
Tidur Natasha terasa terganggu saat suara nyaring Mamih Ellena terdengar di telinganya. Seketika itu juga rasa gelisah mulai menyeruak kembali di hatinya. Apakah Mamih Ellena akan marah karena kelalaiannya? Apakah Mamih Ellena akan semakin membencinya? Apakah Mamih akan menyuruhnya berpisah dengan Yoga? Bermacam hal buruk berkecamuk di pikiran dan hatinya.
" Hiks, Mih ... maafkan Tata, Mih. Tata nggak bisa jaga calon cucu buat Mamih, hiks ... hiks ..." Natasha langsung terisak saat itu juga saat dia melihat kehadiran mama mertuanya di kamar rawat inapnya.
" Sayang ..." Yoga bergegas menghampiri istrinya yang kembali terlihat terpuruk.
" Mas ..." Natasha memeluk erat lengan kokoh Yoga berusaha untuk meminta perlindungan suaminya.
Mama Yoga lalu mendekati Natasha lalu duduk di tepi brankar Natasha. " Apa masih terasa sakit perutnya? Kamu harus banyak istirahat biar cepat pulih. Sebentar lagi acara resepsi kalian. Apa kamu mau acaranya dipending karena kamu belum fit? Mamih nggak mau di acara resepsi nanti tiba-tiba kamu jatuh pingsan karena ga fit staminanya."
" Mih ...."
" Diam, kamu! Nggak becus jaga istri! Pokoknya kalau Tata sudah diperbolehkan pulang, Mamih akan bawa dia ke Bogor, biar cepat pulih."
" Dibawa ke Bogor? Lalu Yoga gimana, Mih?" protes Yoga.
" Gimana apanya? Kamu ya tetap kuliah di sini. Sebelum menikah juga kamu bisa urus diri kamu sendiri, kan?" sahut Mama Yoga santai.
" Beda dong, Mih. Sekarang sudah ada istri masa aku mesti ditinggal sendirian?! Lagipula Tata nggak akan betah tinggal di sana sendirian, Mih." Yoga memberikan alasan.
" Siapa bilang Tata di sana sendiri? Ada Mamih ada Papih. Kamu jangan cari alasan buat melarang Mamih bawa Tata ke Bogor," Mama Yoga menyanggah.
" Tapi dia nggak betah kalau jauh dari Yoga, Mih."
" Mamih akan buat dia betah di sana meskipun tanpa kamu."
Yoga mendengus kesal. " Ya sudah, kalau Mamih paksa bawa Tata ke Bogor, Yoga akan cuti kuliah!" ancam Yoga.
" Nggak ada, nggak ada ... kamu tetap kuliah, jangan kebanyakan bolos, nanti kuliah kamu nggak selesai-selesai." larang Mama Yoga.
" Mamih nggak bisa gitu, dong! Tata itu istri aku, Mih!"
" Dia istri kamu, berarti dia itu menantu Mamih, kan?! Lagipula kamu nggak becus urus istri, sama seperti Papihmu." Mama Yoga menggerutu.
" Lho, kok bawa-bawa Papih, Mih?!" Papa Yoga yang sedari tadi hanya mendengarkan perdebatan anak dan istrinya ikut bersuara.
" Iya, dulu sebelum Mamih hamil Prayoga, Mamih keguguran 'kan karena stress ditinggal Papih kerja ke luar kota terus." Mamih mencebik seraya menceritakan kisah masa lalunya.
" Mamih dulu pernah keguguran juga?" Yoga terkesiap.
__ADS_1
" Iya, makanya Mamih tahu Tata pasti sedih banget, pasti ini karena ulah kamu nggak becus urus dia. Like father like son," tuding Mamih.
" Berarti ini keturunan dong, Mih. Jangan salahkan Yoga, salahkan Papih saja."
" Lho, kok Papih yang disalahkan?" protes Papa Yoga.
" Ya karena Papih sama anak sama saja kelakuannya," pungkas Mama Yoga.
Sementara Mama Nabilla hanya bisa menggelengkan kepala begitu juga dengan Natasha yang awalnya dilanda kecemasan dan rasa takut akan penolakan mama mertuanya, kini hanya tercengang mendengarkan perdebatan suami dan papih mamihnya.
***
" Sedang melamunkan apa, hemm??"
Natasha tersentak saat tangan kokoh berotot liat melingkar di pinggangnya dari belakang saat Natasha termenung di dekat jendela.
" Jangan dipikirkan terus, kita mesti mengikhlaskan, kita bisa berusaha lebih giat lagi saat honeymoon nanti." Yoga menciumi ceruk leher Natasha.
" Honeymoon?" Natasha menoleh ke arah suaminya.
" Iya, kita menikah 'kan belum merasakan honeymoon. Kamu ingin kita pergi ke mana?"
" Aku pasti akan ada bersama kamu, kok, Yank. Aku akan menjaga kamu. Kalau perlu jika kamu hamil nanti, aku akan cuti dari aktivitas dan menemani kamu melewati sembilan bulan sepuluh hari itu." Yoga berkelakar.
" Ngaco kamu, Mas." Natasha terkekeh.
