MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Semudah Itu Berubah?


__ADS_3

Hari ini Andra diminta Mamanya untuk hadir di acara pernikahan Rico, karena orang tuanya berhalangan hadir. Akhirnya sebelum ke kantornya, Andra menyempatkan diri ke rumah Tante Angel.


Sesampainya di rumah Tante Angel, Andra menyapa sahabat dari Mamanya itu. Selesai bersilaturahmi dengan Tante Angel, Andra langsung menuju calon mempelai pria dan memberi ucapan selamat pada Rico. Pertemanan dirinya dengan Rico tentu saja terjadi karena orang tua mereka berteman dekat.


Andra tahu Rico bukanlah pria yang bisa berkomitmen pada satu wanita, bahkan setiap pertemuan dengannya, Rico selalu membawa wanita berbeda. Makanya dia merasa surprise saat dia mendengar kabar jika anak teman Mamanya itu ternyata akan menikah.


Bahkan saat orang tuanya tahu jika Rico menikah, kedua orang tuanya itu mendesak agar dia segera menyelesaikan urusannya dengan Natasha. Tentu saja keinginan orang tuanya itu adalah agar dirinya bisa merubah keputusan Natasha yang menolak rencana pernikahan dengan dirinya.


Natasha...


Satu nama itu adalah nama yang paling dihindarinya selama ini, nama orang yang selalu mengusiknya, nama orang yang selalu membuatnya kesal dengan segala tingkahnya yang manja. Orang yang selalu membuatnya pusing jika dia tak meladeni wanita itu, pasti Mamanya yang akan langsung menegurnya.


Mengingat nama Natasha, tiba-tiba saja dia teringat kejadian malam itu. Malam dimana tiba-tiba dia berubah seperti seorang ba*jingan. Malam yang membuat dia hampir merenggut kehormatan wanita yang dia tahu sangat. tergila-gila padanya.


Dan jujur saja, sejak saat itu rasanya agak susah menghilangkan bayangan tentang Natasha, bayangan saat dia menyentuh tubuh mulus wanita itu, menyentuh bagian-bagian sensitif yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh pria yang menjadi suami Natasha kelak. Tiba-tiba saja dia sangat merindukan sosok wanita itu, wanita cerewet yang selalu memanggilnya dengan kata " Sayang ".


Sejak kejadian itu bisa dibilang dirinya jarang bertemu dengan Natasha. Lebih tepatnya Natasha sudah tidak pernah berkunjung ke kantornya padahal dulu hampir setiap saat wanita cantik itu selalu mengusiknya. Bahkan Andra sendiri merasa perubahan sikap Natasha yang dulunya periang kini lebih pendiam.


Andra menyadari perubahan sikap Natasha karena wanita itu trauma atas apa yang telah dia lakukan. Karena itulah dia mantapkan diri untuk mengikuti keinginan orang tuanya menikahi Natasha walaupun dia masih belum ada kepastian apakah wanita itu mau menikah dengannya atau tidak, dan melupakan cintanya kepada gadis muda bernama Adelia.


" Oh ya, Ndra. Kenalin nih, teman kuliah gue dulu sama bininya, masih pengantin baru juga, masih angetan, fresh from the oven ..."


Tiba-tiba suara Rico memecah lamunannya tentang sosok Natasha. Andra menoleh ke arah yang ditunjukkan Rico. Dan betapa terkejutnya dia saat dia menemukan sosok familiar yang mungkin belum sedetik hilang dari lamunannya.


Dia menatap wanita itu yang terlihat tertunduk tak melihatnya.


" Natasha??" Bibirnya reflek menyebut nama wanita itu, wanita yang belakangan ini selalu menghadirkan mimpi-mimpi liar dalam tidurnya. Seulas senyuman terbentuk di bibir Andra, tapi senyum itu seketika memudar saat menyadari ada sosok pria di sebelah Natasha, sosok yang sedang menggenggam erat tangan Natasha. Sosok yang dia kenal sebagai teman kuliah Adelia. Sosok yang minggu-minggu lalu sempat membuat wajah tampannya babak belur.


Dan yang semakin membuat bola mata Andra membulat lebar adalah saat tangan pria itu langsung melilit posesif pinggang Natasha.


Apa-apaan ini? Kenapa pria ini seenaknya saja memeluk calon tunangannya? Tangan Andra seketika mengepal, giginya mengerat membentuk rahangnya yang langsung mengeras, sorot matanya pun menghunus tajam ke arah pria yang diakui Natasha sebagai supirnya itu, yang juga dibalas tatapan sama tajamnya pria di samping Natasha.

__ADS_1


" Natasha, kamu nggak mau menyapa mantan tunanganmu ini?" sindir Rico menyeringai, memecah keheningan di antara mereka bertiga.


