MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Menebus Kesalahan


__ADS_3

" Katakan padaku, apa kau ingin kembali mengejar cintamu itu?" tanya Yoga kembali dengan lembut menyampirkan helaian rambut di wajah Natasha ke belakang telinga istrinya.


Natasha terpaku menatap wajah nan rupawan pria di hadapannya, Matanya bergantian menatap netra mata coklat milik Yoga, sejujurnya belakangan ini, ada rasa nyaman yang dia rasakan tiap kali dia memandang mata milik pria yang tidak pernah dia duga akan menjadi suaminya itu. Tapi disaat bersamaan ada rasa lain yang timbul di hatinya, rasa takut jika dia harus terbawa perasaan dan akhirnya membuat dia terluka.


" Jawab pertanyaanku, apa kamu masih ingin kembali kepada lelaki bernama Andra itu?" bisik Yoga dengan suara lembut mendayu membuat darah Natasha serasa berdesir hebat, dia sampai harus menelan saliva nya seraya memejamkan mata. Dia sendiri tak mengerti, mengapa suaminya itu selalu sukses membawanya serasa melambung tinggi ke angkasa.


" Kenapa kamu hanya diam?" Yoga kembali memberikan sentuhan di bagian ceruk leher Natasha dengan bibirnya. Rasa geli yang dia rasakan saat bulu lembut di atas bibir dan dagu Yoga menempel di lehernya membuat dia tersadar dari buaian nan memabukkan pria sejuta pesona itu.


" U-untuk apa kau tanyakan itu?" Natasha mencoba melepaskan diri dari Yoga. Sejujurnya, dia berpikir untuk apa dia menginginkan kembali kepada Andra? Jika dia mau, dan menerima permintaan orang tua Andra, mungkin saat ini dirinya telah berstatus Nyonya Andra Hadiwijaya.


Tapi dia menolaknya, karena setelah apa yang dilakukan Andra malam itu, dia sudah mengubur dalam-dalam keinginan untuk menikah dengan calon suami impiannya saat itu.


" Aku hanya ingin tahu, apa kau masih berminat untuk mengulang kisah cintamu yang tak dianggap oleh pria itu?" sindir Yoga menyeringai.


Natasha mendengus kesal, " Apa kamu sedang mencari alasan agar bisa mengakhiri pernikahan kita??" selidik Natasha.


" Kenapa kamu berpikir seperti itu?" Yoga mengernyitkan keningnya.


" Jika kamu boleh mengajukan pertanyaan kenapa aku nggak boleh?" balas Natasha tidak mau kalah.


" Apa ini caramu mengalihkan pertanyaanku?"


" Apa kamu ingin kembali pada wanita itu?" Natasha membalikkan pertanyaan Yoga sebelumnya.


Yoga menghempas nafas yang terasa tercekat di tenggorokannya, " Aku nggak akan mempermainkan janji yang pernah aku ucapkan dalam pernikahan kita," jawabnya mantap.


Natasha tertegun mendengar ucapan Yoga, dia mencoba mencari kebohongan dalam sorot mata yang sedang menatapnya itu. Tak lama dia kemudian memutus tatapannya memandang ke sembarang arah.


" Apa melakukan kontak fisik dengan wanita lain nggak termasuk melanggar janji pernikahan kita?!" tanya Natasha dengan nada penuh penekanan.


" Aku minta maaf untuk kesalahanku itu. Aku benar-benar nggak berpikir sejauh itu terhadap Adel, aku hanya berusaha menghibur dia agar dia nggak terlalu berlarut dalam kesedihannya. Aku nggak menyangka akan berakibat fatal seperti ini," ucap Yoga dengan nada menyesal. " Kenapa saat itu kamu nggak menghampiri kami langsung, jadi nggak akan terjadi salah paham seperti ini?"

__ADS_1


" Sebenarnya aku ingin sekali menghampiri kalian lalu mencakar wajah wanita kampung itu," geram Natasha dengan emosi.


" Jangan bicara seperti itu tentang Adelia," sergah Yoga.


Natasha tertawa sumbang. " Kamu marah karena aku menghina wanita yang kamu cintai itu?!" sindirnya.


" Aku nggak suka kamu merendahkan siapapun, nggak hanya pada Adel, aku juga akan melarangmu menghina atau merendahkan orang lain," tandas Yoga membuat Natasha mencebik kesal.


" Sudah, ya. Masalah ini kita anggap selesai. Aku minta maaf atas kesalahan aku kemarin." Yoga kembali merengkuh pinggang Natasha, " Kamu mau maafkan aku, kan?"


