MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Apa Kamu Cemburu?


__ADS_3

Yoga membuka pintu ruang kerja Natasha, di dalam dia mendapati istrinya itu sedang menelungkupkan wajahnya dengan tangan terlipat di atas meja.


Yoga menutup pintu perlahan dan menguncinya, kemudian dia melangkah mendekati istrinya itu. Dia menyampirkan rambut Natasha yang jatuh tak beraturan menutupi wajahnya yang menelungkup.


Natasha yang merasakan ada seseorang yang menyentuhnya langsung mendongakkan kepalanya, mencari tahu siapa orang itu. Dia terkesiap saat mendapati Yoga lah yang kini telah berdiri menjulang di sampingnya.


" Mau apa kamu ke sini?!" tanya Natasha dengan Nada ketus seraya bangkit dari tempat duduk. " Sintaaaa ...!!" teriaknya memanggil sekretarisnya itu, karena dianggap lalai tak menjalankan apa yang diperintahkannya.


" Jangan teriak-teriak begitu, pintu sudah aku kunci, pegawaimu itu nggak akan bisa masuk kemari." Yoga menatap wajah Natasha, matanya yang terlihat sembab membuatnya ingin memeluk tubuh Natasha dan memberikan kecupan-kecupan di wajah cantik istrinya itu. Sejujurnya dia ingin langsung merengkuh tubuh istrinya masuk ke dalam pelukan sebagai ungkapan rasa bahagia karena istrinya itu telah kembali.


" Mau apa kamu ke sini?!" Natasha mengulang pertanyaannya yang belum dijawab Yoga.


" Mau apa aku ke sini?? Tentu saja ingin bertemu denganmu, kamu ke mana semalam? Kamu menghilang tanpa kabar, aku benar-benar khawatir, takut terjadi sesuatu denganmu."


Natasha tersenyum sinis. " Bukan urusanmu aku ke mana semalam." Natasha berjalan menjauhi Yoga, kemudian melangkah ke arah jendela.


" Tentu saja itu menjadi urusanku, aku ini suami kamu, aku berhak tahu apa yang terjadi denganmu." Yoga menyusul langkah Natasha dan kini sudah berada di belakang tubuh Natasha.


" Kamu marah sama aku, karena aku mengingkari janjiku makan siang bareng, kan??" Yoga memeluk tubuh istrinya itu tapi Natasha memberontak mencoba lepas dari pelukan tangan kokoh suaminya itu.


" Nggak usah peluk-peluk aku, lepaskan!" pekik Natasha. Bukannya melepaskan tapi Yoga justru mengeratkan pelukan pada tubuh Natasha.


" Aku minta maaf, ya," bisik Yoga lembut di telinga Natasha yang masih terus meronta-meronta ingin melepaskan diri dari kungkungan tubuh atletis Yoga itu " Kalau kamu terus bergerak, kamu bisa membangkitkan sesuatu di bawah sana, apa kamu mau menjinakkan yang akan bangkit itu sekarang?" Yoga terkekeh tak perduli apa reaksi yang akan diberikan Natasha mendengar ucapannya tadi.


" Dasar mesum, nggak lihat situasi!! Cepat lepaskan aku!" Natasha mencubit dan memukul lengan berotot liat milik suaminya itu.

__ADS_1


" Maafkan aku dulu, baru aku akan melepaskanmu. Kamu juga mesti terima hukuman dariku karena sudah membuat aku cemas dan gelisah karena nggak ada kabar dan nggak pulang ke apartemen."


" Untuk apa kamu perduli denganku lagi?" Nada suara Natasha masih tidak bersahabat.


" Karena kamu istriku," ucap Yoga sambil menciumi ceruk leher jenjang Natasha. Seketika membuat darah Natasha seolah membeku, Perlakuan manis Yoga seperti ini membuat hatinya terasa teriris, karena pria berstatus suaminya ini tidak berlaku manis terhadapnya saja, tetapi pada wanita lain juga, dan wanita lain itu adalah wanita yang jelas-jelas dicintai suaminya.


" Yoga tolong lepaskan aku ..." lirih Natasha dengan suara tercekat.


Yoga yang melihat istrinya itu sudah mulai tenang langsung mengurai pelukannya. Dia membalikkan tubuh Natasha untuk menghadap ke arahnya. Dia melihat wajah Natasha yang tertunduk. Dia langsung mengangkat dagu Natasha sehingga kini matanya bisa melihat mata sendu Natasha, bukan lagi mata yang penuh amarah.


" Aku minta maaf, ya ..." Yoga membelai lembut wajah Natasha. " Aku benar-benar menyesal atas kelalaianku ingkar janji, kemarin tiba-tiba ada urusan mendadak ...."


