MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Memohon Maaf


__ADS_3

Natasha memasuki bangunan rumah yang cukup besar, tempat yang dulu pernah dia ingin kan menjadi bagian dari penghuni rumah ini. Bukan karena harta tapi karena rasa nyaman yang dia dapat dari sepasang paruh baya yang begitu menyanyanginya seperti anak sendiri.


" Natasha, sayang ..." Mama Andra terlihat menghampiri Natasha dengan tangan terbuka lebar. " Tante senang akhirnya kamu mau datang ke sini lagi." Tante Melly menuntun Natasha duduk di sofa tamu. " Kamu apa kabar sayang? Lama Tante nggak dengar kabar dari kamu, ke mana saja kamu selama ini?" tanya Mama Andra ramah sembari tangannya membelai lembut kepala Natasha. Sejujurnya dia sangat senang jika mempunyai mertua seperti Tante Melly dan juga Om Ruslan, tiba-tiba rasa gelisah menyeruak di dalam hati Natasha, akan kah orang tua Yoga juga sehangat ini terhadapnya.


" Kamu kenapa, sayang? Kok kelihatan sedih?" tanya Mama Andra kembali saat mendapati ekspresi Natasha yang dilihatnya tidak ceria.


" Aku nggak apa-apa, Tante ..." ucap Natasha memaksakan senyuman.


" Kamu ke mana saja nggak ada kabar selama ini, Natasha?" Mama Andra menyampirkan helaian rambut ke belakang telinga Natasha.


" A-aku kemarin seminggu pulang ke Bandung, Tante."


" Ke Bandung?" Seketika wajah Mama Andra memucat. " Sa-sayang, kamu, apa kamu cerita tentang apa yang dilakukan Andra pada orang tuamu?" Mama Andra nampak cemas.


Natasha yang membaca kegundahan Mama Andra langsung menggeleng cepat. " Nggak, Tante. Kemarin aku pulang karena ..." Natasha menjeda sesaat kalimatnya untuk menarik nafas. " Karena Papa aku meninggal, Tante." Natasha langsung tertunduk.


" Innalillahi wa innailaihi rojiuun ..." Mama Andra langsung memeluk Natasha. " Ya Allah, kenapa kamu nggak cerita sama Tante? Kamu yang sabar ya, sayang. Tante turut belasungkawa." Mama Andra mengelus punggung Natasha.


" Terima kasih, Tante." sahut Natasha mengurai pelukan Mama Andra. " Oh ya, Tante, soal masalah Andra ... "


" Oh iya, sini ikut Tante ..." Mama Andra langsung menarik tangan Natasha, Dia membawa Natasha ke anak tangga melangkah menuju kamar Andra.


" Andra, coba tebak siapa yang datang?" Mama Andra hanya menyembulkan kepalanya dari pintu sesampainya di depan kamar Andra.


" Siapa, Ma?" tanya Andra sembari meringis menahan nyeri di bibirnya.


" Taraaaaa ..." Mama Andra langsung membuka lebar pintu kamar Andra dan menarik Natasha hingga masuk ke kamar Andra. " Dia datang nengokin kamu, loh."


" Natasha??" Andra terkesiap melihat kehadiran Natasha, dia segera memposisikan tubuhnya untuk duduk walaupun agak kesulitan karena bekas pukulan di perutnya.


" Kok makanannya belum disentuh. Ndra?" tanya Mama Andra saat melihat bubur yang dibuat Bi Siti belum tersentuh sama sekali.


" Andra nggak sakit, Ma. Kenapa mesti makan bubur, sih?" protes Yoga dengan suara pelan, karena jika mulutnya bergerak lebar rasa sakit di bibirnya semakin terasa.


" Mukamu bonyok begitu dibilang nggak sakit," cibir Mama Andra. " Biar Natasha saja yang suapin kamu, ya!"


Natasha tersentak mendengar permintaan Mama Andra. " A-aku, Tante?" tunjuk Natasha ke dirinya sendiri.

__ADS_1


" Iya, ayo kamu duduk di sini." Mama Andra menuntun Natasha untuk duduk di tepi tempat tidur Andra. " Tolong kamu suapi Andra, ya." Kemudian Mama Andra menyerahkan mangkuk bubur yang tadi diletakkan Bi Siti di atas nakas. " Tante tinggal dulu, silahkan kalian berbicara berdua." Mama Andra bergegas meninggalkan Natasha dan Andra.


Kepergian Mama Andra membuat suasana kamar menjadi canggung terutama untuk Natasha. Mungkin jika tidak pernah terjadi peristiwa malam itu, dirinya merasa senang bisa berduaan dengan Andra, tapi sejak kejadian itu, sebenarnya berdua saja dengan Andra, apalagi di dalam kamar membuatnya merasa tak nyaman.


" Kenapa diam saja? Kamu dengar tadi Mama bilang apa?" ucap Andra memecah kecanggungan mereka.


Akhirnya dengan sangat terpaksa Natasha menyuapi Andra dengan memasang wajah masam.


" Kalau bantu orang itu yang ikhlas jangan cemberut gitu, dong!"


Natasha mendelik kesal ke arah Andra. Dalam hati dia menggerutu, siapa juga yang niat membantu?


