! Kapan mau nikah coba?" cibir Natasha kemudian masuk kembali ke ruangannya untuk meneruskan perbincangannya dengan Bu Yani tadi.
Seperempat jam berlalu, setelah tamu dari Natasha pergi ...
" Karyawanmu yang di depan itu, siapa namanya?" tanya Mahesa kepada Natasha saat mereka sudah berada di ruang kerja Natasha.
__ADS_1
Natasha melirik ke arah luar ruangannya. " Siapa? Adelia, maksudmu?" Natasha menyeringai. " Naksir, ya?" ledek Natasha usil.
" Cantik ..." sahut Mahesa.
Natasha memutar bola matanya. " Sama-sama masih sedarah jadi seleranya sama," cibirnya kemudian.
" Maksudnya?" Mahesa tak paham maksud perkataan Natasha.
" Papanya Alden 'kan pernah naksir dia, Hes," ucap Natasha sambil menciumi pipi gembil Azkia yang tertidur di pangkuannya.
Mahesa membulatkan matanya. " Serius? Yoga pernah naksir dia?"
Natasha menganggukkan kepala menjawab rasa tak percaya Mahesa.
" Tapi kamu kok mau mempekerjakan dia di sini? Nggak takut Yoga selingkuh?" Mahesa terkekeh.
" Coba saja kalau dia berani selingkuh." tegas Natasha. " Papanya Alden itu 'kan sudah cinta mati sama aku, dong." Mahesa hanya menggelengkan kepala menanggapi sikap narsis Natasha.
" Dia sudah menikah belum?" tanya Mahesa lagi.
" Serius mau aku jodohin sama dia?" Natasha nampak bersemangat. " Dia masih single, sih. Anaknya baik, kok. Dan dia itu sebenarnya mantan rivalku," Natasha terkekeh.
" Karena rebutin Yoga?" tebak Mahesa karena mendengar cerita Natasha tadi.
" Isshh ... bukanlah." Natasha mengelak.
" Dia itu mantan pacarnya mantan calon tunangan aku. Iisshh ... gimana sih jelasinnya? Jadi dulu aku punya calon tunangan, nah calon tunanganku itu malah pacaran sama dia." Natasha mencoba menerangkan.
" Rumit amat kisah cinta kalian, putar-putar ke situ-situ juga orangnya." Mahesa terkekeh. " Lalu setelah kamu sama Yoga, kenapa nggak balikan sama mantanya itu?" Mahesa tertarik mengetahui lebih jauh tentang Adelia.
" Mantannya itu sekarang sudah ada cewek lagi, deh."
" Hmmm, masih update soal mantan tunangan juga kamu, Ta?" sindir Mahesa.
Natasha memutar bola matanya kembali. " Gimana nggak mau update, mama mantan calon tunanganku itu ternyata teman mamih dulu. Terus juga dia sepupuan sama Kak Gavin."
Mahesa langsung tergelak. " Ya ampun, ternyata dunia ini terasa sempit sekali untukmu, Ta."
Natasha mengedikkan bahunya. " Ya seperti itulah."
***
Natasha memandangi kartu undangan pernikahan yang tadi diserahkan Bu Ratna kepadanya.
" Apa itu, Yank?" Yoga langsung meraih surat undangan dari tangan Natasha.
" Undangan pernikahan Andra." Natasha menyahuti.
__ADS_1
" Akhirnya menikah juga mantan pria yang pernah kamu cintai itu ...."
" Issshh ..." Natasha memutar bola matanya.
Yoga mengamati undangan itu dan membaca inisial nama calon mempelai yang berinisial A&N
" A dan N, Andra dan Natasha, mungkin kalau kamu jadi nikah sama dia pakai inisialnya seperti itu ya, Yank?" Yoga terkekeh meledek istrinya yang langsung mencebikkan bibirnya.
" Apaan, sih?!"
" Nggak usah dimajuin gitu dong bibirnya, mau aku cium?" Yoga langsung memeluk tubuh Natasha dan nenggelamkan wajahnya di ceruk leher Natasha.
" Mas geli ..." Natasha merasa geli dengan rambut yang tumbuh di sekitar dagu dan atas bibir Yoga.
" Tapi kamu suka, kan?" Yoga langsung membaringkan tubuh istrinya kemudian menindihnya.
" Mas, oh astaga ... tadi siang 'kan sudah." Natasha memprotes saat Yoga sudah mulai menciumi bibirnya dan tangannya mulai melucuti kancing baju tidur yang dikenakan Natasha.
" Itukan siang, ini sudah malam ..." Yoga kembali melu mat bibir ranum yang tak pernah bosan dirasakannya. " Tubuh kamu ibarat vitamin untukku, Yank. Tiap kali habis menyentuhmu, rasanya aku menjadi semangat jalani apapun."
" Dasar pria mesum ...."
Yoga terkekeh. " Mesum juga suami kesayangan kamu, kan?" Yoga kini meloloskan pakaiannya sendiri dari kepala, dan mulai dengan rakus menjelajahi kedua bongkahan milik Natasha hingga membuat Natasha melenguh.
" Kamu benar-benar ya, Mas."
Tanpa menghentikan menjelajahi bongkahan itu, Yoga melirik ke arah istrinya, semakin memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat tubuh Natasha menggelinjang.
" Mas ..." lirih Natasha yang kini mulai diserbu kabut gairah.
" Kenapa, hemm?"
" Cepat tuntaskan aku sudah nggak tahan."
Yoga menyeringai. " Tidak semudah itu, sayang. Aku ingin menyiksamu malam ini." Yoga kembali menyantap dengan rakus bibir Natasha hingga mereka saling bertukar saliva.
" Mas, cepat ...."
" Sabarlah dulu, nikmati saja permainanku ..." Yoga benar-benar tidak ingin melepaskan Natasha. Hingga satu jam bergumulan itu terjadi, hingga berkali-kali Natasha merengek, akhirnya penyatuan itu berkali-kali Yoga lakukan kepada istri tercintanya itu. Dengan penuh rasa sayang dan cinta yang semakin lama semakin membuncah.
" Aku harap ini akan jadi next Yoga junior di sini." Yoga mengecup perut Natasha sebelum akhirnya menyalurkan cairan hangat ke rahim Natasha dan melepas penyatuan mereka.
Bersambung ...
Tata&Yoga ~ Couple Hot🔥🔥🔥
Happy Reading❤️
__ADS_1