MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Happily Ever After ( TAMAT )


__ADS_3

Natasha memandang bayi mungil yang kini ada dalam gendongannya, yang sedang menyesap ASI dengan lahapnya sampai suara decapan terdengar dari bibir mungil itu. Karena kepanikan semalam akibat kontraksi yang dirasakan Natasha. Yang mengakibatkan drama tertinggalnya Alden sendirian di rumah. Akhirnya Natasha memutuskan untuk melahirkan di ibu bidan dekat rumah yang pernah Natasha datangi saat kehamilan anak pertamanya dulu.


" Sayang ... dedek benar-benar bikin Papa senewen ya, semalam?" Natasha terkekeh melihat Yoga yang baru saja masuk kamar inap dengan menggendong Alden di lengannya.


" Hmmm ... iya, nih. Sampai Kakak Alden ditinggal di rumah ya, sayang?" Yoga berjalan mendekat sambil mencium pipi gembil Alden hingga membuat Alden tertawa kegelian.


" Maafkan adik Kia, Kak Alden. Adik Kia sudah nggak sabar ingin ketemu Kak Alden," sahut Natasha mewakili anak keduanya yang diberi nama Almayra Azkia Atmajaya.


" De-dede ..." celoteh Alden menunjuk sambil memiringkan tubuhnya hendak mendekat ke arah adik bayinya itu.


* Alden mau cium Adik Kia, ya?" tanya Yoga kemudian mendekatkan kepada bayi mungil dalam dekapan istrinya.


" De-dede ..." Alden pun mencium pipi adiknya, kemudian menarik-narik tubuh adiknya agar menjauh dari mamanya. " Ma-ma ... mamama ..." Alden merangkul bahu Natasha. Sepertinya dia cemburu saat ini adiknya lah yang sedang digendong oleh mamanya.


" Lho, kok adiknya ditarik gitu sih, sayang? Jangan, dong, sayang. Kak Alden ingin digendong Mama juga, ya? Sini dipangku Mama." Natasha menepuk paha sebelah kanannya, menyuruh Alden untuk duduk di pahanya. Hingga akhirnya Alden menuruti apa yang diucapkan Natasha.


" Sepertinya dia cemburu Kia digendong kamu, Yank," ucap Yoga seraya mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur. " Tambah lagi deh, saingan Papa," selorohnya kemudian.


" Kak Alden nggak boleh nakal sama adik Kia, ya. Kak Alden harus sayang sama Adik. Nanti kalau sudah besar 'kan Kak Alden yang jaga adik, yang melindungi adik. Kak Alden 'kan anak Mama Papa yang pintar." Natasha mengusap kepala Alden sambil mengecup pucuk kepala anaknya itu.


" Alden, Alden sama nenek, sini." Mama Yoga tiba-tiba masuk ke kamar inap Natasha. " Sini, nenek gendong." Mama Yoga hendak mengambil tubuh Alden, tapi bayi itu seakan menahan badannya dan melingkarkan tangan mungilnya ke pundak Natasha.


" Lho, Alden kenapa?" tanya Mama Yoga heran.


" Dia cemburu, Mih," sahut Yoga." Cemburu karena melihat Tata gendong adiknya."


" Hmmm, wajar saja Alden cemburu. Di usia sekarang mestinya kalian fokus melimpahkan kasih sayang hanya ke Alden. Sekarang perhatian kalian 'kan terpecah antara Alden dan Azkia. Pantas saja dia cemburu," ujar Mama Yoga.


" Apalagi kemarin kalian sampai lalai meninggalkan Alden sendirian di rumah. Itu fatal banget, lho. Untung Alden nggak terbangun saat itu. Kalau sampai dia bangun, terus nggak ada orang di sekitarnya. Nggak bisa Mamih bayangin deh, gimana takutnya cucu Nenek ini." Mama Ellena mengusap kepala cucu pertamanya.


" Iya tuh, Mih. Mas Yoga main tinggal-tinggal anak sendiri." Natasha mencibir.


" Aku 'kan panik lihat kamu kontraksi kesakitan gitu, Yank," jawab Yoga.


" Seharusnya umur lima tahun, baru kalian kasih adik buat Alden. Ini 'kan karena kamu yang nggak sabaran main hajar-hajar istri kamu nggak pakai pelindung lagi." Mama Yoga menyalahkan Yoga.


" Lho, kok Yoga yang disalahin sih, Mih?" Yoga tak terima dipersalahkan.


" Iya, mestinya kamu lihat jadwal kapan masa subur istri kamu, kalau mau berhubungan. Soalnya Tata 'kan nggak pakai KB, biar nggak hamil dulu."


