MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Season 2 -- Kita Ketemu Lagi


__ADS_3

Natasha terus memperhatikan sosok pria yang sedang berdiri di depan kelas dan memberikan penjelasan kepada seluruh mahasiswa di kelas itu. Natasha tersenyum sembari melipat tangan di dadanya mendapati sosok berwibawa itu.


" Cari siapa, Bu?"


Natasha menoleh saat seseorang menyapanya. Dia kemudian mendapatkan seorang wanita cantik di hadapannya saat ini.


" Ibu dosen baru di sini?" tanya wanita itu kembali kepada Natasha.


" Oh, bukan-bukan." Natasha kembali melihat ke arah suaminya lagi. Dan pandangan mata Natasha diikuti oleh wanita itu.


" Ibu sedang memperhatikan Pak Yoga, ya? Beliau memang dosen idola di kampus ini, Bu."


Natasha langsung mengeryitkan keningnya mendengar ucapan wanita tadi. Ada rasa tak suka dihatinya saat dia tahu jika suaminya itu adalah dosen idola di kampus itu.


" Kalau ibu suka sama Pak Yoga, saingan ibu banyak lho, Bu."


Hati Natasha semakin panas. Setiap ucapan dari wanita itu seperti memprovokasi dirinya hingga rasa cemburu itu tiba-tiba saja tersulut di hatinya.


" Apa kamu juga termasuk yang suka sama dosen itu?" selidik Natasha.


" Suka sih, iya. Tapi saingannya banyak, Bu ..." ucap wanita itu berkata jujur.


" Apa kalian tidak tahu kalau dosen itu sudah punya istri?"


" Istri 'kan buat di rumah, Bu. Di kampus beda cerita."


Rasanya Natasha ingin meremas mulut wanita di hadapannya itu. Namun tentu saja dia tidak akan senekat itu.


" Selama ini apa Pak Dosen itu pernah dekat dengan wanita di kampus ini?" selidik Natasha lagi.


" Pak Yoga itu orangnya humble, jadi dia bisa dekat dengan siapa saja. Termasuk dengan mahasiswi dan dosen wanita di sini."


Rasa cemburu semakin merayap di hati Natasha. Dia tidak bisa membayangkan jika setiap hari suaminya itu dikelilingi wanita-wanita yang memujanya di kampus ini.


***


" Mas, aku mau kuliah lagi. Boleh, kan?" tanya Natasha pada suaminya yang saat ini berada di belakang kemudi..


" Kamu mau kuliah lagi? Untuk apa?" Yoga merasa heran dengan permintaan istrinya yang tiba-tiba itu.


" Biar aku makin pintar lah ..." sahut Natasha.


" Tumben ...."


" Kenapa? Nggak boleh, ya?"

__ADS_1


Yoga lalu menggenggam jemari Natasha.


" Bukan nggak boleh, Sayang. Tapi setahuku saat ini kamu tidak sedang mengejar ambisi apapun. Kamu bilang akan fokus mengurus aku dan anak-anak. Lagipula kamu sedang program anak ke lima. Aku nggak mau kamu kelelahan karena harus ke kampus, belajar dan mengurus keluarga." Yoga memberi pengertian kepada istrinya agar mengambil keputusan dengan matang.


" Jadi intinya nggak boleh, kan?" tebak Natasha.


" Memang kamu mau kuliah di mana, sih? Kuliah sama aku saja, deh. Nanti aku bisa ajari. Mau teori atau praktek, aku bisa." Yoga mengerlingkan matanya menggoda istri cantiknya itu.


" Aku memang mau kuliah sama kamu, Mas. Di kampus kamu."


" Kenapa tiba-tiba kamu ingin kuliah di kampus tempatku mengajar? Jangan bilang kalau kamu ingin memantau suamimu yang jadi dosen idola di kampus ini.." Yoga terkekeh membuat Natasha mendengus kesal.


" Kamu senang ya tiap hari dikelilingi wanita-wanita cantik itu?" sindir Natasha.


" Senang dong, siapa yang nggak senang dikelilingi wanita-wanita cantik?" Yoga sengaja menggoda istrinya.


Natasha membuang pandangannya keluar jendela mendengar jawaban Yoga.


" Tapi aku lebih senang dikelilingi oleh keluargaku. Dikelilingi istri yang cantik dan anak-anak yang lucu dan pintar. Aku sudah bertahun-tahun menjelaskan ke kamu kalau hati aku ini sudah milik Natasha Alexandrina seorang." Yoga kemudian mengecup punggung tangan istrinya itu.