" Nggak semudah itu ..." Yoga menautkan kedua alisnya mendengar jawaban Natasha.


" Apa kamu akan menghukumku, hemm?" Yoga mengeratkan pelukannya.


" Tentu saja, agar kamu nggak seenaknya sentuh-sentuh wanita lain."


Yoga terkekeh, " Baiklah, aku terima hukuman darimu, kau ingin memberiku hukuman apa? Cup ..." Yoga mendaratkan satu buah ciuman di bibir ranum Natasha.


" Baiklah ..." Yoga mengurai pelukannya.


Natasha berjalan menjauh dari Yoga, kemudian menyandarkan bokong nya di tepi meja kerjanya dengan tangan melipat di dada. " Hukuman untukmu adalah ..." Natasha melirik ke arah Yoga yang sedang serius mendengarkan hukuman apa yang akan diterimanya. " Selama seminggu ke depan, aku melarang kamu menyentuhku!" tegas Natasha sambil menaikkan dagunya. Dia tahu pasti hukuman ini akan diprotes oleh suaminya. Karena yang dia tahu sekarang ini suaminya itu selalu berpikiran mesum saat bersamanya.


" Apa ???" Yoga terbelalak mendengar hukuman dari istrinya itu. " Nggak! Aku nggak setuju dengan hukuman itu!" Yoga menolak mentah-mentah hukuman yang diberikan Natasha.


" Aku naikkan jadi dua minggu ...."


" Apa-apaan ini ?! Nggak bisa gitu, dong! Kalau aku nggak boleh sentuh istri sendiri, lalu aku mesti sentuh siapa? Masa aku mesti sentuh wanita lain?! Nanti yang ada kamu kabur lagi seperti kemarin." Yoga memberengut


" Aku naikkan jadi sebulan ...."


" Nggak bisa! Aku nggak setuju! Mana ada aturannya suami dilarang sentuh istri. Kita ini pasangan halal, aku nggak cuma berhak menyentuhmu, tapi, mau aku apa kan tubuhmu juga aku punya hak, termasuk hubungan intim suami istri. Masa sudah seminggu lebih menikah, judulnya kita masih perawan dan perjaka, apa kata dunia?!" protes Yoga berargumentasi.

__ADS_1


" Itu karena kamu sudah berani sentuh wanita lain dan bermesraan di depan umum dan di


depan mataku," tegas Natasha. " Biar kamu kapok nggak ulangi lagi kesalahan itu," ujar Natasha sambil meraih tasnya.


" Kamu mau ke mana?"


" Makan ..." ucap Natasha melangkah meninggalkan ruangannya, diikuti Yoga yang terus menggerutu di belakangnya, sehingga membuat Sinta yang melihat mereka berdua melewatinya hanya terpaku.


Ketika Natasha keluar melewati pintu butik dia terperanjat saat melihat Andra turun dari mobilnya dan berjalan ke arah pintu masuk Alexa Butique. " Mau apa lagi dia kemari?" gumam Natasha memutar bola matanya.


" Natasha. ..." sapa Andra mengembangkan sebuah senyuman, hingga membuat bola mata indahnya membulat. Apa dia tidak salah lihat? Apa benar pria ini tersenyum kepadanya? Suatu hal yang hampir tidak pernah dia temui selama dia berusaha merebut hati pria itu.


" Ada perlu apa Anda kemari?!" Bukan Natasha yang menjawab, tapi pria di belakang Natasha yang menjawab dengan sorot mata tajam penuh permusuhan pada pria yang pernah menjadi dambaan istrinya itu.


Andra yang terkejut melihat Yoga di belakang Natasha pun balas menatap Yoga dengan sorot menantang. " Kau sendiri, ada urusan apa di sini? Bukankah kau teman satu kampus Adelia?" Rupanya Andra masih mengenali Yoga.


" Anda masih ingat nama itu?! Nama wanita yang sudah anda sakiti ...!" ucap Yoga dengan rahang mengeras.


" Saya minta maaf untuk itu, saya tidak bermaksud menyakiti Adel, tapi saya merasa, saya perlu bertanggung jawab terhadap seseorang yang lebih dahulu saya sakiti sebelum saya memutuskan Adel, Saya hanya ingin menebus kesalahan saya." Kalimat yang diucapkan Andra sontak membuat Natasha menegang, apalagi selama mengucapkan hal itu tatapan Andra tak pernah putus mengarah kepadanya


*


*


*


Author POV : Next apa yang bakal terjadi? Bakal ada adu jotos, kah? Mak-emak dimari tim Yoga atau tim Andra?? 😂


Bersambung...


Happy Reading😘

__ADS_1


__ADS_2