MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Kembali Berjumpa


__ADS_3

Natasha terasa tak leluasa bergerak, karena sejak turun dari mobil, tangan kokoh Yoga begitu lekat menggenggam tangannya. Apalagi saat teman-teman Yoga menghampiri, Yoga langsung melingkarkan lengannya di pinggang Natasha, seolah ingin menunjukkan kepada khalayak jika dialah pemilik tubuh indah ini.


Bahkan hal konyol pun dilakukan Yoga untuk menghindari Natasha bersentuhan dengan teman-temannya. Yoga sama sekali tak mengijinkan temannya, walaupun untuk sekedar berjabat tangan.


Yoga juga seakan tak segan mencumbu Natasha di depan umum. Sejujurnya Natasha sangat bahagia, artinya dia sangat dicintai oleh suaminya itu, tapi dia merasa jengah juga karena Yoga tidak pernah melihat situasi dan kondisi jika ingin bermesraan dengan istri cantiknya itu.


Seperti saat ini, dengan tidak tahu malunya Yoga mencium wajah dan leher Natasha, sampai akhirnya wajah putih mulus Natasha dibuat bersemu saat teman Yoga berkata ....


" Woy ... woy ... woy, kalau mau mesum jangan di luar, di dalam sana, gue pinjamin tuh kamar gue ...."


Sudah tidak tahu bagaimana malunya Natasha mendengar ucapan teman Yoga bernama Rico itu. Tapi berbeda dengan Natasha, Yoga malah terlihat santai tak terusik oleh sindiran temannya.


Hingga tiba-tiba terdengar suara seorang wanita menyapa dan mendekati Yoga.


" Eh, ada Yoga ...."


Natasha menoleh ke arah suara yang menyapa suaminya itu berasal. Dia melihat seorang wanita paruh baya, memakai kebaya berwarna pastel terlihat akrab berbincang dengan Yoga.


Natasha memandangi wanita yang ternyata orang tua dari Rico. Keningnya sedikit berkerut, dia merasa familiar dengan sosok wanita itu, tapi siapa dan di mana dia pernah bertemu dengan Mama Rico? Apakah dia salah seorang pelanggannya? Natasha mencoba mengingat-ingat.


Natasha sendiri merasakan jika Mama Rico juga seperti terkejut saat melihat kehadiran Natasha di sana. Dia bisa melihat sorot mata penuh selidik dari tatapan mata wanita paruh baya itu saat menatapnya.


" Kamu? Kamu bukannya calon tunangannya keluarga Hadiwijaya, ya?"


Deg ...


Natasha terkesiap saat Mama Rico akhirnya berbicara dengannya, tentu saja isi dari perkataannya yang menyebutkan kalau dia adalah calon tunangan dari keluarga Hadiwijaya.


Apakah Mama Rico ini masih sanak family dari keluarga Andra? Tiba-tiba saja Natasha diserang rasa gelisah saat nama Hadiwijaya disebut.


" Lho, Mama kenal dia?"


" Tante kenal Natasha?"


Rico dan Yoga berbarengan bertanya.


" I-iya, sepertinya Mama pernah bertemu dia, kalau tidak salah, kamu itu calonnya Andra, kan?" tanya Mama Rico kembali.

__ADS_1


Natasha dan Yoga saling berpandangan, Yoga bisa melihat kegusaran yang tiba-tiba nampak di wajah istrinya.


" Kita pernah bertemu saat Wedding Anniversary orang tua Andra yang ke tiga puluh, dua bulan lalu di Bali. Ah ... iya benar, waktu itu Melly mengenalkan kamu sebagai calon menantunya," ungkap Mama Rico lagi.


Natasha menelan salivanya, dia ingat saat itu dia memang hadir atas undangan kedua orang tua Andra, dia memang dikenalkan dengan beberapa teman dari Tante Melly dan Om Ruslan, tapi saat itu tentu saja Natasha hanya terfokus pada Andra sehingga dia tidak mengingat satu-satu orang yang hadir saat itu.


" Jadi Mama pernah ketemu Natasha sebelumnya?" tanya Rico penasaran. " Kenapa nggak kenalin ke Rico sih, Ma? Kan bisa Rico duluan yang dapetin dia." Rico menyeringai langsung dibalas dengan mata Yoga yang mendelik ke arahnya.


" Bukankah waktu itu Mama minta ditemani ke Bali, kamu menolak?" sergah Mama Rico.


" Oh ya, lalu bagaimana kamu bisa menikah dengan Yoga padahal kamu itu calon tunangannya Andra?" selidik Mama Rico kembali.


" Hmmm ... saya ...."


" Natasha sudah nggak ada hubungan dengan Andra sebelum kami menikah, Tante." Yoga yang menjawab pertanyaan Mama Rico. " Kami menikah belum sebulan ini kok, Tan."