" Tapi aku takut, Mas ...."


" Tidak ada yang perlu kamu takutkan. Tidak akan ada wanita yang sanggup menaklukan hati seorang Prayoga Atmajaya selain Natasha Alexandrina."


* Halah ... gombal ...! Dulu saja dekat-dekat Kirania sama Adelia," cibir Natasha.


" Ya-ya-ya ... " Natasha memutar bola matanya, membuat Yoga melepas tautan tangannya dan mengacak rambut istrinya itu.


***


" Tante, Kia saja yang dorong stroller Adik Haikal ya?" pinta Azkia saat Amara mengajaknya ke mall bersama Haikal dan pengasuhnya.


" Berat, Sayang. Biar Sus Maya saja. Kia sama Tante Amara saja, sini." Amara menggandeng tangan Azkia dan berjalan di depan memasuki mall.


" Kita makan dulu saja ya, Kia? Kia mau makan apa?" tanya Amara.


" Fried Chicken dong, Tan." Azkia menjawab cepat.


" Ya sudah, kita makan di sana saja." Amara menunjuk franchise fried chicken terkenal produk dalam negeri C F C.


" Oke, Tan." Azkia menyetujui restoran yang ditunjuk tantenya itu.


" Kalian tunggu di sini, nanti Tante yang pesankan. " Kamu pesan apa Sus?" tanya Amara kepada Sus Maya setelah mereka sampai di meja.


" Saya nasi sama ayam saja, Bu. Minumnya air mineral saja." Sus Maya menjawab.

__ADS_1


" Kalau Kia mau pesan apa?" Kini giliran Azkia yang ditanya Amara.


" Kia chicken strips, french fries sama burger, Tan."


" Ya ampun, kamu kecil-kecil makannya banyak. Nggak takut kekenyangan?" Amara menggelengkan kepala mengomentari pesanan keponakannya itu.


" Kalau Kia kenyang tinggal kasih ke Sus Maya saja," jawab Azkia.


" Lho, kok kasih ke Sus Maya? Sus Maya 'kan sudah pesan sendiri." Sus Maya memprotes.


" Sus Maya 'kan mau dorong Adik Haikal, pasti berat. Jadi Sus Maya harus banyak makan biar kuat dorongnya," celetuk Azkia membuat Amara dan Sus Maya pun terbahak.


" Ya sudah, Tante pesan dulu makanannya. Kalian di sini saja!" Amara pun langsung mengantri membeli makanan.


Sementara itu Raditya baru saja keluar dari salah satu outlet yang menjual alat olah raga. Dia melangkah ingin meninggalkan mall namun matanya tiba-tiba menangkap sosok gadis kecil yang sangat dia kenal. Dia lalu memperhatikan orang di sebelah gadis kecil itu yang memakai seragam pengasuh anak. Raditya pun mulai mengedar pandangan mencari tahu siapa yang menemani gadis kecil itu saat ini. Dan saat dia mendapati sosok Amara, seyum tipis langsung mengembang di bibirnya.


Dengan percaya diri Radiya melangkah masuk ke dalam waralaba itu dan mendekati Azkia.


" Hai, Azkia ... wah, Azkia makan di sini juga, ya?" sapa Raditya berpura-pura tidak mengetahui keberadaan Azkia sebelumnya di sana.


" Eh, Om Radit ..." Azkia membalas sapaan Raditya.


" Azkia sama siapa kemari?" Raditya masih berpura-pura tidak tahu.


" Sama Tante aku, Om." Azkia kemudian menunjuk Amara.


" Oh, sama Tante. Ini dedek bayi siapa? Adiknya Azkia?" tanya Raditya.


" Ini adik bayinya Tante Amara, Om."


" Oh, anaknya Tante " Raditya kemudian mendekat ke arah bayi dari Amara itu, dia lalu mengusap wajah halus Haikal dengan punggung jarinya.


" Hei, siapa kamu?! Dan kenapa pegang-pegang anak saya?! Kamu penculik, ya?!" Amara yang baru selesai mengantre langsung mendekat saat terlihat seorang pria mendekati bayinya.


Raditya yang menyadari kedatangan Amara langsung menolehkan kepala ke Amara


" Kamu??"' Amara terbelalak mendapati Raditya di sana.


" Oh, Hei ... kita ketemu lagi ternyata." Raditya mengembangkan senyuman manisnya.


*


*


*

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2