MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Ajakan Kerjasama


__ADS_3

Natasha merutuki dirinya saat dia dengan jujur mengatakan tujuan sebenarnya menghampiri Yoga, hingga membuat pria itu terkejut tak menyangka jika memang dialah arah yang dituju Natasha.


" Kamu serius cari saya?" Yoga masih belum sepenuhnya percaya.


" I-iya ..." ragu Natasha menjawab, dia bingung harus mulai dari mana, kejadian tadi benar-benar membuat rencana di kepalanya menguap seketika.


" Ada masalah apa? Apa kamu mau mengajukan komplain? Apa ada hal yang tak berkenan waktu saya antar kamu ke tempat tujuan kemarin?" Yoga mulai menebak-nebak.


" Nggak, bukan itu ...."


" Lalu??"


" Bisa bicara sebentar? Ada yang ingin aku tanyakan. Maksudku, kita bicara di tempat lain ...."


Kening Yoga berkerut, dia ingat beberapa pelanggan wanita yang pernah menggunakan jasanya juga sering menggunakan modus-modus begini hanya untuk mengajaknya berkenalan, seketika anggapannya jika Natasha sedikit berbeda langsung sirna.


" Bukannya sedari tadi juga kita sudah bicara, kenapa mesti mencari tempat lain?" Yoga mulai malas meladeni Natasha.


" Ini soal Adelia, kamu kenal dengan Adelia, kan?"


Yoga menatap Natasha dengan sorot mata menyelidik. " Adelia siapa maksudmu?"


" Cewek yang tadi bersamamu beberapa waktu lalu ...."


Yoga melirik arlojinya, " Sejam lagi saya ada jadwal bimbel, kita bicara di kafe depan saja, saya ambil motor dulu sebentar, kamu bawa kendaraan?"


" Iya ..." Natasha menunjuk mobilnya di seberang jalan.


" Kita ketemu di sana ..." Yoga bergegas memasuki halaman kampus untuk mengambil motornya sementara Natasha kembali ke mobilnya. dan segera mengarahkannya ke kafe depan tempat yang ditunjuk Yoga tadi.


***


" Kamu temannya Adelia?" tanya Yoga saat mereka sampai di kafe yang siang ini nampak ramai dengan muda-mudi kebanyakan anak-anak dari kampus Yoga. karena jarak kampus dan kafe itu sekitar seratus meteran.


" Bukan ...."


" Saudara??"


Natasha membalas pertanyaan Yoga dengan gelengan kepala.


" Lalu??"


" Rival ...."

__ADS_1


" Uhuukk ... uhuukk ..." Yoga yang sedang menyesap iced mochaccino mendadak tersedak mendengar jawaban Natasha. " Kalian sedang bersaing apa??" tanyanya setelah batuknya mereda.


" Apa Adelia pacar kamu?"


Yoga menautkan alisnya sembari menarik salah satu sudut bibirnya ke atas menghasilkan satu senyuman nakal yang sanggup menggoda kaum hawa jika melihatnya." Jangan bilang kalian mau bersaing memperebutkan saya, ya?! Hehehe ...."


" Cih, pede banget ..." Natasha memalingkan wajahnya.


" Lalu bersaing karena apa?"


" Dia merebut calon tunangan aku."


Yoga terkejut mendengar ucapan Natasha. " Masa, sih?? Saya kenal Adelia dengan baik, setahu saya dia bukan tipe cewek yang suka bersaing merebutkan cowok." Yoga berusaha membela Adelia, Yoga merasa Natasha telah salah menilai Adelia.


" Nyatanya memang seperti itu. Gara-gara dia hubungan saya dengan calon tunangan saya memburuk." Natasha kembali teringat sikap dingin Andra terhadapnya beberapa waktu lalu membuat dadanya terasa sesak.


" Malam itu waktu kamu antar aku pulang, aku dia tinggal pergi begitu saja di rumahnya, padahal rencananya malam itu kami ingin membahas masalah pertunangan," curhat Natasha,


" Kalau boleh saya tahu, siapa nama tunangan kamu itu?"


" Andra, Andra Hadiwijaya ...."


Yoga menelan salivanya. Andra ... nama itu juga yang sempat Adelia kenalkan padanya saat Adelia dijemput seorang pria yang datang menggunakan mobil mewah.


" Kamu kenal?"


" Aku pernah ketemu dan dikenalkan Adel beberapa waktu lalu ...."


" Andra sering jemput dia di kampus, ya?"


" Ya, pernah saya lihat beberapa kali dia datang ke kampus."


Natasha memejamkan matanya, dadanya panas terasa tersulut api. Begitu istimewa kah Adelia, hingga Andra rela meluangkan waktunya untuk menjemput Adelia? Andra seorang CEO, terasa konyol untuk seorang petinggi suatu perusahaan pergi ke kampus hanya untuk dijadikan supir antar jemput.


Hening ... tak ada percakapan lanjutan untuk beberapa saat


" Jadi maksud dan tujuan kamu ketemu saya itu untuk apa?" Yoga akhirnya melontarkan pertanyaan setelah menunggu beberapa menit Natasha tak juga bicara hanya sibuk mengetuk jarinya di atas meja.


" Kamu suka sama Adelia, kan?"