" Yaahhh, Mih. Yoga sudah puasa sebulan lebih nunggu masa nifas Tata selesai. Masa mesti nunggu-nunggu lagi kapan masa subur, kapan masa nggak subur. Mana tahanlah, Mih. Kalau dekat menantu Mamih yang cantik ini, Yoga nggak tahan, Mih. Inginnya ngajak tempur di ranjang terus, Mih." Yoga tergelak selesai berucap kalimat tadi.


" Astaghfirullahal adzim, kamu ini kalau bicara nggak ada jaim-jaimnya." Mama Yoga memutar bola matanya menanggapi sikap anaknya.


" Ya seperti itulah anak Mamih. selalu mesum." sindir Natasha menjulurkan lidahnya mengejek sang suami.


" Kan kamu the best partner mesumnya, Yank. Sering minta tambah, kadang minta duluan." Yoga balik menyindir tak mau kalah.


" Sudah-sudah, lieur Mamih lama-lama di sini." Mamih Yoga akhirnya memilih meninggalkan ruangan inap Natasha daripada mendengarkan debat urusan seputar kebutuhan biologis anak dan menantunya.


***

__ADS_1


Natasha menoleh ke arah pintu kamarnya saat pintu itu dibuka dari luar. Dia baru saja memakaikan baju Azkia selesai mandi sore.


" Ta, ada Gavin dan Rara, nih. Mau tengok Azkia." Mama Nabilla ternyata yang masuk ke dalam kamarnya.


" Suruh masuk saja, Mah." Natasha menyahuti.


" Assalamualaikum, Teh Tata." Tak berapa lama terdengar sapaan Azzahra dari arah pintu kamarnya.


" Waalaikumsalam, masuk, Ra," jawab Natasha.


" Teh, selamat ya, dedek bayinya sudah keluar." Azzahra lalu memeluk Natasha.


" Terima kasih, Ra." Natasha mengurai pelukannya dan mengelus baby bumb Azzahra. " Tinggal kamu, ya? Semoga nanti dilancarkan persalinannya, selamat dan sehat Ibu dan bayinya."


" Aamiin, Teh. Aku juga nggak sabar ingin cepat-cepat melahirkan biar plong," ujar Azzahra.


" Hai, Alexa," sapa Gavin yang baru masuk ke dalam kamar Natasha, karena tadi sempat berbincang dulu dengan Mama Nabilla.


" Hai, Kak ..." jawab Natasha.


" Selamat ya, atas kelahiran putri kamu, Alexa." Gavin memeluk Natasha.


" Makasih, Kak. Tinggal Kak Gavin, nih. Yang sebentar lagi jadi Daddy ..." sahut Natasha.


" Doakan lancar, ya, Alexa," Gavin meminta bantuan doa dari adik sepupunya itu.


" Selalu aku doakan kok, Kak." balas Natasha.


" Almayra Azkia Atmajaya, Uncle Gavin." Natasha mengangkat baby Kia dan digendong dalam pangkuannya.


" Namanya cantik, secantik wajahnya," puji Azzahra.


" Secantik Mamanya juga, dong." kelakar Natasha.


" Pasti dong, Teh. Kalau Teh Tata nggak cantik, nggak mungkin Kak Gavin dulu tergila-gila sama Teteh." sindir Azzahra melirik ke arah suaminya yang kini menatap dengan memicingkan matanya membuat Natasha tergelak.


" Jangan mengingatkan ke hal itu dong, Honey."


" Kenapa? Kan memang dulu Kak Gavin begitu memuja Teh Tata, sampai bikin Bu Agatha marah." Azzahra selalu senang jika meledek suaminya tentang kisah masa lalu suaminya itu.. Sedang Gavin hanya bisa memutar bola matanya menanggapi kelakuan istrinya. Tentu saja dia tidak akan marah digoda seperti apapun oleh istrinya.


" Waktu mau melahirkan sakit banget ya, Teh?" tanya Azzahra mengalihkan topik pembicaraan.


Natasha tersenyum, dia paham bagaimana perasaan istri dari kakak sepupunya itu. Untuk seorang ibu hamil, saat melahirkan adalah hal yang ditunggu-tunggu dan sangat membuat cemas.


" Nikmat luar biasa. Tapi itu nggak sebanding dengan kebahagian yang tiada tara, saat kamu mendengar tangisan bayi kamu saat dia lahir nanti." Natasha menyemangati Azzahra.


" Tapi aku takut, Teh." Azzahra seketika cemas.


" Honey, kamu nggak usah takut. Ada aku yang menemani." Gavin langsung merengkuh tubuh istrinya.


" Aku takut, Kak. Aku takut aku nggak sanggup untuk melahirkan anak kita."

