MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Sedang Apa Kamu Di sini?


__ADS_3

Natasha berlari kecil memasuki sebuah Restoran Western. Adanya kecelakaan kendaraan lain di jalan tadi membuat jalanan macet dan membuatnya terlambat bertemu dengan Nyonya Agatha siang ini. Ini adalah ketiga kalinya pertemuan dengan wanita itu. Natasha sangat menyukai rancangan-rancangan maxi dress yang kemarin ditunjukkan Nyonya Agatha di kediamannya. Dia merasa akan banyak wanita berhijab yang akan tertarik menggunakan maxi dress rancangan Nyonya Agatha.


" Siang Nyonya Agatha, maaf sekali saya telat," sapa Natasha ketika sampai di meja yang dipesan oleh Nyonya Agatha. Untungnya Natasha sempat mengirimkan foto kemacetan lalu lintas akibat adanya insiden kecelakaan kendaraan lain, sehingga Nyonya Agatha bisa memaklumi.


" Tidak apa-apa, Nona Natasha. Silahkan, saya sudah pesankan makanan untuk Anda tadi sekalian," jawab Nyonya Agatha tersenyum ramah mempersilahkan Natasha duduk.


Natasha memposisikan duduknya di depan Nyonya Agatha. Pandangannya kini teralihkan pada sosok pria muda yang duduk di samping kanan Nyonya Agatha yang juga sedang menatapnya dengan tatapan mata sulit diartikan.


" Oh ya Nona Natasha, perkenalkan ini suami saya Gavin. Honey, ini Nona Natasha Alexandrina yang pernah aku ceritakan, dia pemilik Alexa Boutique, yang ingin aku ajak kerjasama,"


Natasha sedikit melebarkan bola matanya. Pria yang dikenalkan Nyonya Agatha sebagai suaminya itu. jika dilihat dari wajah dan penampilannya, dia memperkirakan usianya mungkin tak beda jauh dengan dirinya, sedangkan Nyonya Agatha, dia wanita dewasa berumur di atas empat puluh tahun.  Apakah Nyonya Agatha memang menikah dengan pria yang lebih muda darinya?


" Senang bertemu dengan Anda, Nona Alexa. Bolehkah saya memanggil Anda dengan nama Alexa sesuai dengan nama butik Anda?" ucap Gavin seraya tersenyum dan mengulurkan tangannya ke arah Natasha.


" Oh ... silahkan, Tuan Gavin. Terserah Anda saja lebih nyaman memanggil saya dengan nama apa." Natasha menyambut uluran tangan Gavin


Natasha merasakan jemari Gavin mengelus punggung tangannya, membuat dia buru-buru menarik tautan tangan mereka. Natasha sempat melihat seringai di sudut bibir pria berahang tegas itu.


" Honey, Nona Natasha sudah sampai, aku rasa kau bisa meninggalkan kami sekarang." Nyonya Agatha berucap lembut sambil mengusap pipi suaminya itu.


" Hmmm ... baiklah, aku pergi dulu. Aku akan menjemputmu nanti." Gavin mendekatkan wajahnya ke wajah Nyonya Agatha dan mengecup singkat bibir Nyonya Agatha, membuat Natasha langsung mengalihkan pandangannya, merasa sedikit malu mendapati interaksi intim pasangan suami istri tersebut.


" Saya pamit Nona Alexa ..." Gavin melemparkan senyum tipis kemudian berlalu meninggalkan Natasha dan istrinya berdua.


" Nona Natasha pasti terkejut melihat suami saya masih muda, ya?" Nyonya Agatha terkekeh, sepertinya mengerti apa yang ada di benak Natasha.


" Ah ... itu, hmmm ... maaf, Nyonya. Iya sedikit terkejut." Natasha merasa tak enak hati mengatakannya.


" Dia memang masih muda, baru berusia dua puluh delapan tahun, usia kami terpaut delapan belas tahun," ujar Nyonya Natasha menerangkan.

__ADS_1


" Usia tidak menjadi kendala jika sama-sama saling mencintai, Nyonya," tutur kata Natasha terdengar bijak. " Sudah lama kalian menikah?"


" Ini tahun ketiga ...."


" Semoga langgeng ya, Nyonya."


" Aamiin, terima kasih Nona Natasha. Oh ya, soal rencana membuka outlet di daerah Bogor, minggu depan saya akan transfer dana sepuluh milyar dulu ya, Nona."


