MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Siapa Wanita Itu?


__ADS_3

" Bu, manisan yang kemarin masih ada? Aku mau, dong!" Natasha yang baru turun dari kamar langsung menuju arah dapur.


" Masih ada, Non. Mau dimakan sekarang? Ini masih pagi, Non. Jangan dimakan sekarang, nanti sakit perut, lho, Non." Bu Ratna memprotes keinginan istiri majikannya itu.


" Tapi aku inginnya sekarang, Bu ..." rengek Natasha.


" Sarapan roti dulu, Non. Nanti Ibu buatkan. Ini Ibu sudah tanggung, buat nasi goreng dulu untuk Den Yoga."


" Nggak mau, aku maunya sekarang ..." Natasha merajuk.


Yoga yang berjalan menuruni anak tangga sembari memasukan t-shirt dari atas kepalanya menghampiri arah dapur, saat mendengar suara istrinya dari arah sana. " Ada apa pagi-pagi istriku ini merajuk?" Yoga langsung mengecup pucuk kepala Natasha yang sudah duduk menunggu di meja makan.


" Ini, Den. Non Tata minta manisan mangga lagi. Ini kan masih pagi, belum sarapan juga, kalau makan sekarang nanti sakit perut." Bu Ratna menceritakan.


" Semalam kan kamu sudah makan sampai minta nambah, Yank. Asem gitu juga rasanya. Benar kata Bu Ratna, nanti bisa-bisa perut kamu sakit." Dengan bahasa yang sangat halus Yoga mencoba menasehati istrinya, karena dia tahu belakangan ini mood istrinya cepat sekali berubah-ubah.


" Mau sekarang, Mas." Natasha menyandarkan kepalanya di pinggang Yoga yang masih berdiri di sebelahnya.


" Sarapan dulu sedikit saja, Non." Bu Ratna membawakan sepiring nasi goreng dan diletakkan di meja makan. " Bu Ratna buatkan rotinya, ya."


" Aku nggak mau makan roti. Aku mau nasi goreng itu." Natasha menunjuk sepiring nasi goreng yang Bu Ratna hidangkan untuk Yoga.


" Kamu mau nasi goreng? Tapi kamu nggak biasa sarapan pakai nasi, kan?" Yoga terheran.


" Kalau Non Tata mau, Bu Ratna buatkan lagi, ya?" Bu Ratna menawarkan.


" Nggak mau, aku mau yang itu." Natasha menaikkan dagu ke arah nasi goreng itu.


" Ya sudah, kamu makan yang punya aku, nanti Bu Ratna buatkan lagi buat aku nasi gorengnya," ujar Yoga.


" Nggak mau, aku maunya makan samaan sama kamu. Kamu suapin aku, Mas." Natasha berucap manja.


Yoga mengacak rambut Natasha sambil tersenyum sebelum akhirnya menarik kursi di sebelah Natasha dan mulai menyantap nasi goreng itu sepiring berdua bersama istrinya.


" Bu, aku ingin makan udang salted egg sama sambal cumi, deh. Bu Ratna bisa masakin buat aku, nggak?" tanya Natasha saat mereka selesai menyantap sarapan pagi.


" Udang salted egg itu apa ya, Non? Bu Ratna baru dengar, deh."


" Udang dimasak pakai telur asin gitu lah, Bu. Coba ibu lihat di goo gle deh resepnya.


" Oh ya sudah, nanti Ibu cari resepnya." Bu Ratna membereskan piring dan gelas bekas makan Yoga dan Natasha.


" Kamu kan nggak suka seafood, Yank?"


" Iya, tapi kemarin aku lihat orang posting di Instagram, kayanya enak banget, deh. Jadi kepengen." Natasha tersenyum lebar.


" Tapi kamu nggak ada alergi, kan?"


" Nggak, sih. Cuma dari kecil nggak suka saja."


" Ya sudah, kalau gitu nanti siang kita makan saja di restoran seafood favorit Papih sama Mamih kalau sedang berkunjung ke Jakarta ini, daripada suruh Bu Ratna repot-repot masak." Yoga berencana membawa Natasha makan di luar.

__ADS_1


" Oke, Mas." Natasha mengacungkan jempolnya. " Bu, nggak usah masak, kita mau makan di luar saja nanti."


" Baik, Non."


***


Siang hari nya Yoga membawa ke restoran seafood favorit keluarga Yoga. Yoga memesan makanan yang diinginkan Natasha.


" Mas, aku mau ke toilet dulu, mau pipis." Natasha pamit ke suaminya.


" Again? Tadi di SPBU bukannya kamu sudah ke toilet?" Kening Yoga berkerut.


" Kebelet, Mas." Natasha terkikik.


" Ya sudah, buruan sana. Nanti malah ngompol di sini," ledek Yoga membuat Natasha mencebik sambil berjalan menuju toilet di restoran itu.


" Ateu, ayo kejal Kela ..." ( Tante, ayo kejar Kayla)


Terdengar suara anak kecil tertawa riang sambil berlarian.


