MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Cerita Mama


__ADS_3

" Ma, sudah tidur belum, ya?" Natasha mengetuk pintu kamar tamu. Walaupun sebenarnya dia merasa lelah setelah permainan satu ronde yang sangat panjang, tapi karena rasa kangennya pada Mama Nabilla dan juga ingin mendengar cerita mamanya, akhirnya sampai juga Natasha di depan pintu kamar tamu.


" Tata, ngapain kamu di sini?" tanya Mama Nabilla saat membuka pintu kamar.


" Tata mau tidur di sini. " Tanpa dipersilahkan terlebih dahulu Natasha langsung masuk ke dalam kamar mamanya istirahat dengan memeluk Teddy bear miliknya.


" Suami kamu ditinggal sendirian, gitu? Kamu nggak lagi berantem, kan? Sampai harus pindah kamar seperti ini?" Mama Nabilla memberondong pertanyaan sambil menutup kembali pintu kamar.


" Nggak berantem, kok! Cuma, dia sedikit merajuk tadi, tapi sekarang sudah aman, kok!" Natasha langsung membaringkan tubuh lelahnya di atas kasur. " Mama belum ngantuk, kan?" tanyanya kemudian.


" Memangnya kenapa?"


" Ceritain ke Tata, sebenarnya apa yang terjadi sampai keluarga kita terpisah dengan keluarga Kak Gavin?" Natasha mulai mengajukan pertanyaan demi menjawab rasa penasarannya.


Mama Nabilla terlihat menarik nafas perlahan. " Bukan kisah yang enak diceritakan, Ta. Apalagi saat ini orangnya sudah tidak ada." Mama Nabilla menyahuti.


" Tapi aku penasaran, Ma! Kenapa kita bisa berpisah sampai puluhan tahun begini?" Natasha mencoba mendesak mamanya untuk bercerita.


" Intinya, dulu Mama dan Papa pernah numpang hidup dengan Mbak Amanda, Mommy-nya Gavin. Dulu waktu Papa kamu belum punya pekerjaan yang tetap, pindah satu tempat ke tempat yang lain. Saat itu Mommy Gavin itu seorang model yang sangat sibuk, sampai tak punya waktu mengurus Gavin, karena itu Mbak Manda menyuruh Mama mengurus Gavin ..." ungkap Mama Nabilla.


" Lalu apa yang terjadi?"


" Mommy Gavin ... dia menyukai Papamu," Ada nada getir di kalimat yang diucapkan Mama Nabilla, Dia kemudian mendongakkan kepala, seolah menahan air mata yang hendak jatuh di pipinya.


Natasha tercengang mendengar penuturan mamanya. " La-lalu, apa Papa menyukai Mommy Kak Gavin juga?"


Mama Nabilla menatap putrinya, tangannya terulur mengusap kepala Natasha. " Tentu saja tidak, Ta. Papamu itu sosok suami yang setia, karena itulah kami memilih keluar dari rumah Mbak Manda."


" Apa Papanya Kak Gavin tahu, jika istrinya menyukai adik iparnya, Ma?"


" Mbak Manda dan suaminya berpisah sejak Gavin umur tiga bulan, sejak kecil Gavin lebih dekat dengan Mama ketimbang dengan orang tuanya ...."


" Berarti Kak Gavin itu produk anak broken home dong, Ma?"


Mama Nabilla mengangguk pelan. " Sudahlah, nggak perlu dibahas lagi soal itu, apapun yang terjadi di masa lalu, yang penting kita bisa ikhlas memaafkan, dan mendoakan yang sudah pergi mendahului kita, supaya diampuni segala kesalahannya dan diterangkan jalannya di alam sana."


" Tata jadi kangen Papa ..." Natasha langsung memeluk tubuh mamanya, air mata langsung luruh membasahi pipinya.


" Makanya kamu jangan putus kasih doa buat Papa kamu ..." ucap Mama Nabilla balik memeluk tubuh Nabilla. " Oh ya, Ta. Mama penasaran bagaimana kamu bisa ketemu sama Gavin?"

__ADS_1


" Hmmm ... itu karena aku kerjasama dengan istri Kak Gavin, Ma."


" Istri?? Gavin sudah menikah??"


Natasha mengangguk pelan, " Iya, Ma. Tapi ...."


" Tapi apa?"


" Istri Kak Gavin itu usianya lebih tua delapan belas tahun dari Kak Gavin."


" Hahh ...??" Mama Nabilla tercengang mengetahui cerita tentang istri keponakannya.


" Tapi aku dengar katanya mereka mau berpisah, Ma."


Mama Nabilla mengerutkan keningnya. " Lho, kenapa berpisah?"


" Katanya, sih. Kak Gavin menyukai wanita lain." Natasha menggigit bibir bawahnya mengucapkan kalimat tadi.


Mama Nabilla tersenyum tipis. " Kakakmu itu sangat tampan, pasti banyak wanita yang berusaha menggodanya, dan dia mendapatkan istri yang mungkin sepantaran Mommy-nya, nggak heran jika dia jatuh cinta pada wanita lain."


