MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Kesedihan Natasha


__ADS_3

" Ini saya kasih resep vitamin untuk Bu Natasha. Di trimester pertama ini usia kandungan masih sangat riskan, jadi diusahakan jangan terlalu kelelahan ya, Bu. Jangan stress juga. Banyak makan makanan yang bergizi, dan hindari minuman bersoda. Susu hamilnya jangan lupa diminum teratur, ya, Bu." Ibu bidan memberikan nasehatnya.


" Bayinya perempuan atau laki-laki, Bu?" tanya Natasha penasaran.


Ibu bidan tersenyum menanggapi rasa penasaran Natasha. " Biasanya di trimester ketiga baru bisa dilihat jenis kelaminnya. Sekarang ini usia kandungan Bu Natasha baru masuk tiga minggu."


" Oh begitu, ya, Bu? Rasanya nggak sabar ingin tahu anak aku laki-laki atau perempuan."


" Kalau perempuan pasti secantik Bu Natasha," ucap Bu bidan.


" Dan kalau laki-laki pasti setampan papanya." Natasha mengembangkan senyum bahagia.


***


" Alhamdulillah akhirnya Non Tata hamil juga. Mamih Ellena pasti senang banget, Non." Bu Ratna berucap syukur saat mereka berdua kembali ke rumah setelah mengecek kehamilan Natasha di ibu bidan di depan komplek perumahan.


" Iya, Bu. Aku bahagia banget, sebentar lagi aku akan menjadi seorang ibu." Natasha mengelus perutnya yang masih terlihat datar.


" Ibu nggak sabar lihat ekspresi Den Yoga saat tahu Non Tata hamil."


"Bu, jangan dulu beritahu suamiku tentang berita ini, ya?" pinta Natasha.


" Lho, memangnya kenapa, Non?" Bu Ratna terheran.


" Aku mau kasih kejutan ke dia. Bu. Dua hari lagi 'kan dia ulang tahun. Ini pasti akan jadi kado terindah untuknya." Natasha berucap dengan wajah berbinar.


" Oh, ya sudah, Bu Ratna akan tutup mulut, Non." Tangan Bu melakukan gerakan layaknya seorang yang sedang menutup resleting.


" Makasih, Bu. Aku kembali ke kamar, ya?" pamit Natasha ada Bu Ratna.


" Hati-hati, Non. Jangan berlari naik tangganya." Bu Ratna memperingatkan.


" Iya, Bu." Natasha kemudian berjalan menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Tangannya terulur meraih ponsel di dalam tasnya. Dia mencari kontak suaminya, dan mengetikan pesan singkat untuk sang suami.


" I❤️U My Hubby😘😘😘"


Natasha meletakan ponselnya di dada dengan tangan berlipat, senyum tak luntur dari bibirnya sejak dia mengetahui jika dirinya kini tengah mengandung benih dari suami tercintanya itu.


Tak lama bunyi ring tone Because You Loved Me nya Celine Dion terdengar dari ponselnya, dan Natasha tahu siapa yang memanggilnya saat ini, karena dia menyetel pengaturan ring tone itu untuk nomer Yoga.


" Halo, Mas ..."


" Assalamualaikum, Sayang ..." Yoga mengkoreksi sapaan Natasha.


" Waalaikumsalam, Mas ..."

__ADS_1


" Ada apa ini, tiba-tiba kirim pesan seperti itu?" Yoga yang memang tidak pernah melihat istrinya mengirim chat berisi rayuan atau ungkapan-ungkapan perasaan pun merasa heran.


" Kepengen saja," Natasha terkekeh. " Kamu kok nggak balas, sih, Mas?"


" Apanya?"


" Pesan yang aku kirim tadi."


Tawa kecil terdengar dari ponsel Natasha. " Mau dibales pakai chat lagi atau aku ucapkan langsung?"


" Kalau diucapkan langsung, sebentar aku rekam dulu, Mas."


Yoga kembali tergelak. " Kenapa mesti di rekam, sih, Yank? Kalau kamu mau, aku bisa ucapkan kalimat itu berulang-ulang setiap saat."


" Kalau tiba-tiba aku ingin dengarnya pas kamu lagi kuliah, pas kamu di kelas, memang bisa? Sudah mulai aku rekam nih, ayo balas isi chat aku tadi, Mas!" seru Natasha tak sabar.


" I love you more, Natasha ... sayangku, cintaku, manjaku, istriku, calon ibu dari anak-anakku, teman tidurku, partner mesumku ...."


Natasha kini yang tertawa mendengar ucapan suaminya.


" Kamu lebay banget, deh. Mas."


