MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Terima Kasih


__ADS_3

Andra terbangun ketika sebuah tepukan mendarat di pundaknya. Dia mengerjapkan matanya. Terlihat Mama Andra sudah berdiri di tepi tempat tidurnya.


" Andra, Natasha ke mana?? Mobilnya masih ada di sini, tas sama bajunya juga ada masih di sini. Tapi Mama tidak melihat dia ada di rumah ini, Mama tanya Pak Akbar katanya kamu pulang dini hari, malah nanya Natasha ada di mana? Bukannya semalam kamu yang membawa Natasha keluar dari sini secara paksa?! Kenapa malah tanya ke Pak Akbar?? Lalu sekarang Natasha adaĀ  di mana? " Mama Andra mencecar Andra dengan beberapa pertanyaan.


Andra bangkit dari posisi tidurnya. Dia meraih ponselnya, waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh, Dini hari tadi dia baru bisa terlelap lewat jam tiga. Andra kemudian menekan beberapa tombol angka di ponselnya.


" Andra..!! Mama tanya di mana Natasha??" Mama Andra terlihat kesal karena bukannya Andra menjawab dia malah memainkan ponselnya.


" Ini Andra sedang cari tahu, Ma..." seru Andra menempelkan benda pipih itu di telinganya. Tapi tak ada sahutan dari seberang sana.


" Cari tahu gimana? Kamu semalam yang bawa dia, Andra. Sekarang kamu bilang kamu mau cari tahu??" tanya Mama Andra heran.


" Ya Karena Andra tidak tahu Natasha ada di mana, Ma.."


" Gimana kamu bisa tidak tahu?? Memangnya semalam kamu bawa Natasha kemana??" Tiba-tiba Papa Andra ikut masuk ke kamar Andra. Andra diam tak menjawab, dia sendiri bingung mau menjelaskan bagaimana. Dia yakin seratus persen jika kedua orang tuanya tahu apa yang terjadi semalam, mereka pasti akan sangat marah besar terhadapnya.


" Andra, jawab pertanyaan Papa. Semalam kamu bawa Natasha ke mana, sampai kamu tidak pulang bersamanya?" tanya Papa Andra dengan nada dingin.


" Andra bawa dia ke roof top kantor, Pa..."


" Astaga, jangan bilang kamu mendorong Natasha dari atas, Andra." ucapan konyol itu lolos dari bibir Mama Andra.


" Tidak, Ma. Andra tidak melakukan itu."


" Apa kamu mengunci dan meninggalkan Natasha di sana?"


" Tidak, Pa..." .


" Lalu kemana kalau kamu tidak meninggalkan di sana?" Papa Andra mengelus dagunya. " Setelah dari roof top kalian ke mana??"


" A-Andra bawa dia ke kamar istirahat di ruang kerjaku, Pa..." Andra menunduk tak berani menatap mata Papanya.


" Kamar?? Mama dan Papa Andra kompak menyahuti.


" Andra...!! Jangan bilang kalau kalian..." Papa Andra tak melanjutkan kalimatnya. Dia bahkan takut mengatakan apa yang dipikirkannya.

__ADS_1


" Andra melakukan pelecehan s*xual terhadapnya, Pa, Ma. Andra hampir saja memperkosanya ..." suara Andra hampir tak terdengar.


" Apa???" Pekik Papa dan Mama lagi bersamaan lagi.


" Astaghfirullahal adzim..." Mama Andra menutup mulut dengan tangannya, sementara Papa Andra sudah tampak geram, tangannya mengepal.


" Lalu apa yang terjadi dengan Natasha??" tanya Papa Andra.


" Natasha ketakutan, dia menangis dan berteriak histeris, tapi Andra tidak memperdulikan sampai akhirnya Andra meninggalkan dia sendiri disana."


Buugggg...


Sebuah tinju melayang ke wajah tampan Andra. " Papa tidak mengajarkan kamu untuk menjadi seorang pengecut! Papa tidak pernah mengajarkan kamu untuk menjadi orang yang menyakiti apalagi sampai melakukan pelecehan terhadap seorang wanita...!!! Apa kamu sadar, apa yang telah kamu lakukan ini bisa mencoreng nama baik keluarga kita, hahh?!" geram Papa Andra penuh dengan kemarahan. Dia tidak menyangka anaknya yg selama ini terlihat santun mampu melakukan hal kotor seperti itu.


" Lantas di mana Natasha sekarang, Andra??" Tanya Mama Andra dengan air mata mulai mengalir kencang di pipinya.


" Andra tidak tahu, Ma. setelah Andra kembali lagi kesana Natasha sudah tidak ada. Satpam yang berjaga mengatakan Natasha berjalan keluar entah kemana. Andra semalam sudah mencari di Apartemen dan di Butiknya tapi tidak ada."


Mama Andra menghela nafas yang mulai terasa tercekat. " Ya Allah, gimana kalau sesuatu yang buruk terjadi sama Natasha, Pa... Bagaimana kalau Natasha bertemu orang jahat?? Hiks..." Mama Andra tersedu menyadarkan kepalanya di bahu suaminya itu.


