MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Keputusan Gavin


__ADS_3

Gavin menyandarkan tubuhnya di sofa apartemennya. Dia lantas mengecek saldo rekening pribadi dari aplikasi internet banking di ponselnya. Hanya ada saldo dua puluh satu milyar, hanya itu yang dia punya.


Dia bukanlah seorang pengusaha kaya raya yang punya asset ratusan milyar atau bahkan trilyunan. Asset yang dia punya hanya sebuah apartemen dan dua buah mobil mewah. Selebihnya uang yang dia miliki dia jadikan modal bersama ketiga temannya di Jerman membangun perusahaan tekstil di sana. Sejauh ini, itulah sumber penghasilan dia selama ini. Walaupun dia menikah dengan Agatha, seorang janda kaya raya, tak membuatnya mengambil kesempatan untuk memperkaya dirinya sendiri.


Gavin memijat pelipisnya, dia mesti mencari uang untuk membantu Natasha melepaskan diri dari jeratan tuntutan Agatha.


Gavin memandangi ponselnya, dia memikirkan suatu hal. Tak lama kemudian dia mengambil sebuah kartu nama dari dalam dompetnya dan menekan nomer telepon yang tertera di kartu itu untuk menghubungi seseorang.


" Hallo ..." Suara seorang pria dari seberang sana.


Gavin tak langsung menjawab sapaan pria itu.


" Hallo, Dad ..." Akhirnya suara Gavin terdengar tercekat menyapa pria yang di panggil Dad itu.


" Dad?" Pria itu terdengar tersentak mendengar panggilan 'Dad'. " Ga-Gavin ... is that you?" Suara pria itu terdengar bergetar, karena sejak pertemuan kembali dua tahun lalu, ini adalah kedua kalinya dia menerima telepon dari anaknya, pertama kali terjadi satu tahun lalu saat Gavin mengabari jika mommy nya meninggal.


Gavin menghela nafas dalam-dalam. " Yes, Dad. It's me ..."


" Gavin ... Dad senang akhirnya kamu menghubungi Dad, Nak." Ada haru yang tersirat dari ucapan yang keluar dari pria yang ternyata Papa dari Gavin. " Kau menganti nomermu, Nak?


" Ini nomer aku yang lain, Dad," sahut Gavin. " Dad, apakah tawaran untuk mengurus hotel yang pernah Dad tawarkan kepadaku masih berlaku?"


" Tentu saja, Nak. Itu adalah hakmu, yang selama ini tak pernah kamu dapat dari Dad, Apakah kau sudah berubah pikiran, Nak? Apakah kau bersedia menerima pemberian dari Dad?"


Gavin diam sesaat, dia kembali menarik nafas, mengambil udara. " Baiklah, Dad. Aku akan mengurus hotel Dad yang di Bali itu, tapi ...."


" Tapi apa, Nak? Katakan saja ...."


" Pinjami aku dua puluh lima milyar, Dad. Bisakah Dad transfer uang itu besok?"


" Kenapa harus pinjam? Kau tinggal bilang minta saja, Dad pasti akan beri, Gavin."


" Tidak, Dad. Aku janji akan aku kembalikan jika nanti aku sudah ada uang."


" Tidak Gavin, tidak perlu, Nak."


" Dad, jangan buat aku berubah pikiran. Aku pinjam maka akan mengurus hotel Dad, jika Dad memaksa memberi, aku cancel niatku tadi."

__ADS_1


Papa Gavin menghembuskan nafas perlahan. " Baiklah, Nak. Jika itu maumu, Dad tidak bisa memaksa. Besok Dad akan atur transfer uangnya."


" Terima kasih, Dad. Aku sudahi dulu teleponnya. Besok aku akan ke kantor Dad."


" Baiklah, Gavin."


Gavin kemudian mematikan panggilan teleponnya. Sebenarnya hubungan dia dengan papanya tidaklah berjalan baik. Sejak kecil dia kehilangan sosok seorang papa, karena sejak usia nya tiga bulan kedua orang tuanya berpisah. Dan sejak itu pula mommynya selalu menjauhkan dari sosok papanya, hingga anggapan Gavin sejak kecil jika papanya telah menelantarkannya, dan tak pernah menganggap dia sebagai anak.


Hingga akhirnya dua tahun lalu pertemuan tak sengaja dengan Daddynya saat dia menemani Agatha dan Mommy nya mengunjungi suatu acara di Bali. Awalnya dia merasa curiga saat melihat Mommy berbincang sangat serius dengan seorang pria paruh baya.


FlashBack on...


" Katakan padaku, Amanda. Di mana anakku? Di mana selama ini kau sembunyikan Gavin?" tanya seorang pria paruh baya pada Mommy Amanda.


" Dia anakku David, apa kau lupa jika selama ini aku yang merawatnya? Aku yang bersamanya bukan kau!" sergah Mommy Amanda.


