MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Natasha Yang Bergairah


__ADS_3

Hari ini Natasha berangkat ke butiknya dengan tidak semangat, hasil test pack yang mengecewakan semua orang, itulah masalahnya. Apalagi setelah mengetahui Natasha tidak hamil, Mama Yoga memutuskan pulang ke Bogor siang ini juga.


Sebenarnya dia berniat tidak akan ke butik, rasanya dia ingin menghabiskan waktu dengan menangis di tempat tidur, tapi tentu saja Yoga melarangnya. Daripada merenung sambil menangis, mending istrinya itu pergi ke butik, akan banyak yang menghibur, terutama sekretaris istrinya itu yang banyak bicara.


" Sin, Sinta ...!" teriak Natasha dari dalam ruangannya.


" Iya, Bu. Ada apa, Bu?" tanya Sinta, sesampainya dia di ruangan Boss nya.


" Sin, coba kamu ganti parfum ruangan aku sama aroma yang segar-segar, gitu."


" Aroma yang segar-segar apa, Bu? Aroma buah-buahan?"


" Terserah kamu saja, deh. Pokoknya wanginya yang segar."


" Tumben, Bu. Bukannya Ibu suka aroma coffee seperti ini?" Sinta memandang heran Ibu Boss nya.


" Aku ingin suasana baru," sahut Natasha merebahkan tubuhnya di atas sofa. " Oh ya, Sin, tolong nanti carikan aku manisan buah mangga, ya, yang kering tanpa gula."


" Iya, Bu. Ibu tumben makan manisan mangga? Ibu kan nggak suka buah mangga, ya?" Sinta mengeryitkan keningnya.


" Aku lagi ingin makan itu, Sin. Kayanya asem-asem segar, gitu. Bikin merinding." Natasha terkekeh. " Sudah sana kamu cari apa yang aku minta,"


" Baik, Bu." Sinta pun pergi meninggalkan ruangan Natasha


Natasha kemudian membuka ponselnya, dan mencari nomer kontak suaminya. Dia mencoba menghubungi nomer telepon Yoga, tapi tidak diangkat. Beberapa kali dia mencoba menghubungi suaminya itu, tapi tetap saja sama Yoga tak merespon panggilannya.


" Ck, kenapa nggak diangkat, sih, teleponnya? Aku kan kangen ingin melihat wajahnya. Jangan-jangan ..." Natasha berpikir sejenak, sebelum akhirnya dia membulatkan matanya.


" Jangan-jangan, dia sedang bersama cewek lagi, makanya panggilan aku nggak diangkat. Cewek siapa lagi, coba? Apa jangan-jangan Si Adelia lagi?" Natasha langsung bangkit, mengambil tasnya dan bergegas keluar ruangan meninggalkan butiknya.


***


Natasha memperlambat laju mobilnya saat melewati cafe penuh kenangan dirinya dengan Yoga. Dia mengedar pandangan mencari motor Yoga, tapi tak ditemuinya di sana. Natasha kemudian melanjutkan perjalanannya menuju kampus Yoga. Terlihat beberapa mahasiswa keluar dari gerbang kampus. Natasha membuka tasnya, dia berniat menghubungi Yoga, namun ponselnya lebih dahulu berbunyi, dan nama My Hubby😘 lah yang muncul di layar ponselnya, dengan segera Natasha mengangkat panggilan telepon itu.


" Assalamualaikum, ada apa, Yank?"


" Kamu kenapa, sih, nggak angkat-angkat telepon aku?" Belum apa-apa Natasha sudah merajuk.


" Kamu belum jawab salam aku."


" Waalaikumsalam ....."


" Memang kenapa telepon? Aku kan sedang kuliah, Yank. Sedang di dalam kelas, lagi di depan dosen, mana mungkin aku angkat HP."

__ADS_1


Memang benar, Natasha tahu jika dia menelpon Yoga saat jam kuliah, dia juga tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya, jika perlu dia hanya meninggalkan pesan di WhatsApp suaminya itu.


" Memangnya ada apa, sih, kamu telepon aku pas jam kuliah? Apa ada masalah penting?" tanya Yoga.


" Aku kangen ...."


" Kangen? Kamu telepon berkali-kali itu cuma karena kangen sama aku? Tumben ...."


" Memangnya aku nggak boleh kangen sama suami aku sendiri? Memangnya aku boleh kangen ke pria lain?"


" Jangan macam-macam kamu, Yank. Mau aku hukum, hemm?"


" Mau, dong. Lama-lama aku suka sama hukuman yang kamu beri, Mas. Rasanya ingin terus-terusan bikin salah biar dapat hukuman terus." Natasha terkekeh.


" Mulai nakal, ya, sekarang."


