MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Wedding Party


__ADS_3

Akhirnya hari yang dinanti tiba, walaupun bukan hari pengucapan ikrar ijab qobul, tapi tetap saja membuat jantung Natasha berdebar. Natasha memperhatikan pantulan dirinya di depan cermin. Kalau ada definisi sempurna untuk ukuran manusia, mungkin itu yang akan dia sematkan pada penampilannya saat ini. Tampil dengan gaun pengantin berwarna broken white dengan model off shoulder tanpa ekor panjang menjuntai dan riasan rambut chignon dengan aksesoris yang semakin mempermanis tatanan rambutnya.


" Astaga, aku baru sadar, lho. Punya Mbak yang cantik kaya boneka gini, boneka Anabel." Amara terkikik saat meledek Natasha.


" Ck, dasar adik nggak ada akhlak, kakak sendiri dikata Anabel." Natasha mencebik. " Mbak kamu cantik gini dikata Anabel. Kamu sama Mbak itu cantikan Mbak ke mana-mana, tau!" sindir Natasha.


" Cih, narsis." Amara mencibir.


" Lho, memang kenyataan, kok. Kalau nggak cantik, nggak mungkin Mbak bisa dapat suami setampan dan sebaik Mas Yoga, weekkk." Natasha menjulurkan lidah meledek.


" Itu, sih, Kak Yoga nya saja yang lagi apes ketemu sama istri kaya Mbak Tata. Weekkk." Amara balik meledek sebelum akhirnya bergegas ke luar ruangan yang digunakan Natasha untuk berhias, membuat Natasha memberengut kesal.


" Sayang, kamu sudah siap? Ayo kita ke ballroom, sudah banyak tamu yang datang." Suara Yoga terdengar dari arah pintu.


Natasha memperhatikan suaminya yang saat ini mengenakan setelan celana dan blazer warna senada dengan gaun yang dikenakannya. Sungguh nampak begitu mempesona, membuatnya tidak tahan untuk tidak mengembangkan senyumnya.


" Kamu tampan sekali, sih, Mas," ucap Natasha jujur.


" Tentu saja, untuk mendampingi wanita secantikmu, perlu pria setampan aku." Yoga berjalan mendekati Natasha. " Kamu juga cantik sekali malam ini, Yank." Yoga meraih tangan Natasha dan mengecup punggung tangan istrinya itu.


" Cuma malam ini, doang, cantiknya?" Natasha memberengut.


Yoga terkekeh. " Nggak, dong. Kamu itu selalu cantik, Yank. Bahkan saat kamu nggak make up ga pakai apa-apapun, kamu tetap cantik di mataku." Yoga langsung menyeringai.


" Dasar ..." Natasha mencubit pinggang.


" Astaga, ditungguin di ballroom malah pacaran." Amara yang tiba-tiba kembali muncul menghentikan candaan Yoga dan Natasha. Dan akhirnya sepasang pengantin itu berjalan menuju tempat resepsi.


***


Dengan senyuman yang seolah tak pernah surut Yoga dan Natasha berjalan menuju pelaminan dengan diiringi lagu Beautiful In White dari salah satu pentolan boyband asal Irlandia, Westlife, Shane Filan. Di depan sudah menanti Papih Prasetya, Mamih Ellena, Mama Nabilla dan Om Faisal sebagai mengantikan Papa Farhan. Yoga dan Natasha memeluk satu-persatu mereka berempat.


Suasana pesta yang begitu meriah dan banyak tamu yang hadir karena tentu saja rekan bisnis dari Papih Prasetya yang mendominasi tamu yang hadir malam ini,. mereka satu persatu memberikan ucapan selamat kepada kedua pengantin.


" Selamat, Ga. Jaga Alexa baik-baik." Gavin memberi ucapan selamat seraya menepuk pundak Yoga.


" I'll do my best." Yoga menyahuti sembari memeluk Gavin dengan pelukan ala pria. Natasha tersenyum melihat pemandangan di depannya. Dia sangat senang dua orang pria yang sangat menyayanginya, dua orang pria yang belakangan ini selalu membantunya melewati bermacam kesulitan kini sudah terlihat mulai berdamai.


" Alexa, selamat, ya. Doa terbaik Kak Gavin berikan untukmu." Gavin pun kini memeluk Alexa, dan tak ada protes dari Yoga kalo ini.


" Makasih Kak Gavin, makasih juga kadonya, tiket dan akomodasi honeymoon ke Maldives," ucap Natasha mengucapkan terima kasih karena semalam Gavin memberikan kado untuk mereka pergi ke Maldives untuk berbulan madu.

__ADS_1


" Iya, Kakak kasih itu biar kalian secepatnya


bisa kasih Kakak keponakan yang lucu-lucu." Gavin menyahuti. " Itu tugas untukmu, Ga." Gavin melirik ke arah Yoga.


" Siap, laksanakan!" balasan Yoga membuat mereka tergelak.


