MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Tolong, Lepaskan Anak Saya!


__ADS_3

" Bagaimana pekerjaanmu, Ra? Lancar?" tanya Yoga saat dia mengantar Azahra pulang ke rumahnya.


" Alhamdulillah, Kang. Butuh banyak kesabaran menghadapi anak-anak usia dini," jawab Azahra, tah berani melirik apalagi sampai melihat wajah Yoga.


" Tapi kamu bisa mengatasinya, kan? Aku percaya kamu ini wanita yang sabar, cocok sekali menjadi guru," ucapan Yoga yang semestinya bisa membuat hati Azahra bahagia kini justru terasa hambar.


" Kang, boleh aku bertanya?" Azahra memberanikan diri untuk menanyakan kegundahan yang seketika menyelimuti hatinya saat ini.


" Tanya apa, Ra? Silahkan saja," sahut Yoga masih tetap fokus di belakang kemudi.


" Kapan Kang Yoga menikah? Kok Rara nggak pernah dengar sebelumnya." Azahra menguatkan hatinya untuk melontarkan pertanyaan itu kepada pria yang telah lama menjadi pujaan hatinya itu.


Yoga sedikit menyunggingkan senyumnya. " Baru sekitar dua mingguan, jangankan kamu, Ra. Orang tua aku saja baru tahu kemarin," lanjutnya.


" Kenapa Kang Yoga menikah diam-diam dan terburu-buru? Kenapa Mamih Ellena bilang kalian menikah siri? Apa sudah terjadi sesuatu dengan Teh Natasha?" Azahra mengutarakannya dengan sangat hati-hati.


" Iya karena kami menikah secara mendadak, orang tua Natasha sakit keras, beliau ingin Natasha menikah sebelum beliau meninggal. Kalau kamu berpikir Natasha hamil terlebih dahulu, kamu kan kenal aku seperti apa, Ra?! Nggak mungkin lah aku menghamili anak orang sebelum sah di depan penghulu." Yoga terkekeh.


" A-apa Kang Yoga mencintainya?" sungguh sebenarnya berat sekali Azahra menanyakan hal itu, hal yang mungkin semakin membuat hatinya tersayat-sayat.


Yoga tak langsung menjawab pertanyaan Azahra, dan itu sukses membuat jantung gadis itu berdetak semakin kencang.


" Aku nggak tahu harus mengungkapkan perasaanku dengan kata apa? Tapi yang pasti, aku ingin selalu menjaga dia, memberikan rasa aman dan nyaman kepadanya, membuat dia bahagia, dan tak ingin melihatnya menangis karena sedih," tutur Yoga.


Azahra seketika membeku, pasokan udara yang mengalir ke paru-parunya seakan terhenti. Tanpa pengucapan kata cinta, dari kalimat-kalimat yang dijelaskan oleh Yoga, dia sudah bisa memahami jika yang dirasakan Yoga terhadap wanita yang disebut istrinya itu melebihi dari sekedar kata cinta.

__ADS_1


Azahra melempar pandangan ke arah luar jendela, menatap kosong hamparan perkebunan hijau di sepanjang jalan. Sekuat hati ia menahan air matanya untuk tak luruh di pipinya.


Yoga sendiri menyadari jika gadis di sampingnya itu memendam perasaan kepadanya, apalagi mamihnya itu begitu berharap jika dia menikah dengan Azahra, tapi bagaimana pun juga itu tidak akan mungkin terjadi, karena saat ini dia bukanlah pria lajang.


" Ra, aku minta maaf jika apa yang direncanakan mamih papihku, juga abi dan umimu nggak bisa terlaksana," ucap Yoga dengan nada menyesal.


Azahra menarik nafas yang terasa berat. " Kalau Rara boleh bertanya, apa arti Rara untuk Kang Yoga selama ini?"


" Sebenarnya aku sudah menganggap kamu seperti adikku sendiri, Ra. Kamu tahu kan aku ini anak tunggal, melihat Mamih sangat menyukaimu, aku melihat Mamih seperti melahirkan anak kembali." Kata-kata Yoga semakin menusuk hati Azahra, dia sangat kecewa ternyata perasaannya selama ini tak berbalas, bertahun-tahun dia menanti pria itu ternyata semua sia-sia.


" Kenapa Kang Yoga nggak bilang ke Rara dari dulu, Kang? Kenapa Kang Yoga membiarkan Rara menunggu tanpa ada kejelasan?!" akhirnya air mata Azahra yang sejak tadi ditahannya luruh juga di pipi mulusnya.