" Ga, lo nggak mau kenalin bini lo ini ke mantan tunangannya?" lanjut Rico lagi.


Deg ...


Andra terperanjat mendengar kata 'bini' yang diucapkan Rico, mungkin karena tertegun melihat kehadiran Natasha sehingga dia tidak fokus jika sedari awal Rico sudah mengenalkan Natasha sebagai istri Yoga.


" I-istri? Nat, apa maksudnya ini? Apa benar kamu istri dia?" Andra menatap Yoga dengan sorot mata penuh emosi.


" Dra, Dra ... makanya lo jangan perusahaan terus yang lo urus, sampai calon bini direbut orang, lo nggak tahu." Rico tertawa lebar.


" Andra, Yoga ... Tante ke depan dulu, ya. Mau nemuin tamu yang lain," pamit Mama Rico yang melihat situasi canggung yang terjadi pada teman-teman anaknya.


" Iya, Tante ..." Yoga dan Andra sama-sama menyahuti.


" Iissshh ... kompak nih, mantan sama suamimu, Natasha. semoga nggak akan ada baku hantam," kelakar Rico.


" Nat, apa benar kamu istri dia? Apa benar kamu sudah menikah?" tanya Andra penuh selidik.


" I-iya, Yoga suami aku," ucap Natasha tak merubah arah pandang ke suaminya.


" Tapi bagaimana mungkin, Nat? Sejak kapan kalian menikah?"


" Memangnya kenapa tidak mungkin? Kami saling mencintai," Yoga menyahuti kemudian menoleh dan tersenyum ke arah istrinya.


" Nat, apa dia memaksamu? Dia itu mencintai wanita lain." Andra seolah tak terima akan kenyataan yang dihadapinya.


" Wanita lain? Siapa?" celetuk Rico yang terlihat senang mengompori kedua temannya itu.


" Bukannya yang mencintai wanita lain itu adalah Anda, Tuan Andra Hadiwijaya?" tandas Yoga.

__ADS_1


" Nat, apa dia alasan kamu menolak keinginan Mama dan Papaku?"


" Saya rasa, Anda cukup tahu dengan jelas alasan kenapa Natasha menolak menikah dengan Anda." Yoga semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Natasha.


Andra mendengus kasar mendengar ucapan Yoga, dia sudah tahu apa maksud dari kata-kata Yoga tadi.


" Sebenarnya ada story' apa sih di antara kalian bertiga? Gue jadi penasaran." Rico seakan menikmati drama di hadapannya itu. " Cinta segitiga? Kandasnya cinta seorang CEO? Tunanganku menikah dengan teman sahabatku?" kelakar Rico lagi tertawa puas.


" Ga, kita duduk di sana saja, yuk!" Natasha yang melihat situasi tak kondusif memilih untuk menghindar dan menjauh dari Andra.


" Iya, sayang ..." sahut Yoga.


" Permisi ..." pamit Natasha kemudian berjalan mencari tempat duduk, karena sejak dari awal datang tadi mereka hanya berdiri.


" Kamu jangan terpancing emosi, ya. Ini tempat orang, malu kalau sampai kejadian di butik beberapa minggu lalu terulang lagi." Tangan Natasha mengelus dada Yoga mencoba meredakan emosi suaminya yang terlihat saat berhadapan dengan Andra tadi.


" Kau merasa khawatir padaku atau dia?" tanya Yoga.


Natasha berdecak. " Tentu saja kamulah, memang suamiku itu siapa? Kamu atau dia?!" Natasha mencebik.


Yoga yang melihat Natasha merajuk langsung memberikan satu kecupan singkat di bibir Natasha yang sedang mengerucut, hingga membuat Natasha terkesiap.


" Astaga, Yoga ... malu iiihh ... ini di depan umum." Natasha langsung mencubit pinggang Yoga hingga membuat Yoga tergelak menarik bahu Natasha dan meletakan kepala Natasha bersandar di pundaknya, mereka terus bercanda layaknya pasangan yang sedang dimabuk cinta, tanpa memperdulikan sepasang mata yang terbakar api cemburu melihat interaksi mereka berdua. Ada rasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.


Bagaimana mungkin Natasha bisa semudah itu berubah? Bukankah Natasha begitu mencintainya? Bukankah Natasha sangat terobsesi memilikinya? Lantas bagaimana mungkin hanya dalam waktu kurang dari satu bulan ini perasaan wanita itu terhadap dirinya hilang begitu saja? Apakah kenyataan jika Natasha terlihat bahagia dengan pria lain itu hanya palsu belaka? Begitu banyak pertanyaan-pertanyaan berkecamuk dalam pikiran Andra.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ....


Happy Reading,😘


__ADS_2