" Urusan mendadak?? Mendadak makan di kafe dengan wanita yang kamu cintai maksud kamu?!" Natasha dengan cepat memotong ucapan Yoga. Emosinya kembali tersulut saat mendengar alasan Yoga membatalkan janjinya itu. " Jadi menurutmu urusan mendadak dengan wanitamu itu lebih penting dari pada janji kamu makan siang denganku sebelumnya? begitu?!"


" Maksud kamu?" Yoga terkesiap mendengar ucapan Natasha yang kembali meninggi.


" Kamu lihat? Kamu ada di sana kemarin??"


Natasha tak menjawab, dia memalingkan wajah ke sembarang arah.


Yoga menarik nafas yang tiba-tiba terasa berat untuk dihirupnya. Jika dia bisa menyimpulkan, istrinya ini sedang dalam mode cemburu " Apa yang terjadi di sana, tidak seperti yang kamu pikirkan, Ta." ucapnya kemudian.


" Apa yang aku pikirkan mungkin sama seperti yang orang lain pikirkan. Memangnya apa yang akan orang pikirkan saat melihat pria dan wanita berduaan, lalu si pria menggenggam tangan si wanita, lalu membelai wajah dan rambut si wanita. Mereka seolah lupa jika mereka itu sedang berada di tempat umum, buat mereka dunia seolah milik berdua, so sweet banget, sih." Natasha tersenyum miris. " Bahkan tadi pun mereka terlihat intim berbicara di atas motor, hanya orang bodoh yang beranggapan jika tidak ada hati yang bermain melihat keintiman mereka."


Yoga terperanjat saat mengetahui Natasha begitu detail mengetahui apa yang dilakukannya terhadap Adelia, dan dugaannya dia tadi seperti melihat mobil Natasha saat mengantar Adelia kini terjawab sudah. Tapi dia berusaha tetap tenang, karena yang dia lakukan terhadap Adelia. adalah sikap kepedulian dia terhadap seorang teman.

__ADS_1


" Apa kamu cemburu melihat aku dengan Adel?" Yoga tergelitik untuk mencoba mengorek isi hati Natasha.


" Cih, untuk apa aku cemburu?!" Natasha kembali memalingkan wajahnya.


" Kalau kamu nggak cemburu, kenapa kamu mesti marah-marah begini, hemm? Bukankah aturannya juga kamu yang bikin? Jika kita tidak berhak melarang satu sama lain berinteraksi dengan lawan jenis." Yoga mencoba mencari alasan yang membuatnya aman dari amukan singa betinanya itu.


" Oh, jadi karena poin itu, kamu merasa bebas sentuh-sentuh sembarang wanita? Kalau begitu aku juga boleh dong, dipeluk-peluk pria lain" sindir Natasha.


" Silahkan saja ..." balasan Yoga sontak membuat mata Natasha membulat lebar. " Tapi jangan harap pria itu lolos dari tinjuku. Kamu itu istriku, hanya aku yang berhak menyentuhmu!" tegasnya kemudian melingkarkan tangannya di pinggang ramping Natasha.


" Aku dan Adel nggak sedang berkencan, kemarin itu aku melihat dia menangis, karena selama aku mengenal dia, dia itu tidak pernah terlihat sedih seperti itu. Makanya aku tanya dia kenapa, aku dengar dia curhat, ternyata dia sudah putus dengan pacarnya yang mantan tunangan kamu itu." Yoga mencoba menjelaskan agar kesalah pahaman antara dia dan istrinya itu tidak berlarut-larut.


Natasha mengkerutkan keningnya mendengar penjelasan Yoga sebelum akhirnya berkomentar. " Kalau begitu kamu senang, dong! Akhirnya punya kesempatan mendapatan wanita yang kamu cintai,* sindirnya kemudian.


" Bukannya kebalik? Kamu yang justru senang, akhirnya kamu punya peluang untuk bisa kembali dengan calon tunanganmu itu, tanpa harus kehilangan uang empat puluh juta?" Yoga mengedipkan matanya menyindir kelakuan gila Natasha dulu yang sampai rela merogoh uang dalam jumlah besar hanya untuk keinginan mendapatkan Andra itu.


Mata Natasha membulat mendengar sindiran Yoga terhadapnya. " Katakan padaku, apa kau ingin kembali mengejar cintamu itu?" tanya Yoga kembali dengan lembut menyampirkan helaian rambut di wajah Natasha ke belakang telinga istrinya itu.


*


*


*


Author POV : Pagi² dibuat meleleh ama sikap Kang OjolšŸ˜, Duh Ta, Suamimu itu mesti diikat jangan kasih kesempatan cewek lain deketin, takutnya mereka pada baper dengan sikap suamimu itu, kaya Mak-emak disini🤭🤭🤭

__ADS_1


Bersambung...


Happy Reading😘


__ADS_2