Natasha membelalakkan matanya, dia tidak menyangka jika wanita paruh baya ini benar-benar antusias sekali ingin bekerjasama dengannya. Uang milyaran bukanlah jumlah yang sedikit, dan wanita itu dengan mudahnya menanamkan modal ke usaha yang dikelolanya.


" Maaf, Nyonya. Apa ini terlihat tidak terburu-buru? Kita baru bertemu beberapa kali saja, tapi Nyonya sudah berani menanamkan dana sebanyak itu kepada saya."


Nyonya Agatha tersenyum. " Saya percaya Anda, Nona. Di usia Nona Natasha yang masih tergolong muda ini, Nona sudah mempunyai usaha sendiri, dan sudah punya cabang di beberapa tempat di ibu kota ini. Jadi, bagaimana bisa saya meragukan Anda, Nona?!"


Natasha tersenyum, pujian-pujian seperti yang Nyonya Agatha lontarkan inilah yang melecutnya sehingga membuatnya semakin bersemangat untuk mengembangkan bisnisnya.


****


" Permisi, Pak. Saya membawakan pesanan atas nama Ibu Sinta." Yoga menyodorkan bungkusan makanan itu kepada satpam yang berjaga di depan.


" Sudah dibayar atau belum, Mas?" tanya Pak Joko, satpam yang jaga di sana.


" Belum, Pak. Pembayarannya pakai tunai, delapan puluh tujuh ribu ..." ucap Yoga


" Sebentar ya, Mas. Silahkan tunggu dulu!" Pak Joko masuk ke dalam butik membawa pesanan makanan Sinta.


Sementara Yoga menunggu di depan pintu masuk butik, matanya melirik jam tangan yang sudah menunjukkan pukul delapan belas lewat tiga puluh menit. Setelah ini dia mesti segera mencari Masjid untuk melaksanakan ibadah sholat maghrib.


Pandangan mata Yoga teralihkan ketika sebuah mobil Alphard putih memasuki halaman butik. Tak lama seorang wanita turun dari mobil itu, Wanita yang mengenakan Peplum dress tanpa lengan berwarna putih dengan bentuk ruffle di pinggang dengan panjang dress selutut dan belahan setengah pahanya menampakan keindahan lekuk tubuh pemilik tubuh berkulit putih mulus itu.

__ADS_1


Wanita cantik itu berjalan dengan elegan ke arah pintu masuk butik di mana Yoga berdiri menunggu, sementara matanya fokus pada ponsel yang dipegangnya. Yoga langsung memalingkan wajahnya sangat mengenali wajah wanita itu. berharap wanita itu tidak mengenalinya. karena dia malas berurusan lagi dengan wanita yang dianggapnya sombong itu.


" Awww ...!" Natasha memekik, karena saking serius membalas chat salah satu temannya, dia sampai tidak memperhatikan di depannya dan menabrak seseorang yang sedang berdiri menghalangi langkahnya.


Yoga yang ditabrak Natasha pun mau tak mau menatap ke arah Natasha.


" Kamu ...?!" Natasya tersentak. " Sedang apa kamu di sini?? Kamu mau mencuri, ya?!" tuduh Natasha. " Pergi sana!! Pergi ... pergi ...!" Natasha memukul berkali-kali tubuh Yoga dengan Quilted bag nya.


" Eh, mbak - mbak, saya bukan pencuri! Saya mengantar pesanan makanan ke sini!" bantah Yoga kerepotan menghadapi serangan-serangan Natasha, belum lagi teriakan-teriakan Natasha yang membuat orang yang lalu lalang memperhatikannya.


" Bohong ...! Kamu pasti mau membalas dendam, kan? Pak Joko ...! Pak Joko ...!!" teriak Natasha memanggil satpamnya.


" Ibu kenapa, Bu? Ada apa??" Dua orang karyawan butiknya langsung keluar saat mendengar teriakkan Boss nya.


" Pak Joko mana? Kenapa di depan nggak ada yang jaga?!" geram Natasha.


" Ada apa, Bu?" Pak Joko tergopoh-gopoh menghampiri Natasha.


" Bapak kemana saja?! Bukannya jaga di depan! Nih,ada orang mencurigakan. siapa tau dia mau mencuri barang di butik kita!"


" Astaghfirullahal Adzim, Mas ini tadi mengantar pesanan makanan punyanya mbak Sinta, Bu ..." ungkap Pak Joko menjelaskan


Natasha menaikkan dagunya melirik ke arah Yoga. " Mana aku tau dia mengantar pesanan ..." lanjutnya melenggang masuk ke dalam butik tanpa merasa bersalah dan tanpa mengucapkan kata maaf.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung....


Happy Reading😘


__ADS_2