MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Menu Lain


__ADS_3

" Aku mencintaimu, Natasha. Aku sangat-sangat mencintaimu ...."


Suara itu laksana angin surga yang menerpa hati Natasha, terasa sejuk dan damai. Natasha sampai tidak bisa berkata-kata, hanya buliran-buliran air mata yang terus mengalir tanda sebuah kebahagian yang sedang menyelimuti jiwa dan raganya.


" Aku mencintaimu Natasha, walau aku tahu belum ada cinta kamu untukku, karena aku tahu kamu sangat mencintai calon tunanganmu dulu." Natasha menggelengkan kepala mendengar ucapan Yoga.


" Aku juga sayang kamu, Yoga. Aku rasa ... aku juga mencintaimu," ucap Natasha lirih.


Yoga memandang lekat wajah istrinya. " Benarkah? Bukankah kau masih mencintai ..." Natasha langsung menutup mulut Yoga dengan dua jarinya.


" Jangan singgung tentang dia lagi. Sejak kejadian itu, aku sudah mengubur dalam-dalam perasaanku kepadanya. Aku sudah memaksa dia keluar dari hati aku, dan menerima seseorang yang baru yang selama ini sudah banyak membantuku, seseorang yang selama ini selalu ada dalam kesusahan-ku. Seseorang yang semakin lama semakin membuat aku jatuh hati."


" Siapa orang itu? Apa boleh tahu siapa namanya?" Yoga menatap netra mata istrinya dengan wajah berbinar.


" Dia itu orang yang sangat menyebalkan, tapi sangat aku rindukan. Bersamanya membuat aku merasa nyaman, dekat dengannya membuat hatiku merasa tenang. Apa aku salah jika aku terlalu cepat jatuh hati kepadanya?"


" Kau membuat aku cemburu, katakan siapa pria itu? Siapa pria pemilik hatimu ini, hemm? Siapa pria yang berani-beraninya membuat istriku ini jatuh hati?" Yoga mencolek lembut hidung Natasha.


" Aku nggak akan kasih tahu, aku takut kamu akan menghajarnya dan membuatnya babak belur."


Yoga terkekeh mendengar kelakar Natasha, tidak mungkin dia akan menghajar dirinya sendiri.


" Sejak kapan kamu mencintaiku?" tanya Yoga penasaran.


Natasha memejamkan mata mencoba mencari jawaban yang tepat kapan sebenarnya dia jatuh hati pada suaminya itu.


" Entahlah, mungkin seiring berjalannya waktu kebersamaan kita. Tapi yang pasti sejak kejadian malam itu, aku merasa kamu adalah orang spesial buat aku."


" Pantas saja kalau begitu ...."


" Pantas apa?"


" Sejak saat itu kamu jadi berubah sikap ke aku, biasanya galak mode on." Yoga terkekeh.


" Kamu sendiri? Sejak kapan mulai mencintaiku?"


" Mungkin aku sama denganmu, seiring kebersamaan kita setelah kita menikah. Tapi sejujurnya sejak awal kita bertemu, saat aku menjemputmu pulang dari rumah calon tunanganmu dulu, aku merasa sudah tertarik melihat wajah cemberutmu itu." Yoga kembali tertawa kecil." Apa kamu tidak merasa kita memang ditakdirkan berjodoh, karena beberapa kali bertemu dengan tidak sengaja?" tanya Yoga pada Natasha


" Dan kau selalu datang tepat disaat aku membutuhkan pertolongan, ibaratnya kamu adalah Malaikat pelindungku." Natasha menyahuti.

__ADS_1


" Dan saat pertama kali aku menjemput kamu, itu adalah jalan yang Tuhan kasih untuk aku menjemput calon istriku."


Natasha ikut tertawa kecil. " Aku nggak menyangka akhirnya kita bisa seperti ini sekarang."


" Aku juga, aku masih ingat dengan tampang angkuhmu saat menawarkan kerja sama untuk memisahkan calon tunanganmu dengan kekasihnya saat itu."


" Iihh ... kenapa mesti bahas itu terus, sih!" Natasha memberengut langsung memukul dada Yoga.


Yoga tergelak. " Moment itu nggak akan mungkin aku lupa sayang," sindir Yoga.


" Aku akan beri kamu uang cash sebesar dua puluh juta sebagai bonus jika kamu berhasil menjauhkan Adelia dari Andra. Lumayan kan, bisa untuk membayar uang kuliah kamu ...."


Yoga menirukan ucapan Natasha kala itu.


" Yoga udah, deh! Aku malu banget tahu! Apalagi aku tahu ternyata kamu anak orang berada, aku malu sudah meremehkan kamu waktu itu." Natasha merajuk.