" Papa harap kamu segera bisa menemukan Natasha, dan membawa Natasha kemari. Jika kamu tidak juga bisa membawa dia kemari. Jangan pernah lagi menginjakkan kaki di rumah ini..!" ancam Papa Andra membawa istrinya keluar dari kamar Andra.


Yoga mengantar Natasha dengan taksi online, karena motornya belum sempat dia ambil di warung kopi semalam. Pikirnya pulang mengantar Natasha dia akan mengambil motor itu. .


Sesampainya taksi online ke tempat tujuan...


" Apa saya boleh antar kamu sampai ke atas? Untuk memastikan saja kalau kamu aman sampai di sana." Yoga meminta persetujuan Natasha mengantar sampai depan pintu apartemen Natasha.


Natasha mengangguk pelan, kemudian memasuki gedung tingkat tinggi itu. Yoga mengekor di belakangnya. Tak lama sampailah mereka di lantai 8, ternyata apartemen Natasha ada di lantai tersebut. Yoga mencoba merekam setiap sudut yang mereka lalui. Seandainya kelak dia menolong Natasha lagi, dia tahu harus membawanya ke mana. Yoga tersenyum memikirkan itu. Bisa-bisanya dia memikirkan akan bertemu dengan wanita itu lagi. Wanita yang sejak awal pertemuannya selalu bersikap kurang bersahabat.


Natasha berhenti di depan pintu apartemen dengan nomer 8A2 dan memencet tombol belnya.


" Non, Non ke mana saja semalam nggak pulang? Bibi khawatir, nggak biasa-biasanya Non nggak pulang, nggak kasih kabar terlebih dahulu ..." Bi surti langsung merengkuh lengan Natasha. " Den Andra juga sampai ikut khawatir, Non."


" Andra??" Natasha menautkan alisnya mendengar nama Andra disebut oleh Bi Surti, Yoga melihat perubahan ekspresi di wajah Natasha. Bukan rasa bahagia tapi justru tidak nyaman yang terlihat di sana. Yoga ikut memicingkan alisnya. Setahu dia Andra adalah sosok pria yang dicintai Natasha, seharusnya dia merasa bahagia diperhatikan oleh Andra, tapi kenapa ini malah sebaliknya? Natasha terlihat gelisah saat nama Andra disebut.

__ADS_1


" Iya, Non. Tengah malam tadi Den Andra datang kemari menanyakan Non ada tidak. Den Andra juga sempat minta nomer telepon Bibi, suruh kasih kabar ke dia kalau Non datang." Tiba-tiba saja terdengar suara ponsel berbunyi dari saku rok Bi Surti. " Nah, mungkin ini Den Andra yang telepon." Ucap Bi Surti ketika ada panggilan masuk dari nomer yang tidak dikenal


" Hallo?? Sahut Bi Surti


" Hallo, Bi. Ini saya Andra. Apa Natasha sudah pulang?"


" Den Andra??"


Natasha segera menggeleng mengetahui Andra-lah yang menghubungi Bi Surti. Dia juga mengangkat telunjuknya ke dekat bibir. Meminta Bi Surti tidak mengatakan kedatangannya pada Andra.


" Iya, saya, Bi. Apa Natasha sudah pulang?"


Bi Surti melihat Natasha dengan pandangan heran, tapi akhirnya dia menuruti apa yang diminta Natasha. " Hmmm. Be-belum, Den. Non Natasha sampai sekarang belum pulang, Den." Bi Surti berbohong.


Ada dengusan yang terdengar di telinga Bi Surti. " Ya, sudah. Tolong kabari di nomer ini kalau dia datang ya, Bi."


" I-Iya, Den. Nanti Bibi Kabari kalau Non sudah pulang." Bi Suti kemudian mematikan ponselnya.


Natasha menghela nafas lega, dan itu tak luput dari perhatian Yoga.


" Non, Sebenarnya semalam ke mana?" tanya Bi Surti sambil melirik penuh selidik kepada Yoga.


" Semalam dia tersesat, Bu. Kebetulan saya menemukannya. Semalam dia sama saya, tapi tenang saja, dia aman, kok, Bu." Tutur Yoga sopan. " Sebaiknya Ibu bawa istirahat saja, biar lebih tenang."


" Oh iya, terima kasih ya, Mas. Sudah menolong majikan saya." Balas Bu Surti tak enak hati karena tadi dia sempat curiga Natasha pulang bersama pria yang tidak dikenalnya.


" Ya sudah kalau begitu saya langsung permisi saja...." pamit Yoga


" Tunggu...!" Natasha menghentikan langkah Yoga yang hendak pergi. " Terima kasih..." Ucap Natasha yang ditanggapi dengan anggukan kepala dan senyuman di bibir pria yang beberapa kali menolongnya itu.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


Happy Reading😘


__ADS_2