" Kamu masih marah sama aku?"


Natasha hanya mendengus tak menjawab pertanyaan-pertanyaan Andra.


" Aku kangen Natasha yang cerewet, yang selalu bersikap manja dan selalu bertingkah menyebalkan mencari perhatianku. Ke mana Natasha yang aku kenal dulu?"


Natasha menatap mata Andra yang juga sedang menatapnya sendu, seketika jantung Natasha berdebar kencang, dia sampai menelan salivanya.


" Apa perlakuanku malam itu benar-benar telah membuatmu berubah?" tanya Andra kemudian.


" Baiklah aku minta maaf, terima kasih kamu sudah datang menjengukku kemari," ujar Andra tulus.


" Aku kemari bukan untuk menjengukmu, aku datang kemari untuk meminta kamu mencabut laporanmu tentang penganiayaan yang dilakukan Yoga terhadapmu," tegas Natasha.


" Laporan? Laporan apa maksudmu?" Andra bingung tak mengerti.


" Mama ingin melaporkan orang yang memukulmu itu ke kantor polisi, Ndra." suara Mama Andra tiba-tiba sudah terdengar di kamar Andra.


" Untuk apa, Ma?" fanya Andra bernada tak setuju.


" Ya untuk memberi orang itu hukuman, dong. Tidak bisa seenaknya saja dia main pukul-pukul begitu. Ini kan negara hukum." Tegas Mama Andra.


" Nggak usahlah, Ma."


" Nggak bisa dong, Ndra. Orang itu saja nggak ada niat baik minta maaf untuk menyelesaikan secara kekeluargaan. Mama sudah bilang ke Om Ridwan untuk urus pelaporan ini, makanya Mama tadi telepon Natasha, siapa tahu Natasha bisa kasih petunjuk pelaku pemukulan itu, dan bisa menjadi saksi. Kamu bisa bantu Tante kan, Natasha?

__ADS_1


" Tante. maaf sebelumnya ..." Natasha bingung mau memulai ucapannya dari mana.


" Kenapa, sayang? Kamu mau kan bantu Tante? Jangan lihat Andra kalau kamu masih marah sama dia. Lihat Tante sama Om saja."


Natasha menelan salivanya, Tante Melly dan Om Ruslan memang selama ini selalu baik terhadapnya. Kadang dia ingin membalas kebaikan mereka selama ini. Tapi bukan untuk membantu mereka melaporkan suaminya sendiri.


" Maaf sebelumnya, Tante, kalau Natasha nggak bisa membantu, Tante." Natasha menundukkan kepala, sebenarnya berat untuknya menolak apa yang diinginkan Natasha, tapi lebih berat lagi untuk mengabulkan permintaan itu.


" Ya sudah nggak apa-apa kalau kamu nggak bisa bantu, kamu nggak perlu sedih gitu, dong." Mama Andra mengelus punggung Natasha.


" Sebenarnya Tante, maksud aku datang ke sini, untuk memohon kepada Tante juga Andra untuk ..." Natasha melirik ke arah Mama Andra sebentar.


" Untuk apa, Natasha? Katakan saja, jangan ragu-ragu," ucap Mama Andra.


" Untuk membatalkan rencana melaporkan orang yang sudah memukul Andra, Tante."


Mama Andra terkejut mendengar penuturan Natasha, dia tidak menyangka atas permintaan Natasha tesebut. " Kenapa, sayang? Kenapa kamu meminta Tante membatalkan pelaporan itu?" tanya Mama Andra heran.


" A-aku minta maaf, Tante. Aku mewakili orang yang memukuli Andra, Natasha memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekerasan dan pemukulan yang terjadi pada Andra. Natasha mohon agar Tante sekeluarga berbesar hati mau memaafkan dan mengurungkan niat melaporkan orang itu." Natasha memohon sembari mengatupkan tangan di depan dadanya.


" Kenapa kamu memohon untuk orang itu, sayang?" tanya Mama Andra menatap bergantian ke arah Natasha dan Andra, yang saat itu sedang menatap Natasha dengan sorot mata yang tidak dapat dijelaskan. " Apa orang itu mengancam kamu? Kamu jangan takut, Natasha. Om dan Tante akan melindungi kamu kalau orang itu sampai mengancam kamu untuk memberi kesaksian."


" Nggak, Tante. Orang itu nggak mengancam Natasha. Ini inisiatif aku sendiri, Tante."


" Kenapa kamu begitu membela orang itu, sayang? Kenapa kamu begitu menghawatirkan orang yang sudah memukul Andra?" tanya Mama Andra penuh selidik.


" Karena ..." Ekor mata Natasha mengarah pada Andra yang masih lekat menatapnya. " Karena orang itu adalah orang yang menolong aku malam itu, Tante. Dia orang yang menyelamatkan aku dari kehancuran yang hampir aku alami ..." ucap Natasha dengan suara tercekat.


*


*


*


Author POV : Cieeee.. yang lakinya dibelain, cieee... Tapi sebel deh, Napa coba Tata ga ngaku aja kalo Kang Ojol tuh lakinya,🙄


Bersambung..

__ADS_1


Happy Reading😘


__ADS_2