" Jadi kamu sudah nggak ingin mengejar suami impianmu itu?"


" Untuk apa aku mengejar impian jika kenyataan yang aku dapat melebihi apa yang aku inginkan?"


Yoga tersenyum lebar mendengar perkataan Natasha. " Belajar ngegombal dari mana kamu, hemm?"


" Belajar dari suamiku-lah, kamu kan Maestro-nya." Natasha memainkan kancing t-shirt wangki yang dikenakan Yoga.


" Apa kamu menginginkannya?"


" Apa kamu lelah?"


" Aku lelah, aku juga mengantuk, tapi mama bilang, aku harus melayani suami dengan baik, termasuk jangan menolak jika suami menginginkan hubungan badan."


" Kita bisa melakukannya besok, sekarang kamu istirahat saja, ya. Biar besok bisa lebih fresh. Kerena besok lusa kita mesti ke Bogor lagi." Yoga mengecup kening Natasha dan merengkuh makin dalam istrinya itu.


***


Natasha mencicipi nasi goreng buatannya, karena tidak ada Bi Surti yang melayani, dia menyiapkan sendiri sarapan untuk suaminya itu.


" Sedang membuat apa?" bisik Yoga sambil melingkarkan tangannya ke pinggang ramping Natasha, membuat Natasha terperanjat.


" Yoga, kamu bikin aku kaget saja." Natasha menahan geli saat bibir Yoga mulai menyapu bahu dan ceruk lehernya.

__ADS_1


" Kamu masak?"


" Iya, aku buatkan sarapan buat kamu." Natasha kemudian menyendokan setengah sendok makan nasi gorengĀ  lalu menyuapkan ke mulut Yoga. " Cobain deh, rasanya pas, nggak? Ditiup dulu ...."


Yoga mengambil sendok di tangan Natasha dan menaruh nya di atas piring. " Makanan yang panas itu nggak boleh ditiup, karena bisa jadi dari dalam mulut kita banyak kumannya, jadi biarkan saja dulu makanannya tunggu suhu panasnya hilang." Yoga kemudian mematikan kompor gas.


" Iiihhh ... aku belum selesai masaknya, Yoga."


" Biarkan saja." Yoga kembali mencium Natasha lebih agresif.


" Tapi itu buat sarapan kamu, Ga."


" Aku ingin sarapan menu lain." Yoga langsung mengangkat tubuh Natasha dan mendudukkan nya di atas meja.


" Yoga kita mau apa??" Natasha terbelalak saat Yoga meletakkannya di atas meja makan.


" Sudah aku bilang, aku mau sarapan." Yoga kemudian menyergap bibir Natasha, membuat istrinya itu tak mempunyai kesempatan melayangkan protes. Sementara tangannya dengan sigap melucuti kancing piyama Natasha. Dan dengan cepat pula dia meremas kedua bongkahan favoritnya, memainkan ujungnya hingga membuat Natasha melenguh.


" Yo-Yoga kenapa kita melakukannya di sini?"


" Memangnya kenapa?" Yoga melu*mat penuh gairah bibir ranum Natasha.


" I-ini bukan di kamar, Yoga. Aku malu ..." ucap Natasha disela-sela aktivitas ciumannya.


Yoga terkekeh. " Malu sama siapa? Cuma kita berdua di sini." Yoga kemudian meloloskan kain penutup bagian bawah istrinya.


" Yogaaa ...."


" Sssttt ... jangan berisik, jangan membuat semua tetangga datang kemari." Yoga terkekeh sambil meloloskan kaosnya dari atas dan melepaskan kain penutup bagian bawah dirinya.


Setelah memberi sedikit sentuhan-sentuhan yang membangkitkan gairah sang istri akhirnya dia mengarahkan senjatanya ke inti Natasha, menggerakkan perlahan dan semakin lama semakin cepat, hingga membuat Natasha yang awalnya hanya mende*sah dan melenguh kini menge*rang menikmati permainan suaminya.


Sementara bibir Yoga tak henti menjelajahi bagian atas tubuh istrinya itu. Saat dilihatnya istrinya semakin terbakar gairah Yoga mengangkat dan memutar posisi tubuh Natasha saat ini, hingga setengah badan Natasha telungkup di atas meja makan dengan kaki menjejak lantai. Yoga mengangkat satu kaki Natasha dan diletakkan di lengannya, kemudian kembali dia menyerang inti Natasha terus menerus hingga membuat Natasha memekik saat mereka sama-sama mendapatkan pelepasan dibarengi lelehan hangat yang membasahi rahim Natasha.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


Happy Reading😘


__ADS_2