MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Prayoga Junior


__ADS_3

Natasha mengerjapkan matanya, penciumannya merasakan aroma maskulin yang sangat menyengat di hidungnya. Perlahan Natasha mulai membuka matanya, saat matanya terbuka lebar, dia mendapati sebuah dada bidang terpampang jelas di hadapannya. Natasha mendongakkan kepala, terlihat jelas wajah suaminya yang tertidur pulas.


Natasha merasakan kehangatan karena kulit mereka saat ini secara langsung saling bersentuhan dan berpelukan tanpa ada kain yang menghalangi. Natasha merasakan sakit di bagian intinya. Dia mencoba mengingat kejadian semalam, pergumulan panas yang berakhir dengan dia harus menyerahkan mahkota yang selama ini dia jaga.


Natasha menghembuskan nafasnya hingga terasa ke kulit dada Yoga. Dia tidak menyesali dia harus kehilangan kesuciannya, dia pikir Yoga adalah orang yang tepat dan yang paling berhak untuk mendapatkan itu, karena selain posisi Yoga adalah suaminya, tentu juga karena pria di hadapannya ini sudah banyak menjaga keselamatannya. Tapi masih ada satu keraguan yang dia rasa, karena Yoga sendiri belum menceritakan apa yang terjadi di ruang kerja Papa Yoga.


" Kenapa?" Natasha tersentak saat mendengar suara parau khas orang bangun tidur terdengar di telinganya. Dia kembali mendongakkan kepalanya, menatap suaminya yang sedang menatapnya dengan seulas senyum di bibirnya.


" Apa kamu menyesal atas apa yang kita lakukan semalam, hemm?" Yoga membelai kepala Natasha merapihkan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya.


" Aku hanya masih khawatir, Ga ..." ucap Natasha lirih.


" Apa yang membuatmu khawatir?"


" Orang tuamu, apa mereka bisa menerimaku?"


Yoga menarik nafas sejenak, " Kita hanya butuh sedikit berjuang untuk meluluhkan hati mamih ..."


" Papih?"


" Nggak ada masalah, papih bisa lebih bijak dalam menghadapi setiap permasalahan. Papih malah menyuruh aku segera mengesahkan pernikahan kita secara hukum negara." Yoga menjeda kalimatnya lalu menatap wajah istrinya itu. " Kalau aku pikir-pikir, kamu dan mamih itu sama-sama suka merajuk, untung dapat suaminya seperti aku dan papih, yang bisa sabar menghadapi kalian." Yoga terkekeh yang langsung mendapatkan pukulan di dada bidangnya oleh Natasha.


" Kenapa kamu menutupi jati dirimu yang sebenarnya, Ga? Kenapa harus rela panas-panasan di jalan menjadi driver ojek online? Kenapa harus capek-capek mengajar bimbel?" tanya Natasha dengan jemari tangannya yang memainkan bulu-bulu halus di dada bidang suaminya.


" Karena aku ingin orang melihat seperti apa adanya aku, bukan karena latar belakang keluargaku. Dengan kehidupan aku yang biasa saja selama ini, aku jadi bisa menilai siapa-siapa saja orang yang tulus berteman denganku. Dan alhamdulillah, so far semua orang di sekitar kampus dan rumah kontrakan, mereka baik sama aku."


" Itu karena kamu baik sama orang lain ..."


" Kamu baru memujiku?" Yoga mengangkat dagu Natasha hingga wajahnya terarah kepadanya. " Kamu baru sadar suamimu yang ganteng nggak ketulungan ini baik hati dan tidak sombong?!" Yoga terkekeh.


" Isshhh ... narsis banget." Natasha memukul dada suaminya.


" Kebayang nggak kalau mereka-mereka tahu aku ini sebenarnya seperti ini, hmmm pasti makin banyak cewek-cewek yang mendekati, siapa yang nggak tahan dengan pesona seorang Prayoga Atmajaya?" perkataan Yoga membuat Natasha memutar bola matanya.


"Mungkin bakal banyak juga cewek yang rela merogoh uang empat puluh juta supaya bisa jadi pacar aku." Yoga tergelak menyindir tingkah Natasha dulu.


.


" Nggak usah diinget terus, deh!" Natasha mencebik kesal selalu diingatkan terus tentang hal konyol itu. " Setelah ini berhenti ngojek, ya!" pintanya kemudian.


" Kenapa? Kamu malu??"


" Kalau aku malu, dari kemarin-kemarin aku suruh kamu berhenti." Natasha mencebik. " Aku cuma nggak mau makin banyak cewek-cewek yang modus ke kamu nantinya."

__ADS_1


" Cieee, makin posesif nih ceritanya??" ledek Yoga.


" Bukan begitu, aku cuma mau meminimalisir kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi kalau kamu bawa penumpang cantik," bantah Natasha.


" Bilang saja cemburu, kan?! Takut ada pertarungan cakar-cakaran lagi, kan?!" Yoga tergelak. " Kebayang nggak kalau mamih sampai tahu kejadian kemarin itu?"