Yoga berdehem. " Memangnya apa hubungannya saya suka atau tidak dengan Adel?"


" Bagaimana jika kita kerjasama??"

__ADS_1


" Maksudnya??" Yoga menaikkan satu alisnya, dia sudah mulai memahami arah pembicaraan Natasha akan berujung ke mana.


" Kita kerjasama untuk memisahkan Andra dan Adelia. Aku bisa mendapatkan kembali calon tunangan aku, dan kamu mendapatkan wanita yang kamu cintai. Aku akan beri kamu uang cash sebesar dua puluh juta sebagai bonus jika kamu berhasil menjauhkan Adelia dari Andra. Lumayan kan, bisa untuk membayar uang kuliah kamu ...."


Bola mata Yoga membulat sempurna, dia tidak menduga wanita cantik di depannya itu ternyata cukup licik, bahkan dia berani memberikan uang dalam nominal yang cukup besar untuknya asalkan dirinya mau diajak kerjasama menjalankan rencana Natasha.


" Bagaimana jika saya menolak?"


" Bukankah tawaran yang saya berikan sangat menggiurkan??"


Yoga menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi. " Ada yang nggak kamu pahami, jika hati seseorang itu nggak bisa dipaksakan, dan tidak semua orang setuju, dengan menyodorkan sejumlah rupiah kamu bisa memaksa orang lain untuk mendukung apa yang kamu inginkan." Kata-kata Yoga terdengar penuh penegasan.


" Aku naikan dua kali lipat dari tawaranku tadi, bagaimana??" Natasha seakan tidak perduli dengan ucapan Yoga tadi.


" Maaf, saya nggak minat!" Dengan cepat Yoga bergerak bangkit dari kursinya, dia menyesal membuang waktunya percuma hanya untuk meladeni wanita licik seperti Natasha.


Natasha tak menyangka Yoga hendak melangkah pergi meninggalkannya. Tawaran yang menggiurkan sama sekali tak menggoyahkan keputusan pria itu " Jangan munafik, deh! Hari gini bisa dapat darimana coba uang empat puluh juta?!" sindir Natasha meninggikan suaranya, sehingga membuat beberapa orang pengunjung kafe itu refleks menatap ke arahnya dengan bermacam spekulasi di benak mereka masing-masing.


Yoga yang menyadari  tatapan semua orang mengarah ke arahnya langsung buka suara. " Cewek itu mau bayar saya empat puluh juta asalkan saya mau menghangatkan ranjangnya semalam," sindirnya dengan nada sinis.


" Apaaaa ...??" Natasha tersentak, serasa disiram air panas darah Natasha langsung mendidih. Dia tidak menyangka Yoga akan mengatakan kalimat gila seperti itu. Sama sekali tak terpikirkan olehnya Yoga akan menyerang balik dengan sangat menohok, apalagi pengunjung di sana langsung berbisik-bisik menggunjingnya. Sementara Yoga dengan tenang tanpa dosa melangkah meninggalkan kafe setelah berhasil membuat kehebohan dengan mempermalukan Natasha di depan umum


Dengan tangan mengepal Natasha segera berlari mengejar Yoga dengan sangat emosi. Setelah berhasil menyusul Yoga, Natasha menarik lengan Yoga dan dengan cepat dia melayangkan sebuah tamparan ke pipi Yoga.


Plaakkk ....!!


" Brengsek kamu!! Berani-beraninya kamu fitnah aku seperti itu!!" sembur Natasha berapi-api, dia sudah tidak bisa mengontrol emosinya, detak jantungnya berdenyut kencang, nafasnya pun tersengal-sengal, dia benar-benar sangat marah.


" Kembali ke dalam dan kamu jelaskan pada orang-orang di sana kalau apa yang kamu ucapkan tadi nggak benar!!" perintah Natasha menunjuk jari telunjuk ke arah pintu masuk kafe.


Yoga mengelus pipinya yang tadi kena tampar Natasha sambil membentuk seringai licik di bibirnya. " Anda ingin saya jelaskan bagian yang mana? Bagian Anda mau bayar saya dan Anda suruh saya menghancurkan hubungan Adelia sama MANTAN CALON TUNANGAN Anda itu?! Anda tahu? Sebagian pengunjung disini kuliah di kampus yang sama dengan Adelia. Dan mungkin ada di antara mereka yang kenal Adel. Bagaimana jika mereka cerita ke Adel, lalu Adel mengadu pada MANTAN CALON TUNANGAN Anda, kalau Anda membayar seseorang untuk merusak hubungan mereka?! Apa Anda siap MANTAN CALON TUNANGAN Anda itu semakin menjauh karena tau rencana jahat Anda ini?!" Yoga sengaja memberikan penekanan setiap dia mengucapkan kata mantan calon tunangan dan mengubah panggilan kamu menjadi Anda.


Natasha menatap Yoga dengan tatapan ingin membunuh, biasanya dia tak berani berlama-lama menatap sorot mata tajam bak elang milik Yoga. Tapi sekarang dia seperti sedang mengibarkan bendera perang. tangannya mengepal, ingin rasanya menghadiahi lagi satu pukulan di wajah tampan pria itu.


*


*


*


Bersambung....


Happy Reading😘

__ADS_1


__ADS_2