__ADS_1


" Sssttt, jangan bicara seperti itu. Kamu 'kan sangat taat dalam agama. Kamu berdoa selalu kepada Allah SWT, minta diberi keselamatan, kesehatan dan kelancaran saat persalinan nanti." Gavin membungkukkan tubuhnya kemudian merangkum wajah sang istri. " Kamu tidak perlu cemas, Honey. Aku akan ada di samping kamu saat kamu melahirkan nanti." Gavin kemudian mengecup lembut bibir Azzahra.


" Hadeuh ... kalau mau mesra-mesraan jangan depan umum, deh!" sindir Natasha memutar bola matanya jengah.


" Kamu pikir cuma kamu dan suamimu saja yang bisa bermesraan di depan orang lain, Alexa? Masih bagus kita bermesraan di rumah keluarga sendiri. Tidak seperti kalian. Bermesraan depan publik dilihat banyak orang, sampai bikin seorang gadis menangis karena patah hati." Gavin kini melirik istrinya yang sudah memberengut dengan wajah merona.


" Dan sampai bikin Kak Gavin harus berurusan dengan gadis itu juga orang tuanya, kan?" Natasha tergelak mengingat kejadian lucu tersebut.


" Sayang waktu itu kamu telat datangnya, Alexa. Jadi kamu nggak sempat lihat waktu gadis itu tersadar langsung bilang 'Umi, Rara takut. Rara mau diperkosa', ya ampun, padahal kepikiran ke arah situ juga nggak." Gavin dan Natasha kini tertawa bersamaan membuat Azzahra malu.


" Kak, iihh ... sudah, deh. Jangan bahas itu lagi. Aku malu." Azzahra menghujani cubitan di pinggang Gavin.


" Jadinya 'kan imbang, Honey. Satu-satu." Gavin terkekeh seraya merengkuh tubuh Azzahra yang kini menenggelamkan wajah di dadanya.


***


Yoga dan Natasha setengah berbaring dengan siku menumpu badannya, Posisi mereka mengapit Alden dan Azkia yang tertidur di tengah-tengah mereka.


" Nggak sangka kita sudah punya dua anak ya, Mas?" ucap Natasha yang diangguki oleh Yoga.


" Kebahagian tak terhingga dengan sepasang anak laki-laki dan perempuan. Rumah tangga kita begitu sempurna. Terima kasih, sayang. Telah menghadirkan bayi-bayi ini untukku," ucap Yoga menatap lembut wajah istrinya.


" Bukan cuma aku 'kan yang berperan menghasilkan bayi-bayi ini. Selain rejeki dari Allah, kamu berperan besar, hingga bayi-bayi ini tumbuh di perut aku. Mas."


" Ah rasanya nggak sabar ingin bikin yang lucu-lucu seperti ini lagi." Yoga terkekeh mengerlingkan matanya.


" Astaga, Mas. Azkia belum juga lahir seminggu." Natasha memprotes suaminya membuat Yoga terkekeh.


" Semoga rumah tangga ini selalu bahagia, ya. Mas," ucap Natasha berharap.


" Aamiin, Insya Allah rumah tangga kita selalu bahagia. Happily ever after."


" Aamiin Ya Rabbal Alamin ..." sahut Natasha membalas doa suaminya.


Ya seperti itulah perjalanan kisah hidup seorang Natasha Alexandrina yang berawal dari rasa kecewa pada seseorang, yang tanpa sengaja mempertemukannya dengan cinta sejatinya. Prayoga Atmajaya. Seorang mahasiswa yang awalnya dikenal sebagai driver ojek online. Pria yang selalu diremehkannya. Pria yang selalu diperlakukan seenaknya oleh Natasha, kini menjadi sumber kebahagiaan dalam hidup wanita pemilik Alexa Butique itu.


...The End...



Reader tercinta, akhirnya kisah cinta Tata&Yoga yang penuh dengan canda dan tawa akhirnya harus selesai. Jujur aku sedih 😢 tapi apa mau dikata. Mereka sudah bahagia sekarang. Cinta mereka terlalu kuat, hingga tak tersentuh oleh pelakor juga pebinor. Tapi jangan di unfavorite dulu ya, coz nanti akan ada bonus chapter. Dan bisa tahu jika ada pengumuman novel terbaru. Terima kasih banyak atas dukungan yang selama ini telah readers berikan untuk novel Mengejar Suami Impian🙏🙏🤗🤗 Semoga readers selalu dalam lindungan Allah SWT, Aamiin🤲


Untuk novel setelah ini, apakah readers berkenan jika kisah Gavin & Rara dibuat? Yakin ga nih? Aku ragu soalnya Gavin haters nya banyak🤣🤣


Oh iya aku ingin tiap reader kasih komen tentang novel perdanaku ini yang banyak kekurangannya. Baik dari cerita, bahasa dan tokohnya.


Dan siapa yang setuju jika kisah Gavin & Azzahra dibuat??


Terima kasih🙏


REZ Zha

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2