MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Aktivitas Pengantar Tidur


__ADS_3

BAB INI MENGANDUNG KONTEN DEWASA, HARAP BIJAK DALAM MEMBACA!!


Yang merasa belum cukup umur, skip aja dulu, yee. Tapi Author yakin sih, kebanyakan disini emak-emak yang udah pada khatam soal beginian..🤭🤭🤣🤣🤣


_________________________________


Natasha merapihkan mukena dan sajadah, karena dia dan Yoga baru saja menuaikan Sholat Isya berjamaah. Sejak menikah dengan Yoga, pria itu banyak membimbing Natasha untuk lebih taat menjalankan kewajiban sholat lima waktu. Seandainya papanya tahu, pasti papanya itu tidak akan menyesal, menikahkan putri sulungnya itu dengan Yoga


" Jadi hari ini aku dapat jatah tidur di mana?" tanya Yoga seraya memberikan sajadah dan sarung kepada Natasha.


" Terserah kamu, tinggal pilih, mau di sofa itu, atau di karpet ini." Natasha menyodorkan selimut bersih kepada Yoga.


" Pilihannya ngga ada yang enak." Yoga berjalan menghampiri spring bed ukuran king size berwarna ivory milik Natasha, lalu dia menghempaskan tubuhnya yang penat ke atas spring bed itu. " Aku pilih tidur di sini saja." ucapnya.


" Eh, eh ... kenapa tidur di situ? Bangun ... bangun. ayo bangun. " Natasha menarik tangan Yoga,  menyuruh pria itu agar bangkit dari tempat tidurnya. " Di sini pengecualian, jadi awas ... cepat bangun!" usir Natasha.


Bukannya menuruti apa yang disuruh Natasha, Yoga malah ganti menarik tangan Natasha, yang membuat tubuh Natasha akhirnya terjerembab jatuh menimpanya.


" Aaagghhh ...!" pekik Natasha saat tiba-tiba tubuhnya terjatuh di atas tubuh Yoga.


" Nah, Kalau tidur di sini, kan enak. Apalagi sambil berpelukan begini. Sepertinya kamu siap memakai gaya women on top, ya?" ledek Yoga menyeringai.


" Lepaskan.! Awas, sana turun ...!" Natasha berusaha melepaskan diri dari Yoga,


" Kiss dulu, dong. Kaya tadi pagi."


" Ogah!! Awas ih, sana ...!!" Natasha memukul Yoga.


" Aku hitung berapa banyak kamu pukul aku, sebanyak itu juga aku akan balas mencium kamu." Natasha berhenti memukuli tubuh suaminya saat dia mendengar Yoga menebar ancaman.


Yoga yang melihat ekspresi terkejut Natasha, dengan cepat dia memanfaatkan kelengahan istrinya itu, dengan membalikan posisi Natasha hingga tubuhnya lah sekarang yang menguasai tubuh Natasha.


" KIta ulangi yang tadi pagi, ya? Kali ini kita bikin aktivitas pengantar tidur" Bisik Yoga lembut, jari tangannya menyampirkan beberapa helai rambut yang menutupi kening Natasha,

__ADS_1


Natasha buru-buru membekap mulut dengan telapak tangannya sendiri, sembari menggelengkan kepala tanda menolak. Yoga dengan cepat menyingkirkan tangan Natasha yang menutupi mulutnya sendiri.


" Aku nggak mau, Yoga!" tegas Natasha menolak.


" Kenapa nggak mau, sih? Kan nggak sakit ..." Yoga mengusap kepala Natasha lembut.


Natasha menatap mata elang Yoga yang terlihat menatap sendu wajahnya. Seketika nafasnya terasa tercekat, jantungnya berdetak tidak beraturan. Kenapa pesona pria yang berstatus suaminya itu begitu menghipnotisnya. Natasha refleks memejamkan mata dan menggigit bibir bawahnya saat wajah Yoga semakin dekat ke wajahnya.


" Kau sangat menggemaskan," bisik Yoga di telinga Natasha, kemudian menggigit cuping telinga kanan Natasha, hingga membuat tubuh Natasha merinding. Apalagi saat bibir Yoga menjelajahi ceruk leher jenjang Natasha mencium, menye*sap dan memberi gigitan kecil hingga menimbulkan tanda kemerahan di sana. Natasha sampai harus menahan nafasnya, menahan gelenyar aneh yang mulai menyerang tubuhnya.


" Jangan ditahan nafasnya, aku nggak mau jadi duda muda," ucapan Yoga spontan membuat mata Natasha yang semula terpejam jadi terbelalak. Dengan cepat dia mencubit pinggang suaminya itu.


" Sialan, kamu mendoakan aku mati?!" Natasha mencebik kesal.


Cup..