" Nah, ketawa seperti itu, dong. Jangan sedih terus. Aku kangen sama kamu yang cerewet, kangen omelan kamu juga, Yank." Yoga memutar tubuh istrinya. " Aku lebih suka melihat kamu mengomel daripada lihat kamu menangis. Aku berjanji, mulai hari ini jangan pernah ada air mata kesedihan yang menetes di pipi kamu ini. Kalau harus ada air mata, itu karena air mata bahagia. Aku akan berusaha membuat kamu bahagia sampai tutup usiaku nanti."
Natasha langsung memeluk tubuh suaminya, tanpa bisa ditahan cairan bening dari matanya kini telah menetes.
Ini adalah hari ke tiga setelah kepulangan Natasha dari rumah sakit. Setelah melewati perdebatan yang alot antara Mamih Ellena dan Yoga berebut Natasha akan dibawa ke mana? Dan setelah mendapat dukungan dari Mama Nabilla, akhirnya Yoga memenangkan Natasha secara mutlak. Natasha tetap tinggal bersama dia, dan selama satu Minggu akan ditemani oleh Mama Nabilla. Satu Minggu kemudian akan ditemani Mamih Ellena, seperti itu bergantian sampai acara resepsi tiba.
Dua Minggu berselang
Satu hari menjelang hari resepsi pernikahan yang akan diadakan di hotel milik Om David, Natasha terlihat sedang memantau kesiapan ballroom yang akan dijadikan tempat resepsi ditemani oleh Sinta.
" Wah, benar-benar mewah ini, sih, Bu. Beda memang pernikahan anak sultan. Pak Yoga anak orang kaya, Bu Natasha juga keluarganya apalagi keluarga dari Tuan Gavin juga kaya raya, jadi berasa kaya royal wedding. Pesta pernikahan yang diidamkan sebagian besar wanita di dunia ini." Sinta berucap kagum.
" Nat ...."
__ADS_1
Sapa seseorang dari arah belakang Natasha, suara yang sangat dia kenal membuat dengan cepat ia membalikkan badannya.
" Andra?" Natasha tersentak saat menjumpai pria yang pernah diidamkannya dulu kini berdiri tepat di depannya.
" Hmmm, saya permisi dulu, Bu." Sinta langsung tahu diri, dia segera berpamitan.
" Selamat, ya, Nat. Aku nggak sangka akhirnya kamu dulu yang menikah. Aku juga nggak menyangka jika pria yang menjadi suami itu adalah teman dari Adel," ucap Andra saat mereka memilih berbincang di restoran yang berada di hotel itu.
Natasha mengedikkan bahunya. " Jodoh itu seperti misteri, tidak ada satu manusia pun bisa mengetahui dengan siapa kita akan berjodoh. Sekeras apapun usaha kita, jika dia bukan jodoh kita, kita nggak akan pernah bisa menggapainya. Begitu juga sebaliknya. Sekuat apapun kita menolak, jika Tuhan sudah menentukan dia adalah jodoh yang sudah Tuhan siapkan untuk kita, maka orang itu akan semakin mendekat pada kita."
" Aku minta maaf atas sikapku dulu ...."
" Akan ada hikmah atas setiap masalah yang terjadi dalam kehidupan kita. Tidak perlu minta maaf, justru aku yang mestinya berterima kasih. Karena secara nggak langsung, kamulah yang sudah mendekatkan aku dengan Yoga. Kalau saja kamu nggak meninggalkan waktu acara makan malam di rumah kamu, mungkin aku nggak akan bertemu dengan Yoga. Dan peristiwa malam itu, aku sangat beruntung ditemukan kembali oleh Yoga sebagai malaikat pelindungku ..." Natasha tersenyum mengingat bagaimana selama ini suaminya itu sudah menjelma sebagai dewa penolongnya.
" Kamu terlihat bahagia sekali, Nat." Andra bisa melihat aura yang terpancar dari wajah wanita yang dulu pernah ditolaknya mentah-mentah itu.
" Terlepas dari musibah keguguran kemarin, selebihnya aku sangat bahagia dengan pernikahan aku, Ndra. Aku benar-benar sangat beruntung bisa mendapatkan cinta yang begitu tulus dan besar dari Yoga."
Andra mendengus, ada rasa sesak saat mengetahui wanita yang dulu sangat memujanya itu kini sudah mencintai pria lain. " Seandainya waktu dapat diputar kembali, mungkin aku akan memperbaiki sikap aku ke kamu. Aku akan perbaiki waktu lima tahun perjuangan kamu yang aku sia-sia 'kan selama ini ..." sesal Andra.
" Tidak ada yang perlu disesali. Aku ikhlaskan perjuangan lima tahun yang aku habiskan untuk mendapatkan cinta kamu dengan sia-sia itu. Karena saat ini aku sudah mendapatkan cinta aku, Cinta sejatiku." Natasha menarik satu sudut bibirnya ke atas. " Aku juga nggak mengerti kenapa semua ini berjalan begitu cepat, tapi yang pasti saat ini aku sudah benar-benar jatuh cinta pada suamiku. Aku sudah memberikan seluruh hatiku untuknya ...."
" Yank ...."
Natasha terkesiap saat sebuah suara dan sebuah tepukan halus mendarat di pundaknya.
*
*
*
Selalu berharap dukungan like juga komen dari reader budiman pecinta Tata &Yoga.
Bersambung ..
Selamat Berpuasa ...
Happy Reading ❤️
__ADS_1