" Tapi wanita itu nggak menggoda Kak Gavin. Kak Gavin sendiri yang menyukai wanita itu." Natasha mencebik kesal, karena dari kata-kata Mama Nabilla, seolah-olah Gavin menyukai dirinya, karena dirinya yang menggoda Gavin.


" Ya karena wanita itu juga sudah mempunyai suami, nggak mungkin juga dia menggoda suami orang!"


" Gavin menyukai wanita bersuami? Wow ... nekat juga Kakakmu itu!" Mama Nabilla terkekeh. " Kamu kenal ya dengan wanita itu? Mama kasih saran supaya kamu nasehati wanita yang membuat kakakmu jatuh hati itu. Bilang jangan merusak rumah tangga orang lain, apalagi dia sendiri sudah berkeluarga, apa dia nggak takut jika suatu saat suaminya yang akan digoda wanita lain?"


" Aku nggak merusak rumah tangga orang lain! Dan aku nggak menggoda Kak Gavin, Ma!!" Natasha langsung menutup mulutnya dengan mata membulat, dia tanpa sadar mengatakan bahwa dialah wanita yang disukai Gavin.


Mama Nabilla terkesiap mendengar pengakuan Natasha. " A-apa maksud kamu, Ta? Jangan bilang kalau yang bikin Gavin ingin berpisah dengan istrinya itu adalah kamu!"


Natasha menunduk sambil memberengut. Dia meruntuki dirinya, mungkin karena faktor kelelahan jadi dia tidak bisa mengontrol mulutnya hingga keceplosan bicara. Mestinya dia tidak membahas soal rumah tangga Gavin di depan Mamanya.


" Astaghfirullahal adzim, Ta ...."


" Aku nggak goda Kak Gavin, Ma. Kak Gavin sendiri yang tiba-tiba suka sama aku."


" Kenapa bisa begitu? Kamu kan sudah punya suami, lalu bagaimana istri Gavin? Kamu bilang dia relasi bisnismu, kan?"


" Yoga sudah tahu, Ma. Makanya tadi dia kelihatan nggak suka melihat Kak Gavin."

__ADS_1


" Istri Gavin, apa dia tahu suaminya menyukaimu? Kerjasama kalian bisa bermasalah jika dia tahu."


" Istrinya juga sudah tahu kok, Ma. Bahkan dia suruh aku jauhi Kak Gavin."


" Ya, ampun, Ta ...."


" Sudah deh nggak usah dibahas lagi, Lagian kan sekarang sudah ketahuan jika Kak Gavin itu Kakak sepupu aku, masa dia mau curiga macam-macam." Natasha merebahkan tubuhnya di paha Mamanya. " Oh ya, Ma. Kalau Kak Gavin itu sepupu aku, apa aku sama Andra juga saudara ya, Ma?" tiba-tiba Natasha teringat ucapan Gavin yang mengatakan jika dia dan Andra adalah saudara sepupu.


" Andra? Andra mantan kamu? Memang kenapa dengan Andra dan Gavin?" tanya Mama Nabilla bingung.


" Kak Gavin pernah bilang kalau Papanya Kak Gavin itu kakak Mamanya Andra. Kok aku nggak tahu masalah ini sebelumnya?"


" Mama juga nggak terlalu hapal dengan keluarga suami Mbak Manda, Ta. Jadi Mama nggak kenal siapa-siapanya. Gavin sepupu kamu karena Mommy dia dan Mama kakak beradik, Gavin dan Andra sepupuan karena papanya Gavin dan mamanya Andra bersaudara. Dan kalau ditanya kamu dan Andra saudara atau bukan? Mungkin saudara jauh kali, ya? Entahlah Mama juga nggak terlalu paham!" Mama Nabilla mengedikkan bahunya. " Apa mereka berdua saling tahu jika sama-sama menyukai kamu?"


" Iya ...."


Mama Nabilla terkekeh. " Apa ada ribut-ribut di antara mereka?" Mama Nabilla penasaran.


Natasha mencoba mengingat kejadian di butiknya beberapa hari lalu. " Iya, hampir saja ada adu jotos antara mereka di butik."


" Lalu?"


" Aku tinggal saja, aku pergi sama Yoga makan siang ..." Natasha yang kini terkekeh, diikuti oleh tawa mamanya.


" Bahaya ini anak Mama jadi rebutan pria-pria tampan." Mama Nabilla masih tertawa lebar. " Apa Gavin selama ini bersikap baik sama kamu, Ta?"


Natasha mengangguk kecil, dia ingat bagaimana perhatian Gavin saat pria itu menemukan dirinya yang sedang menangis di parkiran kantor Andra, juga perhatiannya yang selalu datang ke butik tiap kali dirinya tidak bisa dihubungi, dan yang juga dia ingat perkataan Sinta yang mengatakan jika Gavin meminta alamat rumahnya di Bandung saat Papa Farhan meninggal. Mungkin tanpa Gavin sadari mungkin ikatan batinlah yang secara tidak langsung mengarahkan nya untuk selalu perhatian terhadap Natasha.


" Oh ya, Ta. Bagaimana dengan orang tuanya Yoga? Apa mereka bisa menerima kamu sebagai menantu mereka dengan baik?"


*


*


*


Bersambung...


Happy Reading😘

__ADS_1


__ADS_2