MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
If I Ain't Got You


__ADS_3

Some people want it all...


But I don't want nothing at all...


If it ain't you, baby...


If I ain't got you, baby...


Some people want diamond rings...


Some just want everything...


But everything means nothing...


If I ain't got you...


Natasha ikut bernyanyi mengikuti alunan lagu yang terdengar di Audio mobilnya sambil sesekali melirik dan mencolek dagu si pengemudi mobilnya itu, membuat orang yang mengemudi itu. tersenyum lebar.


" Tumben banget, aku baru dengar kamu nyanyi, lumayan juga suara kamu itu ternyata." Yoga memuji suara istrinya itu.


Some people search for a fountain...


Promises forever young...


Some people need three dozen roses...


And that's the only way to prove you love them...


Hand me the world on a silver platter...


And what good would it be...


With no one to share,..


With no one who truly cares for me...


Natasha seolah tak perdulikan ucapan suaminya, dia masih asyik bernyanyi sambil menggerakkan kepala dan tangan menyilang di dadanya seakan menghayati lagu yang dia nyanyikan.


" Kamu senang banget sih kelihatannya," ucap Yoga lagi melihat tingkah laku istrinya saat ini.


" Dengar lagu ini kok aku merasa melihat diri aku sendiri ya, Ga."


Yoga menautkan alisnya sekilas melirik ke arah Natasha karena dia mesti fokus ke jalanan di depannya.


" Everything means nothing, if I ain't got you ..." Natasha menghela nafas perlahan. " Aku bersyukur banget dipertemukan Tuhan dengan kamu, Ga. Mungkin kalau dulu kita nggak bertemu, aku masih sesat seperti dulu ...."


Yoga terkekeh mendengar curahan hati Natasha.


" Mungkin aku masih menjadi aku yang dulu, tak pernah bisa menghargai orang lain, yang sombong, yang angkuh, yang menganggap segala sesuatu bisa ...."

__ADS_1


" Dibeli dengan uang ..." Natasha dan Yoga mengucapkan kata-kata itu bersamaan.


" Kamu menyesal nggak sih menikah dengan aku?"


" Kenapa mesti menyesal? Dapat istri cantik, mandiri, nggak perlu susah-sudah pedekate, nggak perlu susah payah cari restu calon mertua, tiba-tiba saja langsung dinikahkan." Yoga tersenyum sambil menggeleng kepala. " Kadang aku heran juga kenapa dulu calon tunangan itu nolak kamu mentah-mentah, ya?" sindir Yoga terkekeh.


" Ck, kenapa bawa-bawa dia, sih! Dia kan cuma masa lalu." Natasha mencebik.


" Kamu sendiri nyesel nggak nikah sama aku? Jujur sih, yang buat aku nggak menyesal nikah sama kamu, karena kamu nggak mempermasalahkan kerjaan aku saat itu. Itu yang bikin aku makin cinta sama kamu." Tangan Yoga terulur membelai lembut wajah Natasha saat mobil mereka berhenti karena jalanan macet.


" Aku merasa beruntung dapat kamu, Ga. Jadi nggak mungkin aku menyesal," ungkap Natasha dengan wajah berbinar menyentuh tangan Yoga yang menempel di pipinya.


Yoga langsung mendekatkan wajahnya ke arah Natasha dan memberikan kecupan dan luma*tan di bibir Natasha.


Tin tin ... tin tiinn ....


Yoga menyudahi menikmati bibir istrinya saat suara klakson mobil terdengar berulang dari arah belakang mobil yang dibawanya.


" Lagian kamu iseng banget, bisa-bisanya mesum di tengah jalan gini." Natasha terkekeh.


" Kamu sih godain aku."


" Idiihh ... siapa juga yang godain?"


Mereka berdua akhirnya tertawa bersama.


Saat ini mobil mereka sudah terparkir di sebuah bangunan rumah yang dihiasi tenda. Pagi ini Yoga sengaja membawa Natasha datang ke pernikahan Rico, sebelum langsung pulang ke Bogor.


" Hai, Bro ... thank's akhirnya sempet datang juga," sapa Rico saat melihat kehadiran Yoga kemudian memeluknya.


" Iya, tapi maaf gue nggak bisa lama, setelah antar lo ke rumah mempelai wanita dan selesai ijab qobul, gue langsung cabut, mau ke Bogor," ujar Yoga.


" It's oke, nggak masalah, lo sudah datang saja, gue sudah senang." Rico melirik ke arah Natasha.


" Jadi ini bidadari yang selama ini lo sembunyikan dari kita-kita?!" tanya Rico kemudian.