Tanpa diduga Natasha Yoga memberi kecupan di bibir Natasha. " Itu hukuman karena berkata kasar kepada suami. " Natasha kembali menutup sebagian bawah wajahnya saat terlihat Yoga sudah siap kembali menciumnya. Yoga yang melihat Natasha menghalangi keinginannya merasakan manisnya bibir istrinya itu, memilih mengulangi aktivitas menjelajahi leher bagian kiri Natasha, memberikan luma*tan dan gigitan kecil di leher butih bersih itu. Yoga tersenyum melihat tanda-tanda yang dia buat di sana. Sedang Natasha selalu memekik setiap kali Yoga menggigitnya.


" Awww ... sakit, Yoga!"


" Memang, kamu keturunan drakula, ya? Main gigit-gigit seenaknya!" Natasha memberengut.


" Drakula cinta ..." Yoga terkekeh. " Lanjutin yang tadi, ya?"


" Nggak mau!!"


" Harus nurut sama suami!'


" Nggak mau!!"


" Mau jadi istri durhaka?"


" Nggak mau!!!"

__ADS_1


" Tuh, katanya nggak mau jadi istri durhaka, makanya harus nurut, dong, sama suami." Natasha membulatkan matanya, merasa dia sudah terjebak dengan pertanyaan suaminya.Tanpa disadari Yoga sudah mulai menciumi wajahnya di beberapa bagian. Dan kini telah bertumpu di bibirnya. Yoga dengan lembut menge*cup dan melu*mat daging kenyal tak bertulang itu. Semakin lama luma*tan Yoga semakin menuntut, lidahnya mengeksplor rongga mulut Natasha, Natasha pun membalas permainan Yoga, Mereka saling melu*mat menge*cap dan bertukar saliva penuh gairah, hingga suara decapan bibir mereka yang saling beradu menghiasi setiap sudut kamar Natasha. Dan lenguhan-lenguhan pun akhirnya lolos dari bibir Natasha,


Tanpa sadar tangan Natasha melingkar di leher Yoga, seakan dia merasa nyaman dan tak ingin Yoga menghentikan aktivitas mencumbunya. Yoga yang merasakan tangan berkulit lembut milik Natasha melingkar di lehernya semakin membuatnya semakin intens mencumbu Natasha. Tangan Yoga pun mulai nakal menggerayangi tubuh Natasha hingga kini ke masuk ke bagian dalam pakaian yang dipakai Natasha. Tangannya bisa menyentuh halusnya kulit Natasha, saat dia kini telah berhasil menangkup bongkahan kenyal di dada istrinya itu.


Natasha yang menyadari bagian dadanya tersentuh langsung tersadar, " Hentikan, Yoga! Lepaskan .., aku nggak mau." Natasha berusaha menyingkirkan tangan Yoga yang berada di balik baju tidurnya. Yang dia sendiri entah bagaimana tiba-tiba tangan Yoga sudah bermain di sana. " Kita sudah sepakat tidak akan melakukan hal itu."


" Aku hanya ingin merasakan di sini, ingin menyentuhnya, memberikan ciuman-ciuman di sana. Aku janji nggak akan menuntut yang lain saat ini, Please, Ta." Natasha bisa melihat mata Yoga yang mulai diselimuti kabut gairah.


" Ta, please ... boleh, ya? Sebentar saja ..." Yoga memohon.


Natasha menelan salivanya, sebenarnya dia takut. tapi melihat wajah Yoga yang terlihat merah padam menahan gairah yang membuncah membuatnya tidak tega untuk menolaknya. Apalagi dia takut jika dia menolak, Yoga akan melakukan pemaksaan seperti yang pernah Andra lakukan, dan itu sangat menyakitinya.


Akhirnya dengan sedikit ragu Natasha menganggukan kepalanya, meluluskan permintaan Yoga. Yoga yang mendapat respon positif dari Natasha perlahan membuka kancing baju tidurnya dengan sabar, walau gairahnya menuntut untuk segera melaksanakan aksinya.


Yoga pun meloloskan kaos yang dikenakannya dan melemparnya ke sembarang tempat, Natasha sampai harus menahan saliva nya melihat tubuh atletis, berdada bidang dan bentuk perut sixpack milik Yoga. Begitu pula dengan Yoga yang menatap penuh kagum keindahan dua bongkahan milik istrinya yang menjulang, seakan menantang untuk disentuhnya. Perlahan tapi pasti dia memainkan lidah dan bibirnya untuk menge*cap, melu*mat, dan menggigit puncak berwarna pink milik Natasha, sementara tangannya bergantian mere*mas bongkahan kenyal nan lembut itu.


Permainan Yoga di kedua bongkahannya sukses membuat beberapa kali tubuh Natasha menggelinjang, tangannya kini mengelus dan menekan kepala Yoga semakin dalam di kedua bongkahan dadanya. Desahan-desahan penuh kenikmatan keluar dari bibir Natasha, menandakan dia menikmati setiap sentuhan yang diberikan suaminya itu. Yoga tersenyum mendapati Natasha yang mulai terbawa permainannya.


*


*


*


Author POV : Hareudang..Hareudang🔥🔥, Yoga oh Kang Ojol, pintarnya dikau mengambil kesempatan.


*


*


*


Bersambung....

__ADS_1


Happy Reading😘


__ADS_2