MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Season 2 -- Aku Nggak Setuju!


__ADS_3

" Kenapa, Ra?" tanya Natasha yang sedang menemani Aulia bermain di ruang keluarga saat melihat kedatangan Amara yang bersungut-sungut.


" Tante Ara lagi sebel sama Om Radit, Ma." Azkia yang berjalan di belakang Amara menyahuti pertanyaan Natasha.


" Om Radit?" Natasha mengeryitkan keningnya.


" Om Radit pelatih karate Kia?" tanya Natasha kemudian.


" Iya, Ma." Azkia menjawab.


" Memang kalian bertemu Om Radit di mana?" tanya Natasha.


" Di mall, Ma." Azkia kembali menjawab. Dia kemudian menghampiri Aulia, adiknya.


" Kia, ayo cuci tangan dulu kalau mau pegang Adik Aulia. Habis dari luar, kan?!" perintah Natasha dan Azkia pun berlari menuju watafel.


" Memangnya apa yang dia lakukan sampai bikin kamu sebal seperti itu, Ra?" tanya Natasha kemudian kepada Amara


" Dia membuntuti aku pas makan di resto, Mbak. Nyebelin banget, deh. Tahu gini mending waktu itu aku nggak labrak dia. Biar Mbak Tata saja yang dia kejar-kejar," gerutu Amara kesal.


" Hahaha ... lagipula siapa juga yang suruh kamu labrak dia?" ledek Natasha.


" Maksud aku itu biar dia nggak dekati Mbak Tata, eh malah sekarang dia ngejar-ngejar aku." Amara memberengut kesal.


" Ma, Om Radit itu Om nya Kak Raffa, lho." celetuk Azkia yang selesai mencuci tangan.


" Kak Raffa itu siapa?" tanya Natasha.


" Kakak kelas Kia yang pernah Kia tendang burungnya." Azkia menceritakan peristiwa beberapa hari sebelumnya.


Natasha dan Amara sama-sama terkesiap mendengar cerita Azkia tentang Raffasya.


" Kia tendang burung Kak Raffa?" Natasha membelalakkan matanya.


" Iya, Ma."


" Kenapa Kia sampai menendang burung Kak Raffa?" Amara ikut bertanya.


" Soalnya Kak Raffa itu nakalin Kak Gibran, ejek-ejek Kak Gibran, lalu dorong-dorong Kia." Azkia mengadukan semua kelakuan Raffasya.


" Hmmm, ternyata keponakan sama Om sama-sama mempunyai sifat yang sama, sama-sama menyebalkan!" Amara memutar bola matanya.


" Kok Kia nggak cerita sama Mama kalau Kia tendang burung kakak kelas Kia?" Natasha merasa heran kenapa anaknya yang satu itu tidak menceritakan kejadian itu kepada dia sebelumya..


" Karena Kak Alden melarang Kia cerita ke Mama," jawab Azkia jujur.


" Jadi Kak Alden juga tahu kalau Kia tendang Kak Raffa?" Natasha terkesiap saat mengetahui putra sulungnya itu menyembunyikan cerita ini kepada dirinya.


" Iya, Kak Alden bilang nggak usah bilang sama Mama dan Papa. Bu Santi juga bilang urusannya sudah selesai, Ma."


" Kia sampai dipanggil Bu Santi?" tanya Natasha kembali terkesiap, karena baru kali anak-anaknya itu bermasalah di sekolahnya.


" Iya, Ma."


" Lalu?" Natasha penasaran.


" Kia suruh minta maaf ke Kak Raffa, Kak Raffa juga suruh minta maaf ke Kia sama Kak Gibran."


" Ya sudah kalau semuanya sudah beres. Tapi lain kali jangan pakai kekerasan lagi ya, Nak." Natasha menasehati.


" Iya, Ma."

__ADS_1


" Ya sudah Kia belajar dulu sana." Natasha menyuruh Azkia untuk masuk ke kamarnya. Dan Azkia pun menuruti perintah mamanya.


" Jadi sekarang gimana?" tanya Natasha kepada Amara.


" Gimana apanya, Mbak?" Amara mengeryitkan keningnya.


" Strategi kamu menghadapi pria itu."


" Nggak tahu, deh. Pusing aku ..." Amara lalu berdiri. " Aku pulang deh, Kak." pamit Amara menyalami Natasha.


" Ya sudah, hati-hati, ya!" sahut Natasha memberikan pelukan kepada Amara. Kemudian mencium Haikal yang terlelap di pangkuan Sus Maya.


***


Tok tok tok


" Papa, Aulia mau bobo. Minta cium Papa dulu." Setelah mengetuk pintu, Natasha langsung masuk ke ruang kerja Yoga yang terlihat sedang sibuk dengan tugas-tugasnya.


" Oh, Aulia mau bobo, ya? Sini Papa cium dulu ..." Yoga merentangkan tangannya ke arah putri bungsunya yang berusia kurang dari dua tahun yang saat ini sedang dalam gendongan Natasha.