Yoga merengkuh pinggang Natasha. " Oh ya, sayang ... kenalkan ini teman kuliah dulu, Rico. Nggak usah pakai salaman, cukup tahu saja. Aku takut kamu tercemar, tangan dia banyak bakterinya karena kebanyakan pegang wanita," bisik Yoga di telinga Natasha yang terdengar oleh Rico.


" Sialan lo, Ga!" Rico meninju lengan Yoga sambil tergelak. " Gue Rico ..." seraya mengulurkan tangannya ke arah Natasha.


" Dia bini gue, Natasha namanya ..." Yoga dengan cepat menyambut uluran tangan Rico sebelum Natasha sempat menyambut uluran tangan Rico.


" Apaan sih, Ga. Sialan banget." Rico memberengut.


" Kan tadi sudah gue larang. Gue nggak mau tangan bini gue terkontaminasi." Yoga dan Rico pun akhirnya tergelak bersama.


" Teman-teman yang lain mana? Belum datang?" tanya Yoga tak melihat kedua sahabatnya yang lain.


" Gue di sini ..." Sony tiba-tiba muncul dari belakang Yoga. " Hai ... apa kabar? Saya Sony, teman kuliah Yoga dulu," sapa Sony tersenyum dan mengulurkan tangan ke arah Natasha.

__ADS_1


Dan sama seperti yang dilakukan kepada Rico, Yoga pun yang menjabat tangan Sony dengan mengenalkan nama Natasha.


" Nggak jelas banget sih, Lo!" Sony menepis tangan Yoga yang menjabat erat tangannya. " Sejak kapan dia begini sih, Ric?" tanya Sony aneh menanggapi sikap posesif Yoga terhadap Natasha.


Rico mengedikkan bahunya. " Mana gue tahu, sejak dia kenal cewek mungkin, kan lo tahu sendiri, selama ini dia jarang dekat sama cewek, makanya kita sempat anggap dia cowok nggak normal." Rico dan Sony terbahak.


" Heh, gue normal kali, kalau nggak percaya tanya saja bini gue." Yoga dengan santai menyahuti. " Iya kan, Yang?"


" Eh ..." Natasha terkesiap saat tiba-tiba Yoga menciumi pipinya berkali-kali. " Yoga, iihh ... malu dilihat banyak orang," rengek Natasha manja.


" Kamu lebih malu dilihat orang atau lebih malu dibilang suami mesum kamu ini nggak normal, hemm?" Yoga kini mencium ceruk leher Natasha hingga membuat pipi Natasha bersemu menahan malu.


" Woy ... woy ... woy, kalau mau mesum jangan di luar, di dalam sana, gue pinjamin tuh kamar gue," protes Rico yang merasa jengah melihat tingkah Yoga.


" Males banget di kamar lo, nanti bisa-bisa tersebar di media sosial the next video sembilan belas detik. Gue kan tahu lo pasang cctv di kamar lo. Buat apa tuh, kalau bukan buat lo rekam aktivitas mesum lo sama cewek-cewek lo!" Yoga menyindir.


" Ssstttt ... berisik lo! Jangan kencang-kencang nanti kedengaran nyokap bokap gue, sialan!" Rico langsung melotot.


" Eh, ada Yoga ..." Tiba-tiba terdengar suara wanita datang menghampiri Yoga.


" Assalamualaikum, Tan. Apa kabar?" Yoga menyapa dan mencium punggung tangan Tante Angel, mama dari Rico.


" Waalaikumsalam, Alhamdulillah baik, kamu sendiri gimana kabarnya? Jarang main kemari sekarang ya?" sahut Tante Angel.


" Sibuk ngurus bini dia, Mah." Rico yang menyahuti.


" Lho, kamu sudah menikah? Kok nggak kasih tau Tante, Ga?" Tante Angel melirik wanita yang sedang dipeluk Yoga, dia menatap intens ke arah Natasha.


" Iya, Tante. Ini Natasha ... istri Yoga, Tan." Yoga kemudian mengenalkan Natasha kepada Tante Angel.


Tante Angel memicingkan matanya mencoba mengingat sesuatu. " Kamu? Kamu bukannya calon tunangannya keluarga Hadiwijaya, ya?"


*


*


*


Bersambung...


Ikuti kisah Dirga & Kirania di Novel


"Rindu Tak Bertuan" ya mak-emak cuantek, sambil menunggu up terbaru MSI😘


yang mau kepo & ngehalu tentang visual tokoh² novelku silahkan follow ig: rez_zha29



Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2