Yoga terdiam, dia sungguh-sungguh merasa bersalah pada Azahra " Maafkan aku, Ra. Aku yakin kelak kamu akan mendapatkan lelaki yang baik yang akan menyanyangi kamu setulus hati," ucap Yoga kepada Azahra yang semakin terisak.


***


Natasha yang selama ini dikenal sebagai wanita yang selalu percaya diri, mudah menghadapi situasi apapun kini seolah kehilangan tajinya.Natasha seolah lupa bagaimana caranya mencari perhatian wanita sebaya Tante Melly ini  yang biasanya bisa dengan mudah dia lakukan.


" Kamu lihat wanita tadi? Dia adalah calon istri yang saya siapkan untuk Yoga, dia itu calon istri yang terbaik untuk Yoga. Kami sudah mempersiapkan pernikahan mereka tahun depan, tapi tiba-tiba saja kamu datang mengacaukan rencana kami," tuding Mama Yoga kepada Natasha yang masih berdiri terpaku.


" Maaf, Mih ..." lirih Natasha bingung harus berbuat apa, apalagi saat ini orang yang dia harap menjadi tameng yang akan melindunginya tak ada bersamanya.


" Jangan panggil saya Mamih, saya bukan ibu kamu, dan saya juga tidak menganggap kamu sebagai menantu saya!" ketus Mama Yoga benar-benar tak memperdulikan Natasha akan sakit hati atau tidak.


Natasha mendongakkan kepala mendengar ucapan menyakitkan dari ibu mertuanya." Maaf, Tante. Jika saya sangat membuat Tante kecewa, tapi apa yang terjadi dengan saya dan Yoga itu benar-benar bukan atas kemauan saya, Tante!" entah mendapat kekuatan dari mana Natasha berani berbicara dengan nada bicara tegas.

__ADS_1


" Tapi jika kamu tidak membawa anak saya menemui orang tua kamu, sudah pasti Yoga tidak akan menikah denganmu!" ketus Mama Yoga tak kalah sengit.


" Jadi menurut Tante saya harus bagaimana untuk menebus kesalahan saya, jika Tante tetap menganggap sayalah penyebab semua ini?"


" Tinggalkan anak saya!"


Deg


Berasa dihujani anak panah tepat jantung dan hati Natasha mendengar permintaan mama mertua yang tak pernah menganggapnya itu.


" Kamu wanita yang cantik, saya akui itu. Saya rasa kamu bisa mendapatkan pria yang mungkin lebih baik dari Prayoga. Biarkan Yoga menuruti permintaan orang tuanya, dia anak kami satu-satunya, hanya dia tumpuan kami! Tolong, jangan buat dia sebagai anak yang membantah orang tuanya! Tolong jangan buat dia menjadi anak durhaka yang tidak patuh kepada kami!" Nada suara Mama Yoga saat ini tidak setinggi biasanya.


" Selama ini kami membebaskan kehidupan dia, dia ingin tinggal di kontrakan kecil, dia bekerja sebagai driver ojol kami tidak pernah bisa melarangnya, kami tidak pernah memaksakan keinginan kami kepada Yoga, Karena itu kami berharap, permintaan kami untuk menikahkan dia dengan Azahra dapat diterimanya." Mama Yoga mendekat ke arah Natasha yang sedang menatap lekat kepadanya.


" Saya harap kamu bisa mengerti atas keinginan kami, mumpung hubungan kalian belum terlalu jauh, mumpung kamu masih bisa menjaga kesucian kamu, tolong lepaskan anak saya!" tegas Mama Yoga sebelum akhirnya meninggalkan Natasha yang masih termenung seakan tak percaya akan permintaan mertuanya itu.


Tubuh Natasha lemah seketika karena ucapan Mama Yoga yang meremuk redamkan hatinya, belum lagi tubuhnya yang masih merasa lelah karena pertempuran semalam yang berlanjut sampai pagi dengan Yoga. Bagaimana mungkin mertuanya itu menyuruhnya meninggalkan Yoga, setelah dia menyerahkan kesucian yang selama ini dia jaga kepada anak mertuanya itu. Dan dengan deraian air mata Natasha berjalan gontai menaiki anak tangga menuju kamar Yoga.


*


*


*


Author POV : Mih, dengar ya! Kalo Mamih ga mau dibully emak-emak disini, tolong Mamih jgn jd mertua durhaka. Mau kita pecat Mamih jd ibu mertua?! #eh 😂

__ADS_1


Bersambung...


Happy Weekend😘


__ADS_2