Yoga memberikan kecupan ke seluruh wajah Aulia.


" Met bobo, Sayang ..." terakhir Yoga memberikan kecupan ke kening Aulia lalu menyerahkan kembali anaknnya ke tangan Natasha.


" Kalau Mamanya minta dicium Papa juga nggak?" ucap Yoga mengedipkan matanya ke arah sang istri.


" Iishh kalau Mamanya sih minta ciumnya pakai plus plus, dong!" Natasha membalas dengan nada genit.


Yoga langsung menyeringai.


" Tunggu pekerjaan aku selesai nanti aku kasih yang kamu minta, Yank." Yoga menyahuti.


" Setelah Aulia tidur, kamu segera kemari," perintah Yoga kepada istrinya.


" Kita lakukan di sini?" tanya Natasha menyeringai.


" He-eh."


" Oke, Mas. Aku menidurkan Aulia dulu, ya!" Natasha kemudian berpamitan dan meninggalkan Yoga di ruang kerjanya.


Satu jam berlalu ...


" Aulia sayang ... ayo bobo, dong! Sudah malam ini, Sayang ... Mama sudah ngantuk." Natasha terlihat frustasi menidurkan Aulia, karena ternyata anaknya itu tak juga tertidur. Aulia masih asyik berguling-guling di tempat tidur walaupun sudah Natasha usap-usap punggungnya.


" Mama bobo ..." celoteh Aulia.


" Iya Mama mau bobo, Aulia juga bobo sini sama Mama." Natasha kembali merapihkan posisi tidur Aulia kemudian memeluknya.


" Sekarang Aulia bobo ya, Mama elus-elus punggung Aulia." Natasha kembali mengusap punggung Aulia sembari menyenandungkan bacakan salawat badar.


Ceklek


Belum sampai Aulia terlelap terdengar pintu kamar tidur Natasha terbuka.


" Yank, kok kamu nggak ke ruang kerja?" tanya Yoga.


" Papa bobo ..." Aulia langsung terbangun saat mendengar suara Yoga.


" Lho, Aulia belum bobo?" tanya Yoga terkesiap.


" Belum, Pa ... dari tadi nggak mau bobo-bobo nih, Pa." Natasha mengadu.

__ADS_1


" Kenapa Aulia belum bobo juga?" Yoga kemudian mendekati anaknya dan merebahkan diri di samping Aulia membuat Aulia kemudian tidur bersandar di lengan Yoga sembari melingkarkan tangan mungilnya di dada Yoga.


" Lihat nih, Yank. Mirip Mamanya 'kan kalau tidur? Senangnya nempel sama Papanya." Yoga terkekeh.


" Iya dong, ajaran yang baik 'kan mesti diwariskan." Natasha yang kini terkekeh.


" Azkia itu jiplakan kamu banget deh, Yank. Entah nanti Aulia akan seperti apa?" Yoga mengusap lembut kepala Aulia.


" Oh ya, Mas. Soal Azkia ... kamu tahu nggak, ternyata kemarin itu dia sempat menendang burung kakak kelasnya, lho." Akhirnya Natasha teringat cerita akan Azkia tentang kakak kelasnya.


" Azkia?" Yoga terkesiap


" Iya ...."


" Kamu tahu dari mana, Yank?"


" Kia sendiri yang cerita, dan ternyata Alden juga tahu tapi Alden suruh Kia tutup mulut dari kita."


" Kenapa Alden menyuruh Kia tutup mulut?"


" Entahlah, aku belum sempat tanya, coba nanti Mas Yoga saja yang tanyakan sama Alden." Natasha meminta suaminya yang menegur Alden.


" Ya sudah nanti aku yang tanya Alden." Yoga menyahuti, namun tak lama dia terkekeh membuat kening Natasha berkerut.


" Ada yang aneh, Mas?" tanya Natasha.


" Apa kakak kelasnya itu akan bernasib seperti aku kelak, ya?" tanya Yoga.


" Maksudnya?"


" Aku dulu ditampar sama kamu, ujung-ujungnya jadi suami kamu. Jangan-jangan kakak kelasnya yang dia tendang itu nantinya ...."


" Nggak-nggak-nggak ...!!" sergah Natasha cepat.


" Lho, kenapa?" tanya Yoga heran.


" Jangan sampai anak itu bernasib seperti kamu, Mas!" protes Natasha.


" Memangnya kenapa?"


Natasha menatap Yoga lalu berkata, " Kamu mau besanan sama pelatih karate Azkia itu?"


" Pelatih karate??"


" Iya, kamu tahu kakak kelas Kia itu ternyata keponakannya pelatih karate Kia sama Alden yang suka kirim bunga ke aku." Natasha menjelaskan.


" Kamu setuju?" Kali ini Natasha menyeringai menggoda suaminya.


" Nggak-nggak-nggak ...!! Aku nggak setuju!!" jawab Yoga cepat.


*


*


*


~~


Mohon maaf pecinta MSI, baru sempet up lagi🙏


Happy Reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2