MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Apa Kalian Bersekongkol?


__ADS_3

" Keliatannya asyik banget nih ngobrolnya, aku boleh ikutan gabung ngga, nih?" Yoga menarik kursi dan langsung duduk di antara Adelia dan Fira tanpa menunggu jawaban dari kedua gadis itu.


" Gimana, Fir? Kak Yoga boleh ikut gabung obrolan kita tadi?" tanya Adelia meledek, dia terlihat menikmati gestur tubuh Fira yang mendadak salah tingkah.


" Eh, i-iya boleh, Kak." Fira nampak gugup. " Emmm, Del. Gue ke toilet dulu ..." pamit Fira kemudian buru-buru meninggalkan Adelia dan Yoga berdua.


" Kenapa temanmu itu?" tanya Yoga heran


Adelia mengedikkan bahunya, sebelum akhirnya dia berucap. " Fira minta aku bantuin dia dekatin Kakak, dia suruh aku jadi mak comblang kalian."


Yoga mengangkat kedua alisnya, tak lama senyumnya mengembang. " Hati-hati loh, jadi mak comblang. kebanyakan kasus malah akhirnya jodohnya sama si comblangnya itu sendiri." Yoga mengerlingkan matanya membuat mata Adelia mengerjap


Adelia menyampirkan beberapa helai rambutnya ke belakang telinga, dia berusaha bersikap senormal mungkin mendengarkan ucapan Yoga tadi.


Yoga terkekeh melihat perubahan ekspresi wajah Adelia. " Jangan dibawa serius, aku cuma bercanda kok, Del."


Adelia mencoba tersenyum sambil menganggukkan kepala mencoba menerima alasan yang  diberikan Yoga. Seketika suasana hening, namun tiba-tiba Adelia merasakan atmosfir berbeda saat dia mendengar suara bariton terdengar di telinganya.


" Pantas saja teleponku nggak kamu angkat, ternyata lagi asyik berduaan di sini!!"


Adelia terkesiap saat dia mendengar suara yang sangat dia kenal itu dari arah belakang posisi dia duduk. Adelia memutar setengah badannya, dan benar seperti dugaannya, saat dia mendapati Andra berdiri tegap memasang wajah dingin dengan rahang mengeras.


" Mas Andra ...??" Adelia buru-buru bangkit dari kursinya. " Kok Mas Andra yang jemput aku? Katanya ada meeting ..." ucap Adelia berjalan menghampiri Andra.


" Kenapa?? Kamu nggak suka aku yang jemput?? Karena nggak bisa berlama-lama berduaan sama dia!" Andra mengangkat dagunya menunjuk ke arah Yoga


" Aku nggak berduaan aja kok, Mas ..." Adelia membantah, karena memang dia tidak benar-benar berdua, ada Fira yang kebetulan sedang di toilet.


" Sorry, bro ... sepertinya lo salah paham." Yoga berusaha ikut menjelaskan, Yoga tak ingin Adelia mendapat masalah karena memang yang terlihat saat ini adalah mereka sedang berdua,


" Salah paham?? Sudah beberapa kali saya lihat Anda selalu mencoba mendekati Adelia. Saya tahu Anda selalu mencari kesempatan untuk berdekatan dengan Adelia!"


Yoga mengusap tengkuknya " Iya karena kami memang berteman," hanya itu alasan yang bisa Yoga lontarkan.

__ADS_1


Andra mengacungkan telunjuknya ke depan muka Yoga. " Mulai saat ini jangan pernah Anda dekati Adelia lagi ...!! " tandasnya sedikit mengancam.


" Mas ..." lirih Adelia kecewa mendengar ucapan Andra.


" Apa hak Anda melarang saya mendekati Adelia? Saya berhak berteman dengan siapa saja di sini, begitu juga Adelia! Anda hanya orang luar, seharusnya Anda tidak usah turut campur apa yang terjadi di dalam kampus ini!" Suara Yoga terdengar lantang.


" Brengsek ...!!" Tangan Andra mengepal, sekejap kemudian dia sudah merangsek mencengkram kerah baju Yoga membuat tubuh Yoga sedikit tertarik mendekat ke arah tubuh tegap Andra.


" Astaghfirullah, Mas ..." Adelia mencoba melepaskan tangan Andra yang masih mencengkram kuat kerah baju Yoga. Air matanya sudah jatuh membasahi pipinya yang mulus, dia ketakutan melihat kekasihnya itu akan berbuat kekerasan.


" Dia calon istri saya ...!! Jadi jangan coba-coba Anda merebutnya dari saya!" Suara Andra menggelegar.


Beberapa orang yang masih ada di kantin itu berusaha mendekat ingin melerai, tapi telapak tangan Yoga terangkat memberi aba-aba agar mereka tak ikut campur, kemudian dengan santai dia menyingkirkan kedua tangan Andra dari kerah bajunya.