" Kayla hati-hati, nanti jatuh, jangan lari-lari." Suara seorang wanita memanggil nama anak kecil itu


" Ayo kejal Kela, Ateu kalah weee, nda bisa tangkap Kela." Anak kecil berusia tiga setengah tahun bernama Kayla seakan tak perdulikan teriakan orang yang memanggilnya. Dia terus berlari di dalam ruangan restoran itu dengan riangnya. Hingga akhirnya dia jatuh terjerembab karena saking bersemangatnya berlari hingga kehilangan keseimbangan.


" Huwaaaa, cakiiittttt ... huhuhuuuu ..." Anak kecil itu terus meringis.


Yoga yang melihat anak kecil itu terjatuh langsung berlari mendekat dan mengendong anak kecil itu dengan satu lengannya.


" Adik, sudah jangan nangis, ya! Mana yang sakit? Nanti Om tiup biar cepat sembuh." Satu tangan Yoga mengusap air mata di pipi anak kecil itu.


" Kayla, kamu nggak apa-apa? Tante tadi sudah bilang jangan lari-lari, kan?!" Tiba-tiba terdengar suara dari belakang Yoga berdiri.


" Ateu kaki Kela cakit, huhuhuuu ..." Anak kecil itu menoleh ke arah orang yang berbicara dengannya seraya merentangkan tangannya minta dipeluk orang itu. Membuat Yoga memutar badannya menghadap orang itu. Dan saat tubuh Yoga berputar seratus delapan puluh derajat, matanya mendapati seorang wanita cantik berdiri tepat dihadapannya. Wanita itu terlihat terkesiap saat melihat Yoga, begitu juga sebaliknya.


" Yoga?"


" Kirania?"


Mereka berdua saling menyapa berbarengan.


" Hai ..."


" Hei ..."


Mereka berdua sama-sama terkekeh karena berbicara bersamaan seakan takut didahului.


" Apa kabar?" sapa Yoga terlebih dahulu, seraya menyerahkan anak kecil itu ke Kirania.


" Alhamdulillah, baik." Kirania mengembangkan senyumannya, yang masih tetap terlihat mempesona seperti dahulu. " Kamu sendiri gimana, Ga?" Kirania balik menanyakan kabar Yoga.


" So far so good lah." Yoga pun tak mau kalah memperlihatkan lesung pipinya saat tersenyum.

__ADS_1


" Lama nggak ketemu, ya?"


Yoga mengeryitkan keningnya, " Enam tahun kali, ya."


" Kaki Kela cakit, huhuhuuuu ..." rengekan Kayla seolah menyadarkan kedua orang dewasa itu yang sedang bernostalgia.


" Iya, nanti Tante obati, ya! Sekarang Kayla jangan menangis, tadi Tante bilang jangan lari, Kayla nggak mau dengar Tante." Kirania mengusap lembut kepala Kayla.


" Anak kamu?" tanya Yoga melihat Kirania yang terlihat memperlakukan anak kecil itu dengan penuh kasih sayang.


" Bukan." Kirania menjawab singkat. " Dia anak Dirga," sambungnya kemudian.


" Dirga? Dirgantara maksud kamu?" Kirania menganggukan kepala menjawab pertanyaan Yoga.


" Kela mau ke Mama." Kayla meminta bertemu dengan Mamanya.


" Mama Kayla sedang ke ATM, tadi Mama pesan supaya Kayla tunggu sama Tante di sini." Kirania mencoba memberikan pengertian pada Kayla.


" Aku pikir kamu dan Bang Dirga itu ..."


Kirania menggelengkan kepala, seolah tahu apa yang akan diucapkan Yoga.


" Lalu bagaimana kamu bisa bersama anaknya Bang Dirga?" tanya Yoga heran.


" Aku bekerja di kantornya di Jakarta ini." Kirania menjawab pertanyaan Yoga.


Yoga mengangguk kecil. " Kamu sendiri sudah menikah?"


Kirania menunduk sesaat sambil menggelengkan kepala. " Belum, kamu sendiri, Ga. Apa kamu juga sudah menikah?"


" Mas ... kamu bicara dengan siapa?"


***


Natasha yang baru saja keluar dari toilet, matanya mendapati suaminya sedang berbincang dengan seorang wanita yang sedang membawa anak kecil. Natasha bergegas mendekat ingin tahu siapa wanita yang diajak bicara oleh suaminya itu. Karena terlihat dari pandangannya gestur tubuh Yoga terlihat tidak rileks.


Natasha memicingkan matanya melihat ternyata wanita yang sedang bersama Yoga saat ini ternyata berparas sangat cantik. Siapa wanita itu? Natasha sangat dibuat penasaran, apalagi dia sempat mendengar Yoga menanyakan apakah wanita itu sudah menikah, dan jawaban 'belum' dari wanita itu, seketika mengusik hati Natasha. Terlebih saat wanita itu pun bertanya balik pada Yoga apakah Yoga telah menikah. Rasanya Natasha sudah tidak tahan untuk tidak bergabung dengan obrolan mereka. Dan dengan cepat dia berjalan menghampiri suaminya, lalu melingkarkan tangannya di lengan sang suami sambil bergelayut manja, Natasha pun bertanya ...


" Mas ... kamu bicara dengan siapa?"


*


*


*


Bersambung ...


Cieee, yg ketemuan, uhuuuuy...


Yang mau kenalan sama Kirania, silahkan ditengok di novel 👇 Rindu Tak Bertuan

__ADS_1



Happy Reading😘


__ADS_2