" Kak Gavin, kapan menyusul kita, nih? Kapan mau melamar Azzahra?" Natasha menggoda Gavin dengan memainkan Alisnya.


" Kenapa mesti bawa-bawa dia, sih? Sudahlah, Kak Gavin turun dulu, banyak yang antri di belakang, tuh." Gavin buru-buru menjauh dari dua couple yang belakangan ini kompak meledeknya jika menyangkut gadis bernama Azzahra itu.


" Natasha ... Congratulation, babe. I'm so happy for you, emuach ..." Lidya salah satu sahabat mengucapkan selamat, memeluk dan cipika cipiki ke Natasha. sampai dia melewati Yoga.


" Thank you, Lid. Thanks for your coming " Natasha memeluk erat Lidya.


" Awas, dong, Lid. Gue juga mau peluk Natasha, nih." Sisca menarik tubuh Lidya agar terlepas dari pelukan Natasha.


" Apaan, sih. Ini orang dari dulu rese banget, deh." Lidya mencebik.


" Nat, hiks ... gue terharu, akhirnya lo nikah juga, walaupun bukan sama Andra." Sisca pun memeluk tubuh Natasha.


" Merusak suasana lu, Sis. Orang Natasha sudah dapat suami ganteng gini, kok. Malah sebut cowok lain." Lidya melirik ke arah Yoga yang juga sedang melihat ke arahnya. Seketika dia menyadari kalau dia belum menyalami sang mempelai pria.


" Aamiin, terima kasih, Mbak." Yoga menyahuti.


" Hmmm, kita pernah ketemu, nggak, sih?" Lidya memperhatikan wajah Yoga lekat.


" Lo, tiap ketemu pria ganteng dibilang pernah ketemu, nggak, sih? Kaya pernah kenal, sih!" Sisca mencibir Lidya.


" Memang kamu pernah ketemu Mas Yoga? Di mana?" tanya Natasha.


" Entah, deh. Gue juga nggak yakin, sih." Lidya terkekeh.


" Kalian cuma berdua? Suami kalian nggak pada ikut?" tanya Natasha kepada kedua sahabatnya.


" Kita memang sengaja nggak ngajak suami, Nat. Kalau suami-suami kita ikut, kita nggak mungkin bisa lama di Indonesia, pasti dikejar-kejar sama kerjaan." Sisca menerangkan.


" Sis, ayo kita turun. Nggak enak sama yang lain yang mau kasih salam sama pengantin." Lidya dan Sisca pun berjalan turun dari panggung tempat pelaminan Yoga dan Natasha.


" Teman-teman kamu seru ternyata." Yoga menilai kedua sahabat Natasha.


" Mereka teman-teman SMA aku dulu, Mas. Dulu kita sering hang out bareng." Cerita Natasha, sementara matanya melihat dua orang sosok paruh baya yang mulai menaiki stage pelaminan. Mereka adalah Om Ruslan dan Tante Melly.

__ADS_1


" Tante ..." lirih Natasha memanggil mama dari Andra itu.


" Sayang, selamat, ya." Mama Andra langsung berhambur memeluk Natasha setelah menyalami Yoga. " Tante turut bahagia, Sayang. Tante doakan yang terbaik untuk rumah tangga kalian." Mama Andra kini menangkup wajah cantik Natasha. Natasha bisa melihat ada kekecewaan di wajah Mama Andra yang coba ditutupi wanita paruh baya itu, hingga membuat Natasha merasa bersalah.


" Selamat ya Natasha. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah. Langgeng ya, Nat." Giliran Om Ruslan yang memberikan selamat.


" Aamiin, makasih banyak, ya, Om. Maaf kalau Natasha sudah mengecewakan, Om dan Tante," lirih Natasha.


" Yoga, selamat, ya."


Natasha melirik suara yang memberikan ucapan kepada suaminya saat dia berbincang denga Papa Andra.


" Thanks, Ran. Sudah menyempatkan diri datang kemari." Yoga menyahuti Kirania yang datang bersama Dirga.


" Natasha, selamat, ya. Bagaimana kondisi kamu sekarang?" Kirania kini bergerak mendekati Natasha.


" Makasih, Ran. Alhamdulillah sudah membaik," jawab Natasha.


" Syukurlah kalau begitu."


" Dia terus menyalahkan dirinya karena kejadian kemarin, setiap hari kerjaanya menangis terus," sindir Dirga.


" Tentu saja aku sedih, kalau tidak menahan tubuhku, Natasha pasti nggak akan ikut terjatuh." Kirania merasa kesal disindir Dirga seperti tadi.


" Itu musibah, namanya musibah datang tanpa ada yang menduga." Yoga berucap bijak.


" Oya, kalian berdua kapan akan menyusul kami?" pertanyaan tiba-tiba Natasha membuat Dirga dan Kirania seketika saling pandang.


*


*


*


Bersambung ...


Reader di sini ga ada yang diundang sama couple ini, ya?😁


Like & Komennya jgn lupa ya🙏


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2