" Nggak apa-apa, dong! Nakalnya sama suami sendiri, lagipula kamu juga suka kan kalau aku nakal di ranjang." Natasha kembali terkikik.


" Kamu tumben banget, sih, Yank. Bicaranya gitu terus." Yoga merasa heran tiba-tiba saja istrinya mau bicara seputar kebutuhan biologis.


" Kan aku bilang lagi kangen, tauuuu ..." Natasha berucap manja.


" Kamu jangan goda aku, dong, Yank."


" Memangnya kenapa kalau kamu aku goda?"


" Ya sudah, kesini, dong! Aku di depan kampusmu, Mas."


" Di depan kampus? Kamu ada di sini? Sejak kapan?"


" Sejak kamu telepon aku. Sudah cepat kemari, aku kangen." Entah kenapa Natasha begitu bergairah siang ini.


" Oke, aku ke sana, Assalamu'alaikum ....,"


" Waalaikumsalam."


Setelah mematikan sambungan teleponnya dengan sang suami, Natasha kembali memanggil panggilan ke nomer telepon seseorang.


" Hallo Alexa, ada apa?"


" Kak, bisa minta bantuannya lagi, nggak?"


" Bantuan apa, Alexa? Katakan saja, Kakak pasti bantu."

__ADS_1


" Kak, aku butuh kamar hotel, ini kan belum masuk jam check in. Kak Gavin, bisa minta tolong booking di hotel Om David yang dekat kampus Yoga, nggak?" Natasha menggigit bibirnya, berharap Gavin tidak menertawakannya.


Tapi harapan Natasha tidak terkabul karena Gavin malah terkekeh mendengar permintaan adik sepupunya itu. " Ada apa ini? Akhir-akhir ini kalian senang sekali main di hotel, ya?"


" Biasalah, Kak, memenuhi kebutuhan biologis, makanya Kakak cepat nikahin, tuh, gadis yang sudah menuduh Kakak memperkosanya." Natasha terkekeh.


" Kepalaku bisa pecah menghadapi satu keluarga itu."


Natasha tertawa kecil mendengar Kakak Iparnya itu menggerutu. " Kenapa memangnya, Kak? Siapa tahu gadis itu calon jodoh yang Tuhan siapkan untuk Kakak. Jodoh itu kan tidak ada yang tahu, kak. Seperti aku dan Mas Yoga, aku malah sampai detik ini masih nggak percaya dia jadi suami aku, aku juga nggak menyangka Mas Yoga bisa membelokkan hati aku dari Andra dulu."


" Aku iri melihat kalian."


" Makanya buruan lamar saja Azzahra itu, Kak." Natasha terkikik.


" Aku fokus urus perceraian aku dengan Agatha dulu, jadi jika kelak aku menemukan wanita yang pas, yang bisa buat aku jatuh hati, tidak dibikin pusing dengan urusan ini."


" Aku doakan yang terbaik saja untuk Kakak," sahut Natasha. " Jangan lupa kamarnya, ya, Kak."


" Oke-oke, nanti aku suruh orang di sana siapkan kamar untuk kalian. Nanti kamu bilang saja, pesanan kamar atas nama aku, ya."


" Oke, Kak. Makasih, ya." Natasha segera menutup panggilan teleponnya saat Yoga masuk ke mobilnya.


" Ada apa kamu telepon Gavin?" tanya Yoga curiga.


" Aku cuma minta bantuan dia, kok, Mas."


" Bantuan? Aku kan sudah bilang, ka ..." ucapan Yoga terpotong oleh bibir Natasha yang mengecup bibir suaminya itu.


" Aku minta tolong Kak Gavin, booking kamar di hotel Om David di dekat kampus kamu ini untuk kita, kalau kamu keberatan, aku telepon Kak Gavin lagi untuk cancel, deh. " Natasha ingin menghubungi Gavin kembali dengan ponselnya, tapi dengan cepat Yoga merebut ponsel istrinya itu.


" Untuk kali ini aku setuju bantuan yang akan Gavin kasih untuk kita." Yoga menyeringai, tentu saja bukan hanya karena dia akan mendapat menu makan siang spesial dari istri tercintanya hari ini, tapi juga sekaligus memperlihatkan kepada Gavin, jika wanita yang sempat membuat pria itu jatuh cinta kini telah tergila-gila padanya.


Akhirnya setelah Yoga menitipkan motornya di kantin depan kampusnya, Yoga melajukan mobil Natasha menuju tempat yang akan membawa mereka terbang ke atas langit ke tujuh.


*


*


*


Ada Kang Ojol main-main ~ di Rindu Tak Bertuan ~ Yang mau tau dia ngapain, silahkan dilihat di novel 👇ya😁


__ADS_1


Bersambung ....


Happy Reading😘


__ADS_2