" Itu karena kau selalu menghalangiku untuk bertemu dengan Gavin. Kau selalu menolak semua nafkah yang aku berikan untuk Gavin."


" Aku bisa membiayai Gavin dengan uangku sendiri, David."


" Sekarang katakan di mana dia, Amanda? Aku ingin bertemu dengannya, aku ingin memeluk darah dagingku sendiri. Aku sangat merindukannya, Manda!"


" Kenapa kau tega melakukan itu, Amanda?!"


" Kau tahu, jika selama ini Gavin mengganggap Dadnya pergi meninggalkan dia dan Mom-nya karena selingkuh dengan wanita lain?"


" Itu tidak benar, bukan kah kau sendiri yang meninggalkan aku? karena kau yang selingkuh dengan manajermu itu. Dan terakhir yang aku tahu kau mencintai suami adikmu sendiri. Apa kau lupa jika kaulah yang melarangku menemui Gavin dan kau juga yang menolak semua nafkah yang aku berikan untuk dia! Kenapa kau memutar balikan fakta seperti itu, Amanda?! Aku sangat menyanyangi Gavin, tapi kau melarangku menemuinya apalagi menyentuhnya. Bahkan sejak Gavin usia enam tahun kau membawa Gavin entah ke mana, tak pernah ada kabar beritanya. Kalian seperi menghilang, tapi itu bukan berarti aku melupakan anakku Gavin, karena selamanya dia adalah darah dagingku dan aku sangat menyanyanginya walaupun seandainya saat ini dia beranggapan aku yang telah mengabaikannya karena kelicikan mu, Amanda!"


Gavin yang saat itu mendengar percakapan dua orang yang ternyata Dad dan Mom-nya langsung keluar dari persembunyiannya.


" Mom, apakah benar semua yang dikatakan pria ini?"


" Ga-Gavin?" Mommy Amanda tersentak saat melihat Gavin tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


" Gavin? Kau Gavin, anakku?" tanya pria yang memandang haru ke arah Gavin.


" Kenapa Mom selama ini berbohong kepadaku?"

__ADS_1


Flashback off.


Sejak saat itu, Gavin perlahan mulai menerima keberadaan papanya, walaupun dia tetap menolak menerima kemewahan yang ditawarkan papanya, termasuk menerima pemberian sebuah hotel bintang lima di Bali untuknya, karena Gavin merasa tak enak hati karena selama ini dia telah salah membenci papanya.


Dan saat ini dia mengambil keputusan untuk menerima tawaran papanya karena dia ingin membantu Natasha, adik yang sangat disayanginya. Dan demi Natasha-lah dia berani menyingkirkan rasa malunya untuk menerima bantuan dari sang papa.


***


Tok tok tok..


" Gavin, kau pulang?" Agatha merentangkan tangannya menyambut kedatangan Gavin tapi gerakan tangan Gavin meminta Agatha untuk menghentikan langkahnya.


" Apa maksudmu menekan Alexa dengan memutuskan kontrak kerjasama kalian?" tanya Gavin dingin.


Wajah Agatha yang tadinya gembira karena kedatangan suaminya langsung berubah jadi masam.


" Dia mengadu padamu rupanya!" Agatha tersenyum sinis.


" Kenapa kau berbuat licik seperti ini, Agatha?"


" Semua ini karena kamu, Gavin. Seandainya kau tidak mencintai wanita itu ...."


" Kau bertindak seperti anak kecil, sangat memalukan dengan reputasimu selama ini."


" Aku akan cancel pemutusan kontrak itu asal kau tarik kembali gugatan ceraimu."


" Apapun yang kau lakukan kepada Alexa tidak akan mempengaruhi keputusanku untuk berpisah," tegas Gavin mantap. " Mengenai dana dua puluh lima milyar yang kau tanamkan untuk modal kerjasama dengan Alexa Butique, besok akan aku transfer semua. Silahkan kau tarik semua barang-barangmu di sana, dan jangan sekali-sekali kau mengancam atau menyakiti dia!"


Agatha bertepuk tangan mengejek. " Hebat sekali, kau berani mengorbankan hartamu untuk wanita itu, wanita yang telah bersuami. Bukankah kau sudah tahu jika Natasha sudah menikah? Apa kau akan merebut istri orang Gavin? Couple yang cocok, yang perempuan merebut suami orang, yang pria merebut istri orang." Agatha tertawa mengejek.


" Apapun status Alexa, tak akan mengubah keputusanku membantunya, juga keputusanku bercerai denganmu, Agatha." Gavin kemudian melangkah keluar dari ruang kerja Agatha. " Besok jika sudah aku transfer, aku akan kabari," sambungnya sebelum menghilang dari hadapan Agatha.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


Happy Reading😘


__ADS_2