
Natasha terkesiap saat dia membuka pintu tiba,-tiba dijumpainya seorang wanita muda sedang merentangkan tangannya seolah siap menyambut sebuah pelukan, dengan riangnya berteriak
" Kak Yoga, I miss you ...."
Hal yang sama juga dirasakan wanita muda atau lebih cocok disebut gadis itu, saat pintu terbuka, ternyata bukan seseorang yang diharapkan yang muncul di hadapannya.
" Kamu siapa?"
Tanya Natasha dan gadis itu bersamaan.
" Kakak ini siapa? Kenapa bisa ada di rumah Kak Yoga?" selidik sang gadis memperhatikan Natasha dari ujung rambut ke ujung kaki.
" Kamu sendiri siapa? Dan ada perlu apa datang ke sini?" Natasha balik bertanya.
Gadis itu mengulurkan tangannya. " Kenalkan, aku Cindy ... calon istri Kak Yoga," sahut gadis itu memperkenalkan diri.
Natasha terbelalak mendengar perkataan Cindy, jika diperhatikan, gadis di depannya itu lebih muda dari Amara, adiknya.
" Calon istri?" Natasha tersenyum kaku. " Memang umur kamu berapa?"
" Sweet seventeen sebentar lagi," jawab Cindy sambil melebarkan senyuman.
" Kamu masih sekolah, kan? Kamu tahu usia Yoga sekarang berapa?"
" Iya aku kelas sebelas, aku tahu beda usia aku dan Kak Yoga sembilan tahun, tapi itu nggak masalah, banyak kok pasangan yang jarak usianya jauh, dan jarak usia aku dan Kak Yoga nggak jauh-jauh amat." Tangan Cindy mengibas ke udara. " Oh ya, Kakak sendiri siapa?"
"Aku?"
" Iya, Kakak belum mengenalkan diri."
* Aku ... aku sepupunya Yoga." Natasha berbohong tentang statusnya di hadapan Cindy.
" Sepupu?" Cindy kemudian memeluk tubuh Natasha. " Kakak ipar, aku senang akhirnya bisa ketemu sama family dari Kak Yoga." Cindy menarik lengan Natasha membawanya untuk duduk si sofa tamu tanpa dipersilahkan terlebih dahulu.
" Aku senang lho, bisa kenal sama Kakak Ipar." Wajah Cindy tampak berbinar bahagia.
" Kakak ipar tinggal di mana? Kok aku baru lihat sekarang ini? Apa Kakak ipar baru ke sini, ya?"
" A-aku tinggal di Jakarta juga, iya memang Yoga baru kali ini mengajakku kemari," sahut Natasha sembari memutar bola matanya melihat tingkah laku Cindy, gadis yang mengaku-ngaku calon istri suaminya itu.
" Kalau begitu sering-seringlah ke mari, Kak. Biar kita bisa ngobrol dan saling akrab."
" Iya, rencananya juga aku akan tinggal di sini."
__ADS_1
" Benarkah? Wah asyik, dong! Rumah aku di depan rumah ini, Kak. Aku tadi ketemu sama Bu Ratna, dia yang bilang kalau ada Kak Yoga datang, jadi aku langsung ke sini. Sudah lama aku nggak ketemu Kak Yoga, makanya aku kangen banget."
" Oh gitu ...."
" Kak Yoga nya mana, Kak?"
Natasha melirik ke arah anak tangga. " Dia sedang mandi."
" Wah ... aku boleh ngintip nggak, ya?" Cindy terkekeh tangannya menutup mulutnya.
" Iisshh ... ngapain intip orang mandi?" Natasha melotot membuat Cindy kembali tertawa.
" Maaf, Kak. Maaf ...."
" Eh, ada Non Cindy?" Tiba-tiba Bu Ratna muncul dari arah luar rumah Yoga.
" Iya, Bu. Cindy habis ngobrol sama calon kakak ipar."
" Ca-calon kakak ipar?" Bu Ratna memandang Natasha dengan ekspresi bersalah, karena dia yang sudah memberi informasi pada gadis itu tentang kedatangan Yoga, tapi Natasha hanya tersenyum dan seraya menggelengkan kepala pelan memberi kode agar Bu Ratna tidak memberitahukan siapa dirinya kepada Cindy.
" Iya, Bu. Cindy sudah kenalan sama sepupu Kak Yoga ini, Kak ... eh siapa tadi, Kakak belum kasih tahu siapa namanya, kan?"
" Natasha ...."
" Kak Natasha, aku tadi bincang-bincang dikitlah Bu, dengan Kak Natasha ini, biar lebih akrab Bu, kalau aku nikah sama Kak Yoga nanti."
" Semua pesanan Yoga sudah dibelikan, Bu?" tanya Natasha pada Bu Ratna.