" Aku lebay karena kamu ...."


" Kamu pasti dulu sama cewek yang kamu suka gombal merayu seperti ini, ya?"


" Bohong!"


" Kok, kamu nggak percaya sama aku?"


" Karena aku tahu, kamu pasti bohong! Ngaku aja deh, sering, kan?"


" Ya, namanya juga laki-laki normal, Yank."


" Berarti kamu juga pernah peluk dan cium dia, kan? Kamu bohong, kan, waktu itu kamu bilang kalau baru aku wanita yang bersandar di dada kamu?!"


" Aku nggak bohong, Yank!"


Natasha mendengus kesal. " Sudahlah, aku malas ngomong sama kamu!" Natasha langsung mematikan panggilan ponselnya. Dia tak memperdulikan panggilan telepon suaminya yang berbunyi lagi.


Mengetahui ternyata suaminya memang pernah merayu wanita lain seketika membuat moodnya memburuk. Padahal dia juga tahu kalau itu hanya bagian masa lalu suaminya, tapi tetap saja dia merasa cemburu saat dia tahu pernah ada wanita lain yang pernah mendapat cinta, perhatian dan kata-kata rayuan dari suaminya itu.


***


Kurang dari satu jam setelah panggilannya ditutup secara tiba-tiba oleh istrinya, Yoga langsung bergegas pulang ke rumahnya. Bayangan istrinya yang tiba-tiba kabur membuat dirinya trauma. Karena itu dia meninggalkan kampusnya demi mencegah istrinya melakukan hal nekat lagi, karena sebelum menutup panggilan teleponnya, istrinya itu sempat merajuk.

__ADS_1


" Assalamualaikum, Bu. Tata mana?" Sapaan dan pertanyaan dilontarkan secara bersamaan oleh Yoga kepada Bu Ratna.


" Waalaikumsalam, Den Yoga sudah pulang? Non Tata ada di kamar, Den." Jawaban dari Bu Ratna membuat nafasnya lega. Dan dengan bergegas Yoga berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Dia menajamkan pendengarannya saat terdengar suara Isak tangis dalam kamarnya. Dengan tergesa-gesa Yoga membuka daun pintu kamarnya itu.


" Hiks ... hiks ... hiks ...."


Yoga melihat istrinya itu sedang menangis dengan memeluk guling dengan ponsel di tangannya.


" Yank, Sayang kenapa?" Yoga membelai kepala Natasha. " Ada apa, Yank?"


" Huhuhuuuu ..." Bukannya berhenti, Natasha malah semakin tersedu saat suaminya itu membelainya.


" Ada apa, Yank? Bilang sama aku ada apa?" Yoga sampai mengguncang tubuh Natasha kerena istrinya itu tak juga bangun dari posisi berbaringnya.


" Hiks ... aku sedih, Mas." Akhirnya setelah didesak, Natasha pun mulai bersuara walaupun masih dengan tersedu-sedu.


" Bilang sama aku, apa yang buat kamu sedih? Apa ada orang yang menyakiti kamu? Siapa orangnya? Kasih tahu aku, Yank. Jangan menangis seperti ini."


" Jahat banget, sih, orang tuh, hiks ... hiks ..."


" Yank, siapa yang jahat ke kamu, bilang ke aku, jangan nangis gini, dong!" Yoga mulai emosi pada orang yang membuat istrinya menangis.


Natasha kemudian menyerahkan ponselnya ke arah Yoga. " Ini Authornya jahat banget, Mas. Hiks ... hiks ...."


Yoga mengeryitkan keningnya. " Author?"


" Iya Mas, dia jahat banget, deh. Masa bikin cerita sedih gini. Istrinya lagi hamil muda, suaminya malah kecelakaan, trus meninggal. Sudah gitu, dianya malah keguguran. Dasar Author nggak ada akhlak, nggak berprikemanusiaan banget. Tokoh utama wanitanya dibuat tragis banget nasibnya, Mas."


" Astaga, Yank. Jadi kamu nangis tersedu gini cuma karena baca novel sedih?"


Natasha mengangguk cepat. " Iya."


Yoga mendengus kasar saat mengetahui penyebab Natasha bersedih hanya karena istrinya itu membaca kisah novel sedih. Sepertinya untuk waktu-waktu ke depan dirinya memerlukan stok sabar lebih banyak menghadapi sikap istrinya yang semakin lama semakin membuatnya harus banyak-banyak mengurut dada.


*


*


*


Bersambung ...


Mak² di sini, sapa yang jadi saksi Yoga nyepik Kirania di sebelah? Ngumpul sini😂

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2