" Oh gitu ..." Mama Rico mengganggukkan kepala pelan. " Apa Melly sudah tahu kamu menikah? Sebab beberapa minggu lalu Tante ketemu Melly, bilangnya lagi mempersiapkan untuk mempercepat pernikahan Andra, kalau kamu sudah menikah, lalu Andra akan menikah dengan siapa?"


Natasha menggigit bibir bawahnya, dia bingung bagaimana menjelaskan permasalahan itu. Tidak mungkin juga dia menjelaskan dia menolak permintaan Papa dan Mama Andra karena dia merasa trauma dengan perbuatan Andra padanya malam itu.


" Ya sudah kalau begitu, hari ini kebetulan Melly dan Ruslan akan datang kemari, kalau mereka belum tahu tentang pernikahan kalian, mungkin nanti kalian bisa sekalian memberitahukan kepada mereka."


Deg ...


Jantung Natasha kembali berdetak kencang mengetahui bahwa orang tua Andra juga akan datang ke acara pernikahan Rico ini, seketika dia merasa tidak nyaman. Bukan tidak nyaman harus bertemu dengan orang tua Andra, tapi situasinya saat ini pasti akan membuatnya sangat canggung. Seandainya saja bisa rasanya ingin cepat-cepat pergi dari sana sekarang juga.


" Pucuk dicinta ulam pun tiba, panjang umur tuh anak memang ..." Tiba-tiba suara Rico terdengar, membuat semua menoleh ke arah Rico yang sedang menatap pada seseorang pria tinggi tegap berpakaian baju batik yang baru saja masuk ke dalam rumah orang tua Rico.


Pria yang diperhatikan Rico itu pun tersenyum dan berjalan ke arah Tante Angel.


" Tante, mohon maaf sekali, Papa Mama nggak bisa datang, Papa masih belum kembali dari Jepang, sedang Mama mendadak nggak enak badan, jadi aku yang mewakili."


Natasha langsung menoleh ke asal suara yang sangat dia kenal, saat ini dia melihat Andra sedang memeluk tubuh Mama Rico.


Seketika itu juga dia berusaha menyembunyikan dirinya di balik tubuh kekar Yoga. Dia tidak menyangka akan kembali bertemu dengan seseorang yang pernah sangat spesial di hatinya.


" Wah, sayang sekali orang tuamu nggak bisa hadir, Ndra. Memangnya Melly sakit apa?" balas Mama Rico kemudian.

__ADS_1


" Katanya sejak pagi pusing terus."


" Sudah diperiksa dokter?"


" Sudah, Om Hendri sudah ke rumah tadi, makanya Mama disuruh istirahat, semoga acara resepsi nanti malam bisa hadir," jawab Andra.


" Ya sudah, nggak apa-apa, kesehatan itu lebih penting, semoga Mama kamu cepat sembuh ya, Ndra."


" Aamiin, makasih, Tan ..." Andra menyahuti, kemudian ekor matanya menangkap wajah Rico yang terlihat menyeringai ke arahnya. Andra lalu menghampiri dan menyalami Rico kemudian memberikan pelukan khas gaya pria. " Selamat, Ric ..." ucapnya kemudian.


" Thank's, Bro. Kapan lo bakal nyusul?" tanya Rico masih dengan senyum aneh di bibirnya.


" Doain saja, Ric ...."


" Tapi sudah ada calonnya apa belum, nih? Mama bilang waktu di Bali, Tante Melly ngenalin calon tunangan lo, mana orangnya? Kok sekarang nggak dibawa ke sini?" sindir Rico melirik ke arah Natasha yang terlihat agak menegang.


Yoga langsung menggenggam erat tangan Natasha yang saat ini sudah terasa sangat dingin.


Sementara Andra hanya tersenyum kecut menanggapi pertanyaan Rico. Karena dia tahu, wanita yang dimaksud Rico itu adalah Natasha, dan hubungan dia dengan Natasha sendiri masih belum ada kejelasan sejak orang tuanya menyuruh bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap Natasha malam itu.


" Oh ya, Ndra. Kenalin nih, teman kuliah gue dulu sama bininya, masih pengantin baru juga, masih angetan, fresh from the oven ..." Rico memainkan alisnya seraya menunjuk dengan gerakan matanya ke arah Yoga dan Natasha yang berdiri tak jauh dari Andra.


Andra segera mengikuti arah mata yang ditunjuk oleh Rico. Andra langsung terkesiap saat mendapati sosok wanita yang dikenalnya sedang menunduk tak menatapnya.


" Natasha??"


Dan Andra semakin dibuat terperanjat melihat sosok pria di sebelah Natasha, apalagi tertangkap jelas di penglihatannya saat tangan pria itu yang semula menggenggam tangan Natasha kini berganti melilit pinggang wanita itu.


*


*


*


Bersambung...


Happy Reading😘

__ADS_1


__ADS_2