" Sudah Non ...."
" Ya sudah Bu Ratna ke dapur dulu saja, nanti saya menyusul, takut Yoga keburu lapar," perintah Natasha.
" Ya sudah, Non. Saya siapkan dulu ya menu buat makannya." Bu Ratna pamit hendak ke dapur.
" Bu, porsinya tambah satu piring lagi ya, buat Cindy, aku boleh kan Kak Natasha ikut makan di sini?"
" Tentu saja boleh." Dengan gerakan kepalanya Natasha menyuruh Bu Ratna segera meninggalkan mereka berdua.
" Siapa yang datang, Ta?" suara bariton Yoga terdengar dari arah tangga. Terlihat Yoga sedang berlari kecil menuruni anak tangga. Yoga yang saat ini menggunakan celana selutut dan kaos tanpa lengan, memperlihatkan lengan kekarnya membuat dua orang wanita yang sedang duduk di sofa tamu tertegun, mengagumi kesempurnaan fisik milik Yoga.
" Kak Yoga, Cindy kangen ..." Tiba-tiba Cindy sudah berlari menyambut Yoga dan langsung memeluk tubuh tegap Yoga tanpa rasa malu, membuat Natasha melebarkan matanya.
" Kak Yoga ke mana saja, sih? Kok nggak pernah kemari, Cindy kan jadi kangen sama Kak Yoga." Cindy bergelayut manja di dada bidang Yoga.
__ADS_1
Yoga yang jengah dengan sikap Cindy langsung mengurai pelukan Cindy dari tubuhnya sambil melirik ke arah Natasha. " Kamu jangan seperti ini." ketus Yoga pada Cindy.
" Iihhh ... aku kan kangen, Kak. Memangnya kenapa? Malu karena ada Kakak ipar, ya?" Cindy memberengut.
" Kakak ipar?" Yoga menaikkan satu alisnya.
" Iya, aku sudah kenalan dengan sepupu Kak Yoga ini, Kak Natasha kan namanya?" Cindy menunjuk ke arah Natasha dengan dagunya.
" Sepupu?" Yoga menatap dengan sorot mata tajam ke arah Natasha.
" Hmmm ... aku ke dapur dulu, ya. Silahkan dilanjut acara temu kangen kalian." Natasha bangkit dan melangkah ke arah dapur namun dengan cepat tangan Yoga merengkuh pinggang Natasha.
" Kamu mau ke mana, hemm? Mau melarikan diri?" Saat ini tubuh Natasha sudah masuk dalam pelukan Yoga dari belakang.
Cindy tercengang melihat Yoga memeluk tubuh Natasha dengan sangat intim. " Ka-kalian kenapa pelukannya seperti itu? Ka-kalian kan saudara!"
" Kamu kenapa mengaku sebagai sepupuku, hemm?" Yoga menggigit bahu Natasha membuat Natasha merasa geli.
" Yogaaa ..." rengek Natasha bernada manja.
" Astaga! Kalian ini apa-apaan?" Cindy semakin terbelalak.
" Kamu iseng juga ya rupanya," bisik Yoga sambil menciumi leher dan pipi Natasha penuh nafsu tanpa memperdulikan keberadaan Cindy.
" Ya Tuhan! Mataku ternoda ... ka-kalian menjalin hubungan terlarang?! Kak Yoga istighfar, Kak. Kalian ini sepupuan!" pekik Cindy dengan wajah yang sudah memerah.
" Berisik banget, deh. Sudah buruan pulang kerjain PR, bukannya nonton live show adegan orang dewasa. Kamu masih di bawah umur, kan?" Dengan santai tanpa berdosa Yoga mengucapkan kalimat-kalimat itu.
" Kak Yoga!! Dia itu sebenarnya siapa? Bukannya dia sepupu Kak Yoga, tapi kenapa kalian seperti orang pacaran?" Mata Cindy sudah berembun siap menumpahkan cairan yang akan membasahi pipinya.
Dia bukan pacar aku, kok." ucap Yoga tanpa menghentikan aktivitasnya menjelajahi wajah dan leher Natasha dengan bibirnya.
" Kalau bukan pacar kenapa Kak Yoga cium-cium Kak Natasha seperti itu? Aku saja yang calon istri Kakak nggak pernah Kakak cium!"
" Calon istri?? Kapan aku mengganggap kamu sebagai calon istriku?" Yoga kemudian mengarahkan pandangannya ke arah Cindy yang sudah berlinang air mata.
*
*
*
Author POV : Aku nggak berani menampilkan pelakor/pebinor untuk dijadikan konflik, takut diserang emak-emak di siniππ
__ADS_1
Bersambung...
Happy Reading π