" Aku bisa-bisa langsung digantung ..." celetuk Natasha terkekeh. " Kalau boleh menawar, bisa nggak mamih kamu itu ditukar dengan Tante Melly, mamanya Andra?"


" Apa kamu bilang?!" Yoga melotot mendengar ucapan asal dari istrinya itu.


" Habis mamih kamu galak banget sama aku, nggak kaya Tante Melly yang sayang banget ke aku, panggil aku aja selalu pakai kata 'Sayang' ..."


" Oh ... kamu mau tukar ibu mertua?! Mau sekalian ganti suami kamu jadi Andra, gitu?!" sindir Yoga.


" Iihhh, nggak, deh ...!" Natasha mengedikkan bahunya.


" Kenapa? Bukankah dia calon suami impian kamu? Lupa pernah menawarkan aku uang empat puluh juta?! Belum sebulan lalu, lho, kejadiannya." Yoga merasa senang terus menerus meledek sang istri.


Tangan Natasha kembali memukul dada suaminya itu yang tak henti menggodanya. " Bisa nggak, sih, nggak selalu membahas hal itu terus?!" protes Natasha memberengut.


" Habis lucu kalau ingat tampang angkuh kamu saat itu, berani menawarkan uang sebanyak itu demi bisa menjadi tunangan itu cowok."


" Tapi kamu juga jahat banget sama aku, pakai bicara yang aneh-aneh," gerutu Natasha kembali asyik memainkan bulu dada Yoga.


" Kamu baik orangnya ..."


" Kamu suka?"


Natasha mendongakkan kepala, dia tak menjawab dengan untaian kata. Dia hanya menatap wajah Yoga menikmati indahnya mahluk ciptaan Sang Maha Kuasa. Tangan Natasha terulur menyentuh wajah suaminya itu, mengabsen semua bagiannya mulai dari kening, pelipis, mata, hidung, pipi, rahang, dagu dan berakhir di bibir. Natasha tersenyum, bibir inilah yang selalu memberikan sentuhan-sentuhan penuh kenikmatan.


" Kenapa? Kepingin aku cium?"


" Kamu menyebalkan ...!


" Kamu menggemaskan. Kalau lihat wajah kamu begini bawaannya ingin membajak saja." Yoga terkekeh.


" Apa???"


" Membajak sawah Neng Tata, eh ... membajak padi di sawah." Yoga tergelak.


" Dasar mesuuuuuummm ...!!"


" Mesum apaan, sih? Orang aku bilang membajak padi di sawah, kok. Salah di mananya coba? Kamu mungkin yang mesum." Yoga mengacak rambut Natasha.

__ADS_1


" Tau ah ..." Natasha memilih menyudahi perdebatannya dengan Yoga, karena dia sadar dia tidak akan menang jika harus beradu argumen dengan suaminya itu.


" Apa masih sakit?" tanya Yoga sambil menyentuh bagian inti istrinya. Setelah semalam Natasha kelelahan dan tertidur, Yoga membersihkan inti Natasha dari cairannya yang tercampur dengan darah dari inti Natasha. Kemudian dia kembali merengkuh dan menyelimuti tubuh polos mereka berdua dengan selimut lembut.


" Mau apa lagi?" Natasha mulai waspada melihat suaminya sudah menyentuh bagian intinya.


" Mau menjalankan misi yang diberikan Mpok Ida." Seringai nakal terbentuk di bibirnya.


" Misi apa?"


" Mpok Ida minta kamu menemani dia."


" Menemani?? Memangnya mpok Ida mau ke mana?" tanya Natasha bingung.


" Nggak ke mana-mana, Mpok Ida minta ditemani kamu sama-sama hamil."


Natasha membulatkan matanya. " Mpok Ida hamil??"


" Iya ..."


Natasha hendak beranjak namun rasa nyeri di bagian intinya membuat dia meringis.


" Mau ke mana, sih?" tanya Yoga yang melihat istrinya tadi hendak bangkit.


" Mau kasih ucapan selamat ke mpok Ida, tolong ambilkan ponselku!" Natasha menunjuk arah nakas


" Urusan kasih selamat itu urusan belakangan, kamu lihat tuh baru jam dua lewat. Sekarang ini ada urusan yang lebih penting."


" Urusan apa??"


" Urusan menghasilkan Prayoga junior di rahimmu ini" Yoga langsung menarik selimut yang menutupi tubuh polos dia dan istrinya lalu melemparnya ke bawah, hingga membuat Natasha memekik, sejurus kemudian dia sudah mengungkung tubuh polos istrinya itu dan memulai kembali aksinya, membuat suasana dinginnya dini hari ditambah dinginnya AC tak mampu meredam panasnya gairah pasangan suami istri yang sedang dimabuk cinta.


*


*


*


Author POV : Mohon bantuan doa emak² sekalian agar Prayoga Junior segera terbentuk, Semangaaaat Kang Ojol💪😘


Bersambung...


Happy Reading😘

__ADS_1


__ADS_2