" Saya pikir Anda dan wanita itu ..." Tiba-tiba saja terlintas sosok Natasha di benak Yoga. "Kalian berdua itu sangat cocok, sama-sama sombong dan arogan! Sebenarnya kalian cocok jika berjodoh!" sindir Yoga.


" Maksud Kak Yoga apa?? Wanita siapa, Kak?" Adelia dibuat bingung dengan perkataan Yoga.


" Mantan calon tunangan tuan Andra Hadiwijaya yang terhormat!"


" Maksud kak Yoga itu siapa, Mas?" Adelia masih penasaran langsung menanyakan kepada Andra. Andra yang sudah menduga yang dimaksud Yoga adalah Natasha hanya bisa mengusap kasar wajahnya.


" Kita pulang sekarang!" Andra langsung menarik tangan Adelia membawanya pergi tanpa ada bantahan dari Adelia.


***


Natasha mematikan kompor dan melepas apron nya saat terdengar bel apartemennya berbunyi.


" Andra??" Natasha tersenyum lebar saat mendapati calon suami impiannya itu sudah berdiri tegap di depan pintu. " Ayo masuk ...!" Natasha menarik lengan Andra membimbingnya masuk ke dalam apartemennya. " Duduk dulu, aku buatkan minum, ya? Aku sedang buat pasta, kamu suka pasta, kan? Kita makan sekalian, ya?" Natasha begitu antusias dengan kedatangan tak terduga Andra.


" Nggak perlu! Aku hanya sebentar kemari," sahut Andra dingin. " Aku hanya ingin bertanya, ada hubungan apa kamu dengan pria bernama Yoga?!" Tanpa basa-basi dan masih dengan posisi berdiri Andra langsung melontarkan pertanyaan menyelidik.


Kening Natasha berkerut. " Yoga siapa?" tanyanya kemudian.

__ADS_1


" Pria yang kau rekam bersama Adelia."


Natasha membelalakkan matanya. " Oh, ya ampun ... kamu cemburu ya??" Natasha menangkup pipi dengan kedua telapak tangannya mendramatisir. " Aku nggak punya hubungan apa-apa kok dengan pria itu. kamu tenang aja, Andra."


" Cih, aku nggak perduli kau punya hubungan atau nggak dengan pria itu," sergah Andra. " Aku hanya ingin tahu, apa kalian bersekongkol untuk memisahkan aku dengan Adelia??" selidiknya mengintimidasi.


Natasha menelan salivanya. dia memang pernah mengajak berkonspirasi Yoga untuk melakukan hal yang dituduhkan Andra, tapi bukan kah pria itu menolak? Lantas dari mana Andra tahu jika dia pernah merencanakan hal itu? Apa mungkin Yoga memberi tahukan rencananya kepada Andra? " Sialan tuh cowok!" umpat Natasha membatin.


" Sayang ... aku tuh nggak kenal siapa pria itu, bagaimana mungkin aku bersekongkol dengannya??" bantah Natasha sambil bergelayut manja di lengan kokoh milik Andra.


Andra mengurai tangan Natasha dari lengannya. " Suatu kebetulan sekali bukan? Kau merekam Adelia dengan pria itu, dan pria itu ternyata mengenal siapa kamu?!"


" Maksudmu??"


" Bagaimana dia bisa mengenalmu sebagai calon tunangan aku, jika bukan kau sendiri yang mengenalkan dirimu kepadanya?!


Natasha terdiam, dia belum menemukan alasan yang tepat untuk membantah tuduhan-tuduhan Andra kepadanya.


" Kamu kenapa, sih? Kalau sama aku bawaannya marah-marah terus?!" Natasha berusaha tenang. " Aku tuh salah apa sama kamu coba?? Kenapa kamu nggak bisa bersikap lebih lembut kepadaku seperti kamu bersikap terhadap Adelia??"


" Jangan mengalihkan pembicaraan! Jika aku menemukan bukti kalau kau bekerja sama dengan pria itu, aku pastikan ...."


" Jika kau kemari hanya ingin menuduhku seperti ini, sebaiknya kau pergi saja dari sini!!" bentak Natasha mengusir


" Tidak perlu kamu usir, aku juga nggak betah berlama-lama di sini!" Andra kemudian pergi ke luar pintu apartemen Natasha.


" Aarrrggghh ...!!" teriak Natasha meluapkan emosinya. " Kamu jahat banget sama aku, Andra, jahat banget ..." Natasha terisak dan tubuhnya luruh di atas sofa. Selalu saja kekecewaan yang dia dapatkan dari pria yang dicintainya itu.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


Happy Reading😘


__ADS_2